Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 10: Langkah Selanjutnya.



Samurai Around The World #10.


Mereka pun segera berkumpul di ruang tengah sesuai permintaan Igor setelah sarapan. Setelah semuanya berkumpul di ruang tengah, Igor pun langsung membuka diskusi.


“Ya, langsung kita mulai saja diskusinya. Kemarin rencana kita menemui Volk untuk meminta bantuannya gagal. Sekarang kita berfokus kepada rencana selanjutnya, yaitu rencana penyusupan di Gedung Presiden 4 hari kedepan. Kita akan mematangkan rencana Gloria yang saya sudah dengar beberapa hari lalu. Nah, saat penyusupan nanti saya akan berperan sebagai apa? Masak saya gak ngapa-ngapain.” tanya Igor penasaran untuk


membuka diskusi di pagi hari.


“Eh, iya juga ya. Mungkin Tuan Igor tidak akan ikut dalam misi ini. Karena takutnya ada yang mengetahui siapa anda sebenarnya. Untuk bantuannya, mungkin kami membutuhkan bantuan berberapa pasukan yang handal dalam menyusup untuk meneman kami, mungkin itu bantuan yang bisa dilakukan oleh Tuan Igor.” jawab Alexander.


“Oh, beberapa pasukan yang handal menyusup ya. Iya iya, aku akan memanggil beberapa bawahan dan teman-temanku yang setia denganku untuk ikut membantu kalian.” Igor yang menyetujui usulan Alexander.


“Memang bawahan anda tidak akan mau apabila disuruh untuk melawan negaranya sendiri, Tuan Igor?”gantian Wilhiemma yang bertanya.


“Mereka adalah segelintir tentara yang sadar akan nasib negaranya. Misi ini juga kan untuk kebaikan Negara ini sendiri agar tidak ikut-ikutan masalah Negara orang. Negeri ini sekarang sudah rusak oleh beberapa pejabat tinggi Negara yang tidak amanah dalam menjalankan tugasnya, mereka sudah tidak lagi bekerja dengan hati nuraninya. Mereka selalu memikirkan uang uang dan uang saja. Mungkin dengan adanya gerakan seperti ini, negeri ini akan sedikit berubah.” jawab Igor.


“Oh jadi seperti itu ya. Kita kembali ke topik pembicaraan yang tadi, tentang pematangan rencana penyusupan. Mungkin ada yang ingin mengusulkan rencana yang lainnya?” kata Alexander.


“Rencana itu sebenarnya sudah bagus. Tinggal sedikit penyesuaian rencana dengan pasukan milik Igor saja. Berapa pasukan yang bisa membantu di misi ini, Igor?” Felix yang bertanya kepada Igor.


“Mungkin hanya sekitar dua regu pasukan saja. Sebenarnya bisa lebih dari itu, tapi mungkin aku akan memanggil pasukan yang sudah sangat setia denganku. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.” jawab Igor.


“Dimana kita bisa menemui pasukan itu untuk menyusun strategi, Tuan Igor?” tanya Gloria.


“Pasukan-pasukan itu sebenarnya terpisah satu sama lain di berbagai kota di Soviet. Tapi santai saja, aku akan memanggil mereka ke Moskow.” jawab Igor.


“Aku akan menyuruh mereka membawa peralatan lengkap untuk berjaga-jaga jika terjadi pertempuran nantinya.” imbuh Igor.


“Ya mungkin itu bisa membantu kita semua nantinya.” kata Felix.


“Nah, mungkin ini bisa menjadi tugas untuk Allan dan yang lainnya. Tolong carikan informasi siapa saja pejabat Soviet yang berhubungan dengan Silhouette. Dan cari tujuan Soviet menjalin hubungan dengan Silhouette.” pinta Felix.


“Siap laksanakan, Tuan Igor.” jawab Allan semangat.


“Mungkin Felix juga ingin ikut membantu, mantan informan Jerman kok kerjaannya diam saja? Buktikan kalau dirimu seorang informan handal dengan membantu mereka mencari informasi tersebut. Mungkin dengan bantuanmu pencarian informasi tersebut akan lebih cepat.” kata Igor.


“Iya iya, Igor. Ayo anak-anak kita cari informasi itu sekarang!!" seru Felix untuk menyemangati yang lain.


“Ayo!!!” balas yang lain.


“Tuan Igor mau kemana?” tanya Wilhiemma karena melihat Igor bersiap mau pergi.


“Aku ingin menemui salah satu pasukan yang membantu kita. Kebetulan dia sedang di Moskow, jadi aku menemuinya.” jawab Igor.


“Kalau kami ikut baga ---“


"Kalian tidak perlu untuk memaksakan ikut, kalian di rumah saja membantu Felix dan lainnya.” Igor yang memotong perkataan Wilhiemma


“Oh jadi seperti itu ya. Ya sudah kalau begitu. Semoga nanti pertemuannya memuaskan ya!” teriak Wilhiemma.


“Ya, Wilhiemma.”


“Alexander, aku pinjam mobilmu ya.” kata Igor kepada Alexander


“Ya tidak apa, Tuan Igor. Kuncinya ada di belakang pintu depan.” balas Alexander.


Igor pun langsung pergi menggunakan mobil Panther milik Alexander untuk menemui salah satu pasukan yang akan membantu saat penyusupan nanti.


Girou dkk pun ikut bergabung bersama Felix, Allan, dan Gloria yang sudah duluan. Karena Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki tidak tahu harus melakukan apa, mereka pun hanya melihat yang lain bekerja.


“Kau sedang membuka aplikasi apa, Allan? Kok asing begitu bentuknya?” tanya Girou penasaran.


“Ini bukan aplikasi, Girou. Ini adalah sebuah sistem yang kubuat sendiri untuk mencari informasi yang aku inginkan. Ku masukkan kata kuncinya, sistemnya pun akan segera mencari informasi berdasarkan kata kunci tersebut. Tapi tidak semua kata kunci bisa digunakan. Dan itu yang harus membuatku mencari informasinya secara manual. Begitu, Girou.” jawab Allan.


“Oh jadi seperti itu ya. Ya sudah karena aku tidak tahu menahu dengan sistem komputer dan yang lain sebagainya, aku akan duduk santai saja. Tapi kalau kalian butuh bantuanku tinggal bilang saja, Ok?”


“Ok, Girou.”


Girou pun kembali ke kamarnya untuk mengambil buku yang belum selesai dibacanya. Yamazaki pun berjalan menuju kulkas untuk melihat makanan apa yang masih tersisa di kulkas. Dan ternyata ada beberapa buah-buahan yang masih tersedia di kulkas, Yamazaki pun mengambil beberapa buah tersebut dan mengupasnya. Setelah mengupasnya, Yamazaki pun memotong-motong buah itu dan menaruhnya di piring. Setelah selesai disajikan di piring, Yamazaki pun membawanya ke meja ruangan mereka berkumpul, dan pas saat Girou turun membawa buku yang ingin dibacanya.


“Mantap Yamazaki. Gitu dong disajikan buah.” teriak Allan senang.


“Iya hehe”


Mereka semua pun mencomot buah-buah yang sudah disajikan Yamazaki tadi. Girou pun duduk santai sambil membaca bukunya. Yamazaki yang sejak tadi bingung mencari aktivitas pun bertanya kepada Girou.


“Di tas mu itu bukunya apa saja? Aku bosan banget soalnya.” tanya Yamazaki kepada Girou.


“Macam-macamnya bukunya, kau bisa lihat sendiri di atas sana.” jawab Girou.


“Iya deh aku akan ke atas.” kata Yamazaki.


“Kau tidak bosan, Wilhiemma?” tanya Girou kepada Wilhiemma.


“Bosan banget sebenarnya, niatnya tadi mau ikut dengan Tuan Igor, tapi gak jadi. Mau baca buku yang kau bawa aku juga malas. Mau tidur tapi belum ngantuk.”Jawab Wilhiemma malas-malasan.


“Yare-yare.”


Ruangan itu pun sedikit sepi hanya suara diskusi dari Allan, Alexander, dan Gloria saja yang mengisi ruangan itu. Girou dan Yamazaki membaca buku yang mereka bawa dengan takzim, sedangkan Wilhiemma malah tertidur dengan nyenyak. Sekitar 1 jam lebih mencari informasi sana-sini, akhirnya Allan menemukan informasi terkait beberapa list nama pejabat yang berhubungan dengan organisasi Silhouette.


“Akhirnya ketemu juga!” seru Allan girang.


"Apa yang kau temukan, Allan?” tanya Alexander bingung.


“Aku menemukan file berisi nama-nama pejabat yang pernah berurusan dengan Soviet. Dan disini disebutkan berbagai kesepakatan yang dibuat oleh Silhouette kepada Soviet.” jawab Allan.


Allan pun menunjukkan file itu kepada Alexander. Alexander pun terkejut melihat banyaknya pejabat Soviet yang berurusan dengan  Silhouette.


“Waw, banyak sekali pejabatnya. Ckckck mengerikan.” kata Alexander.


“Mereka juga berhubungan terkait transaksi senjata api, beberapa ada rudal, bahkan disini tertulis transaksi alat militer mutakhir yang belum pernah dikeluarkan di masa ini.” sahut Girou.


“Silhouette itu sebenarnya organisasi apa sih? Kok sampai transaksi rudal dan alat mutakhir segala sih.” tanya Gloria geram.


“Mereka bukan organisasi kriminal biasa, kelas mereka bukan lagi geng jalanan dan lainnya. Tapi sudah menyentuh Negara berkuasa.” kata Yamazaki.


“Ya sudah kalau begitu, kalau sudah ketemu segera berikan file tersebut kepada Igor. Mungkin dia sudah menunggunya dari tadi.” suruh Felix kepada Allan.


“Siap, akan kukirimkan segera.”


Allan pun segera mengirimkan file tersebut kepada Igor. Dalam waktu sekejap pun pesan itu telah dibalas oleh Igor dengan jawaban yang memuaskan. Igor menyuruh Allan untuk mencari informasi yang selanjutnya. Allan pun mengiyakan perintah dari Igor untuk mencari informasi yang selanjutnya. Semuanya pun meregangkan badannya untuk melanjutkan pekerjaannya mencari informasi yang selanjutnya. Allan, Alexander, Felix, dan Gloria pun langsung gercep mengerjakan kembali tugasnya.


Dan tak lama kemudian, Igor pun datang.


“Aku pulang.” sapa Igor.


Girou dan yang lainnya pun kaget dengan kedatangan Igor saat mereka saling berdiskusi terkait Silhouette.


“Eh. Selamat datang, Tuan Igor.” balas Gloria.


“Kalian sudah mendapatkan informasi yang kedua belum?” tanya Igor sambil melepas sepatunya.


“Belum ketemu, Tuan Igor.” jawab Allan singkat.


“Oh ya sudah lanjutkan pencariannya. Aku mau ganti baju dulu sebentar.” kata Igor sambil membuka pintu kamarnya.


“Siap.”


Setelah ganti baju, Igor pun langsung bergabung ke ruang tengah bersama yang lainnya. Setelah bergabung di ruang tengah, Wilhiemma pun langsung menanyakan Igor.


“Tadi pertemuannya bagaimana, Tuan Igor.” tonya Wilhelm spontan.


“Ya pertemuan tadi berlangsung lancar. Mereka setuju dengan rencana penyusupan tersebut.” jawab Igor.


“Yang kau temui tadi namanya siapa, Igor?” gantian Felix yang bertanya.


“Yang kutemui tadi bernama Nikolaj Makhachev, dia adalah salah satu komandan pasukan khusus yang aku buat sendiri. Pasukan itu yang akan kupanggil untuk membantu dalam misi ini. Nikolaj akan memanggil anggota pasukan khusus tersebut secepatnya ke Moskow.” jawab Igor.


“Syukurlah kalau begitu. Oh ya Igor. Kenapa kau menginginkan sekali informasi tentang Silhouette?” tanya Felix penasaran.


“Sebenarnya sebelum aku menemui Nikolaj, aku meminta bantuan kepada Nikolaj untuk tugas yang kalian berikan padaku waktu itu, yaitu mengawasi para pejabat Soviet yang berhubungan dengan Silhouette. Nikolaj pun meminta informasi itu kepadaku. Nah, makanya aku minta bantuan kalian untuk mencari informasi tersebut.” jawab Igor.


“Oh jadi seperti itu ya, itu yang membuatmu meminta kami mencarikan informasi tersebut?” kata Felix.


“Heeh.” jawab Igor.


“Eh, Girou. Buku apa yang sedang kamu baca itu? Buku tentang samurai ya?” tanya Igor kepada Girou.


“Iya, Tuan Igor. Tapi ini membahas tentang kepribadiannya samurai sih.” jawab Girou.


“Oh, bushido ya?” tanya Igor lagi.


“Ya benar, Tuan Igor.” Girou yang mengiyakan perkataan Igor sambil mengangguk.


“Kalau Yamazaki membaca buku apa?” Igor ganti menanyai Yamazaki.


“Ehh, anu Tuan Igor. Buku tentang---- “jawab Yamazaki malu.


“Sebentar saya lihat covernya. Hmmmmm. 'Soviet, Komunis Pemenang Perang Dunia 2' ” kata Igor sambil membaca judul buku yang dibaca Yamazaki.


“Hahhhhhh. Perang Dunia 2 banyak merubah Negara ini. Kami menganggap kami yang terkuat. Bahkan kami tidak pernah puas dengan hasil yang didapatkan saat itu. Kami rakus ingin mengambil semuanya, tapi jadinya malah


jadi seperti ini. Konflik perpecahan dimana-mana. Presiden kami, ingin mempertahankan sistem ini dengan caranya sendiri, tapi malah menyebabkan masalah baru. Mungkin sudah terlambat untuk berubah.” keluh Igor tentang negaranya sendiri.


Ruang tengah itu pun hening seketika setelah mendengar keluh kesah Igor tentang Uni Soviet negaranya.


“Sudah-sudah Igor. Kita fokus saja dalam misi ini. Kami dapat membantumu mengubah Negara ini dengan caramu sendiri.” kata Felix untuk menenangkan Igor.


“Iya, Terima kasih, Felix. Temanku.”


“Ya sudah, sudah cukup basa-basinya. Ayo kita lanjutkan pencarian informasinya lagi!” seru Alexander untuk menyemangati yang lainnya.


“Iya, ayo lanjutkan lagi.” balas Allan.


Pencarian informasi itu pun berlanjut sampai waktu siang tiba. Mereka berhenti sejenak untuk makan siang dan mengisi energi untuk melanjutkan pencarian informasi terkait Silhouette. Setelah makan siang, mereka pun melanjutkan lagi pencariannya sampai malam hari. Tapi informasi yang dikumpulkan masih belum cukup dan mereka masih belum mendapatkan informasi tentang alasan Soviet bekerja sama dengan Silhouette.


“Masih belum ketemu juga. Haduhhh.” keluh Allan.


“Ya, kita tidur saja dulu. Dari pagi sampai malam kita mencari informasinya. Mending kita istirahat dulu, baru lanjut lagi besok.” saran Gloria.


“Iya deh. Aku juga sudah mengantuk sekali. Hhooamm.” kata Allan sambil menguap.


Mereka semua pun langsung menuju ke tempat tidur masing-masing untuk beristirahat. Tak lama kemudian, suara dengkuran pun terdengar. Di pagi hari esoknya, seperti hari-hari biasanya, Girou pun bangun paling awal. Girou pun membangunkan Wilhiemma dan Yamazaki. Entah mengapa ,yang lain pun juga ikut bangun lebih pagi. Mereka semua pun bekumpul dii ruang tengah untuk sarapan. Alexander pun memasak makanan untuk semua tamunya dengan cepat. Begitu pula makanannya, seperti biasa habis dengan cepat.


Setelah sarapan, Igor memberitahu bahwa pasukan yang akan membantu nanti telah datang di Moskow, dan mereka akan datang di rumah Alexander. Yang lain pun senang mendengar hal tersebut, bahkan Alexander memberitahu Igor agar mengingatkan para pasukan yang akan datang kerumahnya agar tidak sarapan dahulu, karena akan dimasakkan olehnya. Igor pun pun mengiyakan perintah dari Alexander. Tak lama kemudian, Tamu yang ditunggu-tunggu pun tiba.


“Selamat pagi, Tuan Igor.”


-To Be Continued-