
Samurai Around The World #37.
“Catatan Tentang Senjata dan Artileri.” aku pun membaca judul buku yang sekilas kulihat di lemari buku yang ada di depanku.
“Ah mungkin ini buku yang kucari.” kataku sambil mengambil buku itu.
Aku pun membuka daftar isi dan mencari bagian yang sesuai dengan informasi yang kucari.
“Jenis-Jenis Artileri. Jumlah Artileri yang ada. Mekanisme Kerja” mataku pun berhenti di tulisan ‘Mekanisme Kerja’
Dan tertulis di samping buku itu angka 240.
Aku pun dengan cepat membuka halaman 240.
Setelah aku membuka halaman 240, sesuai yang tertulis di daftar isi tadi. Halaman ini berisi tentang mekanisme kerja artileri-artileri milik Darkness.
Aku pun membaca sekilas dengan sedikit cepat dari satu halaman ke halaman yang lain sampai aku menemukan informasi yang kucari.
Dan tanganku berhenti di halaman 260, tertulis di tengah halaman dengan ukuran huruf yang cukup besar dan bercetak tebal yang bertuliskan “Cara Menghadapi Musim Dingin dan Salju”
“Hmmmmm mungkin di bawah tulisan ini ada sesuatu yang dapat kudapatkan.” kataku dengan sedikit senang
Aku pun membaca paragraf di bawahnya dengan sedikit cepat dan masih menggunakan senter kecilku agar aku dapat melihat tulisan di buku itu dengan jelas.
Dan setelah membaca dengan sekilas sekitar 2 menit, aku pun akhirnya mendapatkan satu paragraf yang berisi cara lengkap bagaimana tank-tank dan artileri berat lainnya tetap bisa berjalan menerjang musim dingin.
Di paragrafnya tertulis “Artileri yang digunakan selalu memakai pelindung anti salju yang kuat di bagian tangki bensin dan di bagian dalam dan luar roda yang bertujuan agar bensin tidak membeku dan gerigi roda bisa terus berputar menerjang salju dan musim dingin”
Aku pun mencoba membuka halaman selanjutnya dan ada beberapa gambar yang menunjukkan pelindung di bagian tangki bensin dan di bagian roda. Dan dari gambar itu dijelaskan bahwa pelindung yang digunakan terbuat dari besi yang tahan akan salju dan tidak akan berkarat walau sering diterpa salju dan juga membuat bensin yang ada di dalam tangki tidak membeku dan ditunjukkan gambar roda-roda tank yang diberi penutup di beberapa bagian.
“Kalau hanya roda dan tangki bensin saja yang diberi anti salju tadi memang berpengaruh. Tapi bukankah akan sama saja jika mesinnya membeku?” tanyaku dalam hati
Dan aku pun membaca tulisan di bawah gambar yang telah kulihat tadi
“Tidak lupa bahwa kami juga menggunakan penutup di bagian mesin agar mesin juga tetap panas dan terus bekerja dengan baik.”
Pertanyaanku tadi pun langsung terjawab.
“Bagus sekali. Aku mendapat informasi yang kucari dengan lengkap. Aku akan melapor dulu” aku pun mengambil HT yang kutaruh di pinggangku.
Aku pun mencoba menghubungkan HT milikku dengan milik Tuan Mack.
“Halo Tuan Mack. Apa tuan ada disana?” tanyaku.
Tidak ada jawaban.
“Halo Tuan Mack” aku pun mencoba memanggilnya sekali lagi.
“Iya Girou. Ada apa?” Tuan Mack pun menjawab panggilanku.
“Aku sudah mendapatkan informasinya Tuan Mack. Aku akan kembali ke tempat lorong tadi” aku pun memberitahu bahwa aku sudah mendapat informasi yang dicari.
“Bagus Girou. Kembalilah. Ini juga sudah jam setengah 3. Cepatlah kemari. Kutunggu Girou” kata Tuan Mack kepadaku.
“Iya siap Tuan Mack”
Tapi setelah HT milikku kumatikan, aku pun bingung. Bagaimana aku bisa menunjukkan informasi ini kepada Tuan Mack. Kalau hanya bermodalkan ingat, akan kurang baik nantinya.
“Haduh bagaimana aku bisa membawa informasi ini?” kataku bingung dalam hati.
Aku melihat alat fotokopi di ujung ruangan. Tapi jika aku menggunakannya akan menimbulkan suara sedikit keras dan akan membuat aku terlihat oleh orang di luar.
“Hmmmmmm apa aku robek saja ya?” aku pun masih bimbang memikirkan caranya.
Aku pun melihat jam tanganku. Ternyata waktu sudah hampir menunjukkan jam tiga.
Aku pun terus memikirkan caranya sambil tetap tenang.
“Tetap tenang Girou. Tetap tenang. Kau pasti dapat menemukan cara terbaik untuk membawa informasi yang kau temukan ini. Tetap tenang.” kataku dalam hati untuk menenangkan diriku yang sedikit panik ini.
Aku pun mencoba mengambil buku tentang artileri tadi. Bisa jadi ada informasi lain yang tak kalah penting dan bisa kubawa kepada Tuan Mack.
Aku pun membuka lembar daftar isi lagi untuk melihat bagian buku mana yang bisa kubawa informasinya.
“Jenis-jenis artileri. Jumlah artileri. Mekanisme kerja. Alat bantu artileri. Kekuatan artileri. Dan banyak lainnya. Hmmmmmm banyak sekali informasi yang bisa kubawa. Mana yang akan kubawa ya?” tanyaku dalam hati.
“Mungkin jumlah artileri, kekuatan, dan mekanisme kerjanya saja yang kubawa. Yang lain nampak tidak terlalu penting” aku pun menjawab sendiri pertanyaanku tadi.
Aku pun membuka halaman tempat tiga informasi tadi. Dan aku pun membaca ketiga informasi itu dengan sekilas saja untuk menyortir lagi bagian yang penting.
Setelah ku sortir selama kurang lebih 10 menitan, aku pun sudah menentukan bagian-bagian mana saja yang bisa kubawa.
“Baguslah. Sekarang tinggal cara membawanya bagaimana” kataku dengan sedikit lega.
Waktu pun terus berjalan dengan cepat. Kulihat lagi jam di tanganku sudah menunjukkan jam 3 lebih 5 menit.
“Kurobek saja mungkin. Sudah mepet rasanya. Tidak ada cara lain yang lebih baik. Tapi nanti pasti akan menunjukkan sedikit lubang bekas sobekan di buku dan malah akan menimbulkan masalah jika terlihat. Hmmmmmmm” aku pun masih menimbang-nimbang caranya.
Akhirnya aku memutuskan untuk merobek saja kertas-kertas dari buku itu.
“Kreeekk!! Krekkk! Krek!” aku pun mencabut kertas dari buku itu satu persatu.
Dan akhirnya aku sudah mendapat sobekan kertas-kertas dari buku informasi itu.
“Sip baguslah. Tinggal kumasukkan ke tasku saja dan kuserahkan kepada Tuan Mack” kataku sambil memasukkan kertas-kertas itu ke dalam tas dan mengembalikan buku yang kusobek tadi.
Setelah kumasukkan, aku pun berjalan menuju jendela tempatku masuk tadi.
Aku pun mencoba melihat ke samping kanan dan kiri jendela itu, mengecek apakah ada orang yang berjaga di sekitar. Dan tidak ada orang di sekitar jendela tempatku masuk tadi.
Setelah ku cek dan tidak ada orang, aku pun melompati jendela untuk keluar dari ruangan itu. Setelah keluar melalui ruangan administrasi, aku pun berjalan mengendap-endap menuju celah sempit di pinggir bangunan sesuai dengan jalan yang ku lalui tadi.
Aku pun berjalan mengendap-endap hingga sampai di ujung celah sempit itu.
Aku pun menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mengecek keadaan.
Ada sekitar 7 penjaga yang masih menjaga bangunan. Tapi penjaganya terlihat tidak sesegar tadi wajahnya. Terlihat sedikit mengantuk. Dan ada beberapa penjaga yang kepalanya terayun-ayun keatas dan kebawah yang menandakan bahwa sudah mengantuk.
“Sip. Pasukan yang menjaga bangunan ini terlihat sedikit mengantuk” kataku dalam hati.
Tapi aku tidak terburu-buru untuk memanfaatkan kesempatan ini. Aku menunggu untuk momen yang lebih baik.
Setelah kurasa sudah pas untuk melompat menuju ke barisan tank-tank di depanku.
Ssseettt!! Sssett!!
Aku memperpanjang jarak lompatanku jadi cukup melompat 2 kali saja.
Setelah melompat, aku berjalan mengendap-endap dari satu badan tank ke badan tank yang lain hingga aku sampai di tempat Tuan Mack berjaga.
Sseettt! Aku pun melesat membelakangi badan tank yang lain agar tidak terlihat oleh penjaga.
Dan itu kulakukan terus-menerus hingga aku sampai di bangunan tempat Tuan Mack berjaga. Lorong.
Setelah kupastikan aku telah sampai di bangunanya, aku pun menaiki tangga dengan cepat dan tidak mengeluarkan suara untuk menuju ke lorong panjang tadi.
“Krreeekk!” aku pun mendorong pintu lorong panjang itu.
“Girou!! Akhirnya kau datang. Baguslah kau kembali dengan selamat dan tetap tidak terlihat oleh para tentara yang berjaga” kata Tuan Mack menyambutku.
“Ini Tuan Mack informasinya–“
“Tidak perlu sekarang Girou. Kita harus kembali dulu secepatnya. Ini sudah jam setengah 4. Nanti kita bedah informasinya disana saja” kata Tuan Mack kepadaku.
Aku pun hanya mengangguk.
Kami berdua pun berjalan menuju tangga yang tadi kami naiki yang berada di ujung lorong satunya lagi.
Kami pun dengan cepat menuruni tangga itu dan keluar melalui pintu kayu tua sama dengan yang kami lalui tadi.
Setelah keluar melalui pintu tua itu, kami berjalan mengendap melalui jalan semak-semak yang telah kami buat tadi.
Perjalanan kembali terasa lebih cepat.
Kami pun terus mengendap-endap hingga sampai di persimpangan sebelum kami masuk ke semak-semak tadi. Aku dan Tuan Mack pun keluar dari semak-semak dan berjalan biasa tanpa mengendap-endap menuju gerbang besar tempat kami berdua masuk tadi.
Markas terasa lebih sepi daripada saat kami masuk tadi. Mungkin karena kami masuk tadi saat ada pergantian shift berjaga, jadi terasa sedikit lebih ramai. Hanya terlihat beberapa penjaga yang terayun-ayun kepalanya karena kantuk di matanya.
Kami pun terus berjalan dan memerhatikan keadaan sekitar kami hingga akhirnya sampai di gerbang besar yang kami lalui tadi.
Kami pun tetap tenang saat melewati gerbang besar itu walau dijaga oleh banyak tentara.
Dan saat kami lewat, penjaga gerbang pun tidak mencurigai kami dan membiarkan kami untuk lewat tanpa ada kecurigaan sedikitpun. Mungkin karena sudah mengantuk dan mereka berpikir bahwa jam-jam segini akan aman-aman saja.
Nampaknya memang jam-jam segini adalah jam yang rawan akan serangan atau hal hal yang membahayakan lainnya. Karena pada jam segini biasanya para penjaga akan merasakan kantuk yang membuatnya tidak terlalu fokus berjaga dan para penjaga itu mungkin berpikir bahwa pada jam-jam mendekati pagi seperti ini akan aman-aman saja sampai pagi hari datang.
Aku dan Tuan Mack pun terus berjalan santai dan tetap tenang sambil memperhatikan keadaan sekitar kami. Kami berdua berjalan menuju tempat Saint berjaga.
Setelah berjalan sekitar 3 menitan dari gerbang itu dan memasuki semak belukar, aku dan Tuan Mack pun sampai di mana kami menitipkan kedua penjaga yang kami ambil bajunya tadi.
“Hei Saint. Kami sudah kem–“
Aku melihat tubuh Saint yang mengeluarkan darah merah di bagian bahu, tangan, dan kakinya.
-To Be Continued-