Santet

Santet
Sampai Di Pos 2



Mawar kini menjadi pemandu jalan menuju Pos 2 tetapi sebelum berjalan Mawar menyimpan Kitab Buhun yang di temukan dan di ambil nya saat melihat Arwah yang menyeramkan masuk ke dalam Kitab Buhun, Mawar memasukan Kitab Buhun itu ke dalam tas nya, dan terlihat oleh Dasep.


“Mawar kamu tidak ingin membuang buku tebal itu yah, itu kan kalau gak salah milik  Setan pria gila itu.” Ucap Dasep.


“Iah benar, aku menemukannya tadi, aku akan menyimpannya dan mempelajari nya karena aku ingin mengetahui lebih jauh tetang Buku ini.” Ucap Mawar.


“yah sudah terserah kamu saja Mawar, oh ya apa kita masih jauh kembali ke Pos 2 nya Mawar.” Ucap Dasep.


“Entah lah Dasep tetapi kurasa akan segera sampai ko.” Jawab Mawar, sambil terus melangkah menelusuri jalur menuju Pos 2.


Mawar yang berjalan paling depan dan diikuti oleh Dasep yang sambil menggendong Marni, dan di belakang Dasep ada Andri yang menggendong jasad Firman serta di belakangnya Andri diikuti oleh  Sri, Sani dan Nisa paling belakang.


Setelah cukup jauh berjalan akhirnya Mawar dan yang lainnya sampai ke Pos 2. Panitia yang menjaga dan menunggu di sana sangat terkejut karena melihat kelompok 7 kembali lagi, padahal kelompok 7 yang di pimpin oleh


Andri seharusnya sudah sampai  ke Pos 3 atau sudah sampai ke puncak Gunung Babadakan melainkan mereka kembali.


Panitia pun sangat kaget saat melihat Firman yang di gendong oleh Andri dan melihat Marni yang di gendong oleh Dasep serta Nisa dan Mawar membawa pakaian yang berisi tengkorak manusia.


“Kalian sebenarnya ada kendala apa sehingga kalian kembali  ke sini, dan mengapa itu Firman di gendong oleh mu Andri, serta mengapa pula Marni di gendong oleh Dasep dan mengapa Mawar serta Nisa membawa tengkorak manusia dan mengapa kalian kembali ke sini hanya 7 orang ke mana 6 orang lagi.” Ucap Panitia yang menunggu Pos 2.


“Pak kami terkena musibah maafkan saya yang sebagai pemimpin kelompok pendakian ini gagal membawa kelompok dengan selamat, dan maafkan saya karena tidak bisa melindungi teman-teman saya, saya siap bertanggung jawab karena musibah ini.” Ucap Andri memelas.


“Tidak pak ini bukan salah Andri, salahkan saja saya, saya siap menerima hukuman dari kejadian ini.” Ucap Dasep.


“Pak Andri dan Dasep tidak bersalah melainkan ini terjadi karena kita tersesat saat memilih jalur pendakian ke puncak Gunung Babadakan dan juga ada seorang pria paruh baya yang ingin membunuh kami semua tetapi kami bisa meloloskan diri hanya Firman yang meninggal oleh pria paruh baya itu, sebaiknya bapak beserta panitia nge camp dan penunggu Pos 2 segera menangkap pria paruh baya itu, orang nya ada di jalur pendakian ini akan sangat berbahaya bila tidak menangkap nya pak.” Ucap Mawar.


“Iah pak bukan Salah Andri atau Dasep apa yang di ucapkan Mawar benar.” Ucap Nisa.


Panitia dan yang menunggu Pos 2 sangat bingung apa yang kelompok 7 bicarakan, tetapi saat mengulangi pembicaran lagi, panitia nge camp dan penunggu Pos 2 sangat kaget karena Firman yang di gendong Andri sudah meninggal di bunuh oleh seseorang dan Marni pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan darah, kini panitia nge camp dan penunggu Pos 2 menyuruh mereka beristirahat  dulu dan yang terluka di obati untuk penanganan pertama. Dan panitia nge camp serta penunggu Pos 2 memanggil Andri, Dasep, Mawar dan Nisa untuk berbicara lebih jelas lagi setelah mereka beristirahat sejenak.


“Kalian di serang dan ingin di bunuh oleh pria paruh baya, memang nya apa alasan dia ingin membunuh kalian, apa kalian mengganggu nya.” Ucap panitia nge camp.


“Saya tidak tahu alasan pria gila itu ingin membunuh kami pak, saya tidak mengganggu nya pak, karena pria paruh baya yang gila itu muncul tiba-tiba.” Ucap Dasep.


“Benar pak aku juga tidak tahu tetapi pria gila itu sangat tidak belas kasihan pada perempuan juga.” Ucap Andri.


“Tunggu dulu apa mungkin pria paruh baya itu yang selama ini kami cari dan para warga kampung lereng Gunung Babadakan cari, karena selama ini memang ada penculikan orang yang di lakukan pria paruh baya yang selalu membawa korban nya ke jalur pendakian Gunung Babadakan ini, tetapi kami selalu kehilangan jejak nya, maka dari itu kami selaku pengurus dan penunggu Pos 2 ini memberi tanda x untuk tidak di lalui karena itu jalur yang berbahaya, kalau boleh tahu di mana kalian bertemu dengan pria paruh baya itu.” Ucap penunggu pos 2.


“Di jalur dekat semak belukar pak , oh ya Andri dan saya juga menemukan gubuk di sana, apa mungkin pria paruh baya yang gila itu tinggal di gubuk itu pak, sebaiknya kita harus cari ke gubuk itu pak untuk menangkap pria gila itu, tetapi kita harus berhati-hati karena pria gila itu memiliki ilmu yang aneh bila ingin menangkap nya.” Ucap Dasep.


“Iah pak saya dan dasep menemukan gubuk di jalur dekat semak belukar tetapi saya tidak tahu apa yang di katakan Dasep benar atau tidak nya.” Ucap Andri.


“Kalau begitu kalian istirahat saja biar bapak selaku panitia dan pengurus serta penunggu Pos 2 di sini yang akan mengambil tindakan.” Ucap panitia nge camp.


Kini Andri, Dasep, Mawar dan Nisa menuju tempat Marni, Sri dan Sani yang lagi di obati oleh panitia untuk beristirahat sejenak, serta tempat Firman di baringkan sebelum di mandi kan di Pos 2. Karena di Pos 2 tempat ya cukup luas.


***


Pria paruh baya yang sudah di gubuknya kini marah-marah sendri dan dia berpikir keras sebelum melakukan tindakan.


“Haduh Kitab Buhun ku terjaduh padahal itu satu halaman terakhir lagi dan setelah membuka dengan darah yang masih perawan aku akan menjadi pemilik abadi Kitab Buhun itu, andai tidak ada pemuda itu aku pasti sudah berhasil.” Gerutu pria paruh baya.


Kini Pria paruh baya itu mengambil sesuatu di almari kecil nya setelah mengambil nya kini Pria paruh baya itu memakan nya, setelah memakan sesuatu yang di ambil nya pria paru baya itu sorot mata nya menjadi merah dan badannya berubah menjadi kekar.


“Mengapa aku tadi tidak memakai ini saja untuk melawan pemuda itu, baiklah sekarang aku akan kembali ke sana dan membunuh semua yang menghalangi ku dan mencari kitab Buhun ku.” Ucap pria paruh baya.


Pria paruh baya yang sudah memakan sesuatu kini tubuhnya  yang menjadi kekar dan sorot mata nya menjadi merah menyala dia langsung keluar gubuknya lalu berlari dengan cepat menuju tempat Kitab Buhun nya terjatuh dan ingin cepat menangkap orang- orang yang menghalanginya.


“Ternyata ramuan goib ku ini sangat berguna, ramuan yang terbuat dari daging dan darah manusia ini membuat tubuhku menjadi kekar dan tenagaku semakin kuat.” Ucap pria paruh baya sambil mempercepat lari nya.


Pria paruh baya itu berlari menerobos semak beluar kembali untuk sampai ke tempat di mana Kitab Buhun nya terjatuh dan orang-orang yang mengganggunya, alangkah geram nya pria paruh baya itu saat sampai tidak ada siapa-siapa semuanya sudah meninggalkan tempat itu.


Pria paruh baya itu pun berteriak kencang.


“Aahhhh sial ke mana pun kalian pergi akan aku tangkap dan aku bunuh.”


Pria paruh baya itu setelah berteriak kini mencari Kitab Buhun, sebelum mengejar orang-orang yang akan di tangkap nya, pria paruh baya itu sangat geram sekali karena saat mencari Kitab Buhun nya tidak di temukan. Kini Pria paruh baya itu pun berteriak kembali dan setelah itu pria paruh baya itu pun berlari mengejar Mawar dan teman-teman nya.


Pria paruh baya kini  berhenti saat menemukan dua jalur dan pria paruh baya itu pun mengendus ngendus agar mengetahui ke mana mereka pergi, setelah mengendus dan mengetahui ke mana mereka pergi nya saat menemuka dua jalur, kini pria paruh baya itu pun berlari dengan sangat cepat...,