Santet

Santet
Alam Kitab Buhun



Mawar yang menjadi bingung karena saat meneteskan darah di jilid teakhir untuk memanggil Jin wanita cantik tidak muncul-muncul kini Mawar pun bertanya-tanya.


“Mengapa Kitab Buhun ini menjadi seperti ini, Jin wanita cantik pun tidak muncul padalah darah ku sudah menetes banyak, Jilid ke lima kitab Buhun pun masih kosong tidak ada tulisan maupun kalimat, sebenar nya apa yang terjadi, apa karena aku menyuruh nya terlalu berlebihan, tetapi itu tidak mungkin.” Gumam Mawar, sambil melihat Kitab Buhun di hadapannya.


Ketika Mawar yang sedang melihat Kitab Buhun di hadapannya,  luka goresan di jarinya terus mengeluarkan darah dan terhisap ke dalam Kitab Buhun jilid terakhir, Mawar menjadi panik karena darah nya terus terhisap meski luka goresan di jari tangan sudah di tutupi oleh kain yang ada di sebelahnya.


“Bagaimana ini mengapa darah aku terus mengalir dan terhisap ke dalam Kitab Buhun ini tidak seperti biasanya.” Gumam Mawar, dengan panik.


Kitab Buhun terus menghisap darah yang mentes dari jari tangan Mawar, karena Mawar tidak bisa menghentikan darah nya menetes terus menerus membuat Mawar kehilangan banyak darah serta kepala Gadis manis itu merasa pusing, setelah pusing yang amat sakit Mawar pun tergeletak pingsan.


Mawar yang sudah pinsang, kitab Buhun pun tidak lagi menghisap darah Mawar melainkan kitab Buhun tersebut bergerak sendiri dan mendekati pemilik nya yang sudah tak sadarkan diri.


Kitab Buhun itu terdiam saat sudah di posisi dekat jantung pemiliknya setelah itu Kitab Buhun itu mengeluarkan cahaya.


**


Alam bawah sadar Mawar.


Mawar yang terbangun sangat terkejut saat melihat di sekelilingnya terdapat banyak makluk-mahluk menyeramkan dan Mawar pun tidak ketakutan karena ada salah satu di antara mereka yang mawar tidak asing yaitu Jin wanita cantik. Ketika Mawar yang sedang terkejut di hampiri oleh Jin wanita cantik.


“Wahai pemiliku selamat datang di dalam Kitab Buhun.” Ucap Jin wanita cantik.


“Apa, ini di dalam Kitab Buhun, bagaimana aku bisa kembali ke rumah aku Jin cantik, apakah kamu yang membawa aku ke sini.” Jawab Mawar, yang panik.


“Tenang lah pemiliku ini adalah kunjugan pemiliku yang pertama kalinya ke dalam Kitab Buhun, pasti akan seperti itu tetapi ketahui lah soal kembali ke rumah itu sangat mudah, tetapi pemiliku harus tinggal dulu di sini sebentar saja untuk mengikat jiwa kepada kami semua, karena di dalam Kitab Buhun ini meski aku yang paling kuat di antara mahluk lainnya, hanya Jilid ke lima lah yang tidak bisa aku taklukan maka dari itu Jilid ke lima lah yang ingin langsung meminta dari pemiliku untuk mengikat perjajian seperti diriku kepada mu tuanku.” Ucap Jin wanita cantik.


“Apa aku ke sini di bawa oleh penunggu jilid ke lima Kitab Buhun ini.” Ucap Mawar.


“Benar sekali pemiliku, tunggu lah sebentar maka dia akan kemari mendekati pemiliku untuk mengikat perjanjian dengan pengisi jilid halaman ke lima Kitab Buhun.” Ucap Jin wanita cantik.


Mawar yang sudah tidak panik lagi kini melihat kepada mahluk-mahluk yang menyeramkan di hadapannya yang berkerumunan, tubuh gadis manis berambut panjang merasakan getaran dan merinding saat kumpulan Mahluk menyeramkan itu mendekati Mawar, jin wanita cantik hanya terseyum kecil saat melihat pemilik Kitab Buhun itu gugup.


“Tenang pemiliku, itu semua akan patuh kepada tuan aku, karena mereka di bawah kendali ku wajah mereka memang menyeramkan tetapi tidak lah membahayakan.” Ucap Jin wanita cantik.


Mawar pun sesudah mendengar ucapan Jin wanita cantik menjadi sedikit tenang. Kerumunan mahluk halus kini sudah medekati Mawar, dan mahluk menyeramkan yang begitu banyak itu terdiam saat beberapa langkah lagi dekat dengan Mawar.


“Jin cantik, mereka semua yang menyeramkan ini mau melakukan apa sehingga mendekati aku.” Ucap Mawar.


“Tenang pemiliku, mereka ingin memberikan hormat kepada tuan mereka yang baru.” Jawab Jin wanita cantik.


“Terus mana perwujudan jilid ke lima Kitab Buhun itu, Jin wanita cantik.” Ucap Mawar.


“Tenang tuan aku, dia akan segera muncul di hadapan tuan baru nya tetapi pemiliku harus siap saat memenuhi sarat tersebut dari yah.” Jawab Jin wanita cantik.


Semua mahluk-mahluk yang menyeramkan di hadapan Mawar semuanya menunduk  memberi hormat kepada Mawar, Mawar sang pemilik Kitab Buhun yang baru, ketika Mawar melihat itu semua sangat takjub melihatnya, akan tetapi itu tidak selang lama ketika ke munculan penunggu jilid ke lima Kitab Buhun.


“HUAaakk huaaak Huak huak.” Suara dari kerumunan yang semakin mendekati Mawar.


Mawar terkejut saat mendengar suara itu dan bertanya kepada Jin wanita cantik yang dari tadi ada di sebelah nya.


“Benar pemiliku, itu suara yang akan mendekati tuan aku, dia mahluk penunggu Kitab Buhun jilid ke lima bersiap lah tuan aku.” Ucap Jin wanita cantik.


Semua mahluk-mahluk yang tadinya memberi hormat kepada pemilik barunya, kini semuanya menghilang seketika saat kemunculan suara menggema dari Jin penunggu jilid ke lima Kitab buhun.


“Apakah dia menyeramkan Jin cantik, sehingga semua mahluk yang tadi berkumpul di sini menghilang.” Ucap Mawar.


“Sebaiknya pemiliku, lihat lah sendiri menyeramkan atau tidak nya.” Ucap Jin wanita cantik.


Mawar yang ingin menjawab ucapan Jin wanita cantik kini terpana melihat mahluk yang menghampirinya begitu sangat tampan tetapi suara dari mulutnya sangat membuat nya mengagumi sejenak.


”HUAaakk huaaak Huak huak, apakah kau yang akan menjadi tuan aku selanjutnya.” Ucap jin tampan.


“Pemiliku cepat jawab, dia sudah memberikan pertanyaan kepada tuan.” Ucap Jin wanita cantik.


Mawar yang terpana sejenak kini menjawab ucapan Jin tampan itu setelah mendengar ucapan Jin wanita cantik.


“Benar, tetapi mengapa kau membawa aku ke dalam Kitab Buhun ini.” Ucap Mawar.


“Huaak huak huaak huak, karena aku ingin melihat jelas siapa yang akan menjadi tuan ku selanjutnya.” Jawab Jin tampan.


“Terus apa mau mu Jin penunggu jilid ke lima Kitab Buhun.” Ucap Mawar.


“Aku ingin setiap kali tuanku yang baru bila ingin bertanya kepadaku teteskan darah kepada halaman aku, kalau langsung bertanya maka nyawa tuanku lah yang akan jadi imbalannya, karena tuan aku yang baru tidak mengetahui hal itu maka akan aku peringatkan sekali ini saja, maka dari itu aku membawa mu ke dalam Kitab buhun ini tuan aku, agar pemiliku tahu sarat dari aku.” Jawab Jin tampan.


Mawar sangat terkejut mendengar sarat dari Jin tampan penunggu jilid ke lima tersebut, sebelum menjawab ucapan Jin tampan Mawar melirik ke arah Jin wanita cantik yang dari tadi melihat nya dengan terseyum.


“Jadi hanya seperti itu sarat dari mu Jin penunggu Kitab Buhun jilid ke lima, baiklah aku akan sanggup.” Ucap Mawar.


“Baik kalau tuan aku  sanggup maka aku akan pergi lagi dari sini.” Ucap Jin tampan penunggu jilid ke lima Kitab Buhun yang langsung menghilang.


“Jin cantik, dia sudah menghilang bagaimana aku bisa kembali ke rumah aku.” Ucap Mawar.


“Kalau tuan aku ingin langsung kembali tidak ingin melihat dalam Kitab Buhun ini baiklah kalau begitu, pemiliku pejamkan mata, aku akan membawa mu kembali.” Ucap Jin wanita cantik.


Kini Mawar pun kembali ke dalam tubuhnya, alangkah kaget nya Mawar saat kembali dan membuka mata ada Nisa, Marni dan Sri yang pertama kali di lihat nya sedang bersedih sambil melihat ke arah nya.


“Mawar kamu sudah sadar sukur lah, kami semua sangat menghawatirkan mu, kamu tak sadarkan diri selama tiga hari.” Ucap Nisa.


“Nis jangan ganggu Mawar dulu kita hanya boleh menjenguk Mawar sebentar, biarkan Mawar istirahat, ini sudah waktunya kita keluar, Kita beritahu Bu Sulastri dulu agar merasa tenang karena dari tadi menangis terus.” Ucap Sri.


“Iah Nis, biarkan Mawar istirahat dulu, ayo keluar dari ruangan ini.” Ucap Marni.


Mawar yang sudah sadar kini menjadi sangat kaget dan bingung karena saat ingin menyapa mereka tubuh Mawar sangat lemas untuk di gerakan.


Nisa, Marni dan Sri pun meninggalkan Mawar yang sedang terbaring di atas tempat tidur.


“Mengapa aku ini, apa yang terjadi terhadap diri aku.” Gumam Mawar, kebingungan sambil mengingat ingat apa yang terjadi sebelumnya...,