Santet

Santet
31 Arwah Pendaki Sang Penolong



Andri yang berlari sambil mengendong Dasep kini merasa lelah dan beristirahat sejenak, Andri baru menyadari bahwa dia hanya bersama Dasep.


“Dasep berat sekali, mengapa aku hanya bersama Dasep ke mana yang lain, apa tadi saat berlari kita berpencar yah, duh gawat ini.” Gumam Andri.


Andri yang sudah beristirahat dan sudah kembali bertenaga kini mencoba membangunkan Dasep.


“Sep cepat sadar, Sep jangan pingsan ini gawat kita hanya tinggal berdua ayo bangun Sep.” Ucap Andri, sambil mengoyangkan badan Dasep.


Dasep yang sudah Andri bangunkan dengan mengoyankan badan nya dengan keras serta berteriak akan tetapi Dasep tidak bangun-bangun, kini Andri pun menggunakan cara seperti Firman, Andri menampar keras mulut Dasep seketika Dasep pun tersadar sambil memegang mulut nya.


“Aw sakit, mengapa mulut ku sakit begini.” Ucap Dasep, yang baru tersadar.


“Kau Dasep lama bener lo sadar, kita sekarang hanya berdua kau jangan pingsan lagi, kita harus cari yang lain, dan kau jangan banyak bacot lagi biar mulut mu tidak sakit begitu.” Ucap Andri.


“Apa kita hanya berdua terus ke mana yang lain, Andri.” Ucap Dasep.


“Ketika kau pingsan kita semua panik dan ketakutan semua nya lari ke arah yang berbeda, ayo kita cari mereka Dasep, jangan nyusahin aku kalau kau pingsan akan aku tinggal di jalur pendakian ini.” Ucap Andri.


“Iah, tetapi mengapa aku bisa ada di sini Andri.” Ucap Dasep.


“Sudah jangan banyak tanya ayo kita cari Firman, Nisa, Marni dan Mawar, elo bisa ke sini karena gue yang gendong karena kasian sama elo, sudah kita cari temen- temen kita.” Ucap Andri.


“Maafkan gue yah Andri sebelum nya gue kasar, ternyata elo baik.” Ucap Dasep.


“Iah-iah cepat kita harus segera mencari.” Ucap Andri.


“Iah andri.” Jawab Dasep.


Andri dan Dasep pun kini sudah membiasakan diri dan mencoba untuk tidak takut lagi, mereka berdua kini menelusuri semak belukar kembali sambil berteriak sesekali.


“Mawar, Firman, Nisa, Marni kalian di mana.” Teriak Andri, sambil menyorot senter ke depan dan menerobos semak belukar bersama Dasep.


Andri yang sudah berteriak dengan keras memanggil teman-teman nya, akan tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Andri pun merasa cemas, kini Andri dan Dasep terus menerobos semak belukar, Andri dan Dasep setelah menerobos semak belukar cukup lama dan melewati semak belukar ternyata saat keluar dari semak beluar Andri dan Dasep melihat ada gubuk yang di terangi oleh obor.


“Dasep lihat ada gubuk di sana pasti ada orang, kita ke gubuk itu untuk meminta bantuan bagaimana.” Ucap Andri.


“Duh Andri jangan ke sana, apa kau tak merasa takut dan aneh siapa juga yang akan tinggal di gubuk yang ada di tengah jalur pegunungan ini, coba bayangkan, mungkin di sana orang aneh yang tinggal, lebih baik kita pergi saja dari sini Andri.” Ucap Dasep, sambil ketakutan.


“Haduh Sep elo jangan penakut dan jangan berpikiran yang aneh-aneh siapa tahu orang yang tinggal di gubuk bisa membantu kita.” Ucap Andri.


Andri pun mengajak Dasep untuk mendekati gubuk itu akan tetapi saat semakin mendekati gubuk yang ada di tengah hutan jalur pendakian Andri dan Dasep menghirup bau busuk yang sangat menyengat sehingga membuat Andri dan Dasep muntah.


**


Di dalam gubuk ada seorang pria paruh baya yang sedang mendalami ilmu goib dan dia pun mendengar suara berisik dari luar gubuk nya.


Pria paruh baya itu kini mengambil golok yang di simpan di almari kecil nya, dan melepas golok dari sarung, lalu golok itu di pegang erat, pria paruh baya pun membuka pintu gubuk dan menunggu kedua orang itu mendekati gubuk dan pria paruh baya itu pun bersembunyi di balik pintu nya.


Andri dan Dasep yang sudah muntah kini Andri menoleh ke arah gubuk karena terdengar suara pintu gubuk terbuka.


“Dasep ayo kita ke gubuk itu, lihat gubuk itu terbuka sendiri kurasa kita bisa beristirahat di sana.” Ucap Andri.


“Tetapi Andri aku merasa takut bila ke sana.” Ucap Dasep.


“Ayo cepat kita ke sana di sini bau busuk, cepat tutup hidung mu Sep.” Ucap Andri sambil menutup hidung nya.


“Iah-iah aku di belakang mu Andri.” Jawab Dasep.


Ketika Andri dan Dasep ingin mendekati gubuk itu terlihat Arwah yang melayang-layang di atas gubuk sambil cekikikan.


“Hik Hik Hik Hik haaa.” Cekikikan Arwah pendaki.


Andri merinding tetapi mencoba untuk tidak lari akan tetapi Dasep yang ketakutan Dasep malah berlari memasuki semak belukar lagi, Andri yang melihat Dasep berlari kini terpaksa Andri pun berlari untuk mengejar Dasep.


“Hik Hik Hik Hik haaa, Aduh belum juga kenalan, cowok ganteng ku pergi lagi, Hik Hik Hik Hik haaa.” Gerutu Arwah pendaki.


Pria paruh baya yang ada di dalam gubuk kini keluar dan marah karena Arwah pendaki.


“Dasar Setan alas sialan gara-gara kau aku tidak bisa mendapatkan tumbal, akan aku musnah kan kau.” Ucap peria paruh baya.


“Hik Hik Hik Hik haaa, siapa sih, udah tua jelek lagi, Hik Hik Hik Hik haaa.” Gerutu Arwah pendaki.


“Kau rasakan ini.” Ucap pria paruh baya, sambil melempar golok nya.


“Hik Hik Hik Hik haaa, gak kena, Hik Hik hik Hik haa.” Ucap Arwah pendaki yang langsung menghilang.


Golok yang sudah di lemparkan ke arah Arwah pendaki kini kembali lagi ketangan peria paruh baya, seperti bumerang.


“Dasar setan alas, tumbal ku jadi pergi, sebaiknya aku harus mengejar kedua orang itu sebelum menjauh dari sini.” Gerutu peria paruh baya.


Kini peria paruh baya pun mengejar Andri dan Dasep untuk di tangkap dan di jadikan tumbal Kitab Buhun oleh nya.


Andri yang mengejar Dasep kini mencoba untuk memanggil nya karena lari Dasep Sangat cepat.


“Dasep, Dasep, Dasep berhenti kita sudah jauh dari gubuk itu cepat berhenti Dasep.” Teriak Andri sambil berlari.


Dasep yang sedang berlari karena ketakutan kini semakin kencang berlari karena takut yang memanggil nya bukan Andri, akan tetapi saat Dasep berlari kencang, Dasep tidak melihat apa yang ada di depan nya, karena senter nya hanya di pegang, akhirnya Dasep menabrak sebuah pohon dan terjatuh kesakitan, Andri pun kini bisa mendekati Dasep.


“Dasep elo tidak apa-apa kan, ternyata lari lo cepat saat ketakutan tak sangka gue, sudah jangan takut lagi kita seharusnya ke gubuk itu untuk meminta bantuan.” Ucap Andri...,,