Santet

Santet
Mantri Eman Meninggal



Mawar yang sudah sehat dan sudah membayar adrministrasi rumah sakit mereka pun pulang karena tidak ingin lama-lama di rumah sakitnya, mereka pun menuju parkiran setelah membereskan pakian dan barang-barang.


Di dalam mobil menuju perjalanan Jin wanita cantik tetap mengikuti Mawar meski terus melayang di luar mobil seperti ada yang ingin di sampaikannya oleh Jin wanita cantik kepada pemiliknya, tetapi Mawar yang ada di dalam mobil bersama ayah dan ibunya serta Akwal tak mungkin menjawab perkataannya karena akan terlihat aneh bila Mawar berbicara sendiri maka dari itu Jin wanita cantik mengikuti pemiliknya sampai tida di rumahnya.


Kini Mawar, pak Danar, ibu Sulastri dan Akwal sudah sampai di rumahnya.


“Mawar apa kamu sudah benar-benar sehat, apa perlu ibu bantu kamu untuk ke dalam rumah nak, sepertinya kamu terlihat pucat, apa terlalu terburu buru kita pulang.” Ucap ibu Sulastri.


“Iah benar loh nak, kamu terlihat pucat.” Ucap pak Danar.


“Gak apa-apa ko ibu, bapak, Mawar baik-baik saja ko.” Jawab Mawar.


Akwal hanya melihat ke arah Mawar dan mengambil barang barang di mobil setelah sampai dirumah pak Danar. Mawar pun turun dari mobil dan sebelum masuk ke dalam rumah gadis manis berambut panjang itu berbicara kepada ibu, bapak dan Akwal.


“Ibu, bapak, Mawar ke kamar dulu ya, oh ya Akwal, nanti malam ke sini lagi, ada yang mau di omongin ok.” Ucap Mawar yang langsung masuk tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tuanya dan Akwal.


Pak Danar dan ibu Sulastri sangat terkejut saat Mawar bilang begitu, Akwal hanya terseyum manis saat orang tua Mawar melihat ke arah nya.


“Oh ya pak, ibu, kalau begitu Akwal pamit pulang dulu, nanti saya ke sini lagi, dan juga itu tas Mawar udah Akwal simpan di dalam rumah.” Ucap Akwal.


“Iah Akwal, terima kasih ya udah ngerepotin kamu nak.” Ucap ibu Sulastri.


“Oh iya kalau begitu jangan lupa loh nanti malam ke sini lagi, anak bapak mau ada yang di bicarakan, awas jangan telat jam 19:00 malam aja yah.” Ucap pak Danar.


“Iah pak, ibu, kalau begitu Akwal pamit pulang yah.” Jawab Akwal sambil terseyum kepada orang tua Mawar dan langsung pamit pulang.


“Haduh anak muda memang begitu yah ibu, apa kita Nikah kan saja sama Akwal yah itu Mawar, kalau Mawar udah beres kuliah nya.” Ucap Pak Danar.


“Lah bapak ini main jodokan saja, biarkan anak kita yang memilih, Akwal baik tetapikan harus tanya dulu sama anak Kita.” Ucap ibu Sulastri.


“Lah, kan tahu sendiri anak kita yang ingin sama Akwal ibu.” Ucap pak Danar.


“Mungkin ada perlu jangan terburu buru loh pak, Mawar juga masih Kuliah belum beres.” Ucap ibu Sulastri.


“Iah nanti bapak akan tanyakan sama Mawar saja langsung yah ibu.” Ucap pak Danar.


“Ya sudah, ayo pak ngobrolnya di dalam saja, itu kunci dulu mobilnya, ibu ke dalam duluan yah pak mau nyiapin kopi buat bapak, sekalian sama makan kalau bapak mau.” Ucap ibu Sulastri.


Mawar yang sudah ada di dalam kamar menutup pintunya rapat, lalu dia menanyakan kepada Jin Wanita cantik yang sedari tadi mengikutinya.


“Jin cantik, sebenrnya ada apa tumben gak seperti biasanya kamu mengikuti aku.” Ucap Mawar.


“Pemiliku ini sangat gawat karena aku melihat pemilik panti asuhan itu akan mengirimkan setan dedemit ke sini nanti malam.” Ucap Jin wanita cantik.


“Apa, bagaimana kamu tahu itu Jin cantik.” Ucap Mawar, terkejut.


“Karena aku, saat pemiliku tak sadarkan diri, aku melihat ke kediaman Bah Sutosomo itu serta aku melihat sepasang suami istri yang menyuruh untuk menyiksa kepada orang tuamu pemiliku, aku mengetahui itu karena sepasang suami istri itu memberikan poto wajah ayah dan ibu mu, dan mereka bilang tolong bikin menderita dan bangkrut Bah, dia ini yang telah mengalahkan aku saat perebutan peroyek begitulah saat aku mendengar nya, maka dari itu aku ingin menyampaikan pemiliku agar berhati-hati saat malam tiba.” Ucap Jin wanita cantik.


“Mengapa kamu bisa kesana Jin cantik.” Ucap Mawar.


“Aku ke sana karena ingin membantu pemiliku untuk menghentikannya, tadinya aku takut berhadapan dengan iblis miliknya yang berada di panti asuhan itu, tetapi aku merasakan kekuatan di tubuhku ini karena banyak menghisap darah mu pemiliku.” Ucap Jin wanita cantik.


“Begitu ya, terus apa yang harus aku lakukan Jin cantik.” Ucap Mawar.


Mawar yang sekarang di kamar nya lalu berganti pakaian dan izin pamit ke orang tua nya untuk menemui Akwal.


“Bu, pak Mawar mau ke rumah Akwal dulu yah,” ucap Mawar yang langsung keluar rumah tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tuanya.


“Loh bu, anak kita kan baru di rumah sakit harus banyak istrahat ini udah mau ketemu Akwal tadi kan sudah bertemu, tadi menyuruhnya jam tujuh malam,” ucap pak Danar.


“Iah pak, apa perlu ibu menyusulnya ke rumah pak rt.” Ucap Ibu Sulastri.


“Gak usah lah bu urusan anak muda, biarkan saja nanti juga ke sini entar tanyakan kalau sudah pulang.” Ucap Pak Danar.


“Iah kalau begitu ya sudah pak , lanjut makan lagi lah kita.” Ucap Bu Sulastri.


Akwal yang sedang santai di temani paman Rt dan bibi Rt menonton Tv di ruangan terdengar dari luar suara ketukan pintu.


“Akwal coba lihat siapa yang mengetuk pintu sore-sore.” Ucap Bibi Rt.


“Iah liat siapa yang bertamu.” Ucap paman Rt.


Akwal pun dari duduk kini berjalan menuju pintu untuk mengetahui siapa yang datang, ternyata saat di buka pintu yang bertamu itu Pak Kusman.


“Eh nak Akwal, paman dan bibi mu ada.” Ucap pak Kusman.


“Ada pak Kusman silahkan masuk dulu, tunggu sebentar Akwal panggilkan dulu yah.” Ucap Akwal.


Pak Kusman pun kini duduk di ruang tamu untuk menunggu. Akwal kini menghampiri paman dan bibinya untuk  memberi ada pak Kusman yang datang.


“Paman, bibi,  itu pak kusman yang bertamu.” Ucap Akwal.


“OH pak Kusman yah, mungkin ada perlu pak, bapak saja kesana sama Akwal ibu mau nonton dulu filem Azab tanggung ini sebentar lagi selesai, lagi geregetnya ini nonton.” Ucap Bu sulastri.


“Hem, ibu ini ya sudah, ayo Akwal ke sana.” Ucap paman RT.


“Lah kan hanya paman dan bibi saja yang pak Kusman cari.” Ucap Akwal.


“Ayo temani siapa tahu ini ada yang penting dan paman perlu bantuan mu.” Ucap pak Rt.


Kini Akwal dan pak Rt pun menghampiri pak Kusman, yang sedang menunggu di ruang tamu.


“Eh pak kusman, gimana kabarnya setelah pindah ke kampung sebelah.” Ucap pak Rt yang duduk di dekat pak Kusman.


“Baik-baik, tetapi saya mau ngabarin sesuatu pak Rt, itu loh pak Mantri Eman meninggal di panti asuhan yang baru, dia terjatuh saat memeriksa anak-anak panti yang sakit, mari kesana, sebelum banyak yang datang sebaiknya sama pak Rt dulu agar di sana gak ramai dan kondusif, saya sudah menyuruh satpam di sana untuk menjaga mayat Mantri Eman.” Ucap pak Kusman.


“Inalilahi, yang benar kamu Kusman masa iah Mantri Eman bisa  meninggal padahaldia kan suka menyembuhkan orang-orang, mengapa kamu bisa tahu Kusman.” Ucap pak Rt.


“ Yah bisa kalau udah waktunya mah pak Rt, Saya tahu karena mengantar Mantri Eman, sebaiknya kita ke sana agar bisa membantu mengurus jenazah.” Ucap pak Kusman.


"Iah paman ini, orang meninggal malah banyak nanya, ayo paman kita ke sana." Ucap Akwal.


"Ya sudah ayo ke sana." jawab pk Rt.