Santet

Santet
Kekalahan Pria Paruh Baya



Pria paruh baya itu saat melihat Jin Wanita Cantik maju kehadapannya sangat terkejut karena begitu cepat dan langsung menyerang Arwah-arwah yang di panggilnya.


“Bagaimana mungkin kau hanya satu Jin bisa mengalahkan Arwah yang begitu banyak.” Ucap pria paruh baya, dengan panik.


Mawar yang tadinya ketakutan kini saat melihat Jin wanita cantik bisa mengalahkan satu persatu Arwah yang di panggil oleh pria paruh baya itu, Mawar menjadi semakin berani dan tidak takut lagi.


“Wahai Jin wanita, apa bila aku adalah tuan dan pemilik mu maka segera lah dengan cepat kalahkan Setan Arwah yang ingin melukai ku.” Ucap Mawar dengan lantang.


“Baik wahai pemiliku.” Jawab Jin wanita cantik, dengan terus mengalahkan satu persatu dari Arwah yang di panggil oleh Pria paruh baya itu.


Pria paruh baya yang tadinya merasa senang, kini semakin panik karena Arwah yang di panggilnya satu persatu musnah, akan tetapi pria paruh baya itu tidak mau kalah dia Kini membuka lagi halaman demi halaman kitab Buhun nya, dan setelah itu mengeluarkan semakin banyak  lagi Arwah yang menyeramkan.


Jin wanita cantik yang terus menerus mengalahkan satu demi satu Arwah yang menyeramkan, kini sudah merasa lelah dan Jin wanita cantik pun mendekati Mawar.


“Wahai pemiliku aku akan kalah kalau terus menerus ada Arwah yang bermunculan, aku butuh darah lebih banyak lagi agar kekuatan ku kembali kuat, apa bila tuan ku bersedia mengijinkan aku untuk menghisap darah tuan ku, maka aku akan menjadi kuat kembali dan bisa menghadapi Arwah yang bermunculan.” Ucap Jin wanita cantik.


Mawar yang terkejut saat permintaan Jin wanita cantik yang ingin menghisap darah nya, akan tetapi Mawar tidak memiliki pilihan lain, Mawar pun menyuruh Jin wanita cantik untuk menghisap darah  nya.


“Baiklah kalau memang begitu hisaplah darah ku sepuas mu wahai Jin ku.” Ucap Mawar.


“Baik tuan ku, aku tidak akan membuat mu mati hanya saja tuan akan merasa lemas saat aku menghisap darah tua.” Ucap Jin wanita cantik.


Pria paruh baya yang terus memanggil Arwah dari setiap halaman Kitab Buhun kini berhenti karena merasa sudah lelah tenaga nya untuk memanggil Arwah yang begitu banyak.


Pria paruh baya yang sudah memanggil Arwah kini menyuruh semua Arwah yang di panggil nya untuk menyerang bersama kepada Jin wanita cantik dan Mawar.


Jin wanita cantik yang sudah menghisap darah pemiliknya Mawar, kini semakin Kuat tetapi karena terlalu banyak Arwah yang akan di hadapinya Jin wanita cantik bukan Nya menyerang Arwah yang ingin menyerangnya melainkan dengan cepat masuk ke dalam Kitab Buhun yang di pengan oleh pria paruh baya itu.


Mawar yang melihat Jin wanita cantik masuk ke dalam Kitab Buhun merasa putus asa, karena yang di pikiran Mawar Jin wanita cantik terhisap kembali oleh Kitab Buhun milik pria paruh baya itu.


Pria paruh baya yang sedang memegang Kitab Buhun pun sangat terkejut saat Jin wanita cantik Masuk ke dalam Kitab Buhun, Pria paruh baya itu pun merasa senang karena sudah tidak ada penghalang untuk menumbalkan Mawar dan teman-temannya, akan tetapi saat Pria paruh baya itu merasa di atas angin akan menang. Kitab Buhun yang di pengan nya menjadi panas dan bercahaya sehingga pria paruh baya itu pun menjatuh kan Kitab Buhun tersebut. Pria paruh baya terkejut karena Arwah yang di panggil di setiap halaman demi halamn di dalam Kitab Buhun terhisap kembali ke dalam Kitab Buhun.


“Apa yang sebenar nya terjadi mengapa bisa begini.” Teriak Pria paruh baya, dengan emosi.


Mawar yang sudah merasa putus asa karena akan mati di jadikan tumbal pria paruh baya, kini merasa lega karena Arwah yang menyeramkan dan banyak yang ingin menangkap nya terhisap ke dalam Kitab Buhun. Mawar hanya melihat dengan terkejut karena setiap Arwah yang ada terhisap semua ke dalam Kitab Buhun.


Pria paruh baya kini melihat ke arah Kitab Buhun dan setelah itu menoleh ke arah Mawar dan semakin Geram kepada Mawar karena pria paruh baya mengira Mawar lah yang melakukan nya.


“Gadis sialan, apa yang telah kau lakukan dan apa yang kau printahkan kepada Jin sialan itu.” Ucap Pria paruh baya dengan geram.


Mawar sangat terkejut saat pria paruh baya itu berbicara kepadanya dengan tatapan yang tajam.


“Dasar kau gadis sialan.” Ucap Pria paruh baya itu, yang langsung berlari ke arah Mawar untuk membunuh Mawar.


Mawar yang melihat pria paruh baya itu berlari ke arah nya, Mawar merasa ketakutan dan badannya bergetar sehingga susah untuk bergerak. Mawar hanya bisa memejamkan Mata nya karena ketakutan saat pria paruh baya itu semakin mendekat dan ingin menusuk kan pisau yang di pegang oleh tangan nya.


Saat Mawar memejamkan mata, Mawar tidak merasakan ada serangan atau pun luka di badannya, Mawar memejamkan Mata nya cukup lama, karena merasa penasaran, Kini Mawar membuka Mata nya, alangkah terkejutnya Mawar melihat pria paruh baya itu sudah tidak ada dan situasi di Pos sangat sunyi.


“Sebenarnya apa yang terjadi.” Gumam Mawar, bingung.


Saat Mawar melihat ke arah Kitab Buhun yang Masih menyala, betapa kaget dan Mawar berteriak Histeris karena melihat darah yang begitu banyak membasahi Kitab Buhun, dan alangkah terkejutnya lagi saat ke munculan Jin wanita cantik di dalam Kitab Buhun.


Mawar melongo saat sesudah berteriak histeris karena Jin wanita cantik mendekati Mawar.


“Wahai tuan ku dan pemilik abadi ku, aku sudah mengembalikan setiap Arwah yang berada di setiap Halaman, dan Aku sudah menumbalkan manusia yang akan melukai pemiliku. Apa yang harus saya lakukan lagi pemiliku.” Ucap Jin wanita cantik.


Mawar yang keget dan lemas kini terbata bata karena melihat semua itu terjadi begitu saja.


“Wahai Jin ku sebenarnya apa yang terjadi.” Ucap Mawar.


“Inilah yang terjadi apa yang tuan lihat itulah kenyataan nya, cepat ambil Kitab Buhun itu meski penuh darah juga.” Ucap Jin wanita cantik.


“Ba, baiklah Jin cantik.” Jawab Mawar sambil berjalan untuk mengambil Kitab Buhun.


Mawar yang sudah dekat dengan Kitab Buhun kini mengambilnya, alangkah kaget Mawar saat tangan nya menyentuh Kitab Buhun karena terdengar jelas teriakan Pria paruh baya yang kesakitan, Mawar yang sudah memegang Kitab Buhun kini menjatuh kan nya kembali.


Jin Wanita cantik yang melihat Mawar menjatuhkan kembali Kitab Buhun kini mendekati Mawar dan berbicara kepada Mawar.


“Wahai pemiliku kau jangan ketakutan ingat baik-baik, aku itu ada di dalam Kitab Buhun kalau kitab Buhun hancur maka Aku dan kau juga hancur, kita itu sudah saling menyatu satu sama lain.” Ucap Jin wanita cantik.


Mawar yang sudah menjatuhkan Kitab Buhun kini mengambilnya kembali dan setelah itu baru menjawab ucapan Jin wanita cantik.


“Wahai Jin penunggu Kitab Buhun sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan aku, akan tetapi bagaimana dengan nasib teman-tema ku.” Ucap Mawar.


“Jangan berterima Kasih pada ku, harusnya aku yang berterima kasih, karena aku sudah di bangunkan oleh mu tuanku. Oh yah pemiliku nasib teman-teman mu akan aku bangun kan, akan tetapi setelah itu aku akan masuk lagi ke dalam Kitab Buhun, ingat jaga baik-baik kitab Buhun itu, aku akan muncul di hadapan tuan ku apa bila tuan meneteskan darah di setiap halaman Kitab Buhun, dan ingat di setiap halam Kitab Buhun ada mahluk yang menunggunya jangan membuka sembarang bila tidak ingin membahayakan diri tuan dan orang di sekitar tuan.” Ucap jin Wanita cantik.


“Baiklah terima kasih Jin Kitab buhun, kalau begitu bantulah teman-teman ku dan orang yang ada di sini untuk di sadarkan kembali.” Ucap Mawar.


Kini Jin wanita cantik pun menuruti ucapan Mawar dan Jin wanita cantik pun dengan meniupkan angin ke arah teman-teman Mawar yang pingsan dan penjaga serta panitia pun seketika mereka tersadar.


Mawar pun kini merasa senang dan bernapas lega melihat Andri, Dasep, Nisa dan yang lainnya tersadar..,,