
Jin wanita cantik yang sudah menghilang kini tiba di suatu tempat yang sederhana tetapi banyak orang yang mengantri.
“Aku tidak akan salah, pasti ini pemilik yayasan panti asuhan itu, tetapi mengapa di sini banyak manusia sedang apa yah mereka ini, aku harus mencari tahu.” Gumam Jin wanita cantik.
Jin wanita cantik pun kini mencoba merasuki ke dalam Jiwa salah satu manusia yang mengantri itu untuk mendapatkan ingatan dari mereka agar mengetahui apa yang sedang terjadi dan siapa pemilik rumah itu, setelah memilih salah satu dari manusia yang mengantri Jin wanita cantik pun merasuki jiwa nya, alangkah kaget nya Jin cantik saat merasuki ke dalam salah satu manusia itu ingatan nya penuh dengan dendam.
“Aku harus membunuh paman ku yang telah menodai ku, aku harus membunuh paman yang menodai ku, Bah Sutomo pasti bisa untuk membunuh nya aku akan melakukan apa pun agar paman ku bisa mati.” Ingatan di dalam Jiwa salah satu manusia yang mengantri.
Jin wanita cantik pun setelah merasuki salah satu manusia yang mengantri kini keluar dengan perlahan dari tubuh manusia itu, manusia yang di rasuki Jin wanita cantik setelah di rasuki dia hanya melamun saja.
“Ini aneh mengapa ingatan nya seperti itu, kalau begitu aku harus merasuki manusia yang lainnya, untuk segera mengetahui siapa pemilik panti asuhan itu, agar pemiliku tidak menunggu lama.” Gumam Jin wanita cantik.
Kini Jin wanita cantik pun merasuki manusia yang lainnya yang sedang mengantri, alangkah terjekut nya saat Jin wanita cantik mendapatkan ingatan dari salah satu manusia itu.
“Aku ingin membunuh kedua kakak ku agar warisan ayah dan ibu menjadi milik ku sendiri, Bah Sutosomo pasti bisa melakukan hal itu, haduh bosan sekali aku menunggu, mengapa hari ini sangat ramai orang-orang yang ingin meminta bantuan kepada Bah Sutosomo sih.” Ingatan manusia yang di dapat Jin wanita cantik.
Jin wanita cantik pun kini menjadi penasaran karena setiap manusia yang di rasuki nya terdapat ingatan nama Bah Sutosomo, Jin Kitab Buhun pun mencoba untuk masuk ke dalam melihat langsung yang sedang di lakukan manusia di dalam, ternyata saat Jin wanita cantik memasuki ke dalam kediaman merasakan hawa iblis yang sama, hawa iblis yang berada di panti asuhan kini Jin wanita cantik pun sangat berhati-hati.
Jin wanita cantik mendekati manusia yang sedang duduk berdua saling berhadapan dan mencoba mendengarkan percakapan mereka berdua, Jin wanita cantik tidak mencoba untuk merasuki salah satu nya.
“Bah, tolong aku dong katanya Bah Sutosomo bisa membunuh hanya dengan menyebutkan nama dan melihat photo apa kah itu benar.” Ucap wanita.
“Hah hah hah hah. Iah itu benar lantas mau apa kamu ke sini, apa mau Bah bunuh seseorang untuk membuat mu senang.” Jawab Bah Sutosomo.
“Bah, tahu aja, ini Bah photo dan nama nya ada di belakang nya sudah aku tulis, tolong bunuh lelaki ini yah Bah, berapa pun harga nya saya akan membayar .” Ucap wanita.
“Baik lah, Bah akan lakukan itu tunggu saja besok lelaki ini pasti akan mati mengenaskan.” Ucap Bah Sutosomo.
“Benar kah itu Bah, cepat bah lakukan aku tidak sabar untuk melihat nya.” Ucap wanita.
“Tunggu sebentar Bah akan melakukan nya, setelah itu bayar ok.” Ucap Bah Sutosomo.
“Siap Bah ini sudah saya siapkan.” Ucap wanita, sambil memberika tas berisi uang.
“Aku suka dengan mu cantik.” Jawab Bah Sutosomo, sambil mengambil tas berisi uang.
“Ah Bah bisa aja.” Ucap wanita, sambil terseyum.
“Baik kalau begitu tunggu ok dan liat besok hasil nya.” Ucap Bah Sutosomo.
Bah Sutosomo pun setelah itu melakukan ritual pemanggilan iblis. Jin wanita cantik yang mendengarkan percakapan mereka berdua sangat terkejut karena Bah Sutosomo itu memanggil Iblis lalu Iblis itu di suruh nya untuk pergi membunuh orang. Jin wanita cantik setelah mengetahui pemilik panti asuhan pun kini pergi meninggalkan kediaman tersebut, karena akan merepotkan bila Jin wanita cantik di ketahui oleh iblis yang berada di sana, Jin wanita cantik pun menghilang dan kembali ke pemilik nya.
Mawar yang sedang asik membaca di kagetkan dengan kemunculan Jin wanita cantik yang tiba-tiba.
“Haduh kau ini menghilang dan kembali tanpa memberitahu aku, Kamu membuat ku kaget saja Jin cantik.” Ucap Mawar.
“Siapa memang nya Jin cantik, cepat beritahu aku.” Ucap Mawar.
“Aku akan memberitahu pemiliku tetapi aku ingin setetes darah lagi karena aku sangat lelas untuk memulihkan diri ku.” Ucap Jin wanita cantik.
“Empp baiklah cepat, ini jari tangan aku masih luka dan masih meneteskan darah.” Jawab Mawar.
Mawar pun memberikan tetesan darah kepada Jin wanita cantik dan setelah itu Jin wanita cantik merasa segar kembali dia pun langsung memberitahu kepada Mawar.
“Pemilik dari panti asuhan itu bernama Bah Sutosomo dan dia manusia yang bersekutu dengan iblis untuk mendapatkan kekayaan dengan cara meminta kekuatan dari iblis tersebut.” Ucap Jin wanita cantik.
“Bah Sutosomo yah pemilik panti asuhan itu, aku tidak pernah mendengar nya, tetapi terima kasih yah Jin cantik telah memberitahu aku, jadi tidak penasaran lagi.” Jawab Mawar.
“Ok pemiliku, tetapi pemiliku tidak ingin melakukan hal lain lagi kan, hanya cuma ingin tahu itu saja.” Ucap Jin wanita cantik.
“Iah Cuma itu saja, mengapa emang yah.” Ucap Mawar.
“Oh tidak ada apa-apa pemiliku, kalau begitu aku ingin masuk kembali ke dalam Kitab Buhun untuk tertidur.” Ucap Jin wanita cantik.
“Silakan saja, terima kasih sudah membantu ku Jin cantik.” Ucap
Mawar.
Jin wanita cantik pun masuk kembali ke dalam Kitab Buhun yang sedang di pengan oleh Mawar, Kitab Buhun tersebut bercahaya saat Jin wanita cantik memasukinya.
Kini Mawar yang sudah mengetahui siapa nama dari pemiliknya ingin pergi lagi ke panti asuhan besok untuk main dan sekedar bertanya kepada pak Kusman untuk mengetahui mengapa dia bisa kenal dengan pemilik nya. Mawar pun yang sudah mengetahui kini gadis manis uyu berambut panjang yang terurai indah ingin mengambil cemilan untuk menemani saat membaca Kitab Buhun kembali, Mawar pun keluar untuk mengambil cemilan di dapur.
“Mawar mengapa Bapak dari tadi tidak bangun yah.” Tanya Bu Sulastri saat melihat Mawar keluar dari kamar nya.
“Mungkin bapak kecapain bu, kan habis kerja.” Jawab Mawar.
“Iah tetapi mengapa tidak bangun-bangun bapak belum makan itu.” Ucap Bu Sulastri.
“Bagaimana aku kasih tahu ibu yah kalau bapak habis di rasuki mahluk halus, pasti ibu tidak percaya, tetapi ya sudah lah bapak kan baik-baik saja.” Gumam Mawar.
“Loh di tanya malah bengong.” Ucap bu Sulastri.
“Eh iah bu Mawar mau ambil cemilan dulu di dapur, bapak nanti juga bangun bu tenang aja.” Jawab Mawar.
“Yah sudah kalau begitu.” Jawab Bu Sulastri.
Mawar pun pergi ke dapur untuk mengambil cemilan dan setelah itu Mawar langsung masuk ke kamar nya untuk melanjutkan membaca Kitab Buhun...,