Santet

Santet
Alam Goib



Pak Kiyai Santri yang terus bertakbir dalam hatinya, melangkah terus sampai mendekati kerumunan Setan, Jin dan Dedemit yang sedang menyiksa Ruh pak Danar, Ketika sudah mendekat pak Kiyai Santri kaget saat melihat wajah Mahluk terkutu yang sangat menyeramkan dan bau busuk.


Dedemit, Jin dan Setan kini melihat ke arah pak Kiyai Santri dan langsung menyerang pak Kiyai Santri, dengan ilmu Hikmah pak Kiyai Santri bisa menghalau semua serangan Jin, Setan dan Dedemit.


Di alam Goib yang mencekam pak Kiyai Santri kini dihadapkan dengan begitu banyak mahluk halus yang mulai bermunculan dan ingin melukai pak Kiyai Santri, akan tetapi pak Kiyai dengan izin ilahi dan ilmu hikmah yang dimilikinya, sekali bertakbir dan menyentakan kakinya semua Setan, Dedemit dan Jin menjadi terbakar dan menghilang serta meninggalkan asap. Kini pak Kiyai Santri menghampiri Ruh pak Danar yang terkapar.


Pak Kiyai Santri kini melihat Ruh pak Danar yang begitu mengenaskan dan mulai melakukan pengobatan dengan berdoa.


Cahaya terang muncul di tangan pak Kiyai Santri saat membaca doa, dan tangan yang bercahaya kini diusapkan kesetiap luka di Ruh pak Danar, seketika Ruh pak Danar yang luka menjadi membaik.


Kini Ruh pak Danar tersadar dan bingung karena tidak tahu ada di mana dan tidak tahu siapa yang ada dihadapannya.


"Kamu siapa ya? dan saya di mana ini ya pak?" tanya pak Danar.


"Istiqfar dulu pak, biar tenang dan gak panik." Jawab pak Kiyai Santri.


"Iah pak, tetapi di mana ini? dan bapak siapa?" tanya pak Danar.


"Ini di alam Goib pak, saya pak Kiyai Santri, yang ingin mengobati dan menolong bapak, karena bapak terkena ilmu sihir, saya di panggil oleh pak Sutaman. Bapak Ruh ya diambil oleh mahluk halus dan dibawa ke sini jadi saya ingin membawa Ruh bapak kembali." Jawab pak Kiyai Santri.


"Apa, ini di alam Goib, apa bapak bercanda, mana mungkin saya ada di alam Goib, yang saya ingat tadi saya ingin mengambil segelas air dan saya langsung tak sadarkan diri." Ucap pak Danar.


"Memang bapak tak akan ingat karena bapak terkena ilmu sihir, sebaiknya bapak perbanyak istiqfar agar saya bisa membawa Ruh bapak kembali." Ucap pak Kiyai Santri.


"Apa bisa begitu pak Kiyai, tetapi mengapa saya tidak merasakan apa apa." Ucap pak Danar.


"Nanti saya akan jelaskan mengapa bapak bisa ke sini dan bapak bisa tidak merasakan apapun setelah Ruh bapak dan Ruh saya kembali, sebaiknya bapak perbanyak istiqfar agar saya mudah untuk membawa kembali Ruh bapak, ayo pak baca istiqfar agar saya mudah membawa Ruh bapak kembali." Ucap pak Kiyai Santri.


"Baik pak Kiyai kalau memang begitu." Jawab pak Danar.


Kini pak Danar pun beristiqbar begitu pun pak Kiyai Santri, ketika sudah lama beristiqbar pak Kiyai Santri dan pak Danar di seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya dan menghilang perlahan. Kini pak Kiyai Santri dan pak Danar kembali ke dunia nyata.


Ruh pak Kiyai Santri memasuki raga nya kembali yang sedang bersila. Ruh pak Danar memasuki raga nya kembali yang sedang terbaring di kasur.


Pak Sutaman yang dari tadi berdiri sambil memegang segelas air putih, terpana melihat tubuh pak Kiyai Santri bersinar dan lama kelamaan redup dan pak Kiyai Santri yang bersila kini membuka matanya dan langsung menyuruh pak Sutaman untuk memberi pak Danar air minum yang sudah disiapkan pak Sutaman.


"Pak Sutaman cepat berikan air minum ke pak Danar dia sebentar lagi akan membaik Ingsaalloh." Ucap pak Kiyai Santri.


"Baik pak Kiyai." Ucap pak Sutaman.


Kini pak Danar tersadar dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, karena pak Danar merasa kepanasan saat teringat di pikirannya, akan tetapi saat tersadar ada pak Sutaman dan seorang yang tidak dikenalnya.


"Pak Sutaman siapa ya bapak ini." Ucap pak Danar.


"Oh ini pak Kiyai Santri dari kampung Lorong Hilir pak Danar, yang membantu mengobati pak Danar saat kesakitan." Jawab pak Sutaman.


"Loh ke mana Embah Yai Dores, mengapa bukan dia yang kesini." Ucap pak Danar.


"Embah Yai Dores sudah meninggal pak Danar." Jawab pak Sutaman.


Pak Danar terkejut saat mendengar bahwa Embah Yai Dores sudah meninggal.


"Sudah bapak istrahat dulu biar lebih membaik, bapak masih harus di obati karena masih ada sedikit celah untuk bapak bisa terkena ilmu sihir lagi." Ucap pak Kiyai Santri.


Bu Sulastri yang dari tadi menemani pak Rt untuk menunggu Akwal pulih kembali kini bu Sulastri masuk ke kamar pak Danar karena sudah tidak ada teriakan histeris dari kamar pak Danar. Bu Sulastri saat memasuki kamar begitu senangnya karena melihat suaminya sudah membaik dan perutnya pun sehat tidak membuncit. Bu Sulastri langsung memeluk pak Danar.


"Duh bu malu loh dilihat, bapak sudah tidak apa apa." Ucap pak Danar.


"Iah pak, ibu merasa hawatir." jawab Bu Sulastri.


"Bu, pak Danar harus di obati dulu meski kelihatannya baik-baik saja tetapi masih harus di obati, karena kata pak Kiyai Santri masih ada celah untuk terkena ilmu sihir, benarkan pak Kiyai." Ucap pak Sutaman.


"Iah ibu, sebaiknya suami ibu di obati dulu agat tidak seperti yang sudah terjadi sebelumnya." Ucap pak Kiyai Santri.


"Oh iah kalau begitu tolong suami saya pak Kiyai." Ucap Bu Sulastri.


"Iah ibu, biarkan bapak di obati biar bapak kembali sembuh seperti biasa lagi." Ucap pak Danar.


"Iah Bu, Ingsaalloh dengan kehendak Alloh SWT. Saya bantu pak Danar untuk mengobati penyakit ilmu sihir yang terkena kepada pak Danar, karena pak Danar baru saja sadar jadi lebih baik jangan dulu di ajak berbicara biarkan istirahat dulu karena akan membuntuhkan tenaga untuk membentengi raga pak Danar, supaya tidak gampang terkena ilmu sihir." Ucap pak Kiyai Santri.


"Iah pak Kiyai, kalau begitu saya nunggu di luar kamar aja biar lebih fokua pak Kiyai mengobati suami saya." Jawab Bu Sulastri.


kini bu Sulastri pun menunggu diluar kamar, hanya ada pak Sutaman yang menemani pak Kiyai Santri untuk memulai mengobati pak Danar.


Kini pak Danar di suruh berbaring oleh pak Kiyai Santri dan setalah berbaring pak Danar, pak Kiyai Santri membaca ayat-ayat suci AlQuran, ketika pak Kiyai Santri membaca ayat-ayat suci AlQuran dari tangan pak Kiyai Santri mengeluarkan cahaya, lalu cahaya yang ada di tangan pak Kiyai Santri di usap kepada tubuh pak Danar dan pak Danar merasa lebih membaik dan tidak merasa lemas kini badan pak Danar merasa Segar.


Pak Sutaman yang melihat sangat terpana oleh ilmunya pak Kiyai Santri....,