
Mawar yang sedang mengusulkan saran untuk mencari orang pintar lebih dari satu kini dikagetkan oleh teriakan histeris Bapaknya.
"Tolong tolong ampun haduh ampun sakit sakit haduh sakit aah haduh sakit haduh haduh sakit." Teriak histeris pak Danar.
Kini semuanya berjalan menuju kamar pak Danar untuk melihat apa yang terjadi. Alangkah mengerikannya saat melihat pak Danar kini perutnya membuncit kembali dan seluruh tubuhnya penuh dengan luka dan mengeluarkan darah.
"Mengapa pagi pagi begini terjadi seperti ini." Ucap Akwal, dengan gugup.
"Ia Benar, mengapa pagi pagi begini terjadi seperti ini." Ucap pak Rt.
"Haduh ngeri sekali aku tak kuat melihatnya." Ucap Bu Rt, sambil pergi keluar dari kamar pak Danar.
"Bapak, mengapa lagi." Ucap Mawar, sambil gugup ketakutan.
Bu Sulastri yang melihat pak Danar yang kesakitan dan melihat kondisi mengerikan yang menimpa suaminya kini Bu Sulastri pingsan. Mawar yang melihat ibunya pingsan kini mencoba untuk membangunkan ibunya.
"Bu bangun bu bangun jangan pingsan bu jangan bikin Mawar ketakutan bu." Ucap Mawar, sambil menangis.
"Mawar jangan menangis kuatkan dirimu, pindahkan dulu ibumu agar tidak tergeletak di lantai." Ucap Akwal, sambil memegang pundak Mawar untuk menenangkannya.
"Ia cepat Akwal, kita angkat dulu tubuh Bu Sulastri untuk di baringkan ke tempat tidur." Ucap pak Rt.
Mawar yang menangis melihat ibunya Sulastri pingsan dan melihat Bapaknya histeris kesakitan. Kini Mawar melamun menatap kosong ke arah pintu jendela kamar pak Danar, Mawar yang bengong dan menatap kosong kini
dibiarkan karena merasa sudah tenang karena sudah tidak menangis oleh Akwal dan pak Rt.
kini di angkat tubuh Bu Sulastri oleh Akwal dan pak Rt ke tempat tidur untuk di pindahkan agar tidak tergeletak di lantai, setelah memindahkan tubuh Bu Sulastri kini Akwal dan pak Rt melihat pak Danar yang sangat mengerikan dan kebingungan untuk membantu pak Danar akan tetapi Akwal dengan sigap mengajak paman Rt untuk berdoa.
Tak selang lama Akwal dan paman Rt berdoa kini dikagetkan oleh Mawar yang disangka tadi sudah tenang kini Mawar cekikikan seperti suara Dedemit. Mawar tersenyum lalu cekikikan keras.
"Hik Hik Hik Hik Hik Ha ha ha ha Hik hik hik ha ha ha Ha Hik hik ihik hik." Suara cekikikan Mawar yang mendengarkan Suara Mawar cekikikan kini merinding Akwal dan pak Rt merinding dan mereka berdua pun kini berhenti berdoa sejenak karena kaget dan seluruh tubuhnya merinding.
*Akwal mengapa? dengan nak Mawar dia tadi seperti baik baik saja mengapa? mengapa tiba tiba nak Mawar menjadi seperti ini?" Tanya pak Rt, dengan gugup.
"Aku juga tidak tahu paman Rt tetapi kurasa kita harus menyadarkan dulu Mawar, apakah Mawar kesurupan paman Rt." Jawab Akwal.
"Hus kamu ini Akwal. Jangan sembarangan kalau ngomong itu." Ucap pak Rt.
"Sudah jangan ini itu ini itu cepat tolong nak Mawar." Ucap pak Rt.
Kini Akwal dan pak Rt merinding seluruh tubuhnya semakin pekat saat mendekati Mawar, Mawar yang cekikikan terus menerus kini terhenti saat Akwal memegang tangan Mawar yang sambil berdoa lalu Akwal dan pak Rt dikagetkan dengan suara Mawar yang seperti laki laki.
"Hah Hah hah, kalian akan tersiksa bila kalian terus menganggu diriku. Hah hah hah hah." Ucap Mawar yang seperti suara laki laki. lalu Mawar cekikikan kembali.
"Hik hik hik hik Hik hik hik haaa hik hik hik Haaaaa hik hik hik."
Akwal mencoba tidak gugup dan tetap fokus untuk berdoa, pak Rt yang mulai ketakutan saat melihat sorot mata Mawar yang merah menyala menyorot ke pak Rt kini pak Rt mencoba untuk tenang tetapi tetap ketakutan melanda
dirinya.
Bu Rt yang mendengar suara Mawar menjadi ketakutan. Bu Rt memilih untuk menjauh dan diam di kursi sambil berdoa sebisa mungkin agar menguatkan dirinya.
Ketika Akwal terus berdoa kini sorot mata Mawar menjadi merah menyala dan Mawar berdiri lalu melempar Akwal dengan mudahnya.
"Kau, berhenti untuk berdoa karena membuatku panas. Haa haaa Hah Hah Haaah." Ucap Mawar yang seperti suara laki laki.
Akwal yang kaget dan kesakitan saat di lempar oleh Mawar yang tindakan Mawar yang tak terduga, kini Akwal mencoba bangkit dan berdiri, Akwal langsung berdoa dan mengeraskan suaranya, kini Mawar seperti kepanasan saat Akwal berdoa dengan lantang dan Akwal bersiap untuk menangkap Mawar yang ingin melarikan diri. Pak Rt saat melihat Akwal dilempar oleh Mawar pak Rt gemetar tubuhnya tetapi itu hanya sementara saat mendengar suara doa Akwal kini pak Rt kembali lagi seperti biasa dan pak Rt mencoba untuk membantu Akwal untuk menahan Mawar yang mau melarikan diri.
Kini Mawar dipegang erat oleh pak Rt karena ingin melarikan diri. Akwal kini menempelkan tangannya di kening Mawar sambil berdoa dengan lantang. Mawar pun berteriak kesakitan. "Haaaaa Haaaa Panaaasss Haaaaa PaaaaaaNaaaaasss Saaakit PaaaNaaas KaaaaLiaaan akan merasakan akibatnya karena telah mengganggu Diriku Aaaah Panas." Teriakan Mawar yang seperti suara laki laki.
Kini setalah berteriak Mawar pingsan dan di gendong oleh pak Rt untuk di baringkan di kursi di dekat Bu Rt. Akwal bernafas lega karena permasalahan Mawar yang kesurupan sudah Klir tetapi Akwal yang baru bernafas lega kini dikagetkan oleh teriakan histeris pak Danar.
"Haduh bagaimana ini mengatasi pak Danar." Gumam Akwal. Pak Rt yang sudah menggendong Mawar dan membaringkannya di kursi di dekat Bu Rt kini pak Rt menghampiri Akwal.
"Biarkan dulu pak Danar seperti itu lebih baik kita menunggu pak Sutaman kembali yang akan membawa orang pintar dan jangan paksakan dirimu nak Akwal." Ucap pak Rt.
"Baik paman Rt, tetapi Akwal merasa kasian kepada pak Danar bapaknya Mawar yang begitu memperihatinkan." Jawab Akwal.
"Paman juga merasa kasian tetapi kita harus melihat kemampuan kita paman percaya kamu memiliki kemampuan tetapi kemampuan mu belum cukup untuk menghadapi situasi seperti ini nak Akwal." Ucap paman Rt.
"Ia paman, aku mengerti tetapi bagaimana kita menghadapi situasi seperti ini, apa kita hanya menunggu pak Sutaman membawa orang pintar kesini pasti akan lama paman bagaimana kalau kita memanggil bantuan warga untuk berdoa bersama di rumah pak Danar, paman." Jawab Akwal.
"Ide mu boleh juga Akwal tetapi warga akan menolaknya karena tahu kondisi pak Danar dari semalam para warga ketakutan bukan tidak ingin membantu melainkan tidak bisa berbuat apa apa bila ke sini juga. Jadi lebih baik kita menunggu pak Sutaman saja datang kesini dan kita tunggu pak Danar hanya memperhatikan saja dan kita awasi Mawar dan bu Sulastri agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan." Ucap pak Rt.....,,