Santet

Santet
Iblis Panti Asuhan



Mawar yang terdiam kini kaget karena suara ketukan pintu.


 “Mawar kamu lagi apa di dalem, sudah beres baca bukunya, bisa bantu ibu sebentar gak.” Ucap Bu Sulastri, sambil mengetuk pintu.


“Iah bu sudah ko, bantu apa emang nya, tunggu sebentar bu.” Jawab Mwar.


Kini Mawar menyuruh Jin wanita cantik untuk masuk kembali ke dalam Kitab Buhun tetapi Jin wanita cantik menolaknya, karena ingin merasakan dulu udara dunia manusia. Mawar pun membiarkannya dan gadis imut manis berambut panjang pun membuka pintu kamar nya untuk menghampiri ibu nya.


“Loh ko lama emang nya habis ngapain sih, buka pintu aja lama.” Ucap Bu Sulastri.


“Ini tadi Mawar, tanggung bersin dulu buku ibu, emang nya ada apa bu.” Ucap Mawar.


“Mawar tadi ibu ketinggalan barang belanjaan di panti asuhan yang baru itu loh, ibu sambil memberikan makanan ke sana ibu belanja dulu nah belanjaan ibu di simpan di depan pintu masuk panti asuhan, ibu baru ingat sekarang, Mawar tolong ambil yah belanjaan ibu yang kantung keresek nya warna putih tadi ibu belanja di mini market, tolong yah.” Ucap Bu Sulastri.


“Hmm Ibu ada-ada aja sampai lupa dan ketinggalan belanjaan segala, iah deh Mawar akan ke sana untuk ambil.” Ucap Mawar.


“Iah makasih anak ibu yang cantik, ibu capai kalau gak capai gak akan nyuruh kamu ke sana loh.” Ucap Bu Sulastri.


“Iah ibu ku yang imut, Mawar pergi dulu kalau begitu.” Jawab Mawar.


“Sip cepet yah ambil nya jangan lama-lama.” Ucap Bu Sulastri.


Mawar pun pergi ke tempat panti asuhan yang ada di sebrang kampung lorong badak untuk mengambil belanjaan ibu nya yang ketinggalan, Mawar yang pergi ke panti asuhan yang baru, kini di ikuti oleh Jin wanita cantik.


Saat Mawar sudah agak jauh dari rumah nya kini gadis manis yang uyu berambut panjang itu berbicara kepada Jin wanita cantik yang mengikuti nya.


“Mengapa kau ikut Jin cantik sudah aku bebaskan untuk keluyuran sementara juga.” Ucap Mawar.


“Wahai pemiliku aku ingin menemani mu, kalau aku keluyuran juga aku akan bosan, dan tidur di dalam Kitab Buhun juga bosan, selagi aku belum masuk kembali aku ingin menemanimu, karena kamu selalu memanggil ku cantik, jadi aku ingin bersamamu wahai pemiliku.” Jawab Jin wanita cantik, sambil melayang-layang di samping Mawar yang lagi berjalan kaki.


“Yah sudah kalau begitu ikuti saja aku Jin cantik.” Ucap Mawar.


“Ok ok wahai pemiliku terima kasih, kau sangat baik dan cantik juga seperti diriku.” Ucap Jin wanita cantik.


“Sudah jangan berbicara lagi nanti aku di lihat oleh orang-orang nanti di sangka gila.” Ucap Mawar.


“Hehe ok siap-siap lanjukan berjalan kakinya wahai pemiliku, aku akan selalu di samping mu.” Ucap Jin wanita cantik, yang masih melayang-layang di samping Mawar.


Kini Mawar pun terus berjalan dan selalu terseyum apa bila berpapasan dengan tetangga atau orang yang berada di kampung Lorong Badak, gadis imut yang manis berambut panjang pun sudah sampai di depan panti asuhan.


“Permisi pak , saya Mawar anak nya Bu Sulastri yang tadi ke sini antar makanan untuk anak-anak panti.” Ucap Mawar.


“Oh ini anak nya Bu Sulastri yah, ada yang bisa pak Kusman bantu Nak.” Jawab penjaga panti asuhan yang berkumis tebal berperut sedikit buncit yang bernama Mang Kusman.


“Ini loh pak, tadi ibu saya ke sini sambil bawa belanjaan dan belanjaan nya tertinggal saat pulang, apa pak Kuman melihat nya atau menyimpan belanjaan ibu saya.” Ucap Mawar.


“Oh iah belanjaan yah, tadi pak Kusman melihatnya dan langsung menyimpan nya kukira pak Kusman itu belanjaan siapa karena ada di depan pintu panti.” Ucap pak Kusman.


“Kalau begitu sekarang di mana belanjaan nya pak Kusman.” Ucap Mawar.


“Ada di dalam, ayo ke dalam panti sambil melihat anak-anak di sini siapa tahu Nak Mawar jadi suka main ke sini untuk mengajak anak-anak di sini main, Nak Mawar kalau mau lihat masuk aja nanti pak Kusman panggil yah kalau bapak sudah mengambil belanjaan ibu mu yang pak Kusman simpan di dalam, di lemari dapur.” Ucap pak Kusman.


“OH iah silahkan pak, Mawar mau lihat anak-anak yah.” Ucap Mawar.


Kini Mawar pun masuk ke dalam panti asuhan sambil menunggu pak Kusman mengambil belanjaan ibunya yang ketinggalan, saat Mawar memasuki ke dalam panti asuhan tubuh Mawar menjadi merinding, Mawar pun menjadi bingung akan tubuh nya yang langsung merinding, saat Mawar bingung Jin wanita cantik yang dari tadi berada di samping Mawar mulai berbicara.


“Wahai pemiliku, harus berhati hati karena di sini ada iblis yang sering memakan manusia atau lebih tepat nya anak-anak.” Ucap Jin wanita cantik.


Mawar pun terkejut saat mendengar ucapan Jin wanita cantik lalu Mawar pun bertanya kepada Jin wanita cantik.


“Benar kah itu Jin cantik, mengapa ada iblis di panti asuhan ini, pantas saja tubuh ku ini jadi merinding, memang nya apa alasan iblis itu di sini, apa kau bisa mengetahui nya.” Ucap Mawar.


“Wahai pemiliku iblis ini ialah yang datang karena perjanjian manusia yang ingin memiliki ilmu sakti sehingga mengorbankan anak-anak sebagai tumbal kepada iblis untuk memberikan kesaktian terhadap manusia itu.” Ucap Jin wanita cantik.


“Benar kah itu Jin cantik, siapakah yang tega melakukan itu, apa jangan-jangan kematian anak usia 7 tahun di sini ulah iblis yang ada di sini.” Ucap Mawar.


“Benar sekali pemiliku tetapi sebaiknya jangan mengganggu iblis di sini, selagi iblis sedang terlelap karena sudah memakan arwah manusia jadi segera lah pulang wahai pemiliku.” Ucap Jin wanita cantik.


“Kalau begitu aku tidak jadi melihat anak-anak.” Ucap Mawar.


“Sebaiknya jangan pemiliku lebih baik pulang saja.” Ucap Jin wanita cantik.


Mawar yang penasaran akan hal itu kini melihat anak-anak yang ada di dalam ruangan panti asuhan, ternyata saat Mawar masuk ke ruangan yang ada anak-anak nya, Mawar terkejut karena melihat anak-anak yang begitu ketakutan. Mawar pun kini menjadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi tetapi saat Mawar ingin bertanya kepada salah satu anak panti asuhan Mawar di kakegtkan oleh teriakan Jin wanita cantik.


“Wahai tuan ku dan pemiliku jangan lah kau begini cepat saja pulang akan terlalu berbahaya bila sudah membangunkan iblis yang terlelap.” Teriak Jin wanita cantik.


Kini Mawar yang sudah tidak kaget mencoba untuk mendekati salah satu anak panti asuhan untuk di ajak berbicara karena penasaran dan menghiraukan teriakan Jin wanita cantik, saat Mawar memanggil salah satu anak panti alangkah terkejutnya Mawar saat melihat Anak-anak menatap ke arah Mawar dengan tatapan yang Kosong..,