
Setelah Embah Yai Dores Tewas oleh Bah Sutosomo. Kini Bah Sutosomo kegirangan dan beristirahat sebelum melakukan ritual kembali.
"Aku akan santai dulu dan akan aku mulai lagi ketika malam hari karena tenagaku sudah habis untuk membunuh tua bangka yang menghalangi. Aku, Hah haha berani beraninya dia mengganggu Bah Sutosomo yang sedang bekerja untuk memuaskan tamunya. Hah haha haha." Ucap Bah Sutosomo, sambil terseyum.
***
Kediaman pak Danar.
"Bu tidur malam ini dengan Mawar ya jangan sama bapak temenin Mawar, Mawar takut." Ucap Mawar.
"Iah, iah sayang nanti ibu temenin, sudah sekarang kamu sesudah makan istirahat dulu ya, pasti capai semalaman gak tidur." Ucap bu Sulastri. "Iah bu makasih." Jawab Mawar. Kini Mawar pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
"Pak sebenarnya bapak punya masalah apa sehingga bapak begini." Ucap Bu Sulastri.
"Perasaan bapak tidak ada masalah apa apa bu kerjaan bapak di kantor juga baik baik saja peroyek bapak malah bertambah tender cepat bapak selalu menang terus bu ." Ucap pak Danar.
"Tetapi bapak tidak punya musuhkan di luar kantor atau di mana gituh pak coba ingat ingat ibu merasa hawatir ada masalah di luar kerjaan bapak yang bapak lupa sehingga musuh bapak atau orang yang bapak sakiti mengirim
teror dan Guna Guna." Ucap Bu Sulastri.
"Benar bu, bapak tidak apa apa dan tidak punya musuh sama sekali tetapi mengapa bisa begini yah bu." Ucap pak Danar.
"Iah pak, lebih baik kita panggil Embah Yai Dores aja pak kita tanyakan siapa yang mengirim Guna Guna kepada kita, soalnya kata Mantri Eman juga bapak penyakit aneh tetapi dengan kesakitan Embah Yai Dores bisa menyembuhkan bapak dengan sekejap langsung sembuh. Gimana kalau besok saja kita ke rumah Embah Yai Dores di antar sama pak Sutaman pak selagi bapak masih cuti ke kantor." Ucap Bu Sulastri.
"Iah bu kita ke Embah Yai Dores aja ya biar bapak tahu siapa yang berbuat jahat pada bapak, iah nanti bapak minta tolong ke pak Sutaman sekalian beri pak Sutaman ucapan terima kasih ya bu." Ucap pak Danar.
"Iah pak sekarang bapak istirahat saja dulu selagi masih siang, pasti bapak capekan, ibu mau ke rumah Bu Rt untuk memberi makanan, malu belum kasih sesuatu udah ngerepotin keluarga Bu Rt." Ucap Bu Sulastri.
"Baik bu ini juga bapak merasa lelah dan pegal pegal, salam saja sama pak Rt ya bu." Ucap pak Danar.
Kini Bu Sulastri pergi ke rumah Bu Rt untuk mengirimkan makanan dan pak Danar beristirahat di kamarnya.
**
Kediaman pak Rt.
"Kenyang sekali, makanan sayang ku memang lezat." Ucap pak Rt, sambil terseyum.
"Duh, udah tua juga pak pak, masih suka gombal malu di liat Akwal pak." Ucap Bu Rt, sambil terseyum malu.
"Gak apa apa dong bu, kan biar tua juga cinta mah tetap bersemi terus, Hihihi hihi." Ucap pak Rt, sambil terseyum. "Haduh paman Rt dan Bibi Rt bikin Akwal gereget." Jawab Akwal, dengan polos.
Semuanya tertawa bahagia. Keluarga yang harmonis. Tak berselang lama dari balik pintu ada seseorang yang mengetuk pintu rumah.
"Loh Siapa ya pak, ko ada yang mengetuk pintu." Ucap Bu Rt.
"Iah bu ada yang mengetuk pintu, coba liat Akwal siapa yang mengetuk pintu." Ucap pak Rt.
"Baik paman Rt, Akwal akan liat." Jawab Akwal.
Kini Akwal pun berdiri dari tempat duduknya dan melangkah menuju pintu rumah, ternyata yang mengetuk pintu ialah bu Sulastri ibunya Mawar.
"Eh nak Akwal di mana paman dan bibi mu." Ucap bu Sulastri.
"Ada di dalam tunggu sebentar ya bu Akwal mau panggil dulu." Ucap Akwal, sambil mempersilahkan duduk pada bu Sulastri ibunya Mawar. Bu Sulastri menunggu di ruang tamu kini Akwal pergi memanggil paman Rt dan bibi Rt
"Paman, bibi itu ada Bu Sulastri ibunya Mawar." Ucap Akwal.
"Oh iah. Ada apa ya Bu Sulastri ke sini, apa terjadi sesuatu lagi." Ucap pak Rt.
"Hus, Jangan ngomong gitu pak gak baik." Jawab Bu Rt.
"Iah iah maafkan, sudah sana bu takut menunggu lama Bu Sulastri nya." Ucap pak Rt.
"Iah pak." Jawab Bu Rt.
Kini Bu Rt menghampiri Bu Sulastri yang sedang duduk menunggu di ruang tamu rumah Bu Rt. "Eh Bu Sulastri maafkan menunggu, ada apa ya Bu Sulastri? apa terjadi sesuatu lagi." Ucap Bu Rt.
"Eh enggak ko Bu Rt, ini saya mau memberi makanan buat makan di sini untuk ucapan terima kasih kasih saya, Bu Rt dan keluarga telah membatu saya dan di bikin repot
sama keluarga saya." Ucap Bu Sulastri, sambil memberikan makanan.
"Aduh Bu Sulastri ini jadi repot, padahal gak apa apa loh bu kami kan sesama warga harus tolong menolong biar rukun, kami juga menolong ihklas loh Bu, tetapi makasih atas makanannya Bu Sulastri." Ucap Bu Rt, sambil menerima makanan pemberian Bu Sulastri.
"Ya sudah Bu Rt kalau begitu saya pamit dulu ya, saya ingin beristirahat karena merasa capai." Ucap Bu Sulastri.
"Oh iah iah silakan Bu Sulastri, terima kasih makanannya, kalau ada apa apa lagi jangan sungkan ya." Ucap Bu Rt.
Kini Bu Sulastri pamit dan pulang ke rumahnya, Bu Rt yang menerima makanan dari Bu Sulastri langsung membawa makanannya ke meja makan.
"Nih ada makanan enak loh dari Bu Sulastri, mau di lanjut lagi makannya." Ucap Bu Rt.
"Wah pasti enak nih, lanjut dong bu biar sehat kalau makan yang enak terus." Ucap pak Rt, sambil terseyum.
"Asik makan enak lagi nih, mau dong." Ucap Akwal. "Ya sudah ini kita bagi bagi biar sama rata biar bibi yang bagi kan." Ucap Bu Rt.
"Iah Bibi Rt cepat cepat Akwal sudah ingin memakannya." Ucap Akwal.
Kini Akwal, Bibi Rt dan paman Rt makan kembali setelah selesai makan Akwal beristirahat di kamarnya dan bibi Rt menonton TV, paman Rt kini tertidur di Kursi. Tak terasa waktu pun sudah malam.
**
Kediaman pak Danar.
Pak Danar yang sedang menonton acara sepak bola sekitar jam tujuh malam dan di temani istrinya Bu Sulastri dan anaknya Mawar merasa baik baik saja, tidak ada hal yang mengerikan. Akan tetapi ketika pak Danar ingin
mengambil air minum ke dapur tubuh pak Danar merasa panas seperti yang terbakar, lama kelamaan pak Danar yang tak kuat menahan panas seluruh tubuhnya berteriak histeris.
"Haduh Panas Panas Panas Bu tolong bu mengapa badan Bapak panas Bu."
Bu Sulastri dan Mawar kaget dan ketakutan akan terjadi hal yang tidak di inginkan...,