
Nisa yang mendengarkan ucapan Mawar kini tidak menjawab nya melainkan berusaha membangunkan Sri dan Sani tak selang lama dari itu Sri dan Sani tersadar, mereka berdua menggigil ketakutan.
“Nis aku takut, aku ingin pulang sekarang aku gak mau di sini lagi, tangan ku sakit banget Nis.” Ucap Sri, sambil menggigil ketakutan dan menahan sakit karena tangan nya patah.
“Iah kita akan pulang sekarang ko Sri kamu kuat kan untuk berjalan, sudah tak lemas lagi kan, nanti setelah pulang tangan mu yang patah kita obati yah.” Ucap Nisa.
Sani hanya menggigil ketakutan dia tidak berbicara karena wajah nya yang lebam membuat nya susah berbicara, hanya terlihat air mata yang mengalir saat Nisa mencoba melihat wajah nya, Nisa mencoba menenangkan Sani dengan memeluk nya dan memberi Sani minum air putih.
“San kamu jangan nangis yah, kuat yah kita semua di sini sama takut tetapi kita harus berani agar bisa menghadapi situasi ini sama-sama.” Ucap Nisa, sambil memeluk Sani dan setelah nya memberi air minum.
Sani hanya mengangukan kepala nya saat melepaskan pelukan Nisa dan meminum air yang di berikn Nisa.
Mawar yang membangunkan Marni sangat susah untuk di bangunkan, kemungkinan Marni tak sadarkan diri karena banyak mengeluarkan darah dari tangan nya, karena itu Mawar membuka jaketnya lalu merobek kaus yang di pakai nya untuk mengikat tangan Marni agar bisa menghentikan darah yang keluar dari tangan Marni.
“Nis bagaimana ini Marni pingsan kemungkinan karena terlalu mengeluarkan darah, kita harus menggendong nya kalau ingin kembali ke Pos 2.” Ucap Mawar.
“Iah Mawar tetapi siapa yang akan menggendongnya.” Ucap Nisa.
Andri dan Dasep kini sudah siap untuk menggendong jasad Firman untuk di bawa ke Pos 2 dan menunggu Mawar dan Nisa membangunkan Sri, Sani dan Marni karena jaraknya yang agak jauh dari tempat Firman meninggal.
“Sep coba lihat ke sana siapa tahu di sana Mawar dan Nisa membutuhkan bantuan, biar aku di sini menjaga jasad Firman.” Ucap Andri.
“Iah Andri aku juga tadinya mau ke sana melihat teman-teman cewek, yah sudah aku ke sana dulu yah bentar kamu di sini dulu, cuma terhalang pohon besar itu saja kan.” Jawab Dasep, sambil berdiri dan melangkah menuju Mawar dan Nisa.
Kini Dasep pun mendekati Mawar dan Nisa alangkah terkejutnya Dasep saat mendekati Nisa dan Mawar ada tengkorak manusia yang tergeletak di bawah pohon besar, Dasep ketakutan tetapi ketakutannya kini bisa di hadapi Dasep. dan Dasep pun kini bertanya ke Nisa dan Mawar karena melihat Sri dan Sani masih terlihat lelah untuk di tanya.
“Nis, Mawar ini tengkorak manusia kan, mengapa ada di sini serta mengapa Marni belum juga tersadar.” Ucap Dasep.
“Iah Sep ini tengkorak manusia yang kami cari agar teman-teman kita kembali, karena Arwah pendaki akan mengembalikan temen-teman kita bila kita menemukan Jasad tiga orang teman nya, ini baru dua, kita terganggu mencari karena ada pria paruh baya itu yang mengganggu sehingga pencarian satu jasad lagi tertunda, jadi temen-temen cewek yang lainnya belum di kembali kan.” Ucap Mawar.
“Iah Dasep apa kamu ingin bantu mencari satu nya lagi.” Ucap Nisa.
“Waduh mengapa bisa begitu, kita akan mencari nya sesudah kita kembali ke Pos 2 saja lah yah.” Ucap Dasep.
“Tetapi waktu kita hanya sampai matahari terbit Dasep bagaimana ini.” Ucap Mawar.
“Bagaimana ini, kalau tetap di sini kemungkinan pria gila yang tadi akan ke sini lagi, sebaiknya kita ke Pos 2 saja dulu setelah di sana kita meminta bantuan, ayo cepat, kalau Marni masih belum Bangun biar aku saja yang menggendongnya, jasad Firman biar Andri sendiri saja yang menggendong nya karena Andri sudah merasa mendingan, kita harus cepat.” Ucap Dasep.
Nisa dan Mawar saling memandang satu sama lain untuk menjawab saran Dasep, mereka berdua pun setuju untuk mengikuti Saran Dasep, sedang kan Sri hanya mengikuti apa yang akan di lakukan teman-temannya, dan Sani hanya bisa menganggukkan kepala nya untuk setuju saran Dasep.
Kini saat Mawar berdiri dan membiarkan Marni di gendong oleh Dasep. Jin wanita cantik yang masih melayang-layang menghapiri Mawar.
“Wahai pemilik ku aku akan memberitahu mu bila pemiliku ingin cepat ke Pos 2 sebaiknya ambil jalur kiri setelah di depan ada dua jalur, aku akan masuk lagi ke Kitab Buhun karena darah yang kau berikan sudah kering, kalau pemiliku ingin memanggilku berikan satu atau dua tetesan darah milik mu aku akan muncul di hadapan mu dan jangan sekali-kali membuang Kitab Buhun itu, karena aku akan tetap mencari mu karena kau telah membuka halaman terakhir Kitab Buhun itu.” Ucap Jin wanita cantik, yang langsung masuk ke dalam Buku tebal yang di pegang oleh Mawar.
“Oh jadi buku tebal ini nama nya Kitab Buhun yah dan begitu cara memanggil Jin cantik di dalam Kitab Buhun ini, tetapi Arwah yang menyeramkan pun masuk ke dalam Kitab Buhun ini, apa mungkin di dalam setiap Halaman Kitab Buhun ini ada Mahluk yang menunggunya, kalau begitu aku sedikit mengerti, tetapi yah sudah lah aku harus segera menuju Pos 2.” Gumam Mawar.
Kini Semuanya pergi dari tempat itu. Sri yang sudah membaik kini mulai berdiri dan berjalan meski menahan sakit karena tangan nya patah, Sani juga kini sudah bisa berjalan lagi, ketakutan nya sudah mereda dan tubuh lelah nya sudah kembali bertenaga.
Mawar dan Nisa membawa tengkorak manusia itu dengan membungkus nya dengan pakaian.
Andri menggendong jasad Firman sedangkan Dasep mengendong Marni yang belum Sadarkan Diri.
“Oh ya kita akan kembali ke Pos 2 tetapi jalan mana yang akan kita lewati karena aku tak tahu jalan mana yang akan menuju ke Pos 2.” Ucap Andri, sambil menggendong jasad Firman.
“Iah Andri aku juga tidak tahu jalan nya bagaimana ini, kita harus memilih jalur mana kiri apa kanan ini.” Ucap Dasep, sambil menggendong Marni.
Nisa, Sri dan Sani panik karena Andri dan Dasep tidak mengetahui jalan menuju Pos 2, Mereka kira Andri dan Dasep mengetahui jalan kembali menuju Pos 2 karena terus mengajak untuk kembali. Ketika Nisa, Sri dan Sani panik kini di tenang kan oleh Mawar.
“Kalian jangan panik, kita dari sini lewat jalur kiri pasti akan sampai ke Pos 2 percaya pada ku, aku akan memimpin jalan ke sana dan jangan kalian bertanya apapun ikuti saja aku yah.” Ucap Mawar.
“loh ko ambil jalan Kiri Mawar.” Ucap Andri.
“Sudah jangan banyak tanya percaya pada ku saja yah.” Jawab Mawar.
“Ok kalau begitu aku setuju sama Mawar karena berkat Mawar juga teman-teman bisa kembali meski belum semuanya, kita masih ada waktu kalau kita sampai di Pos 2 untuk mencari kembali ke sini, yang penting kita sampai di Pos 2 jangan lebih dari jam 23:30 malam saja, ini kan masih jam 22:10 malam jadi bila ke sini lagi kita akan sempat mencari satu jasad lagi agar teman-teman kita kembali.” Ucap Nisa.
“Kalau begitu ayo cepat kita menuju Pos 2.” Ucap Andri.
Kini semuanya setuju Mawar yang menjadi pemandu jalan menuju Pos 2 dan setelah di Pos 2 mereka ingin meminta bantuan kepada panitia karena di setiap Pos ada panita yang menunggu..,,