Santet

Santet
Penampakan Anak"



Anak-anak yang menatap Mawar dengan tatapan yang kosong membuat bulukuduk Mawar merinding. Jin wanita cantik pun memperingati Mawar kembali untuk segera pergi.


“Pemiliku, cepat! sebaiknya kita pergi dari sini, anak-anak di sini sudah menjadi makanan Iblis yang sedang bobo santai, mungkin pemiliku tidak bisa melihat iblis itu, tetapi aku bisa melihat dan merasakannya dengan jelas, ayo sebaiknya pergi.” Ucap Jin wanita cantik.


Mawar yang tidak menghiraukan ucapan Jin wanita cantik, kini Mawar dengan perlahan berjalan mendekati salah satu anak kecil itu, ketika Mawar ingin menyentuh salah satu anak kecil yang ada di panti asuhan itu, Mawar kagek, karena ada yang menepuk pundak nya dari belakang, jantung Mawar terasa ingin copot, akan tetapi saat menoleh ke belakang gadis imut berambut panjang merasa lega karena pak Kusman lah yang menepuk pundak nya.


“Nak Mawar, sedang apa di ruangan kosong ini, anak-anak panti bukan di ruangan ini, melainkan ada di ruangan sebelah nya lagi.” Ucap pak Kusman.


“Loh ini banyak anak-anak loh pak, masa iah aku salah masuk ruangan, bapak gak liat apa.” Jawab Mawar.


“Masa nak Mawar masih muda udah rabun, coba liat ini ruangan kosong loh.” Ucap pak Kusman.


Mawar pun menoleh ke arah anak-anak yang dari tadi menatap dengan tatapan kosong, alangkah kaget nya Mawar saat menoleh lagi semua anak-anak sudah tidak ada, Mawar pun merinding dan menanyakan ke pak Kusman, akan tetapi penjaga panti asuhan hanya menyuruh gadis muda berambut panjang untuk segera keluar dari ruangan kosong itu.


“Sudah jangan nanya lagi sebaiknya nak Mawar keluar dari ruangan ini!, ruangan ini sengaja di kosongkan oleh pemilik yayasan panti asuhan, dan bapak pun tidak boleh masuk ke sini, kalau pun masuk hanya untuk membersihkan saja, itu pun seminggu sekali, karena nak Mawar masuk, oleh bapak nak Mawar di panggil-panggil tidak menjawab jadi bapak menepuk pundak nak Mawar. loh Nak Mawar mengapa bengong toh.” Ucap Pak Kusman.


“Oh begitu yah pak Kusman, maafkan Mawar sudah sembarangan masuk ke ruangan ini, Mawar tidak bengong ko pak, kalau begitu Mawar mau pamit pulang aja pak.” Jawab Mawar.


“Yah sudah tidak apa-apa, kalau mau pulang ini belanjaan bu Sulastri yang ketinggalan.” Ucap pak Kusman, sambil memberikan belanjaan bu Sulastri yang ketinggalan kepada Mawar.


“Terima kasih yah pak, kalau begitu Mawar pamit yah, nanti aja Mawar main ke sini lagi yah pak.” Ucap Mawar.


“Iah silakan saja mau kapan pun juga, hati-hati pulangnya yah nak Mawar.” Ucap pak Kusman.


Kini Mawar pun yang sudah pamitan pulang kepada pak Kusman Mawar langsung  berjalan keluar panti asuhan sambil membawa belanjaan yang ketinggalan, setelah agak jauh dari pati asuhan Mawar bertanya kepada Jin wanita cantik yang dari tadi melayang-layang di samping Mawar.


“Jin cantik mengapa tadi anak-anak itu bisa menghilang dan mengapa aku tidak sadar saat pak Kusman memanggil ku yah.” Ucap Mawar.


“Wahai pemilik ku, sudah aku kasih tahu bahwa anak-anak tadi itu korban iblis, mereka jiwa-jiwanya masih berada di sana jadi saat pemiliku ada di sana mereka mewujudkan diri dan hanya pemiliku lah yah bisa melihat, penjaga panti asuhan tadi itu tidak bisa melihat apa yang pemiliku lihat, maka dari itu penjaga tadi sangat terkejut saat pemiliku melihat anak-anak di sekitar ruangan kosong tersebut.” Ucap jin wanita cantik.


“Benar kah itu, jadi panti asuhan ini bukan panti asuhan biasa melainkan anak-anak panti asuhan ialah makanan iblis yah, apa begitu Jin cantik.” Ucap Mawar.


“Benar pemiliku, lebih tepatnya begitu.” Jawab Jin wanita cantik..


“Siapa yang tega melakukan itu terhadap anak-anak, di pandang orang pemilik panti asuhan ini pasti sangat dermawan tetapi di balik semua kedermawanan nya, sangat kejam sehingga membuat panti asuhan untuk  kedok dan menjadikan tumbal yang mengisi panti asuhan.” Ucap Mawar.


“Begitulah manusia bila sudah memiliki hasrat apapun akan di lakukan pemiliku, sebaiknya pemiliku jangan sekali-kali ke sana lagi karena iblis itu sangat berbahaya.” Ucap jin cantik.


“Sudah lah sebaiknya jangan karena akan merepotkan.” Ucap Jin wanita cantik.


“Kalau begitu aku hanya ingin mengetahui siapa pemilik yah saja dan kalau aku bisa ingin membongkar kekejaman nya.” Ucap Mawar.


“Jangan lah pemiliku nanti merepotkan.” Ucap Jin wanita cantik.


Mawar pun sepanjang jalan menuju rumah terus berbincang dengan Jin wanita cantik. Kini Mawar pun sudah sampai di depan rumah, bu Sulastri yang dari tadi menunggu Mawar pulang melihat Mawar berbicara sendiri, bu sulastri pun langsung bertanya kepada Mawar saat sudah sampai.


“Mawar kamu sedang mengobrol dengan siapa di lihat dari jauh sama ibu seperti asik mengbrol tetapi tidak ada siapa-siapa.” Ucap Bu Sulastri.


“Mawar gak ngobrol sama siapa-siapa Bu, oh ya ini belanjaan nya udah Mawar ambilkan.” Ucap Mawar, sambil memberikan belanjaan kepada ibunya.


“Terima kasih yah anak ibu yang cantik, ya sudah mungkin ibu salah lihat aja, lanjutin kalau lagi baca buku mah nak.” Ucap Bu Sulastri.


“Iah bu kalau begitu Mawar ke kamar dulu yah.” Ucap Mawar.


Mawar pun berjalan ke kamarnya dan setelah di kamar nya, Mawar duduk di kursi sambil bertanya kembali kepada Jin wanita cantik.


“OH yah, Jin cantik, apa kamu bisa melihat dari kejauhan.” Ucap Mawar.


“Iah tentu bisa lah aku kan ahlinya, memang nya ada apa pemiliku bertanya seperti itu.” Ucap Jin wanita cantik.


“Aku hanya ingin mengetahui siapa yang tega mengorbankan anak-anak untuk tujuan nya.” Ucap Mawar.


“Haduh pemiliku sebaiknya jangan lah berurusan dengan iblis yang ada di panti asuhan itu, pemiliku kan tidak ada urusan dengan pemiliknya.” Ucap Jin wanita cantik.


“Memang sih tetapi aku sangat kasian terhadap anak-anak yang tak berdoa itu.” Ucap Mawar.


“Kalau ingin mengetahui nya, tunggu sebentar aku akan menghilang dan mencari tahu siapa pemilik dari panti asuhan itu tetapi sebelum itu berikan aku setetes darah pemiliku.” Ucap Jin cantik.


“Baiklah kalau begitu.” Jawab Mawar.


Mawar yang penasaran ingin mengetahui siapa pemilik dari panti asuhan dan menyuruh Jin wanita cantik untuk mengetahuinya dengan sarat memberikan setets darah Mawar. Mawar pun melukai jari nya dan meneteskan darah kepada Jin wanita cantik.


Jin wanita cantik setelah di beri tetesan darah oleh Mawar dia pun langsung menghilang, Mawar pun terkejut karena menghilang Jin wanita cantik tanpa aba-aba, kini Mawar pun menunggu Jin wanita cantik kembali sambil membaca Kitab Buhun..,