Santet

Santet
Kitab Buhun



Semuanya yang ada di dalam tenda keluar dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan alangkah terkejutnya saat Mawar, Nisa, Andri dan Dasep keluar dari tenda, mereka berempat melihat pria paruh paya yang gila itu ada di hadapan mereka dan aneh nya tidak ada satupun yang melihat pria paruh baya itu.


Ternyata saat Mawar melihat di sekelilingnya panitia, penjaga Pos dan warga yang sudah ada di sana semuanya tergeletak entah pingsan atau mati. Pria paruh baya itu pun geram saat melihat Andri, Dasep, Mawar dan Nisa.


Suara cekikikan Arwah pendaki dan Mahluk halus lainnya pun semakin terdengar keras.


“Hik hik hik hikhii.” Suara cekikikan Arwah pendaki.


Pria paruh baya yang kini di depan mereka berempat kini mulai berbicara dengan geram.


“Siapa di antara kalian yang mengambil Kitab Buhun ku, cepat atau kalian akan aku buat tak sadarkan diri seperti orang-orang yang ada di sana.” Ucap pria paruh baya, sambil menujuk ke arah Pos dan tenda lainnya yang terlihat orang-orang tergeletak.


“Kau pria paruh baya yang gila, aku tak tahu apa yang kau tanya kan, dasar Setan tua gila.” Ucap Dasep, geram.


“Apa yang kau lakukan terhadap mereka dasar orang tua gila yang tak tahu diri, apa salah kami terhadapmu sehingga kau ingin membunuh kami dan melukai semua orang.” Ucap Andri.


“Iah, dasar kau orang tua gila yang telah membunuh teman kami dan mau apa lagi kau ke sini.” Ucap Nisa.


“Kalian harus hati-hati terhadap orang tua itu.” Ucap Mawar.


“Hah hah hah hah hah, aku tidak memiliki masalah atau apapun terhadap kalian atau yang ada di sini hanya saja aku ingin memperdalam ilmu ku, akan tetapi kalian yang ingin aku jadikan tumbal malah merepotkan ku, dan lagi siapa di antara kalian yang mengambil Kitab Buhun ku, kalau kalian mengambilnya cepat berikan itu pada ku, karena itu miliku, maka dari itu aku akan menumbalkan kalian dengan rasa hormat.” Ucap pria paruh baya itu.


“Apa. Kau ingin menumbalkan kami apa kau itu sudah benar-benar gila, dasar pria tua gila.” Ucap Dasep, yang langsung menghampiri pria paruh baya untuk memukul nya.


Dasep yang ingin memukul pria paruh baya itu sangat terkejut saat pria paruh baya itu menghilang di hadapan Dasep. Ternyata pria paruh baya itu sangat cepat dan kuat dia memuluk perut Dasep dan membuat Dasep terjatuh, ketika pria paruh baya itu ingin memukul Dasep lagi, Mawar berteriak sambil melihat ke arah pria paruh baya itu.


“Paman jangan lukai teman saya, aku lah yang menggambil kitab Bunuh mu itu, aku hanya menemukan nya di atas tanah, tunggu sebentar aku akan mengambilnya, aku menyimpan Kitab Buhun itu di tas ku yang ada di dalam, aku akan mengambilnya.” Ucap Mawar.


“Bagus ternyata kau mengakuinya, baiklah cepat ambil dan serahkan padaku kitab Buhun itu.” Ucap pria paruh baya itu.


Andri, Nisa dan Dasep terkejut saat Mawar yang membawa Kitab Buhun milik pria gila itu, dan Dasep pun baru mengingat nya, karena memang Mawar yang mengambil buku tebal yang di jatuh kan pria gila yang hampir melukai nya.


“Mawar buku tebal itu ternyata Kitab Buhun milik pria gila itu, apa sebaiknya kita membuang nya saja.” Ucap Andri.


“Iah benar Mawar lebih baik buang saja karena akan mengakibatkan hal yang tidak di inginkan kalau pria gila itu memilikinya lagi.” Ucap Nisa.


“Tidak apa-apa ini memang milik pria tua gila itu, aku akan mengembalikannya asalkan Dasep tidak di lukai pria paruh baya itu untuk sementara.” Ucap Mawar.


“Ini Kitab Buhun mu Paman, cepat lepaskan temen aku, paman kalau tidak aku akan merobek Kitab Buhun mu ini.” Ucap Mawar.


“Apa kau bilang jangan gegabah, baik kalau begitu teman mu akan aku lepaskan tetapi aku ingin meminta darah mu untuk membuka halaman kitab Buhun ku.” Ucap pria paruh baya.


“Baik paman kalau memang itu keinginan paman asal lepaskan dan setelah itu paman pergi dari sini.” Ucap Mawar.


“Mawar apa sebenarnya yang mau kau rencanakan.” Ucap Nisa.


“Iah Mawar, apa kita bisa percaya begitu saja terhadap ucapan pria tua gila itu.” Ucap Andri.


“Tenang saja aku tak memiliki rencana apa pun tetapi percayalah kita akan baik-baik saja.” Jawab Mawar.


Kini pria paruh baya yang menangkap Dasep melepaskan Dasep dan mengambil Kitab Buhun Dari Mawar, akan tetapi saat Pria paruh baya itu sudah mengambil Kitab Buhun milik nya dan melepaskan Dasep, pria paruh baya itu menangkap Mawar sontak semuanya panik.


“Hah hah hah hah hah, kalian akan aku jadikan tumbal, selain itu aku akan sedikit mengambil darah mu dulu gadis manis.” Ucap pria paruh baya sambil memegang Mawar.


“Paman lepaskan aku, aku sudah menuruti apa yang paman mau bukan.” Ucap Mawar, meronta.


“Dasar pria tua gila kau membohongi kami.” Ucap Andri.


“Iah ternyata kita tidak bisa percaya terhadap ucapan pria tua gila ini.” Ucap Nisa, panik.


“Kau pria gila sialan, akan aku buat kau menderita.” Ucap Dasep yang sangat marah.


“Kalian ini memang akan aku bunuh untuk di jadikan tumbal tetapi kalian banyak tingkah dan banyak bicara, sudah kalian tunggu giliran saja aku akan mengambil darah teman mu ini terlebih dulu.” Ucap Pria paruh baya itu.


Dasep dan Andri sangat geram dan ingin menyerang pria gila itu yang sedang menangkap Mawar, akan tetapi saat ingin melangkah kan kaki untuk mendekati, pria paruh baya itu menyuruh Arwah gentayangan yang sudah di panggil nya untuk menangkap Andri dan Dasep, sehingga mereka berdua tidak bisa berkutik dan hanya tinggal Nisa saja yang berdiam diri dan tubuh nya gemetar, karena melihat Andri dan Dasep tertangkap Arwah gentayangan serta melihat Mawar tertangkap dan yang lainnya tak sadarkan diri.


“Kalian memang menjengkelkan ku tunggu giliran kalian untuk aku tumbalkan, aku akan mengambil darah gadis manis ini dulu.” Ucap pria paruh baya itu, sambil tertawa.


Kini pria paruh baya itu mengambil pisau yang tersarung di samping pinggangnya dan menyayat lengan Mawar sehingga darah Mawar keluar banyak dari tangan nya, Mawar hanya menahan rasa sakit dan perih, Nisa yang melihat kejadian itu badan nya gemetar dan ketakutan sehingga pingsan, sedangkan Andri dan Dasep yang melihat Mawar di sayat tangan nya berontak, akan tetapi cengkraman Arwah gentayangan yang dikendalikan pria paruh baya itu sangat kuat sehingga Andri dan Dasep tidak bisa berkutik.


Pria paruh baya yang sudah melukai tangan Mawar, kini membuka Kitab Buhun nya dan menetes kan darah Mawar ke dalam Kitab Buhun, alangkah terkejut nya pria paruh baya itu saat Kitab Buhun nya menyerap darah Mawar, dan Kitab buhun itu setelah menyerap darah Mawar Kitab Buhun itu bercahaya serta keluar Jin Wanita Cantik dari dalam Kitab Buhun..,,