Santet

Santet
Pertemuan Mengenaskan



Firman, Andri dan Dasep kini sudah merasa jauh dari kejaran pria paruh baya yang gila itu, mereka bertiga kini beristirahat sejenak karena merasa lelah terutama Andri yang terus menggandeng Firman berjalan.


“Andir apa elo gak merasa sakit dan pusing, itu darah di tangan mu meski sudah di ikat oleh kaus masih tetap kelaur banyak darah.” Ucap Dasep.


“Iah Andri sorry yah gue ngerepotin elu terus, menggandeng gue sampai sejauh ini padahal elo juga sama lagi terluka.” Ucap Firman.


“Sudah Man santai aja kita kan temen. Iah Sep, ini pasti lukanya dalam karena mulai merasa perih dan pusing ini juga, tetapi gue masih kuat ko untuk berjalan dan menggandeng Firman, elo tetap di depan saja yah, karena elo yang gak terluka jadi elo lebih waspada bila ada sesuatu di depan Sep, Makasih yah Sep telah bantu gue, ternyata elo itu baik gue sudah salah sangka sama elo Sep.” Ucap Andri.


“Sudah Andri gak apa-apa gue gak merasa di repotin ko, di situasi seperti ini kita harus saling membantu, tetapi gue ogah kalau membantu anak manja seperi si Firman.” Ucap Dasep, santai.


“Eh bacot lu emang yah, siapa juga yang mau di bantu sama elo yah Sep, gue kalau gak sakit gini kaki gue gak mau ngerepotin Andri, enek gue sama bacot elo.” Ucap Firman.


“Yah elah kalian berdua ngebacot mulu sudah lah di situasi begini mah harus nya akur-akur, bukan terus ngadu bacot.” Ucap Andri.


Dasep hanya tertawa saat melihat Firman ngedumel karena Firman tidak bisa apa-apa karena kakinya yang membengkak, tetapi Dasep juga merasa kasihan terhadap Firman cuman masih kesal karena bacotan Firman.


Firman pun merenung karena merasa menjadi beban untuk mereka berdua tetapi Firman merasa berterima kasih kepada Andri dan Dasep, cuma Firman gengsi untuk mengucapkan terima kasih terhadap Dasep karena masih kesal akan bacotan nya,


Andri hanya merasa lega melihat mereka berdua akur tetapi Andri masih merasa was-was saat memikirkan nasib teman-teman cewek nya, terutama terhadap Mawar.


Andri, Firman dan Dasep setelah merasa cukup beristirahat kini melanjutkan untuk menuju jalur pendakian untuk kembali ke Pos 2, setelah lama berjalan pelan-pelan dan cukup jauh dari tempat istirahat sebelumnya, Dasep yang berjalan paling depan, dari kejauhan Dasep melihat cahaya sorot senter, saat Dasep melihat sorot senter, Dasep langsung memberitahukan Andri dan Firman karena merasa bahwa sorot senter itu ialah teman-teman cewek nya.


“Andri, Firman lihat itu, sepertinya itu sorot senter apa itu sorot senter dari teman-teman cewek kita yah.” Ucap Dasep sambil menunjuk arah sorot cahaya.


“Iah Dasep itu cahaya senter, mungkin saja itu teman-teman cewek kita ayo kita ke sana.” Ucap Firman.


“Iah benar itu sorot senter tetapi kita harus melihat nya lebih dekat untuk memastikan apa itu benar teman-teman cewek kita atau orang lain, karena kita sedang di kejar oleh pria gila maka dari itu kita harus berhati-hati.” Ucap Andri.


“Bener juga Andri ucapan elo kita mesti hati-hati lebih baik kita cepat ke sana saja agar lebih dekat untuk memastikan nya.” Ucap Dasep.


Kini Andri, Dasep dan Firman mempercepat langkah nya untuk mendekati sumber sorot senter tersebut. Andri, Dasep dan Firman tekejut saat semakin mendekat terdengar suara teriakan Mawar dan Nisa yang begitu jelas.


“Andri, Firman apa elo juga mendengar suara Mawar dan Nisa berteriak.” Ucap Dasep.


“Iah Sep gue juga dengar apa mungkin Mawar dan Nisa dalam Bahaya.” Ucap Andri.


“Iah benar gue juga dengar suara Mawar dan Nisa sebaik nya kalian cepat lari ke sana biar aku nyusul pelan-pelan saja kalian cepat lari takut terjadi sesuatu terhadap Mawar dan Nisa.” Ucap Firman.


“Iah ayo Sep kita ke sana cepat kita lari.” Ucap Andri.


Andri dan Dasep kini berlari ke arah suara teriakan Mawar dan Nisa dan membiarkan Firman Sendirian karena tidak terlalu jauh kini Andri dan Dasep tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke tempat di mana suara Nisa dan Mawar berteriak.


Saat Dasep dan Andri sampai alangkah terkejutnya saat melihat Mawar dan Nisa sedang ingin di patahkan tangan nya oleh pria gila yang sama yang telah melukai Andri.


Kini Dasep dengan cepat langsung berlari ke arah pria gila itu dan langsung menendang badan nya, karena pria paruh baya itu fokus terhadap Nisa dan Mawar jadi pria paruh baya itu tidak sempat menghindar tendangan Dasep. Pria paruh baya itu tersungkur.


Nisa dan Mawar pun ikut tersungkur. Andri yang melihat pria gila itu tersungkur oleh Dasep kini andri langsung menolong Mawar dan Nisa.


Andri terkejut dan marah saat melihat Mawar dan Nisa wajah nya lebam dan tangan Mawar penuh Darah. Nisa kesakitan karena wajah nya lebam Mawar terisak menangis karena menahan rasa sakit.


Dasep yang kini waspada karena Pria gila itu sudah berdiri lagi.


“Kau pria gila itu berani sekali kau meluaki perempuan dasar bedebah Setan berwujud manusia.” Ucap Dasep, geram.


Peria paruh baya itu setelah berdiri dan menyoro tajam ke arah Dasep lalu dia tertawa.


“Hah hah hah hah hah, kurasa hari ini aku sangat beruntung tidak usah mencari kalian, aku akan sakti karena kalian akan membantu ku, hah hah hah hah hah.” Ucap Pria paruh baya.


“Kau pria gila dasar Setan berwujud manusia.” Ucap Dasep.


Sri, Marni dan Sani saat melihat Mawar dan Nisa terus menerus di siksa mereka gemetar dan merasa ketakutan lalu mereka bertiga sok dan pingsan.


Kini terjadi pekelahian antara Dasep dan Pria paruh baya itu.


Firman yang sedang sendirian berjalan pelan-pelan untuk menyusul Andri dan Dasep, kini tubuh nya terasa berat dan kaku, Firman tidak menyadari bahwa ada Arwah yang melayang-layang di atas ya setelah lama melayang-layang di atas Firman, Arwah itu menangkap Firman dan membawanya.


Firman ketakutan saat dirinya di tangkap oleh Arwah yang menyeramkan dan di bawa melayang menuju pria paruh baya.


Dasep yang sedang melawan pria gila itu kini pria paruh baya itu mundur dan mengambil buku tebal dari jubahnya lalu dia membuka Buku tebal nya, Dasep yang tidak menyerang nya kini hanya berdiri dan semakin waspada melihat pria gila itu.


Ketika pria gila itu sedang membuka Buku tebal nya, Dasep gemetar dan ketakutan saat melihat Firman yang melayang bersama Arwah yang menyeramkan.


Andri yang sudah menolong Mawar dan Nisa, Andri lalu menyuruh Mawar serta Nisa untuk bersembunyi, kini Andri berlari ke arah Dasep untuk menguatkan Dasep agar tidak takut saat melihat Arwah menyeramkan yang membawa Firman ke depan pria gila itu..,