
Mawar yang terdiam sejenak saat mendengar perkataan Akwal kini Mawar yang sudah mengambil Kitab Buhun nya membuka kembali dan mengacuhkan Akwal.
“Mawar kamu mengapa tidak mendengarkan aku, jangan di teruskan lagi menggunakan Kitab itu.” Ucap Akwal.
“Kalau kamu tidak ingin membantu aku sudah jangan banyak bicara lagi, aku ingin menggunakan Kitab Buhun ini sekali lagi, untuk apa yang harus aku lakukan nanti malam.” Jawab Mawar.
“Mawar sudah aku bilang, nanti malam belum tentu akan terjadi, sebaiknya kamu buang kitab itu karena aku melihat mu sangat terhipnotis ke dalam nya, soal nanti malam aku pasti akan membantu sebisa mungkin Mawar.” Ucap Akwal.
“Akwal sudah lah kamu diam saja, lihat aku sudah mengetahui jawaban untuk malam nanti menghadapi teror dedemit, ini jawaban dari Kitab Buhun ini, meski aku berbicara kepada mu tetapi Kitab Buhun ini sangat mengerti apa yang harus aku lakukan nanti malam.” Ucap Mawar.
“Ya sudah kalau begitu terserah kamu saja Mawar, aku cuma mengingatkan mu.” Ucap Akwal.
Kini Akwal pun hanya duduk dan memperhatikan Mawar yang sedang asik bertanya terhadap Kitab Buhun miliknya, karena Akwal merasa kesal dan jenuh dia pun keluar rumah untuk duduk di tepas, tak selang lama Akwal yang sedang duduk di tepas merasa tak enak perasaan nya dan tubuhnya pun terasa berat.
“Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa badan aku sangat berat sekali.” Gumam Akwal.
Akwal yang ingin santai duduk di tepas sambil menunggu pak Danar dan Ibu Sulastri pulang tetapi saat duduk santai dia malah di kagetkan dengan jeritan Mawar di dalam rumah, sontak Akwal yang kaget dia pun langsung masuk menemui Mawar untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi, alangkah terkejut nya Akwal saat melihat kepada Mawar, tubuh Mawar di penuhi darah segar.
“Mawar apa yang terjadi terhadap mu, mengapa jadi seperti ini.” Ucap Akwal.
“Aku juga tidak tahu, tetapi kitab Buhun ini mengeluarkan begitu banyak darah saat aku mencoba membuka jilid ke enam, tolong aku Akwal, aku takut tubuh ku terasa berat dan napas ku pun terasa sesak.” Ucap Mawar, memelas.
Ketika Akwal ingin menolong Mawar Kitab Buhun yang ada di hadapan Mawar bergerak sendiri mendekati pemiliknya, Mawar berteriak kesakitan saat Kitab Buhun itu sudah menempel di tubuh nya. Akwal yang ingin menolong Mawar pun tubuhnya susah untuk di gerakan dia hanya bisa melihat Mawar yang berteriak kesakitan, ternyata Kitab Buhun tersebut setelah menempel di tubuh pemiliknya, Kitab itu masuk ke dalam tubuh Mawar, sehingga membuat Mawar kesakitan dan gadis pemilik Kitab Buhun pun pingsan setelah berteriak.
Akwal yang begitu panik setelah melihat Kitab Buhun menghilang masuk ke dalam tubuh Mawar, dia pun bisa menggerakan tubuhnya kembali, Akwal dengan cepat menghampiri Mawar dan di pangkunya Mawar untuk memcoba menyadarkan nya.
“Mawar bangun kamu tidak apa-apa kan jangan buat aku cemas cepat bangun ayo bangun, sudah aku bilang bahwa Kitab itu sangat berbahaya, Mawar cepat bangun, bagaimana aku menjelaskan semua ini pada bapak dan ibu mu, cepat bangun, bangun, bangun.” Ucap Akwal, sambil menggoyangkan tubuh Mawar yang sudah di pangkuan nya.
Tubuh Mawar yang penuh dengan darah perlahan darah tersebut menghilang di serap oleh tubuh Mawar, Akwal yang melihat hal tersebut membuat tubuhnya bergetar dan merinding, Mawar yang berada di pangkuan Akwal tubuhnya mulai mengejang dan Akwal pun terpental oleh Mawar yang tubuhnya mengejang kuat.
“Aw sakit, apa yang terjadi dengan mu Mawar, cepat bangun jangan buat aku cemas, kuat kan diri mu Mawar jangan sampai kau di kendalikan oleh Kitab itu.” Ucap Akwal, yang habis terpental oleh Mawar.
Akwal yang terpental kini bangun dan mendekati tubuh Mawar yang masih kejang-kejang di atas lantai, Akwal yang masih tidak bisa memegang tubuhnya karena tubuh Mawar terus begerak sendiri kini Akwal mencoba untuk mengumpulkan tenaganya sambil berdoa, setelah merasa cukup mengumpulkan tenaga dan sudah yakin Akwal dengan cepat menangkap tubuh Mawar dengan sekuat tenaga, sambil berdoa di dalam hatinya.
Akwal yang pingsan dan tubuh Mawar yang masih mengejang terus semakin cepat, cukup lama setelah mengejang tubuh Mawar seketika diam tak bergerak.
Mawar yang sudah mengejang dan tergeletak di lantai membuka matanya perlahan setelah Mawar tersadar dengan sendirinya, dia sangat kaget karena melihat rumah nya yang berantakan dan melihat Akwal yang tergeletak di lantai tak sadarkan diri.
“Apa yang sebenar nya terjadi pada aku, mengapa Akwal tergeletak di lantai, dan ke mana Kitab Buhun aku, kepala aku juga sangat sakit.” Ucap Mawar.
Mawar yang sudah mulai membaik dia dari duduk langsung berdiri untuk mendekati Akwal yang tergeletak pingsan, ketika Mawar ingin membantu Akwal untuk di baringkan di atas kursi Mawar di kagetkan dengan kemunculan Jin wanita cantik di hadapannya.
“Selamat wahai pemilik ku, kau telah bersatu dengan Kitab Buhun itu jadi aku akan leluasa bebas ke mana saja yang aku mau, tetapi aku tetap akan mengikuti mu ke mana tuan aku pergi, karena aku sudah terikat dengan Kitab Buhun yang sekarang telah berada di dalam tubuh tuan aku.” Ucap Jin wanita cantik.
Sontak Mawar yang ingin membantu Akwal kaget dan mundur beberapa langkah saat kemunculan Jin wanita cantik yang langsung berkata yang tak di mengerti oleh Mawar.
“Wahai Jin cantik sebenarnya apa yang kamu bicarakan aku tidak mengerti, serta apa yang sebenarnya terjadi kepada aku, dan juga Akwal sehingga tergeletak tak sadarkan diri.” Ucap Mawar.
“Tenang saja pemiliku, ini akan baik-baik saja tuan aku akan bisa menanganinya, karena Kitab Buhun serta isi di dalam nya sudah menyatu dengan tubuh mu tuan aku.” Ucap Jin wanita cantik.
“Apaaaa, Kitab Buhun sudah menyatu dengan tubuh aku bagaimana itu bisa terjadi Jin cantik.” Ucap Mawar yang kaget.
“Benar tuan aku, coba lihat di sini apa ada Kitab Buhun itu, tidak ada bukan, karena Kitab Buhun sudah ada di dalam tubuh mu.” Ucap Jin wanita cantik.
“Bagaimana itu bisa Jin cantik, aku masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tetapi sudah lah aku ingin menolong dulu Akwal.” Ucap Mawar.
“Tuan aku, soal lelaki yang pingsan itu biarkan saja karena itu sangat mudah untuk menelongnya.” Ucap Jin wanita cantik.
“Apa yang kamu katakan Jin cantik aku masih tidak mengerti, kalau boleh bantu lah aku dulu untuk menyadarkan teman aku ini wahai Jin cantik.” Ucap Mawar.
“Aku tak perlu menolong nya karena dengan kemampuan tuan aku sekarang yang sudah menyatu dengan Kitab Buhun pasti bisa menolong nya, sekarang aku tidak bisa membantu mu lebih dari sekedar menjawab pertanyan tuan aku, karena kekuatan aku sudah ada di dalam diri mu tuan aku.” Jawab Jin wanita cantik.
Mawar yang mendengarkan Jin wanita cantik berbicara dia pun terdiam sejenak untuk memahami setiap ucapan yang di bicarakan Jin wanita cantik...,