
Mawar yang terdiam sejenak untuk memahami setiap ucapan Jin wanita cantik kini bertanya kepada nya.
“Wahai Jin cantik, apa maksud dari kekuatan mu ada di dalam diri aku.” Ucap Mawar.
“Iah tuan aku, kekuatan aku sekarang menjadi milik mu dan rahasia Kitab Buhun sekarang sudah menjadi milikmu seutuhnya, tuan aku bisa melakukan apa saja, soal teman lelakimu yang pingsan itu pun akan mudah tuan aku untuk menolongnya, aku akan berada di samping mu cuma sekedar menjawab pertanyaan mu saja tuan aku.” Ucap Jin wanita cantik.
“Kalau begitu apa yang harus aku lakukan Jin cantik.” Ucap Mawar.
“Ya itu terserah tuan aku saja, tuan aku sekarang bisa melakukan apa saja.” Ucap Jin wanita cantik.
“Kalau begitu bagaimana aku menolong Akwal Jin cantik.” Ucap Mawar.
“Tuan aku, dengan mengusapkan tangan mu kepada kepala yang terluka dia akan segera sembuh dan akan segera bangun dari pingsan nya.” Ucap Jin wanita cantik.
Mawar pun langsung melakukan apa yang di ucapkan oleh Jin wanita cantik tetapi kepala Akwal masih tetap terluka dan tidak ada apapun yang terjadi, Mawar pun panik karena tidak bisa melakukan apa-apa tetapi Jin wanita cantik melihat tuan nya panik dia malah tertawa keras.
“Jin cantik, mengapa kau tertawa ini tidak lucu, cepat bantu aku mengapa ini tidak terjadi apa-apa, kalau begini terus nanti apa yang harus aku jelaskan kepada bapak dan ibu ku, kalau Akwal pingsan di sini dan rumah berantakan seperti ini.” Ucap Mawar.
“Pemiliku, aku tertawa karena aku lupa memberi tahu mu bagaimana melakukannya.” Jawab Jin wanita cantik.
“Kalau begitu jangan tertawa lagi cepat beritahu aku untuk melakukan nya dengan benar kalau memang kekuatan mu sudah ada di dalam diri aku.” Jawab Mawar, panik.
“Ha ha ha, pemiliku jangan panik seperti itu, tuan aku harus fokus dan mengingat setiap jilid Kitab Buhun itu, maka dengan sendiri nya tuan aku akan bisa menolong teman lelaki mu.” Ucap Jin wanita cantik.
“Kalau begitu bagaimana, cepat beritahu aku, sebelum bapak dan ibu aku pulang.” Ucap Mawar.
“Tuan aku harus fokus, coba lakukan dengan fokus dan ingat setiap halaman Jilid Kitab Buhun yang memiliki kemampuan di setiap jilid nya, tuan aku hanya perlu mengingat nya makan tuan aku akan bisa melakukannya.” Ucap Jin wanita cantik.
Kini Mawar pun memejamkan mata nya setelah mendengarkan intruksi dari Jin wanita cantik, Mawar yang telah memejamkan mata nya, dia mengingat setiap jilid Kitab Buhun, Mawar terkejut karena tahu semua isi di dalam Kitab Buhun dan pungsi di setiap jilid nya, setelah Mawar memilih Jilid dia membuka mata nya, seketika muncul cahaya redup dari tangan kanan nya lalu Mawar mendekati Akwal yang tergeletak di atas lantai rumahnya, setelah mendekat lalu tangan kanan yang mengeluarkan cahaya redup di usapkan kepada kepala Akwal yang terluka akibat benturan, setelah mengusap kepala Akwal yang terluka seketika itu menjadi sembuh.
Mawar yang masih terkejut dengan apa yang di lakukannya kini membangunkan Akwal yang sudah di pangkuan nya, seketika itu Akwal pun bangun.
“Akwal sukurlah kamu sudah bangun, maafkan aku.” Ucap Mawar.
Akwal yang sudah bangun melihat Mawar sangat terkejut karena yang Akwal ingat Mawar sedang kejang-kejang, dia pun bangun dari pangkuan Mawar.
“Mawar apa yang sebenarnya terjadi kepada mu, sudah lah tak usah begitu sudah aku maafkan ko, tetapi jelaskan pada aku apa yang sebenarnya terjadi padamu.” Ucap Akwal.
“Akwal sebaiknya nanti saja sekarang aku harus membereskan rumah yang acak-cakan ini, kalau ibu dan bapak ke sini nanti akan repot lagi aku menjelaskan nya karena ini sangat tak masuk logika.” Jawab Mawar.
“Baiklah kalau begitu kita bereskan sama-sama tetapi nanti kamu harus jelaskan kepada aku yah.” Ucap Akwal.
“Ok siap Akwal.” Jawab Mawar.
Kini Akwal dan Mawar pun membereskan rumah yang acak-acakan akibat Mawar yang kejang-kejang, Jin wanita cantik yang melihat Mawar dan Akwal sedang membereskan rumah, dia mendekati Mawar.
“Wahai tuan aku, kalau begitu aku akan pergi jalan-jalan karena aku sudah terbebas tetapi bila tuan aku membutuhkan aku, aku akan datang langsung di hadapan mu, tuan aku cukup memanggil saja.” Ucap Jin wanita cantik yang langsung menghilang entah ke mana.
“Baik lah kalau begitu pergilah.” Jawab Mawar kepada Jin wanita cantik.
Akwal yang mendengar Mawar berbicara begitu terkejut dan menanyakan nya.
“Oh tidak Akwal, aku tadi Cuma itu loh.” Ucap Mawar.
“Cuma apa Mawar, kamu semakin aneh aku jadi merinding sekarang kalau dekat dengan mu.” Ucap Akwal.
“Apa merinding emang aku hantu apah, sudah lah jangan banyak nanya lagi bereskan saja ini, Bt sama kamu Akwal.” Ucap Mawar.
“Loh ko begitu sih, aku kan Cuma nanya, ya sudah ini aku sudah membereskan nya.” Ucap Akwal.
“Ya udah kalau begitu duduk saja kamu di sana, aku akan ambil minum untuk kita.” Ucap Mawar yang langsung menuju dapur.
“Iah nanti jelaskan apa yang terjadi ya, iah ambil minum yang dingin aku haus.” Jawab Akwal.
Akwal pun duduk di kursi ruang tengah rumah Mawar setelah itu Mawar menghampiri Akwal sambil membawa minuman, mereka berdua pun duduk berdekatan sambil meminum air dingin yang di bawa oleh Mawar.
“Mawar coba jelaskan apa yang terjadi barusan.” Ucap Akwal.
“Sudah lah jangan bahas lagi aku Bt sama kamu tahu, masa iah aku di samain sama hantu dekat dengan aku jadi merinding.” Ucap Mawar.
“Lah ko gitu doang marah sih.” Ucap Akwal.
“Udah lah menjauh sana jangan dekat-dekat kalau bikin merinding dekat sama aku.” Ucap Mawar.
“Yah masa gitu saja marah, maafkan aku lah ya Mawar cantik manis baik hati.” Ucap Akwal sambil terseyum.
“Nah gitu kan enak di dengar nya, kalau begitu aku akan menjelaskan apa yang terjadi barusan.” Ucap Mawar.
Ketika Mawar ingin menjelaskan apa yang terjadi terdengar pintu rumah terbuka ternyata Ibu Sulastri dan Pak Danar pulang dari rumah pak Mantri Eman.
“Nanti saja ya aku jelaskan, itu ibu dan Bapak sudah pulang.” Ucap Mawar.
“Yah kamu sih lama jadi, ya sudah lah nanti pokonya kamu harus bilang nya.” Ucap Akwal.
Mawar dan Akwal pun menghampiri pak Danar dan Ibu Sulatri yang baru datang.
“Eh ibu, bapak, bagaimana di sana, apa sudah di makam kan jasad pak Mantri Eman nya.” Tanya Mawar.
“Iah tadi Bapak sama Ibu di sana sampai melihat di makam kan pak Mantri Eman, setelah itu ibu pulang dan Bapak, Mawar sudah minum obat.” Ucap Ibu Sulastri.
“Akwal, Mawar sudah minum obat nya belum.” Ucap Pak Danar.
“Nanti saja ibu minum obat nya kan Mawar sudah sehat lihat kan.” Ucap Mawar.
“Belum pak, Mawar belum minum obat dari tadi kami hanya minum air dingin saja.” Jawab Akwal.
“Haduh masa dari tadi Cuma di kasih air minum saja kamu ini Mawar.” Ucap Ibu Sulastri.
Mawar melirik ke arah Akwal dengan sinis Akwal hanya terseyum kecut melihat Mawar, Ibu Sulastri dan pak Danar melihat mereka berdua hanya tertawa dan mengajak mereka berdua untuk makan bersama...,,