Santet

Santet
Sampai ke Lokasi



Dimas panitia acara nge camp ke puncak Gunung Babadakan kini sudah memimpin doa sebelum ke berangkatan.


Bus Harapan Cinta pun yang di naiki Mawar, Nisa, Sri, dan Marni serta mahasiwa lainnya kini sudah berangkat.


Mawar duduk bersebelahan dengan Sri, sedangkan Marni duduk bersebelahan dengan Nisa.


"Mawar, ko aku gak liat Andri cowok ganteng yang baru masuk pencinta alam itu di sini ya, duh apa gak ikut ya padahal tadi aku lihat ada loh, gak ada cowok ganteng rasanya hidup ini hampa." Ucap Sri.


"Lah mengapa lo nya di sini, harusnya lo naek ke Bus yang satu nya lagi, kan Andri naek nya ke Bus yang satu nya lagi." Ucap Mawar.


"Haduh, gue lupa, hehe, kan kita absen ya duluan dan juga gue salah masuk Bus nih, hehe." Ucap Sri.


"Lah elah Sri, turun aja lu, lompat sana dari sini langsung ke Bus satu nya lagi, kan itu yang di naikin Andri Bus yang di belakang, udah lah nanti juga kan bertemu kalau udah di lokasi, siapa tahu lo bersama berdampingan sama tuh Cowok, pepet saat mendaki ke puncak gunung nya." Ucap Mawar.


"Haha, bener juga tuh, nanti gue akan pepet terus, agar deket terus sama cowok ganteng, saat mendaki ke puncak nya." Ucap Sri, dengan girang nya.


Bus Harapan Cinta pun melaju dengan santai dan pasti, jalan dari kampus menuju Gunung Babadakan sangat lancar tak ada hambatan macet atau apa pun yang membuat Bus Harapan Cinta berhenti.


"Oh ya Sri itu liat, kita sudah memasuki kebun teh bagus yah, pemandangan nya, kurasa kita akan segera sampai ke Gunung Babadakan, sudah cepat ingin sampai ingin menikmati sejuk nya udara pegunungan." Ucap Mawar.


"Iah benar Mawar, sangat indah yah, pingin deh punya rumah di tempat seperti ini, sejuk dan asri, apa lagi kalau udah nikah dan nikah nya sama Akwal atau sama Andri, hah haha, makin betah dah gue." Jawab Sri sambil tertawa.


"Ya elah Sri, Cowok mulu di pikiran nya, udah tuh kita nikmatin indahnya pemadangan jalan menuju Gunung Babadakan Sri." Ucap Mawar.


"Hemm ini mah kaya gak doyan cowok ganteng aja, loh ah." Ucap Sri.


"Lah gue doyan Sri, masih normal, cumakan sekarang kita mau menikmati suasana pegunungan dan happy, udah ah jangan bahas cowok napa." Ucap Mawar.


"Heemmm, iah iah deh." Jawab Sri.


Tak terasa Bus Harapan Cinta kini sudah sampai tujuan. Semuanya turun dari Bus dan keluar satu persatu, setelah semuanya keluar kini para Mahasiwa mengambil barang masing masing. Mawar, Sri, Marni dan Nisa kini berkumpul dan mengikuti arahan panitia.


Semuanya pun berkumpul sebelum di bagi beberapa kelompok oleh panitia, Setelah semua berkumpul kini Dimas selaku panitia nge camp membagi 8 kelompok dan di setiap kelompok ya terdiri dari 13 orang, untuk menuju puncak semuanya pun beristirahat sejenak seblum melakukan pendakian ke puncak Gunung babadakan.


Mawar, Sri, Nisa dan Marni satu kelompok dan cowok nya hanya 3 orang yang kebetulan ada Andri di kelompok Mawar, Sri begitu kegirangan saat mengetahui Andri satu kelompok dengan nya.


"Baiklah Semuanya saya sudah membagi kelompok, saya membagi beberapa kelompok untuk memudahkan kalian saat pendakian ke puncak Gunung Babadakan, jadi kalian bisa saling membantu dan ingat jangan keluar jalur saat mendaki, karena sudah di tandai bila kalian menemukan papan bertulisan X jangan kalian terus masuk karena sangat berbahaya, maka dari itu kalian harus saling menjaga satu sama lain, di atas puncak kita akan bermalam satu hari, tetapi menuju puncak kita membutuh kan satu hari perjalanan, jadi bila sudah ke puncak balik lagi ke sini kita membutuhkan waktu 3 hari, satu hari menuju puncak Satu hari di puncak dan satu hari balik lagi ke sini. Setelah itu kita kan melakukan pelstarian alam dan menanam pohon setelah selesai acara di puncak Gunung babadakan ini, baiklah kalau begitu istrihat dulu baru satu persatu kelompok berjalan dan tunjuk satu ketua kelompok untuk memimpin jalan nya pendakian, panitia sudah menyediakan makanan dan minuman di setia pos menuju puncak, menuju puncak kalian akan melewati 4 pos, sekian dari saya terima kasih untuk kehadiran kalian dan ikut serta acara ini." Ucap Dimas panitia pencinta Alam.


Kini kelompok Mawar sudah berkumpul, Sri yang kegirangan tetapi saat dekat Andri cowok ganteng jadi pemalu, Sri dari banyak bicara menjadi pendiam hany bisa melirik dikit dikit ke arah Andri. Mawar, Nisa dan Marni hanya terseyum saat melihat sahabat nya bertingkah aneh.


"Oh ya jadi siapa yang akan jadi ketua kelompok, di kelompok kia hanya ada tiga orang cowok jadi siapa keteua kelompok nya." Ucap Andri.


"Kamu saja Andri, meski kamu baru ikut gabung ke pencinta alam tetapi kamu lebih berpengalaman untuk jadi ketua." Ucap Mawar.


"Iah Andri, kamu saja, aku juga baru gabung sih, tetapi gak seperti kamu, bener usul mawar kamu aja deh." Ucap Dasep.


"Iah, kamu saja Andri, meski aku sudah lama ikut pencinta alam tetapi kalau jadi ketua rasa nya enggak deh." Ucap Firman.


"Iah kalian seuju Andri jadi ketua kelompok kita." Ucap Nisa dan Mawar.


Sri hanya diam tak bersuara karena malu saat berdekatan dengan Andri ta biasaanya Sri yang bawel kini terdiam, semuanya pun setuju Andri menjadi ketua klompok, lelaki di kelompok Mawar ada Andri sebagai ketua kelompok dan ada Dasep serta Firman, dikelompok Mawa hanya ada tiga cowok dan semuanya Cewek.


"Baiklah kalau memang kalian setuju , aku jadi ketua dari kelompok 7 ini, sebeum kita berangkat menunggu antrian kalian cek dulu barang barang kalian, dan bila kalian merasa capai atau berat membawa barang kalin bisa bilang, kita di sini ada 3 cowok jadi kita bisa bantu buat bawa barang kalian tetapi ingat bila itu merasa capai , kalau sekarang kalian bawa masing masing dulu kan baru mau berjalan." Ucap Andri.


Kini semuanya pun mengecek barang kembali sebelum melakukan perjalanan pendakian, Mawar, Nisa, Marni dan Sri dan yang lainnya sudah mengecek barang dan semuanya lengkap. Kini kelompok 7 sudah waktu nya untuk berjalan mendaki, karena kelompok satu dengan kelompok lainnya di beri jarak 15 menit untuk melakukan pendakian berkelompok....,