
Pak Danar yang sudah merasa membaik dan tubuhnya menjadi segar dan sehat, kini mulai bisa kembali berdiri dan berjalan. Pak Sutaman yang menyaksikan metode pengobatan pak Kiyai Santri, sangat takjub.
"Pak Danar sudah benar benar sehat." Ucap pak Sutaman.
"Iah pak Sutaman, saya benar sehat ini, badan saya segar sekali, iah pak Kiyai memang hebat." jawab pak Danar.
Pak Kiyai Santri yang sudah mengobati pak Danar kini terdiam karena merasakan kehadiran Mahluk yang tidak di ingin kan.
Pak Danar dan pak Sutaman yang sedang mengobrol pun berhenti karena melihat pak Kiyai Santri yang sedang fokus akan sesuatu yang tidak di ketahui. Pak Danar dan pak Sutaman pun saling berbisik dengan apa yang pak Kiyai Santri lakukan dan hal apa yang akan datang karena pak Danar dan pak Sutaman lama kelamaan merasakan tubuh nya berat dan merinding.
Pak Kiyai Santri yang dari tadi fokus melihat ke satu arah kini dengan cepat menangkap cahaya merah yang melesat ingin mengenai pak Danar. Cahaya merah itu kini di pegang oleh pak Kiyai Santri, tangan pak Kiyai Santri pun bergetar hebat memegang nya.
Setelah lama di pegang cahaya merah itu lenyap begitu saja, dan di balik jendela terdengar suara cekikikan Kuntilanak serta ada Pocong yang melayang ke arah pak Kiyai Santri, pak Sutaman dan pak Danar ketakutan saat melihat Pocong ke arah pak Kiyai Santri.
Pak Kiyai Santri dengan sigap bertakbir dan mengarahkan tangan nya ke arah Pocong itu seketika pocong itu lenyap. Kuntilanak yang cekikikan di balik jendela kini oleh pak Kiyai Santri di usir sambil melantunkan ayat suci AlQuran. Kuntilanak pun lenyap seketika.
**
Kediaman Bah Sutosomo.
Bah Sutosomo yang biasanya lancar saja untuk melakukan pekerjaan Santet nya kini merasa tidak berhasil setiap melakukan ritual nya selalu gagal dan Setan Dedemit Jin yang di kirim nya selalu kembali lagi. Bah Sutosomo geram dan kini Bah Sutosomo melakukan ritual kembali dengan meningkatkan ilmu goib nya.
Bah Sutosomo kini bersila dan melepaskan ruh dari ragan nya dan Ruh nya melayang melesat ke rumah pak Danar tujuan untuk melukai, alangkah terkejutnya Bah Sutosomo dan seseorang yang tubuh nya di selimuti cahaya putih. Bah Sutosomo mencoba untuk melukai pak Kiyai Santri yang bercahya putih tetapi tidak bisa kini Ruh Bah Sutosomo memasuki raga pak Danar seketika pak Danar yang sedang diam melihat pak Kiyai Santri kini matanya merah dan mengamuk pak Danar kesurupan Ruh Bah Sutosomo.
"Hah hah hah. Mengapa kau mengganggu ku apa aku punya urusan dengan mu." Ucap Bah Sutosomo yang merasuki raga pak Danar.
Pak Kiyai Santri menyadari hal aneh yang menimpa pak Danar, pak Sutaman menjadi ketakutan dan bersembunyi di belakang pak Kiyai Santri.
"Kau telah berbuat tidak baik, melukai dan mengirim Mahluk terkutuk, saya tidak memiliki urusan dengan mu tetapi kelakuan mu lah yang menjadi uruan ku sekarang." Jawab pak Kiyai Santri.
"Hah hah hah, kelakuan ku emang aku melakukan yang merugikan untuk mu, ini pekerjaan ku cepat jang halangi aku." Ucap Bah Sutosomo.
Bah Sutosomo yang merasuki jasad pak Danar kini mulai menyerang pak Kiyai Santri akan tetapi serangan nya bisa dihindari dan di tangkis karena sudah merasa keterlaluan pak Kiyai Santri kini berdoa dan seketika Ruh pak Kiyai Santri terlepas dari raga nya kini pak Kiyai Santri memaksa keluar Ruh Bah Sutosomo yang merasuki raga pak Danar.
Bah Sutosomo yang geram karena pak Kiyai Santri bisa menandinginnya kini di alam Ruh Bah Sutosomo mengeluarkan ilmu goib nya untuk menyerang pak Kiyai Santri.
Pak Kiyai Santri selalu menghindari serang Bah Sutosomo dan kini pak Kiyai Santri berdoa dan atas izin sang ilahi dengan ilmu Hikmah nya pak Kiyai Santri dengan sekali melemparkan serban sambil bertakbir serban yang di lemparkan pak Kiyai Santri dengan cepat serban itu melukai Bah Sutosomo.
Bah Sutosomo yang terkena serban pak Kiyai Santri langsung muntah darah dan Bah Sutosomo pun melarikan diri.
Pak Kiyai Santri yang sudah cukup memberikan pelajaran kepada Bah Sutosomo tidak mengejarnya melainkan kembali lagi Ruh pak Kiyai Santri ke raga pak Kiyai Santri.
Pak Danar yang kerasukan pun tersadar kembali, pak Sutaman yang melihat kejadian pak Danar kerasukan sangat ketakutan tetapi di beri air doa oleh pak Kiyai Santri menjadi membaik dan tidak ketakutan lagi. kini pak Kiyai Santri pun berhasil mengusir Setan Dedemit Jin dan mengalahkan Bah Sutosomo.
Akwal yang masih terbaring kini di obati pak Kiyai Santri seketika itu Akwal kembali sehat.
Mawar dan Bu Rt pun datang dan semuanya pun berkumpul di rumah pak Danar dan pak Kiyai Santri memberikan sedikit petuah untuk semuanya.
"jangan pernah membuat orang lain tersakiti meski itu kecil menurut diri sendiri dan jangan memiliki dendam sehingga ingin melukai seseorang, jangan pula menyimpan amarah terlalu besar di hati kita karena itu akan menyiksa diri sendiri ingat ada sebab pasti ada akibat, ada karma baik dan ada karma buruk. Berbuat baik lah agar kebaikan itu menolong dan jangan lah berbuat keburukan karena keburukan itu tak akan menolong melainkan merusak jiwa dan hidup. Alhamdulilah semua sudah kembali seperti biasa, pak Danar sudah sehat, Ingsaalloh tidak akan terjadi lagi seperti ini." Ucap pak Kiyai Santri.
Pak Kiyai Santri pun berpamitan kepada semuanya dan pulang ke rumah nya ke Kampung Lorong Hilir.
Bu Sulastri dan pak Danar merasa bersukur kejadian dua hari pun berlalu dan sudah sebulan berlalu tidak ada lagi teror mahluk halus, Akwal dan Mawar kini menjadi lebih dekat. pak Rt , pak Danar, pak Sutaman kini menjadi murid pak Kiyai Santri untuk belajar agama lebih dalam lagi.
Bah Sutosomo yang sudah dikalahkan oleh pak Kiyai Santri kini terluka parah dan Bah Sutosomo bukan nya bertobat melainkan bersumpah untuk lebih sakit lagi untuk balas dendam dia pun bertapa di gunung karena jiwa Bah Sutosomo pantang untuk dikalahkan.
Siapakah yang selama ini yang menyuruh Bah Sutosomo untuk melukai pak Danar. Sepasang suami istri itu siapa? masih menjadi pertanyaan bukan. Mungkin nanti akan di cerita kan kembali di chapter selanjutnya, mungkin sampai di sini dulu menceritakan dua hari kejadian. Terima kasih kepada kalian para pembaca, saya akan sejenak behenti menulis kisah Santet ini karena harus mengedit ulang dan semoga pembaca kisah ini mengambil pelajaran hidup agar tidak memiliki hati yang menyimpan dendam dan tidak berperilaku buruk. Berbuat baiklah karena berbuat baik itu mudah.
Assalamualaikum Wr. Wb...
Salam dari saya. semoga kalian sehat selalu dan berbahagia, aamiin...,