
Mawar yang terbaring dan lemas sangat ke bingungan apa lagi saat mendengar sudah tiga hari tak sadarkan diri. Setelah Nisa, Sri dan Marni meninggakan ruangan rawat inap, mereka bertiga menghampiri ibu nya Mawar untuk memberi tahu bahwa Mawar sudah sadarakan diri.
Bu Sulatri yang sedang duduk dengan wajah yang bersedih melihat ke arah teman-teman Mawar yang baru keluar ruangan menjenguk anaknya. Bu Sulastri sangat bahagia saat di beri tahu oleh Nisa Bahwa anaknya sudah
sadar.
“Bu, Mawar sudah sadar saya tadi melihat nya, ibu jangan bersedih lagi yah, tetapi badannya masih sangat lemas lebih baik ibu ke dalam temani Mawar kasian, kami nanti akan ke sini lagi karena kami bertiga ada tugas kuliah, mau ke kampus.” Ucap Nisa.
“Iah Bu, nanti kami ke sini lagi, untuk menjenguk Mawar lagi.” Ucap Marni.
“Iah Bu, semoga Mawar cepat sembuh yah, amin.” Ucap Sri.
“OH iah, terima kasih kalian telah menjenguk nak Mawar ke sini tiga hari berturut turut loh, ya sudah kalau ada tugas kuliah, hati-hati di jalannya, yah.” Jawab ibu Sulastri.
“Iah bu, gak apa-apa, semoga Mawar cepat sembuh yah bu, nanti kami akan ke sini lagi jenuk Mawar, kami bertiga pamit dulu.” Ucap Nisa.
Mereka bertiga pun berpamitan kepada Bu Sulastri untuk pergi ke kampus, ibu Sulastri setelah melihat ke arah teman anaknya dia langsung ke ruangan Mawar yang sedang di rawat.
Ibu Sulastri pun Masuk dan melihat anak nya yang masih terbaring di atas ranjang, namun melihat Mawar sudah sadar merasa bahagia di hati ibu Sulastri.
“Mawar apa yang sebenarnya terjadi? mengapa kamu sampai tidak sadarkan diri tergeletak di lantai serta tangan mu terluka.” Ucap ibu Sulastri, sambil melihat ke arah Mawar dan air matanya mengalir membasahi pipinya.
“Sebenarnya apa yang terjadi, mengapa aku jadi seperti ini, ibu juga mengapa menangis.” Gumam Mawar. Saat mendengar ibunya berkata seperti itu.
“Nak kamu cepat pulih yah.” Ucap ibu Sulastri, sambil mengelus kepala anak nya.
Kini Mawar mengingat nya Bahwa dirinya telah masuk ke dalam Kitab Buhun yang di panggil oleh jilid ke lima Kitab Buhun, Mawar benar merasa terkejut padahal dia sangat merasa sebentar saat memasuki Kitab Buhun itu, tetapi kenyataan nya sangat jauh berbeda, Mawar malah sudah tiga hari pingsan di dunia nya, kini Mawar pun mencoba untuk mengerakan tubuhnya tetapi sangat lemas, Mawar sadar saat mendengar apa yang ibunya katakan dan ibunya lakukan tetapi tubuh dan suara Mawar meski sudah berusaha keras susah untuk di gerakan karena sangat lemas serta suaranya yang seperti tertutup.
“Cepat sembuh yah Nak, kalau begitu ibu akan keluar dan memberi tahu bapak, bahwa kamu sudah sadar, kamu istirahat lagi ya, tidur agar cepat pulih kembali, karena kalau tidak memberi tahu bapak kamu sudah sadar, bapak akan kepikiran kamu terus, cepat puulih ya sayang.” Ucap ibu Sulastri, sambil menahan air matanya, lalu keluar ruangan membiarkan Mawar sendiri untuk beristirahat.
“Ternyata Kitab Buhun itu sangat berbahaya bila aku tidak bisa menggunakannya dengan benar, sebaiknya aku istirahat untuk memulihkan badan aku, setelah aku membaik aku akan menanyakan itu lagi kepada Jin cantik.” Gumam Mawar.
Ibu Sulastri yang sudah di luar ruangan dia langsung memberi tahu suaminya dengan menggunakan posel nya untuk memanggil suaminya.
Ibu Sulastri menelpon suaminya.
“Bapak lagi sibuk atau enggak, kalau bisa cepat ke rumah sakit anak Kita sudah sadara, barusan, ibu sangat senang pak, bapak cepat ke sini yah.” Ucap Bu Sulastri.
“Ya sudah pak, kalau begitu hati-hati di jalan yah, ibu tunggu di sini.” Ucap Bu Sulastri, lalu mematikan panggilan kepada pak Danar. ibu Sulastri pun duduk di luar ruangan Mawar sambil menunggu suaminya datang.
Di kantor pak Danar.
Pak Danar yang sudah mengangkat telpon dari istrinya kini dia memanggil Akwal untuk mengajak pergi bersama sama menjenguk anaknya.
“Akwal kemari, apakah kamu sudah mengerjakan dokumen untuk tender cepat jadwal besok, kalau sudah ayo kita ke rumah sakit.” Ucap Pak Danar.
“Sudah pak, emang ya ada yang terjadi lagi dengan Mawar pak.” Jawab Akwal.
“Mawar sudah sadar sekarang, sebaiknya kamu juga ada di sana yuk, cepat kita ke rumah sakit, biarkan yang lain yang kerja.” Ucap pak Danar.
“OH iah pak, kalau begitu ayo.” Jawab Akwal.
Kini Akwal dan Pak Danar pun langsung menuju parkiran mobil untuk segera menuju ke rumah sakit untuk melihat Mawar.
Mawar yang ingin beristirahat untuk tidur malah di kagetkan oleh kedatangan Jin wanita cantik di samping nya. Setelah kaget dia pun berusaha menoleh ke arah samping yang ada Jin wanita cantik.
“Wahai tuan ku, apa kah kau masih hidup, kurasa tuanku akan tetap hidup, berbicara lah dalam hati aku pasti akan mendengar, karena kita sudah terikat, bila tuan tidak kuat untuk bersuara.” Ucap Jin wanita cantik.
“Jin cantik, mengapa aku jadi seperti ini.” Ucap Mawar.
“Tuan ku, karena terlalu mengeluarkan darah jadi seperti itu, di tambah lagi tuan ku, memasuki ruang goib di dalam Kitab Buhun serta melakukan perjanjian dengan penunggu jilid ke lima, maka dari itu energi tubuh tuan ku sebagian di serap oleh nya, karena setiap pertanyaan yang di lontarkan oleh pemiliku, dan jilid ke lima menjawabnya, ketahuilah itu membutuhkah darah sekaligus energi tubuh, jadi berhati-hati lah bila ingin menggunakan jilid ke lima, tuan ku harus bertanya kalau bisa jangan lebih dari dua pertanyaan karena itu akan membuat tuan ku seperti ini lagi.” Ucap Jin wanita cantik.
“Oh begitu ya, tetapi mengapa Jin cantik bisa muncul di sini, aku kan tidak meneteskan darah lagi di Kitab Buhun jilid terakhir.” Ucap Mawar.
“Aku bisa di sini karena saat tuanku kembali, aku yang mengantarkan tuanku setelah itu tuanku lupa menutup Kitab Buhun jadi aku bebas berkeliaran karena darah yang terhisap oleh aku juga sangat banyak jadi aku sangat segar dan leluasa ke sana ke mari, karena tuan aku tertidur maka aku berkeliling dulu, tetapi saat aku merasakan bahwa tuan aku sudah bangun maka aku langsung datang ke sini.” Ucap Jin wanita cantik.
“Jadi begitu ya, kalau begitu bantu aku untuk segera pulih Jin cantik.” Ucap Mawar.
“Baiklah tuan aku, aku akan membuatmu segar kembali.” Jawab Jin wanita cantik, yang langsung meniupkan angin ke arah Mawar yang terbaring.
Mawar yang sudah terkena tiupan angin Jin wanita cantik tubuhnya kembali sehat dan semakin segar, Mawar pun dari tadinya berbaring kini mencoba untuk duduk dan ternyata bisa, Mawar pun duduk di ranjang dan tidak langsung memanggil ibu nya melainkan melanjutkan percakapan dengan Jin wanita cantik..,