
Mawar yang sedang duduk dan berbicara dengan Jin wanita cantik kini terhenti dan menoleh ke arah pintu yang terbuka, tenyata Mawar melihat ayahnya dan ibunya serta Akwal yang menyusul masuk, Mawar pun menyuruh Jin wanita cantik untuk pergi dulu.
“Mawar ternyata kamu sudah bisa duduk , tadi ibu lihat kamu kelelahan, sukurlah kalau begitu ibu akan panggilkan doket ya untuk memeriksa mu kembali.” Ucap ibu Sulastri.
“Gak usah bu nanti aja, lebih baik ibu temenin Mawar di sini.” Ucap Mawar.
“Mawar sama bapak dan Akwal dulu yah, ibu mau manggil Dokter agar memeriksa kamu nak.” Ucap ibu Sulastri yang langsung pergi untuk memanggil Dokter.
Akwal yang sudah masuk hanya berdiam diri dan sesekali terseyum ke arah Mawar, mungkin Akwal sedikit canggung saat ada kedua orang tua Mawar. Pak Danar setelah masuk mendekati Mawar dia duduk di sebelah nya.
“Nak sebenar nya apa yang terjadi mengapa bisa seperti ini.” Ucap Pak Danar, sambil mengusap kepala anaknya.
“Apakah aku harus jujur kepada bapak yah, bahwa aku memiliki Kitab Buhun tetapi itu akan membuat bapak hawatir, sebaiknya aku merahasiakan nya saja,” gumam Mawar, bengong.
“Loh di tanya malah bengong, ya sudah kalau tidak mau bilang gak usah di pikirkan lagi nak, kalau begitu istirahat saja, bapak tunggu di luar sambil nunggu Dokter.” Ucap Pak Danar.
“Mungkin Mawar kecapaian pak, makanya Mawar pingsan, bapak gak usah hawatir Mawar udah sehat ko, ya sudah kalau bapak mau di luar.” Jawab Mawar.
Pak Danar pun keluar ruangan dan membiarkan Akwal dengan Mawar untuk berbincang pak Danar kini menunggu istrinya yang sedang memanggil Dokter untuk memeriksa Mawar.
“Mawar sebenarnya apa yang menimpa diri mu sehingga kamu seperti ini.” Ucap Akwal.
“Akwal aku ini terbawa oleh Kitab Buhun itu ke dalam nya aku kira sebentar ternyata sudah tiga hari saat kembali.” Jawab Mawar dengan polos.
“Apa kamu bilang Mawar, maksud kamu memasuki dunia goib Kitab Buhun begitu, sehingga saat kamu kembali sudah tiga hari padahal kamu di dalam sana cuma sebentar, aduh sebaiknya buang saja Kitab buhun itu Mawar, sangat berbahaya.” Ucap Akwal.
“Jangan di buang lah, kamu tahu Kitab Buhun itu bisa mengetahui orang yang memberika teror mahluk halus kepada Bapak loh dan aku tahu siapa orangnya berkat Kitab Buhun itu.” Jawab Mawar.
“Mawar kamu ini jangan aneh-aneh, masa iah Kitab itu bisa mengetahui siapa yang memberikan tetror mahluk halus kepada keluargamu.” Ucap Akwal.
“Benar Akwal, percayalah padaku, nanti setelah pulang dari sini kamu temenin aku untuk mengetahui lebih jelas lagi ya, aku ingin kamu membantu aku.” Ucap Mawar.
“Haduh Mawar sebaiknya sudahi lah untuk itu, yang terpenting kamu selamat dan sehat dulu, jangan berpikiran aneh-aneh.” Ucap Akwal.
“Pokonya kamu harus nemanin aku ya, setelah aku pulang dari sini.” Ucap Mawar.
Akwal saat ingin menjawab ucapan Mawar kini menoleh ke arah pintu karena terdengar suara pintu terbuka, ternyata ada Dokter yang masuk untuk memeriksa Mawar yang baru tersadar itu.
“Boleh saya periksa dulu sebentar, tadi ibu kamu menyuruh saya untuk memeriksa, karena kamu terlihat lemas.” Ucap Dokter.
“Boleh silahkan.” Jawab Mawar.
Saat Dokter itu memeriksa Mawar alangkah terkejutnya karena tidak memiliki gejala apapun dan kekurangan darah yang di derita Mawar sebelum nya pun sudah tidak ada, Mawar kembali normal Dokter itu pun setelah memeriksa dia langsung pergi untuk memberitahu kedua orang tuanya dan menyuruh Mawar untuk beristirahat.
Mawar saat melihat Dokter yang memeriksanya tergesa gesa dan terkejut merasa aneh tetapi Mawar dengan santainya dia duduk kembali dan mulai memanggil Jin cantik untuk menemaninya.
Dokter yang sudah keluar ruangan dia langsung menghampiri orang tua nya Mawar untuk membicarakan perihal tentang Mawar.
Orang tua Mawar saat Dokter menghampirinya sangat terkejut karena melihat expresi wajah nya sangat serius dan tegang tetapi saat Dokter itu menjelaskan tentang Mawar yang bisa pulang saat itu juga ibu Sulastri dan pak Danar merasa senang dan lega.
“ini Ibu nya Mawar dan bapak nya.” Ucap dokter.
“Iah benar apa yang sebenarnya terjadi Dok, ada hal apa lagi dengan anak saya.” Ucap ibu Sulastri panik.
“Oh tentang anak ibu, hari ini juga bisa pulang karena sudah sehat, saya juga tidak mengerti tetapi mungkin ini sudah kehendak untuk anak ibu dan bapak sehat, tadinya saya hawatir karena anak ibu sangat lemas kehabisan darah akan tetapi saat saya periksa kembali sudah sehat.” Ucap Dokter.
“Benarkah itu Dok, anak saya bisa pulang hari ini juga.” Ucap bu sulastri.
“Benar bu, kalau mau pulang silahkan saja tetapi jangan lupa bereskan administrasinya dulu, kalau begitu saya lanjut memeriksa pasen lainnya yah, permisi bu pak.” Ucap Dokter yang langsung meninggal kan kedua orang tua Mawar dan Akwal.
Ibu sulastri, pak danar dan Akwal kini langsung memasuki ruangan Mawar mereka bertiga merasa senang sekaligus aneh terhadap Mawar karena saat Masuk mereka bertiga melihat Mawar seperti sedang berbicara dengan seseorang tetapi tidak ada, orang tua Mawr tidak menghiraukannya mungkin Mawar sedang bahagia karena sudah bisa pulang dari rumah sakit.
“Nak kamu sudah sehat tadi ibu di beri tahu oleh Dokter, kamu mau pulang sekarang atau mau istirahat dulu di sini.” Ucap Bu sulastri.
“Kalau Mawar Sudah sehat lebih baik Kita pulang ke rumah saja ibu, sudah gak betah aku di sini.” Ucap Mawar.
“Oh ya kalau begitu Bapak sama Akwal pergi ke teller dulu ya untuk membereskan biaya administrasinya agar bisa langsung pulang hari ini.” Ucap pak Danar.
“Iah pak bereskan dulu administrasinya biar ibu di sini nemenin Mawar ya.” Ucap Bu Sulastri.
Kini pak Danar dan Akwal pun pergi menuju teller untuk membayar administrasi. Mawar yang kini bersama ibunya berbincang bincang sambil menunggu pak Danar dan Akwal datang kembali.
“Nak tadi teman-teman kamu datang ke sini apa kamu tahu itu.” Ucap Bu sulastri,
“Iah bu, Mawar tahu tetapi saat itu Mawar sangat lemas jadi tidak bisa menjawab pertanyaan teman-teman Mawar.” Ucap Mawar.
“Oh iah kalau begitu nanti kabari ya kalau kamu sudah di rumah, takutnya mereka malah ke sini lagi untuk menjenguk kamu loh, karena kamu hari ini juga kan bisa pulang.” Ucap Bu sulastri.
“Iah Bu nanti saat di rumah aku akan menlpon mereka bertiga agar kerumah saja.” Ucap Mawar.