Santet

Santet
Arwah Pendaki Cari Perhatian



Kini semuanya terdiam dan saling memegang tangan karena ketakutan di tambah lagi terdengar suara seperti seseorang yang sedang berjalan di dalam semak belukar yang semakin mendekat, Mawar pun kini merasa ketakutan, pikiran nya pun terlalu berlebihan sehingga mengira-ngira bahwa yang yang menerobos semak belukar itu hewan buas, karena di barengi dengan suara raungan yang semakin mendekat.


"Gimana ini, mengapa menjadi seperti ini, aku harus tenang dan berbuat sesuatu, kalau begini terus aku dan teman-teman tak bisa keluar." Gumam Andri.


"Andri tolong dong berbuat sesuatu, aku takut." Ucap Mawar, berbisik.


"Bagaimana ini Andri, suara raungan apa itu." Ucap Dasep, berbisik dan gugup.


"Kita harus diam dulu, matikan senter dan saling berpegangan tunggu semuanya aman." Usul Andri, berbisik.


"Baik Andri, semua nya cepat matikan senter." Ucap Mawar, berbisik.


Marni dan Nisa kini lebih erat memegang tangan Mawar karena takut. Situasi pun gelap gulita, karena senter yang tadi menyala di matikan untuk tidak mengundang hewan buas mendekat, terjebak di dalam semak belukar tanpa cahaya, semuanya gemetar saat suara langkah kaki seseorang di dalam semak belukar mendekat.


Suara langkah kaki semakin mendekat. "Srek Srek Srek Srek." Suara langkah yang menembus semak belukar, terdengar semakin jelas.


Semua ketakutan, badan merinding, ketika suara langkah kaki itu mendekat, setelah jelas terdengar kini suara langkah kaki berhenti di dekat semuanya, semuanya terdiam dan saling memegang erat tangan.


"Aduh mengapa tubuh ku gemetar dan ketakutan." Gumam Firman, sambil memegang tangan Andri semakin erat.


"Ini siapa yang memegang tangan erat sekali, duh mana tak bisa melihat lagi, karena gelap." Gumam Andri.


Dasep yang memegang tangan Andri sebelum nya erat kini tidak semakin erat melainkan melepaskan tangan Andri karena semakin lemas dan ketakutan, Dasep pun pingsan saat ada tangan yang memegang pundak Dasep.


Andri, Firman, Mawar, Nisa dam Marni tidak menyadari bahwa Dasep pingsan, karena situasi gelap gulita.


Mawar yang mencoba memegang pundak Andri sebentar untuk memberikan isarat saat ingin memegang lagi pundak ya tidak ada kini Mawar pun berbisik.


"Andri bagaimana ini, kita harus melakukan sesuatu." Bisik Mawar.


"Iah Mawar, tetapi harus melakukan apa, lebih baik kita diam dulu agar semuanya tenang, lalu setelah itu baru kembali saja, dengan cara menerobos semak belukar lagi." Bisik Andri.


"Iah kalau begitu." Jawab Mawar, berbisik.


Suara raungan pun berhenti, suara langkah kaki pun berhenti, kini di jalur pendakian, terjebak di dalam semak belukar dengan keadan gelap gulita dan hening, semuanya saling berpegang erat. Ketika sudah lama berdiam kini sudah merasa aman.


"Kurasa sudah aman, sudah tidak ada lagi terdengar suara raungan dan langkah kaki, sebaiknya kita nyalakan lagi senter kita." Ucap Andri.


Kini Andri, Firman, Nisa, Marni dan Mawar menyalakan senter, ketika saling menyorot satu sama lain semuanya tekejut karena tidak ada Dasep.


"Di mana Dasep, ko aku gak melihat nya." Ucap Marni, gugup.


"Iah di mana Dasep, tadi dekat bersama kalian 'kan, dan saling berpegangan bukan." Ucap Nisa.


"Biarin lah dia hilang juga, dia rese." Ucap Firman.


"Kamu jangan ngomong gituh Firman, dia kan temen kita juga." Ucap Mawar.


"Iah aku hanya kesal sama dia, ko Mawar, iah tadi dia di sini loh." Ucap Firman.


Andri dengan senter nya mencoba untuk menyorot ke sekeliling tetapi tak terlihat Dasep, akan tetapi ketika Andri ingin melangkah'kan kakinya merasa ada yang terinjak, saat melihat ke bawah dan di terang oleh sorot senter Andri terkejut melihat Dasep yang di injak nya.


"Dasep." Ucap Andri, Kaget.


Firman, Nisa, Mawar dan Marni pun kaget saat melihat ke bawah. Dasep tergeletak tak sadarkan diri.


"Lah Dasep mengapa bisa terbaring di bawah, ayo cepat bangunkan, kita harus segera kembali sebelum semakin larut, kita ke pos dua saja dan meminta bantuan." Ucap Mawar.


"Iah ayo cepat." Ucap Marni.


Dasep di bangun kan oleh Andri dan Firman.


"Apa gue tampol lagi ini mulut, yang banyak ngebacot biar bangun dan mulut ya diam terus yah." Ucap Firman.


"Jangan begitu loh, Kasian dia Firman." Ucap Marni.


"Dasep Sep Sep, bangun kalau gak bangun elo gue tinggal di sini." Ucap andri, sambil menggoyangkan tubuh Dasep.


Tak selang waktu lama Dasep pun bangun, tetapi saat Dasep bangun dia pingsan lagi karena melihat Arwan pendaki melayang di atas nya. Hanya Dasep yang melihat Arwah pendaki melayang, karena Andri, Firman Nisa, Mawar dan Marni melihat ke arah Dasep, tetapi mata Dasep melihat ke atas, sehingga hanya Dasep yang melihat arrwah pendaki melayang.


"Haduh mengapa lagi ini anak, ko pingsan lagi, apa gue tampol aja ya, enek gue liat nya." Gumam Firman.


"Haduh, ini mengapa lagi nih Dasep udah sadar malah pingsan lagi." Ucp Andri, sambil menggoyangkan badan Dasep lebih kencang lagi.


"Dasep ternyata penakut lebih dari gue yah." Ucap Marni.


"Iah dia itu cowok malu-maluin aja nih Dasep, mana di dalam semak belukar begini lagi." Ucap Nisa.


"Jangan gitu, Dasep mungkin punya ketakutan atau terauma hal seperti ini jadi Dasep gampang pingsan, sudah kita tunggu Dasep sadar saja yah." Ucap Mawar.


Andri, Firman, Nisa, Marni dan Mawar masih belum menyadari bahwa Arwah pendaki sedang melayang -layang di atas mereka.


"Haduh, aku di cuekin sama mereka, padahal aku sudah ke sana ke mari melayang-layang, apa aku harus sedikit cari perhatian yah, ada cowok ganteng lagi." Gerutu Arwah pendaki.


Karena Arwah pendaki kesal tidak di lihat di raba dan di terawang, kini Arwah pendaki pun Cekikikan dengan merdu nya, sehingga yang mendengar nya pun gemetar dan merinding.


"Hik Hik Hik Hik Haaaa Hik Hik Hik Hik Haaaa. 3x cekikikan." Suara cekikikan Arwah pendaki, Sambil melayang-layang.


Ketika semuanya mendengar Suara cekikikan di atas mereka, kini Andri, Firman, Nisa, Marni dan Mawar menoleh ke atas, alangkah terkejutnya mereka saat melihat di atas merek ada sesosok Arwah pendaki yang masih memakai perlengkapan pendaki, dan wajah nya buruk rupa saat tersorot senter yang di arah kan oleh mawar ke arah Arwah pendaki. Sontak semunya berteriak.


"SEetan GentayangaaaaaaN."


Semuanya pun berlari menerobos semak belukar, Andri kini menggendong Dasep sambil berlari karena merasa kasihan bila di biarkan tergeletak, Firman pun berlari entah ke mana. Nisa dan Marni pun berlari bersamaan, Mawar yang tidak ingin berlari karena melihat Marni dan Nisa berlari kini Mawar pun berlari mengikuti Nisa dan Marni berlari etah ke mana.


Karena kaget dan takut Semuanya pun berpisah saat berlari, Andri bersama Dasep entah ke mana. Firman berlari Sendirian. Nisa, Marni berlari bersamaan dan diikuti oleh Mawar. Semuanya berbeda arah saat berlari.


"Akhirnya aku dilihat juga, apa lagi sama cowok ganteng, Hik hik hik haaa." Ucap Arwah pendaki...,