
Sutaman yang kini sedang ke Kampung Lorong Sebrang untuk memanggil orang pintar yang bernama Yai Dores.
Sutaman berjalan melewati jembatan gantung dia berjalan terus menyusuri pesawahan untuk sampai ke Kampung Lorong Sebrang, setiap berjalan Sutaman merasa baik baik saja tidak ada hal yang aneh menimpanya, tetapi Sutaman mengingat apa yang terjadi semalam yang membuat dirinya pingsan dan membuat dirinya ketakutan.
"Aku harus cepat ke rumah Yai Dores untuk membuatkan diriku jimat atau semacamnya agar aku tidak takut saat berhadapan dengan mahluk halus." Bergumam Sutaman.
Sutaman kini saat memasuki Kampung Lorong Sebrang merasa merinding padahal bukan malam hari ternyata ada yang melakukan susuguh di depan pohon yang Sutaman lewati sebelum memasuki Kampung Lorong Sebrang akan tetapi Sutaman bersikap biasa saja karena merasa itu hal biasa apabila ada yang melakukan susuguh di kampung Lorong Sebrang, karena kampung Lorong Sebrang adalah Kampung di mana tempatnya orang orang pintar atau yang di sebut dengan Dukun.
Tak terasa kini Sutaman sudah sampai di halaman rumah Yai Dores. Kini Sutaman berjalan ke depan pintu rumah Yai Dores.
"Permisi Yai Dores apakah ada di dalam, permisi Yai Dores, permisi Yai Dores, maafkan saya mengganggu, permisi." Ucap Sutaman, sambil mengetuk pintu.
Sutaman yang terus menerus mengetuk pintu akan tetapi tak ada jawaban dari dalam rumah Yai Dores. Tak selang lama Sutaman yang sedang mengetuk pintu rumah Yai Dores ada seorang warga paruh baya yang lewat dan memberi tahu Sutaman bila ingin bertemu Yai Dores.
"Paman, paman sebaiknya paman pulang saja karena Yai Dores tidak akan keluar rumah atau menyapa paman kalau paman mengetuk pintu sambil memanggil namanya." Ucap warga.
Sutaman yang sedang mengetuk pintu rumah Yai Dores kini berhenti dan menoleh ke suara warga.
"Terus bagaimana saya bisa bertemu Yai Dores, pak." Jawab Sutaman.
"Kalau paman ingin bertemu Yai Dores ketuk pintu rumahnya pelan pelan dan panggil Embah Yai maka Yai Dores akan keluar dan menyapamu." Ucap seorang warga yang langsung pergi meninggalkan Sutaman.
Sutaman yang belum sempat menjawab dan mengucapkan terima kasih kepada seorang warga paruh baya itu karena langsung pergi kini Sutaman mencoba saran yang di beritahu oleh seorang warga paruh baya. Kini Sutaman mencoba mengetuk pintu rumah Yai Dores.
"Permisi Embah Yai permisi Embah Yai apakah ada di dalam rumah, mohon maafkan bila mengganggu." Ucap Sutaman, sambil mengetuk pintu.
Tak ada jawaban meski saran sudah dilakukan akan tetapi pintu rumah Embah Yai Dores kini terbuka, tetapi tidak ada orang yang membukanya, Sutaman yang menelan ludah nya sendiri saat melihat pintu rumah Embah Yai Dores terbuka sendiri kini di kagetkan dengan suara yang ada di belakang Sutaman berdiri.
"Mau apa kau ke sini." Ucap seseorang.
"Mau bertemu Yai Dores." Jawab Sutaman.
"Apa kau bilang Yai Dores dasar kau tak sopan panggil aku Embah Yai kalau tidak begitu aku akan menelan kamu meski daging kau pait." Ucap Embah Yai Dores.
Sutaman merasa ketakutan dan memalingkan badannya ke arah Embah Yai Dores kini Sutaman dan Embah Yai Dores berhadapan.
"Waduh maafkan saya Embah Yai saya tidak tahu Maafkan saya." Ucap Sutaman, dengan gugup karena melihat Embah Yai Dores yang begitu menyeramkan.
"Sudah tidak apa apa tetapi bila kau tak memanggil dengan sopan maka aku akan menelan kau paham, mau apa kau ke sini." Ucap Embah Yai Dores.
"Saya ke sini untuk meminta bantuan mengobati orang yang terkena penyakit aneh dan di teror mahluk halus Embah Yai dan sekalian saya ingin memiliki jimat untuk menjadikan saya berani bila berhadapan dengan Dedemit atau Setan." Ucap Embah Yai Dores.
"Hah Hah hah, kau datang pada Embah tepat sekali mari masuk dulu ke rumah Embah." Ucap Embah Yai Dores.
"Baik Embah." Jawab Sutaman.
"Baiklah siapa kau dan di mana asal kau." Ucap Embah Yai Dores.
"Saya dari kampung Lorong Badak Embah Yai saya Sutaman." Jawab Sutaman.
"Kalau begitu mau apa dulu diberi jimat atau kita ke Kampung Lorong Badak." Ucap Embah Yai Dores.
"Jimat dulu saja Embah Yai, biar saya gak takut dan berani menghadapi Dedemit atau Setan." Ucap Sutaman.
"Kalau begitu tunggu sebentar Embah akan melakukan ritual dulu." Ucap Embah Yai Dores.
Kini Sutaman melihat Embah Yai Dores melakukan ritual untuk membuat jimat. Begitu cepat jimat itu dibuat oleh Embah Yai Dores dengan melakukan ritual membaca mantra dan mengeluarkan darah segar dari jari telunjuk nya yang langsung di minum sendiri kini jimat itu berhasil dibuat. Sutaman yang melihat kini merasa merinding di seluruh tubuhnya.
"Ini sudah aku buatkan dan ingat jangan sembarangan menyimpannya." Ucap Embah Yai Dores.
"Baiklah Embah Yai terima kasih dan ini buat Embah Yai." Ucap Sutaman, sambil memberikan amplop berisi uang.
"Simpan saja dulu uang kau nanti kalau sudah semuanya tuntas baru Embah akan menerimanya." Ucap Embah Yai Dores, sambil tersenyum.
"Kalau begitu terima kasih Embah Yai." Ucap Sutaman, sambil menerima jimat dari Embah Yai Dores dan menyimpannya kembali amplop berisi uang.
"Hah Hah hah ok ok santai santai." Ucap Embah Yai Dores.
"Kalau begitu kita ke Kampung Lorong Badak sekarang bagaimana Embah Yai." Ucap Sutaman.
"Baiklah ayo mari biar cepat mari ke sini." Ucap Embah Yai Dores.
"Ke sini ke mana Embah kalau ingin cepat." Jawab Sutaman, kebingungan.
"Ia Ke sini cepat dekat dengan Embah cepat dan pegang tangan Embah lalu pejamkan mata kau." Ucap Embah Yai Dores.
"Baik Embah baik." Jawab Sutaman.
Kini Sutaman mendekat ke Embah Yai Dores dan memegang tangan Embah lalu memejamkan mata. Setelah itu tak selang lama Sutaman di suruh Embah Yai Dores untuk membuka matanya Sutaman langsung kaget dan tak percaya karena Sutaman dan Embah Yai kini sudah ada di depan rumah pak Danar.
"Cepat kau lepaskan tangan kau ini sudah sampai ke tempat tujuan kau buka maka cepat lepaskan tangan kau." Ucap Embah Yai Dores, sambil mencoba melepaskan tangan Sutaman yang memegangnya dengan erat.
"Baik Embah Yai akan saya lepaskan." Ucap Sutaman, dengan gugup dan masih tidak percaya.
Kini Semua mata melihat ke arah Embah Yai Dores dan Sutaman yang mendadak muncul di hadapan Pak Rt, Bu Rt dan Akwal.
Pak Rt yang sedang berbincang dengan Akwal Bu Rt yang sedang mencoba membangunkan Mawar kini semuanya kaget dan melongo melihat kemunculan Sutaman dan seorang yang menyeramkan...,