
Samurai Around The World #12.
“Ya mungkin aku bisa. Karena malam ini aku tidak sibuk. Yang lain bagaimana?” tanya Igor.
Yang lain pun mengangguk. Dan diskusi malam itu pun jadi. Semuanya pun berkumpul di ruang tengah yang biasanya menjadi tempat diskusi biasanya. Girou dan yang lain pun segera mencari tempat duduk yang pas saat diskusi.
“Apakah semua sudah berkumpul disini?” tanya Sergei.
“Sebentar, ku cek dulu. 1 23….lengkap semuanya, Sergei.” jawab Alexander.
“Ok lah kalau sudah lengkap, langsung kita mulai saja. Selamat malam semuanya. Mohon maaf pertemuan malam ini agak mendadak karena beberapa hari lagi pertemuan presiden itu berlangsung. Langsung kita mulai saja, mungkin kalian sudah mendengar rencana penyusupan dari Gloria tadi siang. Menurutku rencana itu sebenarnya sudah bagus. Mungkin tinggal pembagian tugasnya saja. Menurut kalian bagaimana?” tanya Sergei.
“Rencananya Gloria bagus sih. Aku juga setuju dengan Sergei.” kata Nikolaj.
“Sebentar. Aku sebenarnya sedikit ingin merubah rencananya sedikit. Saat kita menyamar menjadi Paspampres. Mungkin kita tidak hanya meniru bajunya saja, menurutku akan lebih baik jika kita meniru wajah Paspampresnya.
Bagaimana?” saran Leov.
“Boleh juga idemu, Leov. Tapi bagaimana caranya?” tanya Igor penasaran kepada Leov.
“Gampang saja. Aku sebenarnya sudah membicarakan rencana ini dengan Stainslav. Untuk yang mengurus make up penyamaran, Stainslav bisa mengatasinya. Mungkin untuk gambar wajahnya, mungkin kita bisa meminta tolong kepada teman kita yang handal mencari informasi. Kalau gambar wajah sih mungkin gampang untuknya.” kata Leov sambil menunjuk Allan.
“Yeah, kalau itu maumu kawan, akan kulakukan sebisanya.” Allan yang mengiyakan permintaan Leov.
“Ya kalau begitu aku setuju dengan idemu, Leov.” Igor yang mengangguk-anguk menyetujui rencana Leov.
“Mungkin itu saja perbaikan rencana dariku sih. Yang lain bagaimana?” tanya Leov kepada yang lain.
“Aku sudah setuju dengan perubahan idemu dan rencana tadi.” jawab Felix
Yang lain pun ikut mengangguk, yang berarti semua setuju dengan rencana baru itu.
“Ya sudah kalau semua sudah setuju, kita lanjutkan ke pembagian tugas untuk penyusupan nanti. Ada yang mau memberi saran terkait pembagian tugas ini.” tanya Sergei.
“Mungkin untuk penyamaran Paspampres, kita bisa serahkan kepada Girou, Yamazaki, Sergei, dan Leov. Karena mereka memiliki badan yang gagah layaknya paspampres biasanya. Mungkin untuk yang berada di balik ruangan untuk penyergapan kita bisa serahkan kepada Nikolaj, Gloria, Wilhiemma, Stainslav, dan Mathev. Yang sisanya bisa berjaga-jaga dalam mobil atau menyamar menjadi tentara yang menjaga acara tersebut.” jawab Felix.
“Sebentar, untuk yang di balik sekat ruangan itu kok banyak? Bukankah 4 saja sudah cukup, Felix?” Tanya Igor.
“Kau lihat di sekat ruangan ini, Igor? Disini sekat ruangannya ada dua. Timnya pun juga akan dibagi menjadi dua kelompok. Jadi timnya pun akan sedikit banyak, Igor.” jawab Felix.
“Oh iya juga ya. Ya sudah kalau begitu. Aku ngikut deh.” kata Igor yang menyetujui ide Felix.
“Yang lain bagaimana? Ada pendapat lain?” tanya Sergei kepada yang lain.
“Tidak ada, Sergei. Seperti itu saja pembagian tugasnya.” kata Leov.
“Ya sudah, berarti sudah fix ya rencananya, ada yang ingin berpendapat tentang rencana penyusupan untuk sekali lagi?” tanya Sergei memastikan.
Yang lain pun hanya diam yang menandakan semuanya setuju dengan perubahan rencana tersebut.
“Ya sudah berarti rencananya sudah fix ya. Jadi rencana yang diubah adalah rencana penyamaran menjadi Paspampres dan pembagian tim saat penyergapan di private room presiden. Ya sudah mungkin sampai itu saja, pertemuan malam kita hari ini. Untuk Allan dan Stainslav, jangan lupa tugasnya ya.” kata Sergei untuk menutup diskusi.
“Ya, siap.” jawab Allan dan Stainslav bersamaan.
Setelah selesai berdiskusi,mereka pun saling ngobrol sampai tengah malam. Satu persatu pun mulai mengantuk dan tertidur. Ada yang tidur di sofa, di lantai, da nada yang tidur di kamar. Keesokan harinya, seperti biasa, Girou yang bangun paling pagi pun membangunkan teman-temannya dan yang lainnya.
“Hei, Wilhiemma, Yamazaki. Ayo bangun sudah pagi, kemarin kita tertidur di lantai loh. Ayo cepat bangun!” Girou membangunkan Wilhiemma dan Yamazaki sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.
“Hah! Yang benar saja kemarin kita tertidur di lantai, Girou?” tanya Yamazaki spontan.
“Lihatlah kau tidur dimana, Yamazaki. Lihat, di lantai bukan?” jawab Girou.
“Eh, iya juga ya, hehe. Kenapa kemarin kita sampai tidur di lantai, Girou?” tanya Yamazaki lagi.
“Kemarin kau tak ingat kalau kita ngobrol sampai malam? Saking asiknya ngobrol, kita sampai tertidur di lantai, Yamazaki.” jawab Girou.
“Oh begitu ya. Kau mau ngapain, Girou?” tanya Yamazaki yang melihat Girou berdiri.
“Aku mau mandi, Yamazaki. Kau ikut?” kata Girou.
“Yeah, aku akan ikut. Tunggu sebentar, Girou.” Yamazaki pun bergegas mengambil peralatan mandinya.
“Eh, Girou. Kau tidak ke atas mengambil peralatan mandimu di kamar?” tanya Yamazaki.
“Peralatan mandiku sudah ada di kamar mandi. Aku yang menaruhnya di kamar mandi tadi.” jawab Girou.
“Oh iya iya. Ya sudah aku akan mengambil peralatan mandiku dulu.” kata Yamazaki.
Yamazaki pun bergegas mengambil peralatan mandinya yang berada di kamarnya. Girou pun langsung bergegas menuju kamar mandi. Tak lama kemudian, Yamazaki yang sudah membawa peralatan mandinya bergegas ke kamar mandi sebelahnya. Karena mendengar suara mandi Girou dan Yamazaki, Felix dan Igor pun terbangun.
“Siapa sih yang pagi-pagi sudah berisik?” tanya Felix kesal.
“Mungkin suara berisik itu dari kamar mandi, Felix. Mungkin Girou dan Yamazaki yang mandi di dalam, mereka kan yang selalu bangun pagi.” jawab Igor.
“Iya juga ya. Eh, Igor. Kau hari ini mau ngapain? Kau kan sedang libur.” Tanya Felix kepada Igor.
“Mungkin aku akan bersantai di rumah ini saja, Felix. Aku lagi malas pergi kemana-mana. Aku juga bisa sekalian berdiskusi dengan yang lain untuk mematangkan rencana nantI, kalau kau mau ngapain hari ini? Kau kan tinggal menunggu hari Pertemuan itu dimulai.” Igor menanyai balik Felix.
“Mungkin aku juga sama sepertimu. Orang tua ini sudah tidak terlalu kuat lagi, Igor.” jawab Felix.
“Kenapa kau menyebut dirimu orang tua dihadapanku? Aku kan juga orang tua, Felix.” kata Igor sambil tertawa.
“Haha, iya juga ya.” Felix pun ikut tertawa.
Tak lama kemudian, Girou dan Yamazaki pun selesai mandi.
“Eh, Tuan Felix dan Tuan Igor sudah bangun. Selamat pagi.” sapa Girou kepada Felix dan Igor.
“Selamat pagi juga, Girou, Yamazaki.” balas Igor.
“Mungkin sudah kebiasaan dari dulu, Tuan Felix. Mungkin juga untuk menyegarkan badan di pagi hari agar tidak mengantuk.” jawab Girou.
“Hmmm iya iya. Ya sudahlah kalau begitu.” kata Felix.
“Hei Felix. Kenapa kau banyak bertanya sih pagi ini?” tanya Igor.
“Bukankah biasanya Tuan Felix selalu bertanya?” celetuk Yamazaki.
Girou dan Igor pun tertawa mendengar hal itu, sedangkan Felix hanya mesem-mesem. Setelah saling mengobrol, mereka pun membangunkan yang lain. Girou dan Yamazaki ke kamarnya untuk berganti baju sekalian membangunkan Wilhiemma. Igor dan Felix pun membangunkan Alexander dan yang lain. Tak lama kemudian, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki pun turun dari kamarnya. Dan mereka melihat Alexander dan yang lain yang sudah bangun.
“Eh, Girou, Wilhiemma, Yamazaki sudah bangun. Selamat pagi.” Gloria yang menyapa Girou dan kawan-kawannya.
“Selamat pagi juga, Nona Gloria.” balas Wilhiemma.
Mereka pun saling menyapa satu sama lain. Alexander pun memiliki inisiatif untuk mengeratkan hubungan persahabatan para tamunya, yaitu dengan memasak bersama-sama.
“Hei, aku punya ide bagus untuk kalian semua. Untuk mengeratkan hubungan persahabatan kita semua, bagaimana kalau kita adakan masak-masak bareng untuk sarapan kita hari ini?” usul Alexander.
“Hmmm, boleh juga tuh idenya. Aku ikut deh.” jawab Felix.
“Yang lain ikut tidak?” tanya Alexander.
Yang lain pun mengangguk.
“Kalau semua ikut kita bagi-bagi tugas ya. Kita bagi menjadi 3 tim. Untuk makanan pembuka, tim Sergei yang mengurusnya, untuk makanan utamanya serahkan pada timku saja, dan makanan penutupnya kita serahkan pada tim Leov saja. Bagaimana?” tanya Alexander.
“Ok lah kalau begitu. Ayo teman-teman, kita masak masakan enak hari ini!!” seru Sergei untuk menyemangati yang lain
“Ayo!!” balas yang lain.
Ketiga tim tersebut pun berpencar mencari tempat untuk memasak yang nyaman. Untuk bahan-bahannya, Alexander sudah menyediakan bahannya dan untuk bumbunya dan lainnya, bisa mengambil di kebun belakang rumah Alexander. Tim Sergei memutuskan membuat Blini dan Khinkali. Blini adalah panekuk khas Rusia yang berisi topping caviar, krim asam, dan salmon panggang. Sedangkan Khinkali adalah sejenis dumpling yang berisi daging cincang dan cilantaro. Tapi yang membedakannya adalah, Khinkali memiliki cita rasa khas Eropa Timur.
Tim Alexander memasak Beef Stroganoff dan Sop Solyanka. Beef Stroganoff adalah daging tumis yang diberi Smetana atau krim asam. Masakan ini memiliki tekstur daging yang creamy dan lezat. Dan Sop Solyanka adalah makanan sup khas Rusia yang berisi ikan, daging, atau jamur dan dibumbui dengan krim asam, acar, dan rempah-rempah khas rusia. Sup ini memiliki cita rasa asam dan sedikit pedas.
Sedangkan tim yang terakhir, yaitu tim Leov memutuskan membuat Salad Oliver dan Medovik. Salad Oliver adalah salad Rusia yang berisi berbagai macam sayuran, yaitu kentang, acar, timun, dan kacang polong, kadang juga ditambahkan telur dan krim asam. Dan masakan kedua yang dimasak oleh tim Leov adalah Medovik. Medovik adalah dessert yang termanis dari yang termanis. Bahannya saja terbuat dari madu dan susu kental, dua bahan inilah yang membuat Medovik terasa creamy dan manis.
Suara memasak pun memenuhi seisi rumah Alexander, suara riuh, histeris, dan senang pun terdengar bersahutan. Tak lama kemudian, bau wangi pun tercium di setiap penjuru rumah, yang menandakan makanan telah jadi dan siap dihidangkan. Mereka pun selesai memasak secara bersamaan, semua pun saling membantu menghidangkan sarapan pagi yang sudah dimasak. Setelah semua makanan telah tersaji mereka pun langsung mencari tempat duduk yang nyaman. Setelah makanan tersaji, dan semua telah duduk di tempat masing-masing, sarapan pun dimulai.
“Selamat Makan!!” seru semua berbarengan.
Mereka semua pun makan dengan lahap. Suara ketukan piring dan sendok pun selalu terdengar, begitu pula dengan suara mengunyah, merobek, dan memakan makanannya. Makanan yang segitu banyaknya pun habis dalam waktu yang cepat. Suara sendawa pun terdengar bersahutan, yang menandakan semuanya telah kenyang. Setelah sarapan selesai, mereka pun gotong royong membersihkan piring dan gelas bekas sarapan tadi. Tak lama kemudian, piring-piring dan gelas-gelas pun sudah bersih dan tertata rapi.
“Fiuh, lumayan capek ya masak-masak dan bersih-bersihnya.” Girou yang mengusap dahinya.
“Iya, tapi karena masaknya bersama-sama jadi tidak terlalu capek.” kata Yamazaki.
“Ah, bisa aja kamu, Yamazaki.” Gloria yang mengomentari Yamazaki.
“Iya, bilang aja capek.” olok Sergei.
“Kan sudah kubilang. Aku tidak terlalu capek, karena tadi dikerjakannya bersama-sama. Gitu loh.” kata Yamazaki dengan sedikit kesal.
“Yeee, masak sih.”gantian Wilhiemma yang mengolok Yamazaki.
“Terserah kalian lah. Dibilangin kok susah banget.” raut wajah Yamazaki yang berubah menjadi cemberut
“Jangan marah dong. Cup cup cup, sini anak baik.” ejek Wilhiemma lagi.
Semua pun tertawa melihat Yamazaki marah karena digoda oleh Sergei dan Wilhiemma.
“Yare yare.” Girou pun menyeringai.
Setelah kegiatan sarapan selesai, mereka semua melanjutkan ke acara pagi berikutnya, yaitu mandi. Hanya Girou dan Yamazaki saja yang sudah mandi, yang lain pun menunggu giliran mandi. Ada yang mengobrol, ada yang bermain dengan temannya, ada juga yang hanya diam menunggu. Setelah semua selesai mandi, Sergei yang berinisiatif pun berseru kepada semuanya.
“Hei, bagaimana kalau kita pagi ini menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan saat penyusupan nanti?” seru Sergei.
“Aduh, kenapa buru-buru sekali sih, Sergei. Bukankah masih dua hari lagi.” keluh Leov.
“Kita kalau bersiap-siap sekarang, besok tinggal pemantapan rencana saja, Leov.” kata Sergei.
“Ya sudah lah kalau begitu. Tapi aku akan bersiap-siap nanti saja”Leov yang akhirnya menyetujui rencana Sergei.
“Terserahlah.”
“Yang lain bagaimana?” tanya Leov kepada yang lain.
“Ya mungkin aku juga akan menyiapkan barang-barangnya hari ini sih.” jawab Alexander.
“Ya sudahlah, aku mau beristirahat sebentar. Aku masih capek setelah masak-masak tadi.” kata Leov sambil menghempaskan tubuhnya ke kursi sofa.
“Lemah banget sih, aku aja sering masak-masak untuk kalian, gak pernah tuh sampek capek kayak kamu, Leov.” Alexander yang mengolok Leov.
“Kan beda orang, Alexander.” kata Leov untuk membela dirinya.
“Halah alasan.” balas Alexander tidak terima.
Alexander pun meninggalkan Leov dan menuju ke kamarnya untuk menyiapkan barang untuk penyusupan nanti. Yang lain pun mengikuti Alexander untuk menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan saat misi nanti.
“Eh? Kalau kalian ikut menyiapkan barang, aku ikut juga deh.” kata Leov sambil setengah kaget.
“Kan plin-plan. Susah dibilangin sih.” cibir Alexander.
Yang lain pun tertawa melihat ulah dari Leov.
-To Be Continued-