
Mawar yang sedang membaca Kitab Buhun kini merasakan hal aneh saat membuka Jilid halaman ke lima dari Kitab Buhun tersebut, tulisan yang ada di dalam kitab itu bergerak setiap Mawar berkata, di ucapkan mau pun yang
terbesit di dalam hati.
“Ini aneh mengapa jilid ke lima yang baru aku buka dan aku lihat sangat aneh, setiap tulisan nya bergerak sendiri.” Ucap Mawar.
Jilid halaman ke lima tulisan di dalam nya bergerak dan membentuk sebuah kalimat yang di katakan oleh Mawar, lalu terbentuk lagi tulisan di bawah nya, tulisan menjawab kalimat yang tertulis sebelum nya, ketika Mawar mengucapkan kata ini aneh, tulisan dari jilid halam Kitab Buhun itu menjawab dengan kalimat.
“ini tidak aneh melainkan ini lah aku penunggu jilid ke lima aku adalah sang Jin kalimat pemberi jawaban.”
“Apakah tulisan ini hidup dan bisa menjawab setiap pertanyaan aku.” Ucap Mawar, sambil memegang Kitab Buhun.
“Aku adalah aku yang hidup menunggu jilid ke lima Kitab Buhun ini, benar aku akan menjawab setiap pertanyaan mu tuan aku.” jawaban Kalimat tulisan jilid ke lima kitab Buhun.
Mawar terkejut karena melihat tulisan-tulisan yang ada di jilid kitab buhun itu terus bergerak dengan sendirinya, dan menjawab setiap Mawar berkata atau pun yang tersirat di dalam pikiran nya. Mawar setelah tekejut kini mencoba untuk lebih mendalami jilid ke lima kitab Buhun tersebut.
“Apakah kamu bisa menjawab setiap pertayaanku wahai jilid ke lima dari Kitab Buhun.” Ucap Mawar, sambil memegang Kitab Buhun.
“Benar tuan aku, beri aku pertanyaan, aku akan menjawab yah.” Jawaban kalimat jilid ke lima kitab buhun.
Tulisan kalimat yang berada di dalam jilid ke lima kitab buhun kini kembali bergerak dan membentuk sebuah kalimat yang menjawab setiap ucapakan dari pertanyaan Mawar.
Mawar yang sudah mengerti tentang jilid ke lima Kitab Buhun, kini gadis cantik yang uyu itu menjadi penasaran ingin bertanya kepada jilid ke lima kitab buhun siapa yang mengirim siksaan kepada bapak nya.
“Baiklah kalau kamu bisa menjawab setiap pertanyaan aku tuan mu, apakah kamu tahu siapa yang mengirim mahluk halus yang menyiksa bapak aku sebelum yah.” Ucap Mawar, sambil memegang Kitab Buhun.
“Tentu aku tahu tuan aku, yang mengirim bapak mu siksaan tak terlihat itu ialah pemilik panti asuhan yang sudah tuan aku kunjungi.” Jawaban kalimat di jilid halam ke lima Kitab Buhun.
“Apa, mana mungkin, bapak aku tidak pernah mengenal nya dan pemilik yayasan panti asuhan itu baru tinggal di sebelah kampung aku.” Ucap Mawar, dengan sangat terkejut.
“Apa benar itu jilid ke lima Kitab Buhun kau tidak mengarangnya kan.” Ucapa Mawar, sangat terkejut.
“Benar, itu semua benar karena aku bisa melihat satu bulan ke depan dan 3 bulan yang sudah terjadi, apa bila tuanku belum percaya, akan aku tunjukan kebenaran yang tadi tuan aku sudah alami, tuanku sebelum ingin membaca Kibat Buhun, tuan aku pergi ke panti asuhan dulu bersama Jin putri cantik jilid terakhir pemilik Kitab Buhun ini bukan.” Jawaban kalimat jilid ke lima Kitab Buhun.
“Benar, ternyata kau benar-benar mengetahuinya, ini sangat hebat.” Ucap Mawar dengan terpana akan jawaban dari jilid halaman ke lima Kitab Buhun.
Mawar menjadi penasaran ingin menemukan siapa yang mengirim bapak nya penyakit aneh saat dua bulan ke belakang, dengan ada yah Kitab Buhun dan kemampuan yang tersimpan di jilid ke lima Mawar ingin segera mengetahui semua nya.
“Kalau begitu apakah kamu tahu siapa sepasang suami istri ini dan apa hubungan nya dengan bapak, serta apakah aku pernah bertemu dengan nya.” Ucap Mawar.
“Hubungan dengan bapak tuan aku ialah rekan kerja tetapi tuan aku akan segera bertemu dengan sepasang suami istri itu, sebelum nya tuanku belum pernah bertemu dengan nya.” Jawaban kalimat jilid halaman ke lima Kitab Buhun.
“Benar kah itu, kapan aku akan betemu dengan sepasang suami istri itu, dan apakah aku harus menemui pemilik panti asuhan untuk menanyakan alasan sepasang suami istri tesebut itu.” Ucap Mawar, sambil memegang Kitab Buhun.
“Sebaiknya jangan menemui pemilik panti asuhan itu tuanku karena dia memiliki iblis yang akan setia membantu nya, dia sudah bersekutu dengan iblis, untuk memiliki ilmu SANTET, pemilik panti asuhan itu dia lah Dukun santet yang sangat berbahaya, sebaiknya tuanku jangan berurusan dengan nya, lebih baik berhati-hati.” Jawaban kalimat jilid halaman ke lima Kitab Buhun.
“Tetapi aku ingin mengetahui nya, bagaimana aku akan mengalahkannya, bila tidak di hentikan dia akan terus melukai orang banyak serta akan banyak korban anak-anak panti, aku merasa aku harus menghentikannya, bagaimana cara apakah kamu bisa membantu aku.” Ucap Mawar.
“Sebaiknya tuan aku jangan berurusan dengan nya, tuanku lebih baik mencari tahu sepasang suami istri saja untuk memberi arahan kepada nya, agar tidak berbuat seperti itu lagi karena sepasang suami istri itu tadinya baik karena kecewa oleh bapak mu mereka menjadi seperti itu, tetapi bila tuan aku menghentikan pemilik panti asuhan itu, tuan aku akan celaka karena pemilik panti asuhan itu sudah tidak memiliki hati nurani, di hatinya dia sangat kejam berani membunuh tanpa menyentuh dan berani membunuh secara langsung.” Jawaban kalimat jilid kelima Kitab Buhun.
Mawar saat membaca kalimat jawaban dari jilid ke lima Kitab Buhun menjadi takut dan membuat tubuh Mawar bergetar, tetapi saat Mawar ingin bertanya kembali kepada jilid ke lima Kitab Buhun, Jilid ke lima Kitab Buhun tersebut menjadi kosong tanpa ada tulisan dan kalimat lagi, Mawar menjadi bingung karena mendadak tidak ada jawaban serta halaman jilid ke lima menjadi Kosong tanpa ada tulisan.
“Ini aneh mengapa menjadi kosong, apakah jilid ke lima ini ada jeda waktu yah, aku harus memanggil kembali Jin wanita cantik untuk menanyakan misteri di balik halaman jilid ke lima Kitab Buhun.” Gumam Mawar, sambil memegang kitab Buhun.
Mawar pun setelah memegang Kitab Buhun kini menyimpan nya di atas meja yang ada di depannya, lalu Mawar mengiris bekas luka goresan sebelum nya untuk memanggil kembali Jin wanita cantik, tetapi saat mengiris dan meneteskan darah ke Kitab Buhun Jin wanita cantik tidak muncul.
Mawar pun menjadi kebingungan apa yang sebenarnya terjadi terhadap Kitab Buhun tersebut kini Mawar merenung sejenak sebelum melakukan sesuatu..,,