
Bu Sulastri yang berteriak ternyata melihat Setan yang menyeramkan membuat pak Rt dan Akwal kaget serta menghampiri Bu Sulastri.
"Mengapa Bu Sulastri." Ucap pak Rt.
"Itu pak Rt dari luar ada Setan kepala buntung saya kaget." Jawab bu Sulastri, gugup dan ketakutan.
"Apa Setan kepala buntung." Ucap pak Rt.
"Paman lihat ke luar, ternyata benar ada Setan kepala buntung datang kemari." Ucap Akwal.
Bu Sulastri, Pak Rt dan Akwal semuanya merasa takut dan seluruh badan mereka merinding. Kini Akwal yang ingin berdoa pun terasa kaku karena aura Setan kepala buntung sangat pekat. Pak Rt yang gemetar tubuhnya lama kelamaan lemas dan pingsan. Bu Sulastri yang semakin ketakutan kini histeris dan muntah karena bau amis yang di keluarkan Setan kepala buntung sangat bau sekali. Akwal yang merasakan bau amis yang menyengat pun muntah.
Setan kepala buntung kini melayang ke hadapan Akwal dan mencekik leher Akwal. Bu Sulastri semakin histeris karena melihat Setan kepala buntung mencekik Akwal. Akwal yang sudah tidak kuat menahan kini tubuh Akwal meronta ronta berusaha untuk melepaskan cekikan Setan kepala buntung. Karena sudah berusaha tetapi tidak bisa di lepaskan kini tubuh Akwal yang meronta ronta menjadi lemas dan tak berdaya.
"Apa ini, rasa sakit ini aku akan meninggal." Batin Akwal.
Akwal yang sudah putus asa hari ini akhir hidupnya kini Akwal hanya pasrah, cekikan Setan kepala buntung semakin kuat dan Akwal pun tak sadarkan diri karena menahan sakit kini tubuh Akwal pun di lempar ke luar halaman.
Bu Sulastri yang melihat itupun menangis tetapi tak bersuara hanya air mata yang terus mengalir di pipinya. Setan
kepala buntung kini menghampiri Bu Sulastri dan mencoba untuk mencekik dengan cara yanag sama. Setan kepala buntung kini mencekik leher Bu Sulastri, sampai tubuh bu Sulastri meronta ronta.
Beruntunganya Bu Sulastri saat kejadian mengerikan terjadi menimpanya. Pak Sutaman dan Pak Kiyai Santri telah tiba saat Bu Sulastri sedang dicekik oleh Setan kepala buntung. Saat melihat itu Sutaman sangat terkejut dan gemetar tubuhnya, pak Kiyai Santri dengan santai, saat meliat Bu Sulastri dicekik lehernya dia langsung melempar tasbi yang ada di tangannya ke arah Setan berkepala buntung.
"Bismillah, Allah Huu Akbar." Ucap Kiyai Santri.
Setan berkepala buntung melepaskan cekikan dileher bu Sulastri. Setan berkepala buntung kini berbalik ke arah Kiyai Santri dan ingin mencekik leher pak Kiyai Santri, akan tetapi dengan ilmu pak Kiyai Santri, sekali meniupkan angin sambil berdoa seketika Setan berkepala buntung itu menjadi asap dan menghilang.
"Alhamdulilah, Sebenarnya apa yang terjadi di sini pak Sutaman." Ucap kiyai Santri.
"Aku juga tidak tahu pak Kiyai, tetapi seperti ada yang mengirim Mahluk halus, ini kejadian dari kemarin malam pak Kiyai, sudah dua hari kejadian ini, oh dia pak Kiyai, pak Danar lagi merintih kesakitan di dalam kamarnya." Ucap pak Sutaman.
"Pak Kiyai, terima kasih telah menolong saya, kalau tidak ada pak Kiyai mungkin saya sudah mati." Ucap Bu Sulastri.
"Sudah jangan kepada saya, beterima kasih lah kepada Allah SWT dan bersukur, saya hanya menjalani sareat mungkin ini ujian kepada keluarga bu Sulastri, ingsaalloh saya akan membantu atas izin Alloh SWT." Ucap pak Kiyai Santri.
"Iah pak Kiyai. Pak Kiyai, pak Sutaman, cepat tolong Akwal tadi Akwal dicekik dan dilemar keluar. Ucap Bu Sulastri. Gugup.
"Pak Kiyai, tolong sadarkan dulu aja pak Rt yang lagi tak sadarkan diri ini, biar Akwal saya bawa ke sini setelah itu baru pak Danar." Ucap pak Sutaman.
"Ingsaallah saya akan bantu, iah cepat pak Sutaman." Jawab pak Kiyai Santri.
Pak Rt yang tergeletak kini diusap wajahnya oleh tangan pak Kiyai Santri, seketika itu pak Rt bangun.
"Alhamdulilah, pak Rt sudah sadar, ini minum dulu air putihnya ingsaalloh bisa menguatkan pak Rt, saya sudah mendoakan air ini atas ijinnya yakin ini akan menguatkan pak Rt." Ucap pak Kiyai Santri.
"Alhamdulilah, terima kasih lah kepada Allah SWT dan selalu bersukur, saya hanya menjalani sareat, semua atas izin dan kehendaknya." Ucap pak Kiyai.
"Iah pak Kiyai." Jawab pak Rt.
Kini Akwal sudah dibaringkan di kursi oleh pak Sutaman.
"Pak kiyai ini Akwal, nafasnya masih ada tetapi sangat lemah." Ucap pak Sutaman.
"Ingsaalloh saya atas izin nya mudah mudahan bisa mengobati Akwal." Ucap pak Kiyai Santri.
Akwal yang tak sadarkan diri kini oleh pak Kiyai Santri dengan ilmunya dia membaca doa dalam hatinya lalu mengusapkan tangan ke leher dan ke dada Akwal seketika Akwal tersadar.
"Alhamdulilah Nak Akwal sudah sadarkan diri, lebih baik istirahat saja dulu agar lebih membaik." Ucap pak Kiyai.
Akwal yang tersadar tidak berbicara hanya menganggukan kepalanya ke arah pak Kiyai Santri.
"Pak Kiyai, tolong suami saya, dia terus merintih kesakitan." Ucap Bu Sulastri.
"Iah Ingsaalloh Bu Sulastri, mari saya obati." Ucap pak Kiyai Santri.
Kini pak Kiyai Santri, pak Sutaman dan bu Sulastri memasuki kamar pak Danar, pak Rt tidak ikut karena ingin menemani Akwal yang masih lemas terbaring di kursi.
Pak Kiyai Santri dan pak Sutaman sangat terkejut melihat kondisi pak Danar yang begituh mengerikan, perutnya
semakin membuncit darah keluar dari mulutnya membuat siapa saja yang melihatnya tak akan sanggup. Bu Sulastri yang tidak kuat melihat suaminya kesakitan kini hanya sebentar masuk ke kamar dan langsung keluar sambil menangis.
"Pak Sutaman tolong ambilkan saya segelas air putih." Ucap pak Kiyai Santri.
"Baik pak Kiyai." Jawab pak Sutaman.
Kini pak Kiyai Santri duduk di sebelah pak Danar yang sedang terbaring dan menahan kesakitan. Pak Kiyai memejamkan matanya lalu dia memohon izin kepada sang ilahi lalu memulai memanjatkan Doa.
Pak Kiyai Santri yang sedang berdoa kini terlihat cahaya di tubuhnya. Pak Sutaman yang sudah mengambil segelas air putih, sangat takjub saat melihat tubuh pak Kiyai Santri bercahaya, pak Sutaman kini menunggu sambil memegang segelas air putih.
"Betapa sejuknya saat melihat ini." Batin pak Sutaman.
Pak Kiyai Santri kini tubuhnya bercahaya dan Ruh pak Kiyai Santri kini lepas dari tubunya dan Ruh pak Kiyai Santri memasuki alam Goib.
"Astagfirulloh, kejam sekali seseorang yang telah berbuat seperti ini." Gumam pak Kiyai Santri.
Di alam Goib pak Kiyai melihat tubuh pak Danar sedang di kelililngi oleh Setan, Jin dan Dedemit, tubuhnya di makan perlahan dan tubuh pak Danar di tusuk tusuk dengan besi panas. Kini pak Kiyai Santri menghampiri Mahluk Mahluk terkutuk itu untuk menolong pak Danar.
"Bismillah. Bismillah.Bismilah, Allah huakbar, Allah huakbar, Allah huakbar." Batin pak Kiyai Santri, sambil terus melangkah mendekat ke arah kerumunan Setan, Jin dan Dedemit....,