
Samurai Around The World #6.
Setelah berbincang-bincang dengan Alexander hingga malam, Gloria pun langsung memanggil seluruh rombongan yang ikut untuk berdiskusi terkait rencana penyusupan ke Acara Pertemuan penting Presiden dengan para Duta Besarnya.
“Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki, cepat kesini!! Sekalian Allan dan ayahnya bisa kesini sekarang” teriak Gloria.
“Iya”
“Ada apa Nona Gloria memanggil kami kesini bersama Tuan Alexander?” tanya Girou.
“Begini, semuanya. Kita disini harus bergerak cepat dalam segala hal, termasuk dalam misi ini. Kalian tahu minggu depan ada pertemuan penting di Moskow?” tanya Gloria.
“Hmmmm, pertemuan Presiden itu ya, yang di Gedung Putih Moskow” Wilhiemma menjawab pertanyaan Gloria.
“Yap, benar sekali. Kita akan menyusup kesana untuk mendapatkan beberapa informasi yang kita inginkan, ini akan menjadi tugas pertama kita di misi kali ini” balas Gloria antusias.
“Bukankah disana akan ada penjagaan yang ketat oleh militer, Gloria?” tanya Felix.
“Aku sudah mendapatkan informasi A1 dari beberapa rekanku, bahwa meskipun mereka memperketat penjagaan mereka, kita akan bisa melewatinya. Di sumber A1 itu juga diberitahukan celah-celah penjagaan disana nantinya” Gloria menjawab pertanyaan Felix.
Seisi ruangan pun hening seketika saat mereka diberitahukan tugas pertama mereka yang mengerikan tersebut, Girou pun sedikit gelisah mendengar hal itu.
“Kalian jangan gelisah akan hal itu, apalagi Girou dan teman-temannya. Ini akan menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan untuk kalian” Gloria menenangkan Girou.
“Tapi tugas ini sangat berbahaya, Nona Gloria. Bagaimana jika kita tertangkap nantinya?” tanya Girou.
"Aku sudah dipercayai Carl untuk misi seperti ini, aku juga dipercayai untuk menjaga kalian di misi ini. Jadi aku akan menjaga kalian dengan segenap jiwa dan raga. Sekaligus aku akan mengenalkan kalian tentang penyusupan dan lain-lainnya. Jadi percayalah kepadaku” jawab Gloria.
Seisi ruangan pun hening lagi. Hanya suara hembusan nafas yang terdengar di ruangan itu.
“Ya sudah kami ikut. Tapi ini pertama kali kami ikut dalam misi penyusupan seperti ini. Jadi kami belum tahu apa-apa terkait misi ini” kata Yamazaki.
“Ya memang sewajarnya kalian belum tahu sih, tapi tidak apa-apa. Aku akan memberitahu kalian dasar-dasar saat misi penyusupan nanti”
Semua anggota pun setuju dengan usulan Gloria tersebut. Setelah itu, Gloria mengatakan, bahwa dia masih harus mendapatkan denah Gedung Putih yang menjadi tempat pertemuannya nanti dan urutan acara pertemuannya nanti. Allan pun langsung bergegas mengambil laptopnya untuk mencari denah tersebut. Gloria menyuruh Girou dan teman-temannya untuk beristirahat saja dulu, karena sudah larut malam, dan sebagai persiapan energi untuk besok. Girou dkk yang sudah mengantuk pun mengiyakan perintah tersebut dan langsung masuk ke kamarnya masing-masing. Setelah memastikan Girou dan teman-temannya masuk kamar. Gloria, Allan, Felix, dan Alexander pun melanjutkan pekerjaannya mencari informasi terkait misi penyusupan nanti.
Di pagi hari di hari besoknya, Girou yang sudah bangun duluan melihat Gloria, Allan, Felix, dan Alexander yang tertidur di sofa panjang dengan memangku laptop yang masih menyala, beserta dokumen yang berserakan. Girou pun yang enggan membangunkan langsung kembali ke kamarnya untuk membangunkan temannya.
“Hei, ayo bangun sudah pagi” Girou membangunkan teman-temannya.
“Hoammmm, iya aku bangun” Yamazaki yang baru bangun pun menguap dan menggeliat dari tempat tidurnya.
Wilhiemma yang masih mengantuk pun malah memalingkan wajahnya sambil menutup telinganya menggunakan bantal. Girou pun sedikit kesal melihat Wilhiemma yang malah memalingkan wajahnya.
“Hei, Wilhiemma. Sudah pagi, ayo bangun!! Kamu ini kebiasaan susah banget sih kalau dibangunin” gertak Girou sambil menggoyang-goyangkan badan Wilhiemma.
“Haaah!! Berisik! Pergi sana!” Wilhiemma menangkis tangan Girou.
“Ayo lah, Wilhiemma. Ini juga sudah pagi, kalau kamu masih belum bangun, kamu akan malas-malasan sepanjang hari nantinya” bujuk Yamazaki.
“Berisik!! Siapa yang peduli?! Sudah ku suruh pergi kok ngotot banget sih! Pergi cepat!” Wilhiemma yang emosi malah mengusir Girou dan Yamazaki.
“Heeeuuuhh, ya sudah, Yamazaki. Ayo cepat pergi dan tinggalkan Wilhiemma sendirian. Mungkin dia sangat capek jadi butuh waktu tidur yang lebih banyak” kata Girou.
“Ya sudah kalau begitu”
Girou dan Yamazaki pun mengambil peralatan mandi mereka dan segera menuruni tangga untuk mandi pagi. Di lantai pertama, ternyata Gloria, Felix, Allan, dan Alexander sudah bangun dan terlihat sedikit terkejut.
“Ada apa tadi? Kok ribut sekali?” tanya Gloria dengan sedikit bingung.
“Entah, aku pun tidak tahu. Apakah itu berasal dari lantai atas, Girou?” tanya Allan.
“Oh, suara berisik tadi? Itu Wilhiemma yang berteriak marah karena tidak mau dibangunin. Kebiasaan gitu terus dia, dari sejak masih di Jerman susah sekali membangunkannya” Girou menjawab pertanyaan Allan.
“Oalah, syukurlah, hanya suara Wilhiemma yang marah. Kukira ada apa tadi, fiuhh” Felix menghela nafas lega.
“Kenapa tadi Wilhiemma sampai berteriak seperti itu? Apakah dia sangat marah kalau dipaksa dibangunkan?”tanya Alexander.
“Entahlah mungkin seperti itu, Tuan Alexander. Entah kenapa anak itu sangat susah sekali dibangunin. Malah marah-marah sendiri” jawab Yamazaki.
“Biarkan saja, mungkin dia sedang capek sekali badannya. Dia kan anak perempuan, meskipun fisiknya kuat tapi kan tidak sekuat kalian sebagai anak laki-laki. Dia mungkin juga sedang “Datang bulan” jadi lebih sensitif dan gampang marah-marah. Jadi maklumi saja, kita sebagai laki-laki bisa apa” kata Felix.
“Iya juga ya, kita sebagai laki-laki bisa apa, hehe” celetuk Allan.
Seisi ruangan itu pun tertawa mendengar celetukan Allan. Girou dan Yamazaki yang sudah membawa peralatan mandi pun izin untuk menggunakan kamar mandi, Alexander pun mengizinkan Girou dan Yamazaki untuk menggunakan kamar mandinya. Girou pun langsung masuk ke kamar mandi dan Yamazaki masuk di kamar mandi sebelahnya. Setelah mandi, Girou dan Yamazaki melihat Wilhiemma yang sudah bangun.
“Panjang umur, baru dibicarakan sudah muncul aja. Selamat pagi, Wilhiemma” sapa Girou.
Setelah itu, Wilhiemma pun ikut mandi. Akhirnya semuanya pun bergiliran mandi. Setelah semuanya selesai mandi, mereka pun memulai tugas yang terputus di kemarin malam. Girou dan teman-temannya pun ikut menemani Gloria, Felix, Allan, dan Alexander di ruang tengah. Selang setengah jam, Allan pun mendapatkan denah lengkap dari Gedung Putih Moskow dan rundown acara pertemuan Presiden. Seisi ruangan itu pun senang mendengarnya. Allan pun menanyakan kepada Alexander dimana alat pencetaknya, Alexander pun menunjukkan dimana tempat pencetak tersebut. Allan pun langsung bergegas mencetak denah Gedung Putih dan rundown acaranya. Setelah dicetak, Allan pun langsung menunjukkan denah itu kepada Gloria.
“Ini dokumen-dokumennya, Nona Gloria” Allan menyerahkan dokumennya kepada Gloria.
“Iya, Terima kasih, Allan”
Gloria pun langsung membaca dokumen tersebut. Dan Gloria pun langsung menunjukkan jarinya ke salah satu kertas yang berisi tentang runtutan Acara Pertemuannya.
“Kemungkinan besar di jam-jam ini, para target-target kita tidak dijaga dengan ketat. Kita akan menangkap mereka di jam ini. Bagaimana?” tanya Gloria.
“Hmmmm, di situ tertulis di jam 12.00, Presiden dan Dubesnya akan break istirahat di private room. Bisa sih. Cuma bagaimana caranya kita menangkap mereka, Nona Gloria?” Allan bertanya kepada Gloria.
“Jadi gini, Allan. Lorong untuk menuju ke private room itu berjarak sekitar 500 m. Petugas keamanan akan menjaga Presiden dan Dubesnya dari kumpulan teman-teman pers. Jadi penjagaan di lorong itu akan sedikit lemah, mungkin nanti ada yang menjadi pengalih perhatian para petugas nantinya. Saat mereka sampai di ruangan itu, yang sisanya akan menyergap mereka di dalam ruangannya, simplenya sih seperti itu” jawab Gloria.
“Nah, lebih jelasnya mungkin seperti ini. Allan dan Tuan Felix akan menjadi pengalih perhatian para petugas keamanan, karena bisa dibilang, Tuan Felix dan Allan memiliki kekuatan fisik paling lemah. Nanti saat para penjaga menjaga kerumunan pers, kalian masuk ke kerumunan itu. Tuan Felix mungkin dapat menjadi petugas kebersihan yang sedang membersihkan lorong itu. Nah, Allan dapat menjadi petugas keamanan yang sedang bertugas. Nanti Tuan Felix menyapa dan mengajak ngobrol para petugas yang berjaga, Allan pun ikut dalam obrolan itu. Nanti aku dan yang lainnya menyusup dari belakang mereka, Allan” tambah Gloria.
“Boleh juga idemu, Gloria. Mungkin mereka akan menganggapku sebagai petugas kebersihan yang sudah tua dan
uzur” Felix pun menyeringai.
“Apakah kita akan mengambil baju dari salah satu petugas itu, Nona Gloria?” tanya Allan lagi.
“Iya, Allan. Kita akan menyekap salah satu petugas, dan mengambil baju mereka. Cara klasik, Allan” jawab Gloria enteng.
“Gimana caranya kita masuk ke ruangan private room itu, Nona Gloria?” Girou bertanya kepada Gloria.
“Kau lihat di sini, Girou? Di sini terdapat sedikit sekat di antara ruangan tersebut dengan ruangan yang lain. Nah kita akan masuk secara paksa di ruangan private melalui sekat itu, Girou” Gloria menjelaskannya kepada Girou.
“Oh, jadi seperti itu. Ya ya boleh boleh” kata Girou.
Ruangan itu pun hening membisu sejenak.
“Ya sudah kalau begitu, sekian saja diskusi pagi kita hari ini. Untuk rencana lebih detailnya bisa kita bicarakan lain waktu. Oh ya, Alexander, aku minta tolong. Kau bisa bertemu 'Orang itu' hari ini? ”tanya Gloria.
“Oh, orang itu ya. Hmmm, bisa sih. Mau kutemui sekarang?”
“Lebih cepat lebih baik. Kalau kau mau menemuinya hari ini, bergegaslah kesana, Alexander” pinta Gloria.
“Siap”
“Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki mau ikut tidak?” tanya Alexander kepada Girou dkk
“Ikut kemana, Allan” tanya Wilhiemma.
“Kita akan menemui orang penting lagi, Wilhiemma. Ini bisa menjadi pengalaman baru untuk kalian” jawab Allan.
“Kalau gitu aku ikut deh” balas Wilhiemma
“Kami juga ikut” jawab Girou dan Yamazaki bersamaan.
“Ya, sudah kalau kalian ikut bergegaslah bersiap-siap” suruh Allan.
“Nah, Allan juga ikut dong, kamu kan yang jadi perwakilan nantinya, Nona Gloria dan Tuan Felix saja yang di rumah” Allan mengajak Alexander juga.
“Baiklah, aku akan ikut bersama kalian. Tapi aku siap-siap dulu ya”
Mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan. Setelah selesai, mereka pun bergegas pamit kepada Felix dan Gloria.
“Kami berangkat dulu ya, dadah!!” Wilhiemma melambai kepada Felix dan Gloria.
“Iya, hati-hati di jalan ya” balas Gloria.
Ternyata Alexander sudah menunggu di dalam mobilnya.
“Hei, ayo cepat masuk mobil” teriak Alexander di dalam mobil.
Girou dkk dan Allan pun bergegas masuk ke mobil.
“Kalau semuanya sudah siap, Ayo berangkat!!!” teriak Alexander.
“Ayooo!!”
-To Be Continued-