Santet

Santet
Embah Yai Dores Tewas



Akwal, Bu Rt dan Pak Rt sudah kembali pulang.


"Duh lapar sekali, pantas ini sudah siang semalam begitu menakutkan sampai pagi pagi, untung ada Sutaman yang membawa Embah Yai Dores yah Bu." Ucap pak Rt


"Benar pak, tetapi ibu sangat takut melihat Embah Yai Dores itu, sangat menyeramkan dia menghilang begitu saja." jawab Bu Rt.


"Tetapi dia sakti Bu. Tuh Akwal kamu masih muda seharusnya kamu belajar ilmu begituh biar bisa bantu orang." Ucap pak Rt.


"Jangan gituh pak, kan Akwal juga lagi belajar ilmu agama, pasti Akwal juga bisa cuma belum saatnya semalam waktu di rumah Akwal berani loh pak menghadapi Dedemit sambil berdoa dengan lantang." Ucap Bu Rt.


"Masa iah Bu, benarkah itu Akwal apa yang di bicarakan bibi mu." Ucap pak Rt.


"Benar paman Rt, cuma Akwal masih perlu belajar lagi untuk menghadapi situasi seperti itu." Jawab Akwal.


"Kalau begitu kamu harus terus belajar Akwal soal ya penting ilmu itu, selagi masih muda, kalau paman sudah terlampau tua, hehe." Ucap paman Rt, sambil terseyum.


"Sudah sudah kita makan dulu saja ini sudah siap makanannya." Ucap Bu Rt.


"Baik bibi Rt." Jawab Akwal.


Kini Akwal, paman Rt dan bibi Rt makan bersama.


***


Kediaman Bah Sutosomo.


Boneka kulit hewan yang disimpan di atas meja meledak saat Bah Sutosomo meninggalkan sebentar untuk ke depan mengantarkan Nijar tamu yang ingin pulang karena sudah di jampe oleh Bah Sutosomo. Kini Bah Sutosomo sangat geram karena ada yang menantangnya.


"Siapa yang berani melawan aku. Akan aku buat dia mati." Gerutu Bah Sutosomo.


Kini Bah Sutosomo mengambil boneka kulit hewan lainnya dan melakukan ritual kembali serta melakukan serangan kepada yang menantangnya. Ritual pun di lakukan.


"Setan alas setan weles Setan Dedemit hadir hadir. Setan alas setan weles Setan Dedemit setelah datang pergi ke arah mana yang aku mau huak huok huak huok Hahahhaha. Segeralah pergi." Ucap Bah Sutosomo, sambil memegang boneka kulit hewan. Dedemit yang sudah berwujud kini melesaat entah ke mana.


"Hahah hahah Mati kau." Teriak Bah Sutosomo.


**


Kediaman Embah Yai Dores.


Embah Yai Dores yang sedang asik menghitung uang kini di terpa angin yang tiba tiba datang dengan kencang, Embah Yai Dores yang mengetahui ini bukan angin biasa melainkan serangan Mahluk halus kini Embah Yai Dores bersila dan melakukan susuguh sambil membacakan mantra, kini angin yang menyerangnya terhenti dan Embah Yai Dores bersiap lagi akan serangan serangan Mahluk halus lainnya.


"Ternyata ada yang ingin menguji kemampuan diri...., Ku, Hahaha hahaha. Aku akan menyerang kembali rasakan ini." Ucap Embah Yai Dores, sambil terus membaca mantra dan melakukan susuguh.


Kini Embah Yai Dores mengeluarkan keris pusaka miliknya untuk mengetahui keberadaan yang mengirim ilmu goib dan menantangnya. Setelah mengeluarkan keris.



Embah Yai Dores sudah mengeluarkan keris pusaka nya kini Embah Yai Dores mulai bersila dan mulai susuguh juga membaca mantra sambil memegang keris. Asap keluar dari seluruh tubuhnya kini Embah Yai Dores menghilang dari Kediamannya.


***


Kediaman Bah Sutosomo.


"Hah hah hah, ternyata kau rupanya yang telah menghalangi. Aku, berani sekali kau datang ke kediaman aku ini." Ucap Bah Sutosomo.


"Hah hah hah, ternyata hanya Kakek tua yang sudah bau tanah yang telah menyerangku." Ucap Embah Yai Dores.


"Apa aku tidak salah dengar, yang pertama mengganggu bukankah dirimu Tua bangka." Jawab Bah Sutosomo.


"Oh bukankah dirimu Kakek tua yang mengganggu ku." Ucap Embah Yai Dores.


"Apa ke datangan mu ke sini hanya untuk berbicara saja." Ucap Bah Sutosomo, dengan sini.


"Aku ingin membunuh mu tua bangka, karena telah berani menyerangku." Jawab Embah Yai Dores.


Kini Bah Sutosomo dan Embah Yai Dores mengadu kesaktian karena telah menganggu satu sama lain. Embah Yai Dores mengeluarkan keris dan menyerang Bah Sutosomo, dengan ilmu goibnya Bah Sutosomo kini menghindarinya kini giliran Bah Sutosomo menyerang Embah Yai Dores dengan ilmu goibnya Bah Sutosomo membuat Embah Yai Dores terpental beberapa meter sehingga memuntahkan darah dari mulutnya. Bah Sutosomo terseyum karena bisa melukai Embah Yai Dores. ketika ingin di serang lagi Embah Yai Dores kini menghilang. "Haduh untung aku cepat melarikan diri kalau tidak aku akan mati, ternyata tua bangka itu sangat sakti bisa melukaiku seperti ini." Gumam Embah Yai Dores, Sambil tangan memegang dada karena terkena serangan goib.


"Dasar pengganggu, sebenarnya siapa dia berani muncul dan menghilang di hadapan ku akan aku bunuh supaya tidak ada lagi yang mengganggu ku." Gerutu Bah Sutosomo.


Kini Bah Sutosomo memulai ritual kembali untuk mengejar dan membunuh Embah Yai Dores.


**


Kediaman pak Danar.


"Ibu Mawar masih takut, bu." Ucap Mawar, sambil memeluk ibunya.


"Sudah, Mawar jangan takut lagi, bapak sudah sehat dan baik baik saja, ibu juga takut tetapi kita harus melupakannya lebih baik kita sarapan dulu yuk." Ucap Bu Sulastri.


"Benar kata ibu mu Mawar jangan takut lagi, bapak sudah sehat lihat bapak tidak apa apa kan, sebaiknya kita makan dulu yuk pasti lapar bukan, biarkan ibu mu masak yah Mawar." Ucap pak Danar.


Mawar yang melihat bapaknya sehat dan ibunya mengajak untuk sarapan kini Mawar melepas pelukannya. Mawar dan ibunya Sulastri kini pergi ke dapur untuk masak sarapan. Kini masakan pun sudah jadi Mawar ibu Sulastri dan pak Danar makan bersama, mereka terlihat bahagia seperti tidak terjadi apa apa.


**


Kediaman Embah Yai Dores.


Embah Yai Dores yang merasa dirinya aman karena sudah meninggalkan kediaman Bah Sutosomo. Kini mencoba untuk memulihkan kondisinya yang terluka akan tetapi ketika Embah Yai Dores ingin bersila angin kencang mengarah kepada Embah Yai Dores sehingga Embah Yai Dores terpental jauh dan mengakibatkan luka dalam darah segar keluar dari mulutnya kini Embah Yai Dores geram dan menahan sakit, Embah Yai Dores bersila dan melakukan susuguh sambil membacakan mantra tetapi angin kencang terus menerus mengenai nya Embah Yai Dores yang sudah tidak kuat menahan kini tewas seketika mata melotot darah keluar dari mulutnya keadaan yang membuat siap saja akan ngeri melihatnya.


**


Kediaman Bah Sutosomo.


"Hah hah hah, ternyata kesaktian mu tak sebanding dengan ku. Kau pasti sudah mati dengan peliharaan Jin ku, Hah hah hah." Ucap Bah Sutosomo, yang kegirangan karena telah berhasil membunuh yang menggangunya...,