
“Hik Hik Hik Hik Haa, ini akibatnya bila mengganggu di kediaman ku, aku akan mengejar cowok ganteng ah, Hik Hik Hik Huaa, karena aku sudah lama kesepian, Hik Hik Hik Hik haa.” Ucap Arwah pendaki, sambil melayang
mengikuti Andri dan Dasep.
Firman yang terus berlari menerobos semak belukar, karena tidak memperhatikan langkah kaki nya bepijak, Firman tersandung akar sehingga membuat kakinya sakit dan terjatuh, ketika sudah terjatuh Firman baru menyadari bahwa dia sendirian.
Nisa dan Marni yang terus berlari, berteriak histeris ketakutan saat tangan mereka ada yang memegang erat.
“Nisa, Marni, ini aku Mawar, kalian jangan terus berlari seperti ini akan berbahaya bila kita menerobos terus semak belukar akan semakin jauh dari jalur, kita harus ke jalan sebelumnya untuk memudahkan kembali ke Pos 2.” Ucap Mawar, sambil memegang erat tangan Marni dan Nisa.
Nisa dan Marni pun berhenti berteriak ketika mengetahui yang memegang erat tangan nya ialah Mawar, dan baru menyadari bahwa mereka sudah berpisah dengan teman-temanya.
“Mawar ternyata kamu, aku kira Arwah yang tadi.” Ucap Nisa, gugup.
“Haduh, Mawar kamu ini membuat aku jantungan Saja.” Ucap Marni, gugup.
“Sudah kalian istirahat dulu, tarik napas pelan-pelan biar kalian gak gugup begitu.” Ucap Mawar.
“Iah Mawar tetapi ke mana Firman, Dasep dan Andri.” Ucap Nisa, masih gugup.
“Ke mana mereka Mawar, bagaimana ini, kita hanya bertiga aku takut Mawar.” Ucap Marni, gugup.
“Sudah kalian tenang dulu, tadi itu kalian berdua berlari bersamaan maka nya aku mengejar kalian, tadinya aku tidak mau berlari karena kalian berlari aku mengikuti kalian, aku juga tidak tahu ke mana Firman, Andri dan Dasep berlari.” Ucap Mawar.
“Jadi kita harus bagaimana ini, aku takut.” Ucap Marni.
“Iah Mawar bagaimana ini.” Ucap Nisa.
“Sebaiknya kita kembali ke jalur agar mudah kembali ke Pos 2 dan di sana kita akan meminta bantuan karena panitia ada di setiap Pos, tetapi bila kita tak ingin ke sana lebih baik kita mencari jasad para pendaki agar mereka mengembalikan Sri, Sani dan yang lainnya.” Ucap Mawar.
“Apa kamu bilang Mawar, kamu akan mengikuti permintaan Arwah pendaki itu kamu gila yah mereka itu Arwah gentayangan, kita bisa apa untuk menghadapi mereka, lebih baik kita kembali ke Pos 2 saja.” Ucap Marni.
“Aku sebenarnya ingin mencari jasad para pendaki agar teman-teman kita dikembalikan tetapi Marni ketakutan sekali Mawar kita harus kembali saja.” Ucap Nisa.
“Baiklah kita akan kembali saja agar panitia bisa membantu untuk mencari teman-teman kita.” Ucap Mawar.
Ketika Mawar, Marni dan Nisa sedang terdiam di dalam semak belukar terdengar di dekat mereka suara yang meminta tolong, suara seorang wanita yang membuat bulu kuduk merinding.
“Toooloooong selamatkan aaaaaku, toooooloooong selamatkan aaaaaku, tooooloooong.” Suara seorang wanita.
Suara wanita yang meminta tolong itu hanya sebentar lalu berhenti ketika Mawar, Marni dan Nisa menyorot di sekeliling semak belukar dan menyorot ke sumber suara meminta tolong, akan tetapi tidak ada siapa-siapa, Marni kini gugup dan ketakutan.
“Ma, ma Mawar apa tadi itu mengapa suara nya mendadak menghilang.” Ucap Marni, gugu, ketakutan sambil mendekat ke sisi Mawar berdiri.
“Iah kurasa tadi suaranya terdengar jelas di arah sini ayo kita lihat.” Ucap Mawar.
“Aku tidak mau Mawar aku takut.” Ucap Marni, gugup.
“Ayo Nis kita lihat, Marni kamu jangan gugup begitu, pegang saja lengan ku dan tetap di belakan ku yah.” Ucap Mawar.
Nisa, Mawar dan Marni pun melangkah ke arah sumber suara yang meminta tolong, Mawar berjalan paling depan Marni berjalan sambil memejamkan mata dan hanya mengikuti langkah Mawar berjalan karena sambil memegang tangan Mawar, Nisa mengikuti Marni di belakang.
Perlahan menerobos semak belukar dan hanya di terangi senter yang menyorot ke depan. Mawar yang di depan kini berhenti melangkah dan menyorot ke bawah karena Mawar merasa menginjak sesuatu, ketika Mawar mengetahui apa yang di injak nya Mawar menutup mulutnya dengan tangan dan senter yang di pegang nya terjatuh.
“Mawar ada apa mengapa menjatuhkan senter, kamu melihat apa.” Ucap Nisa.
“Iah Mawar ada apa.” Ucap Marni meski tak tahu yang sedang Mawar lakukan karena Marni berjalan sambil memejamkan Mata.
Mawar yang terkejut karena yang di injak nya ternyata terngkorak manusia yang masih lengkap dengan pakaian dan tas di punggun nya. Kini Mawar mencoba tenang dan memberi tahu Nisa.
“Nis lihat ada tengkorak manusia di sini aku tak sengaja menginjak nya.” Ucap Mawar yang masih gugup.
“Apa tengkorak manusia, apa mungkin yang tadi meminta tolong itu Arwan terngkorak ini.” Ucap Nisa, gugup.
Marni yang mendengar perkataan Mawar terkejut dan membuka matanya lalu dia pingsan.
“Haduh mengapa di situasi seperti ini Marni pingsan lagi.” Ucap Mawar.
“Biar kan saja dulu Marni pingsan Mawar kita lihat tengkorak manusia ini dulu.” Ucap Nisa.
Karena sudah membiasakan diri kini Mawar dan Nisa sudah tidak gugup dan takut lagi.
“Nis kurasa ini sudah lama meninggal, karena tidak bau dan sudah menjadi tengkorak apa mungkin ini salah satu dari Arwah pendaki itu kita harus membawanya dan menguburkan nya dengan layak.” Ucap Mawar.
“Iah kurasa aku juga berpikiran sama dengan mu Mawar tetapi kita harus menyadarkan dulu Marni.” Ucap Nisa.
Kini Marni di bangunkan oleh Nisa, tak butuh waktu lama Marni pun sadar, akan tetapi Marni pingsan kembali karena melihat Sri melayang menghampiri Marni, Nisa dan Mawar.
Nisa yang belum menyadari alasan Marni pingsan kembali kini saat menoleh ke depan sangat terkejut karena ada Sri yang tiba-tiba berdiri dengan mata merah menyala, Mawar pun terkejut saat menyadari ada Sri di depan nya.
Mawar dan Nisa terdiam ketika Sri melihat ke arah nya.
“Hik Hik Hik Hik, terima kasih karena sudah menemukan Jasad ku, akan aku kembalikan salah satu teman mu, bila ingin teman mu kembali semuannya, maka cari lah jasad teman-teman ku yang lainnya, tolong kuburkan aku dengan layak, Hik Hik Hik Hik.” Ucap Arwah pendaki yang merasuki tubuh Sri. Kini Sri pun pingsan dan Arwah pendaki keluar dari tubuh Sri dan membiarkan tubuh Sri tergeletak.
Mawar dan Nisa tidak berbicara hanya saling memandang satu sama lain karena masih terkejut akan kejadian yang di alami nya, dan mengingat perkataan Arwah pendaki yang harus mencari jasad bila ingin kembali teman-teman nya. Kini Mawar dan Nisa pun berkata bersamaan.
“Aahh ini aneh, tetapi Sri kau kembali syukur lah.”
“Mawar ternyata benar ucapan mu itu, lebih baik kita cari jasad Arwah pendaki agar semua teman-teman kita kembali, maafkan aku yang tidak mempercayai sahabat ku sendiri dengan sepenuhnya, maafkan aku yah Mawar yang masih ragu untuk mempercayai perkataan mu yang tak logis itu tetapi ini nyata terjadi.” Ucap Nisa.
Kini Nisa dan Mawar membangunkan Sri dan Marni serta membawa tengkorak manusia untuk di simpan ke tempat yang mudah di ingat dan melanjukan pencarian Jasad Arwah pendaki agar semua teman-teman nya kembail...,,