
Akwal yang melongo karena penjelasan polos Mawar kini Mawar pun pergi ke kamar nya untuk mengambil Kitab Buhun lalu memperlihatkan nya kepada Akwal.
“Nih lihat Akwal, Kitab Buhun ini yang aku temukan tetapi kamu harus rahasiakan ini yah, aku juga sih belum paham sepenuhnya, dan di dalam Kitab Buhun ini ada penunggu nya juga, yaitu Jin wanita cantik, meski aku sudah membuang Kitab Buhun ini, Kitab ini selalu kembali karena sudah terikat bersama aku, semenjak aku membaca ini aku juga bisa melihat hal yang tidak bisa di lihat sebelumnya, tetapi itu pun kadang-kadang.” Ucap Mawar.
Akwal yang melongo kini sudah tidak lagi karena Mawar menjelaskan kepada nya.
“Mawar apa kamu tidak takut memiliki Kitab Buhun ini, apa tidak ada yang mencari Kitab ini, pasti yang punya akan mencari nya loh sebaiknya kamu kembalikan saja.” Ucap Akwal.
“Pemilik nya itu sekarang aku Akwal, kan sudah terikat bersama aku, karena sebelumnya tidak ada yang memiliki, aku tahu karena yang memberi tahu tentang hal itu yang ada di dalam Kitab Buhun ini.” Ucap Mawar.
Wajah serta seyuman manis imut uyu Mawar terlihat berseri saat berbicara di depan Akwal, Akwal yang melihat wajah Mawar menjadi sedikit canggung. KIni Akwal yang penasaran terhadap Kitab Buhun yang di pegang Mawar pun, kini Akwal mencoba untuk meminjam Kitab Buhun dari Mawar untuk di buka halam demi halam akan tetapi saat Akwal ingin memegang nya tangan Akwal seperti terkena sengatan listrik Akwal pun berteriak kesakitan saat bersentuhan dengan Kitab Buhun milik Mawar.
“Ah sakit.” Teriak Akwal, sambil melepaskan kembali Kitab Buhun yang ingin di ambil dari tangan Mawar.
Mawar pun saat melihat Akwal ingin mengambil Kitab Buhun darinya sangat terkejut saat Akwal berteriak kesakitan.
“Akwal kamu tidak apa apa, mengapa dengan tangan mu.” Ucap Mawar.
“Aku tidak mengerti Mawar tetapi saat menyentuh Kitab Buhun ini tangan ku sakit seperti terkena sengatan dan ada setrum seperti listrik.” Ucap Akwal.
“Mana mungkin Kitab Buhun ini bisa begitu, aku biasa-biasa saja ko saat memegang nya, mengapa kamu yang ingin memegang nya kesakitan yah, apa Kitab ini hanya khusus untuk aku pegang saja yah.” Ucap Mawar.
“Aku rasa begitu Mawar, sebaiknya kamu simpan saja lah aku tidak jadi meminjam dan melihat nya.” Ucap Akwal.
“Kalau begitu aku akan menyimpannya kembli tunggu bentar yah aku ke kamar dulu untuk menyimpan Kitab Buhun ini.” Ucap Mawar yang langsung pergi ke kamar nya.
Akwal kini duduk di depan halaman rumah, tak selang lama Mawar pun kembali menghampiri Akwal.
“Mawar sudah menyimpan di tempat aman Kitab Buhun nya, dan juga pak Danar sudah mendingan yah.” Ucap Akwal.
“Iah sudah, Bapak sedang tidur mungkin lelah setelah menahan sakit.” Jawab Mawar.
“Kalau begitu aku mau pamit pulang dulu yah Mawar belum ganti baju ini sama belum mandi juga.” Ucap Akwal.
“Oh iah kalau begitu mah, mau di ambil itu makan di meja.” Ucap Mawar.
“Heheh untung kamu ngingetin aku Mawar, iah lah mau banget, agar nanti tinggal hangati aja, makasih yah.” Ucap Akwal.
“Tunggu sebentar aku akan mengambilkan nya.” Ucap Mawar.
Mawar pun ke dalam masuk dan membungkuskan makanan untuk di bawa Akwal pulang, setelah selesai membungkus makanan di meja nya Mawar menghampiri Akwal.
“Nih makanan nya habiskan yah jangan di buang.” Ucap Mawar.
“Ok siap terima kasih Mawar, paling di buang ke dalam perut lah, hehe.” Ucap Akwal.
Ketika Akwal ingin melangkah pulang bu Sulasti ibunya Mawar datang, yang sudah dari panti asuhan yang baru yang ada di dekat kampung nya.
“Nak Akwal, loh ko gak masuk dulu ibu baru datang ini malah mau pulang.” Ucap Bu Sulastri.
“Akwal sudah dari tadi ko bu, Akwal pamit pulang dulu yah bu.” Ucap Akwal.
Kini Akwal pun pergi pulang dan Bu Sulastri serta Mawar masuk ke dalam Rumah. Setelah di dalam rumah bu Sulastri menyuruh Mawar untuk menyimpan bekas wadah makanan.
“Mawar bapak di mana.” Ucap BU Sulasti.
“Bapak tidur bu di kamar karena kecapaian.” Ucap Mawar.
Mawar kini menghampiri ibunya Bu Sulastri yang sedang di ruang tamu dan Mawar pun duduk di sebelah nya.
“Oh yah bu tadi ibu ke panti asuhan yah gimana di sana rame gak bu, anak-anak yang ada di sana yah.” Ucap Mawar.
“Iah Rame sekali loh banyak anak-anak tetapi kemari katanya ada yang meninggal kasian anak yang usia 7 tahun jatuh dari tangga langsung meninggal makanya ibu ke sana sambil liat sambil ngasih makanan untuk mereka.” Ucap bu Sulastri.
“Wah masa sih bu ada yang meninggal terjatuh dari tangga kalau begitu nanti Mawar ke sana ah pingin liat dan ingin bermain kalau banyak anak-anak.” Ucap Mawar.
“Iah kasian yah anak usia 7 tahu jatuh.” Ucap bu Sulastri.
“Emang nya di sana pengusur nya gak mengawasi anak-anak panti yah bu, memang nya siapa yang punya yayasan panti asuhan itu bu.” Ucap Mawar.
“Itu yang punya orang jauh, tak banyak orang tahu kalau yang punya yayasan itu.” Ucap Bu sulasti.
“Oh gituh yah bu, kalau begitu Mawar ke kamar dulu yah bu mau baca-baca buku.” Ucap Mawar.
“Tugas kuliah dulu kalau ada jangan baca buku terus di kamar.” Ucap Bu Sulastri.
“Iah bu.” Jawab Mawar.
Mawar pun langsung berdiri dari duduk nya dan melangkah ke dalam kamar nya lalau menutup pintu kamar dengan rapat dan Mawar pun duduk di kusri yang di depan nya ada tumpukan Buku, Mawar setelah duduk kini Mawar pun mengambil Kitab Buhun lalu membuka nya kembali.
“Mengapa Kitab Buhun ini saat di pegang oleh Akwal reaksinya berbeda yah, jadi penasaran aku ingin memanggil Jin Wanita cantik untuk menayakannya.” Gumam Mawar.
Kini Mawar setelah membuka halama Kitab Buhun yang terakhir, lalu Mawar mengambil kater di laci meja nya yang ada di depan, Mawar lalu melukai jari tangan yah sendiri.
“Aw perih.” Ucap Mawar sambil melukai jari tangan nya, setelah keluar darah lalu darah nya di teteskan ke halaman terakhir Kitab Buhun tersebut, seketika Kitab Buhun tersebut becahaya dan keluar lah di dalam Kitab Buhun tersebut Jin wanita cantik.
“Wahai pemiliku ada apa kah gerangan membangunkan Aku.” Ucap Jin Wanita cantik.
“Aku hanya ingin bertanya karena sangat penasaran saat Kitab Buhun ini menyengat saat di pegang oleh Akwal.” Ucap Mawar.
“Wahai pemilik ku kalau seseorang memiliki kelebihan pasti saat memegang Kitab Buhun akan bereaksi seperti itu.” Ucap Jin Wanita cantik.
“Berarti Akwal memiliki kelebihan yah, emang nya apa kelebihannya, apa Jin cantik tahu.” Ucap Mawar.
“Wahai pemiliku Akwal itu memiliki aura yang kuat tetapi dia belum mengetahuinya, dan jangan sekali- kali untuk menyentuh Kitab Buhun ini lagi oleh Akwal.” Ucap Jin Wantia cantik.
“Loh memang nya mengapa tidak boleh Akwal memegang Kitab Buhun ini lagi.” Ucap Mawar, penasaran.
“Wahai pemiliku karena akan berbahaya bagi dirinya dan Kitab Buhun ini.” Ucap Jin wanita cantik.
Kini Mawar pun terdiam saat mendengar ucapan Jin wanita cantik..,,