Santet

Santet
Keanehan Mawar



Mawar kini merasa senang karena semua teman-temannya sudah sadar, Mawar pun menghampiri Nisa yang baru tersadar.


“Nis apa kamu baik-baik saja.” Ucap Mawar.


Nisa yang baru tersadar merasa pusing dan melihat ke sekelilingnya terlihat baik-baik saja lalu Nisa menjawab ucapan Mawar dan ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


“Iah Mawar aku baik-baik saja cuma terasa pusing aja, oh yah sebenarnya apa yang terjadi dan ke mana perginya pria tua gila itu.” Ucap Nisa.


Andri dan Dasep pun kini saat tersadar langsung menanyakan hal yang sama apa yang di tanyakan oleh Nisa kepada Mawar.


“Sudah lebih baik kalian istirahat dulu, nanti sudah agak mendingan aku akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.” Ucap Mawar.


“Iah baiklah kalau begitu Mawar.” Ucap Nisa.


“Benar yah Mawar jangan sampai lupa aku ingin tahu yang sebenarnya.” Ucap Dasep.


Kini semuanya masuk ke dalam tenda lagi dan beristirahat sejenak, Mawar yang melihat Sri, Marni dan Sani sudah agak baikan merasa senang.


Setelah beristirahat dan tak terasa ini sudah jam 2 pagi, kini Mawar mengusulkan ke teman-temannya untuk mencari jasad Arwah pendaki.


“Dasep, Andri, Nisa bagaimana kalau kita mencari Jasad Arwah pendaki agar teman-teman kita bisa kembali.” Ucap Mawar.


“Katanya panitia beserta pengurus Pos dan warga yang sudah ada di sini ingin membantu mencarinnya kan, lebih baik serahkan saja semuanya pada mereka.” Ucap Andri.


“Iah Mawar kita istirahat saja, kita kan sudah menjelaskan pada panitia sama pengurus apa yang terjadi dan pengurus serta panitia pun akan melakukan pencarian sekalian menangkap pria gila itu.” Ucap Dasep.


“Iah Mawar sebaiknya begitu saja.” Ucap Nisa.


“Tetapi mereka akan mencari nya besok pagi, sedangkan Arwah pendaki memberi kita waktu sampai matahari terbit, bagaimana kalau teman-teman kita tidak bisa kembali.” Ucap Mawar.


“Iah juga yah, tetapi mengapa panitia dan pengurus serta warga yang ada di sini ingin mencari besok tadi nya mau langsung mencari.” Ucap Andri.


“Tadi aku sudah menanyakan pada panitia katanya kalau sekarang akan berbahaya lebih baik besok saja.” Ucap Mawar.


“Bagaimana ini, ternyata panitia dan pengurus serta warga yang sudah ada di sini seperti tidak mempercayai ucapan kita.” Ucap Dasep.


“Iah benar, kalian tahu pria paruh baya yang gila itu sudah mati jadi kita akan aman bila hanya mencari jasad pendaki yang meninggal, aku juga sudah terbayang lokasinya jadi kita akan cepat menemukannya, ayo kita sekarang aja selagi ada waktu sampai matahari terbenam.” Ucap Mawar.


“Kalau memang begitu baiklah aku akan menemanimu Mawar.” Ucap Dasep.


“Bagaimana Nis apa kamu mau ikut.” Ucap Mawar.


“Baiklah aku akan ikut.” Ucap Nisa.


“Ok kalau begitu aku juga ikut.” Ucap Andri.


Kini Mawar, Andri, Dasep dan Nisa akan meninggalkan tenda Pos, dan mereka berempat memutuskan untuk pergi mencari jasad Arwah pendaki, saat mereka ingin masuk ke jalur pendakian lagi panitia penguruh Pos melihat nya, lalu panitia mengejar dan menghentika mereka berempat.


“Kalian ingin ke mana, ini sudah hampir pagi sebaiknya kalian cepat masuk ke dalam tenda untuk tidur dan istirahat, ini malah mau masuk ke jalur pendakian gunung babadakan lagi.” Ucap panitia.


“Mawar kamu ini, tadi kalian bilang ada yang ingin membunuh kalian seorang pria paruh baya bukan sebaiknya besok saja, bapak sudah sepakat dengan pengurus dan warga yang sudah di beritahu datang ke sini, karena pria paruh baya itu sangat berbahaya, dia pembunuh kejam banyak warga yang jadi korban, bahaya bila kalian bertemu lagi dengan pria itu.” Ucap panitia.


“Pak pecaya sama kita, kita hanya ingin mencari jasad pendaki aku sudah tahu lokasinya.” Ucap Mawar.


“Kamu ini Mawar di bilangin sama bapak malah ngenyel kalian tanggung jawab bapak, bagaimana kalau kalian jadi korban lagi sama seperti Firman bapak tidak sanggup untuk bertanggung jawab bila mahasiswa meninggal banyak saat acara nge camp.” Ucap panitia.


Mawar kini bingung untuk memberitahu kepada semuanya bahwa pria paruh baya itu sudah mati, ketika Mawar dan teman-teman nya di desak untuk kembali kini Mawar mendengar bisikan Jin wanita cantik meski Kitab Buhun Mawar di simpan di tas nya dan tidak di bawa oleh Mawar.


“Wahai tuan ku, pejamkan matamu dan ikuti ucapanku agar semua yang ada di depan mu lupa akan kejadian ini menuruti kemauan tuan ku, agar tuan ku bisa pergi menyelamatkan teman-teman tuan.” Bisik Jin wanita cantik.


Dasep, Andri dan Nisa tidak bisa melawan panitia mereka pun ingin kembali ke tenda untuk beristirahat akan tetapi Mawar melakukan hal tak terduga, Mawar setelah berdiam lama kini Mawar meniupkan angin ke arah panitia


dan pengurus, alngkah terkejutnnya Andri, Dasep dan Nisa saat Mawar sudah beres melakukan itu pengurus dan panitia mengizinkan Mawar, Andri, Dasep, dan Nisa untuk segera mencari.


“Baiklah kalau kalian ingin mencari Jasad pendaki dan ingin menyelamatkn teman-teman kalian bapak izin kan, tetapi kalian harus kembali dengan selamat yah.” Ucap panitia.


“Iah bapak izin kan, ini ambil senter yang besar agar di jalan kalian lebih terang, simpan saja senter yang kecil itu.” Ucap pengurus Pos.


“Iah pak terima kasih , Mawar dan teman-teman akan kembali dengan selamat ko.” Ucap Mawar.


“Iah hati-hati yah kalian, bapak bangga memiliki mahasiswa yang pemberani.” Ucap panitia.


Kini Mawar pun mengajak Andri, Dasep dan Nisa yang sedang bengong melihat Mawar.


“Ayo Andri, Dasep, Nis kita harus segera ke sana agar cepat menemukan jasad pendaki, dan menolong teman-teman, Nanti di jalan aku akan jelaskan pada kalian soal ini.” Ucap Mawar.


Andri, Dasep dan Nisa kini mengikuti Mawar menuju jalur pendakian dan setelah lama berjalan menuju pencarian Jasad pendaki. Andri, Dasep dan Nisa penasaran dan bertanya pada Mawar apa yang barusan Mawar lakukan.


“Mawar sebenarnya apa yang kamu lakukan tadi terhadap panitia dan pengurus Pos, mengapa mereka jadi menuruti ucapan mu.” Ucap Nisa.


“Iah Mawar bagaimana bisa aku jadi penasaran kepada mu.” Ucap Dasep.


“Sebenarnya apa yang terjadi terhadapmu Mawar mengapa kamu menjadi aneh dan banyak hal yang tidak terduga yang dilakukan oleh mu Mawar.” Ucap Andri.


“Aku hanya melakukan apa yang perlu aku lakukan saja, entah lah aku juga masih bingung tetapi aku mencoba untuk tidak bingung pada diriku sendiri, ini setelah aku memegang buku tebal itu aku jadi aneh.” Ucap Mawar.


“Oh jadi gara-gara buku tebal itu yah, kamu jadi aneh dan bisa melakukan hal aneh tadi, sebaiknya buang saja buku aneh itu Mawar takut akan ada akibatnya.” Ucap Nisa.


“Iah benar Mawar lebih baik buang saja buku itu, itu kan milik pria gila itu.” Ucap Dasep.


“Sudah lah soal itu nanti aku pikirkan lebih baik kita percepat langkah kaki kita agar segera sampai ketempat di mana jasad pendaki itu berada.” Ucap Mawar.


Kini Mawar, Andri, Dasep dan Nisa mempercepat langkah kakinya. Di benak Andri, Dasep dan Nisa merasa aneh saat Mawar mengetahui jelas lokasi Jasad pendaki tetapi mereka tidak memikirkannya yang terpenting sekarang cepat menemukan jasad pendaki agar cepat menyelamatkan teman-teman nya.


Ketika sudah sampai di lokasi alangkah kaget nya mereka saat mendengar Arwah pendaki cekikikan dan melayang-layang dan ingin menghampiri mereka...,