
Semuanya menjadi canggung, karena percekcokan yang terjadi, tetapi semuanya tetap melanjutkan perjalanan.
"Kita akan buat tenda di sini, ini cukup untuk membuat tenda kita semua, kurasa kita salah jalan karena tidak menemukan Pos 3, apa bila kita sekarang putar balik akan membutuhkan waktu yang lama akan sangat berbahaya bila malam hari masih melanjutkan perjalanan, banyak binatang serta tidak ingin terjadi seseuatu, saya sebagai ketua kalian maafkan saya karena memimpin kalian hingga salah jalan begini." Ucap Andri.
"Sudah tidak apa-apa ko Andri, ini kan sudah jadi kesepakatan bersama untuk mengambil jalur pendakian ini." Ucap Nisa.
"Iah sudah tidak apa-apa, tidak ada yang perlu kita salahkan." Ucap Mawar.
"Tidak ada tidak ada, jelas ada lah yang harus di salahkan, kalau kalian tadi memilih jalan yang aku pilih mana mungkin kita tersesat," bentak Dasep.
"Loh Sep, aku sudah minta untuk di maafkan mengapa masih marah." Ucap Andri.
"Lah tak cukup minta minta segala yang penting aku ingin segera menuju puncak aku tidak mau bersama kalian, lebih baik aku putar balik saja sendiri." Ucap Dasep.
"Lo ngenyel jadi anak Sep, jelas Andri sudah ngomong baik-baik, ini malah lo nyolot lama kelamaan gue enek liat muka lo." Jawab Firman, yang sangat kesal.
"Sudah kalian diam, Sep jangan gitu, kita semua sama ingin segera sampai, tetapi karena salah jalan jadi lama, Jangan gegabah untuk putar balik sendiri Sep, ingat ini di dalam hutan Sep bahaya kalau malam masih berjalan apa lagi sendirian." Ucap Andri.
"Lah gue gak peduli, jadi nyesel gue mau gabung sama kelompok pengecut seperti kalian." Ucap Dasep.
"Lah mengapa ngomong gitu Sep." Jawab Nisa, kesal.
"Sudah Nis, jangan ikut ikutan kita diem aja." Ucap Marni.
"Iah Nis, biarin aja dia, sudah jangan nambah percekcokan." Ucap Mawar.
"Lah gue enek sama omongan si Dasep." Ucap Nisa.
"Diam kau Nisa, kalau lo bukan cewek udah gue tabok mulut mu." Jawab Dasep, nge gas.
Firman dan Andri saat Dasep nge gas ngomong nya, Firman dan Andri tidak menjawab omongan Dasep, tetapi saat Dasep ngomong gak mengenakan kepada Nisa, Firman yang diam kini memukul Dasep, karena saking jengkel nya terus gacor mulut nya, Firman memuluk mulut Dasep.
Dasep yang gacor ngomong seenak jidat kini terdiam saat terkena pukulan Firman. Semuanya kaget atas tindakan Firman kepada Dasep, apa lagi Nisa merasa terbela oleh Firman, Andri yang melihat Firman memukul Dasep dan ketika Firman ingin memukul kembali, Andri langsung cepat menghalangi Firman.
"Sudah kau Firman, jangan maen pukul segala, cepat kaun harus minta di maafkan oleh Dasep." Ucap Andri.
"Tetapi Andri, dia itu bikin jengkel gue." Ucap Firman.
Dasep yang masih terdiam dan memegang mulut nya kini mulai berbicara lagi dengan semakin nge gas.
"Elo gak usah sok ngebela gue Andri gak perlu, gue bukan nya gak berani melawan loe Firman, awas kalian akan nyesel udah bikin gue kaya gini, aku akan putar balik." Ucap Dasep.
"Dasep kau jang pergi, aku bilang diam, biar besok kita melanjutkan, terlalu bahaya kalau sekarang." Ucap Andri.
"Sudah biarkan saja dia Andri, biar dia mati." Ucap Firman.
Andri pun menghalangi Dasep yang akan pergi sendiri, akan tetapi bukan nya bersikap baik, Dasep malah membentak Andri.
"Cueih gue gak sudi di ketuai sama loe Andri, muka aja ganteng tetapi gak berguna mimpin pendakian saja tersesat." Ucap Dasep.
Andri geram dan kesal tetapi masih menahan emosi nya.
Sri, Sani dan ke lima cewek lainnya hanya terdiam saat terjadi percekcokan, akan tetapi diam mereka bukan hanya sekadar diam melainkan diam karena kerasukan Arwah seorang pendaki yang mati saat pendakian. Mereka Semua cekikikan keras.
"Hik Hik Hik Hik Hik," mata Sri, Sani dan kelima cewek lainnya merah menyala.
"Kalian sudah membuat gaduh di tempat ku, kalian membuat Arwah ku dan teman teman ku terusik, sebaik nya kalian pergi atau kalian menemani kami di sini." Ucap Sri yang kerasukan Arwah pendaki.
Sontak semuanya menggigil ketakutan apa lagi Dasep yang tadi ngegas dan marah-marah menjadi menciut dan bergetar tubuh nya.
Andri yang melihat Sri ngomong dengan nada menyeramkan begitu, tubuh Andri merinding dan kaku. Firman yang tak bisa menggerakan tubuh nya karena terasa berat seperti ada yang menindih.
Marni membuka mulut nya lebar- lebar dan tak bicara sepatah kata pun karena ketakutan.
Nisa yang merasakan merinding di seluruh tubuhnya dan gugup kini mencoba untuk lebih tenang seperti Mawar.
Mawar yang sudah berpengalaman menghadapi situasi yang mengerikan, kini mencoba untuk tenang dan mulai berintraksi dengan Arwah pendaki.
"Iah maafkan saya beserta teman-teman, saya telah mengusik ketenangan istirahat kalian di sini, ku mohon dengan sangat untuk tidak merasuki tubuh teman-teman ku, aku mengakui bahwa aku salah, tak sopan dan sompral saat memasuki jalan pendakian ini." Ucap Mawar.
"Hik hik hik hik hii." Kau punya keberanian tetapi karena kalian sudah mengusik ketenangan kami di sini, maka kami akan membawa teman kalian, sebelum kalian menemukan tubuh ku dan tubuh teman-teman ku jangan harap aku kembali kan.
"Hik hik hik hik hii." Ucap Sri yang kerasukan Arwah pendaki.
Sri, Sani dan kelima cewek lainnya terus berjalan ke arah semak belukar, setelah Arwah pendaki yang merasuki Sri berinteraksi dengan Mawar, lalu mereka menghilang di bawa Arwah pendaki entah ke mana.
Mawar yang mencoba menahan Sri dan yang lainnya, malah Mawar yang tergusur dan kesakitan, kini Mawar melepaskan pegangan tangan nya ke Sri, Mawar melihat kejadi itu berteriak saat tubuh Sri dan yang lainnya menghilang.
"Sri sadar Sri kamu jangan dikalahkan sama Arwah yang merasuki mu Sri." Mawar menangis.
Nisa yang melihat kejadian tersebut menjadi kaku dan lemas, Marni yang melihat kejadian tersebut kini tak sadarkan diri.
Andri dan Firman kini merasa seperti mimpi, keduanya tak bisa mengerakan tubuh nya dan tak bisa mengucapkan sepatah kata pun, keduanya hanya kaku dan lemas seperti Nisa.
Dasep yang gemetar tubuh dan nyali nya menciut kini iah ngompol di celana lalu dia pingsan.
Mawar yang sudah menangis kini menguatkan diri, lau Mawar mencoba untuk menguatkan Nisa, Firman dan Andri yang lemas karena ketakutan dan masih membiarkan Marni dan Dasep yang pingsan.
"Kalian kuat kan diri kalian cepat kita harus tolong Sri dan yang lainnya cepat, kuat Andri, Firman kuat, Nisa juga kuat kan, cepat bangun, jangan lemas begitu kalian, kita harus tolong mereka." Teriak Mawar, sambil menangis..,