Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 1



Samurai Around The World #1


Di Tahun 1987. Di pinggiran Kota Tokyo, seorang pemuda hidup dengan tenang. Dia bernama Gin Girou, atau sering disapa Girou. Girou memiliki keturunan yang cukup disegani di Jepang yaitu keturunan mantan shogun. Girou memiki badan yang ideal dan memiliki kekuatan tubuh yang kuat . Ayahnya bernama Ichirou Eiji adalah samurai handal pada masanya, dan ibunya adalah mantan oniwabanshu  (Ninja khusus pencarian informasi) yang harus mati saat melakukan tugasnya. Ayahnya menyarankannya untuk bertualang berkeliling mencari arti dari samurai sejati. Girou pun berpikir apakah dia akan bertualang pergi dari jepang. Setelah berpikir panjang dalam waktu yang lama akhirnya dia akhirnya menuruti saran ayahnya.


Girou pun berinisiatif mengajak salah satu teman seperguruan saat belajar samurai bersama ayahnya. Dia bernama Wilhiemma, Wilhiemma adalah salah satu teman perempuan yang dekat dengan Girou. Wilhiemma lahir di Jepang, tapi kakek dan neneknya berasal dari Prancis. Dan orang tuanya adalah ahli pedang di Prancis. Orang tua Wilhiemma pindah ke Jepang karena ingin memperluas pengetahuan tentang pedang dengan belajar katana di salah satu perguruan di Kyoto. Wilhiemma memiliki tubuh yang ideal dan kuat warisan orang tuanya walaupun dia seorang perempuan. Dia diajak oleh Girou belajar samurai karena Girou melihat bakat dari diri Wilhiemma saat pelajaran bela diri di sekolahnya.


Akhirnya Wilhiemma diajak oleh Girou untuk bertualang bersamanya, awalnya Wilhiemma ragu-ragu karena dia takut orang tuanya akan marah saat mengetahui keinginannya untuk berkelana bersama Girou. Walaupun memiliki kekuatan bermain katana dan bela diri, Wilhiemma masih agak takut karena dia hanya sedikit memiliki pengalaman bertarung. Tapi keinginannya untuk menjadi samurai sejati menyakinkannya untuk berpetualang bersama Girou.


Akhirnya Wilhiemma setuju untuk ikut berpetualang bersama Girou, setelah diskusi panjang dengan orang tuanya, akhirnya dia diperbolehkan untuk berpetualang bersama Girou. Awalnya mereka berdua bingung ingin pergi berkelana kemana. Setelah perdebatan panjang, mereka memutuskan untuk pergi ke Benua Eropa. Tapi mereka masih bingung ke Negara mana. Mereka akhirnya bertanya kepada ayah Girou, ayah Girou menyarankan untuk pergi ke Negara Jerman, karena di Jerman sedang terjadi perpecahan antara pihak German Barat dan German Timur. Dan ayah Girou memiliki koneksi di Jerman dan diharapkan bisa membantu Girou dan Wilhiemma menjalankan misinya. Akhirnya Teman Ayah Girou siap untuk membantu Girou dan Wilhiemma di Jerman.


Sehari setelah itu, Girou dan Wilhiemma pergi menggunakan Kapal, dan saat berada di pelabuhan, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama mereka, Awalnya mereka bingung dan sedikit takut karena mereka membawa senjata tajam dan senjata api. Ternyata yang memanggil mereka adalah murid ayahnya tapi berbeda prefektur, Dia bernama Akashi Yamazaki. Kerap dipanggil Yamazaki, dia adalah murid andalan dari Ichirou, ayahnya Girou. Yamazaki sangat handal dalam menggunakan senjata katana dan senjata api. Dia disuruh oleh Ichirou untuk menemani Girou dan Wilhiemma. Mereka pun akhirnya saling berkenalan dan akhirnya Yamazaki tahu bahwa Girou adalah anak dari gurunya sendiri.


“Kapal ini akan berlabuh di kota mana, Girou?”, Tanya Yamazaki.


“Kita akan turun di Kota Hamburg”,Jawab Girou


“Bukankah pelabuhan itu terlalu ramai?” Yamazaki pun bertanya lagi.


“Kita akan turun ke kota itu karena akan dekat dengan tempat tinggal rekan ayahku yang akan membantu disana”, Jelas Girou.


“Oh okelah kalau begitu”, Ujar Yamazaki.


“Oi Yamazaki, senjata api mu itu model apa?”, Tanya Wilhiemma penasaran


“Oh,


Senjataku ini model AK-47 yang kudapat dari teman ayahku yang bekerja di Rusia” Jawab Yamazaki.


“Kenapa kau sampai dihadiahi senjata itu oleh teman ayahmu?”, Tanya lagi Wilhiemma.


“Mungkin karena dia tahu bahwa aku handal dalam menggunakan senapan serbu saat latihan, Wilhiemma”, Jelas Yamazaki.


“Ngeri kau sampai diberi senjata itu, hebat hebat” Puji Wilhiemma.


“Hehe”, Jawab Yamazaki.


Mereka berlayar menuju Hamburg dalam waktu sekitar 2 minggu dan memempuh jarak sekitar 11 ribu mil. Setelah sampai mereka disapa oleh rekan ayah Girou yang bekerja sebagai informan handal di Jerman. Dia bernama Felix Jaeger, atau sering disapa Felix. Felix bertemu dengan Ichirou saat Ichirou bertugas sebagai perwakilan samurai Jepang di pertemuan pasca perang dunia dan Felix bertugas sebagai perwakilan militer


Jerman. Setelah pertemuan, mereka berbincang hingga mereka berteman sampai saat ini. Felix sangat senang saat mendengar bahwa Girou dan teman-temannyanya ingin berpetualang di Jerman karena dia dapat membantu teman lamanya kembali. Felix memiliki koneksi yg cukup luas di pemerintahan Jerman Barat dan Jerman Timur,


jadi dia dapat membantu banyak Girou dan teman-temannya dalam misi Menyatukan Jerman Barat dan Jerman Timur.


Felix menceritakan awal pecahnya Negara Jerman hingga menjadi Barat dan Timur. Felix bercerita setelah Perang Dunia Ke 2 berakhir wilayah Jerman yang tersisa dibagi menjadi 4 zona militer, Kota Berlin pun terbagi. Setelah pembagian 4 zona militer, diadakanlah perundingan antara pihak sekutu dengan Uni Soviet (atau sekarang wilayah Rusia dan sekitarnya). Perundingan tersebut tidak berjalan mulus karena pihak Uni Soviet tidak setuju dengan rencana rekonstruksi (pembangunan kembali) Jerman. Akhirnya wilayah Jerman terbelah menjadi 2, Wilayah barat yang dipengaruhi sekutu menyatakan diri sebagai Republik Federal Jerman atau Jerman Barat. Dan wilayah


timur yang dipengaruhi oleh Uni Soviet menyatakan diri sebagai Republik Demokratik Jerman. Kota Berlin yang berada di tengah pun sampai terbagi 2. Perkembangan kedua Negara ini sangatlah berbeda jauh, Jerman Barat mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Hal sebaliknya terjadi di Jerman Timur di bawah pengaruh Uni Soviet yang komunis. Perbedaan kualitas hidup memicu gelombang imigrasi besar-besaran dari Jerman Timur ke Jerman Barat, terutama sejak 1950. Hal inilah yang memicu didirakannya Tembok Berlin di pusat Kota Berlin. Untuk


mengurangi perpindahan warga Jerman Timur ke Jerman Barat. Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki pun sedikit kaget dengan sejarah yang cukup kelam tersebut. Bahkan Girou sampai menghela nafas.


Akhirnya mereka sampai di rumah Felix pinggiran kota Hamburg yang menjadi kota terbesar di Jerman Barat. Felix menyuruh Girou dan teman-temannya untuk beristirahat terlebih dahulu di rumahnya. Felix tinggal bersama Istrinya dan mereka memiliki 1 anak. Anaknya adalah informan Jerman dan sering bekerja sama dengan ayahnya sendiri. Felix menyrankan Girou dan teman-temannya menemui anaknya yang bernama Allan Fritz terlebih dahulu untuk membahas rencana untuk penyatuan Jerman kembali.


Besoknya, sedari pagi, Girou, Wilhiemma, Yamazaki, dan Felix bersiap-siap untuk melakukan pertemuan dengan Allan Mereka memakai mobil menuju Kota Bonn, Ibu Kota Jerman Barat, karena Allan tinggal di sana. Setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam, mereka akhirnya sampai di rumah Allan. Mereka disambut dengan ramah oleh Allan, Allan tinggal di daerah perumahan militer karena Allan bekerja sebagai informan militer, berbeda dengan ayahnya yang bekerja sebagai informan independen. Walaupun berbeda kepentingan tapi mereka memiliki tujuan yang sama yaitu menyatukan Jerman kembali.


Mereka pun berdiskusi tentang rencana yang akan dilakukan untuk penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur. Allan menawarkan bantuan untuk memengaruhi pihak militer Jerman Barat dengan informasi palsu yang mungkin akan memengaruhi pihak militer. Awalnya Girou, Wilhiemma, Yamazaki, dan Felix bingung, dengan usulan bantuan dari Allan tersebut,


“Informasi palsu itu mungkin aku akan memberitahu mereka tentang bahaya dari Jerman Timur jika dibiarkan tapi informasi itu palsu, dan aku juga punya orang dalam yang memiliki keinginan yang sama denganku, mungkin itu bisa membantu kita”, Jelas Allan


“Oh jadi begitu, bolehlah kalau gitu”, Ujar Felix.


“Kalau Tuan Felix, apa rencananya?”, Tanya Yamazaki.


“Mungkin sama caranya dengan caranya Allan, yaitu memengaruhi pihak Jerman Timur. Tapi bukan aku yang memengaruhi mereka, aku mempunyai orang kepercayaan yang cukup handal untuk memengaruhi mereka, tapi mungkin akan ada pihak yang tidak ingin bersatunya Jerman nantinya”, Jelas Felix.


“Begini, mungkin aku akan menjelaskan pihak yang akan menyulitkan rencana kita, yaitu bisa disebut penjilat pemerintahan.Pihak ini mengambil keuntungan untuk diri mereka sendiri dari perpecahan Jerman Barat dan Jerman Timur. Pihak ini terdiri dari berberapa orang dari Sekutu dan ada yang berasal dari Jerman sendiri. Mungkin pihak ini akan menyulitkan kita, aku tidak terlalu tahu siapa orang yang ada di pihak tersebut tapi aku akan mencari informasi tentang mereka dan kemungkinan kita akan melawan pasukan dari mereka, kalau melawan mungkin kami akan mengandalkan Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki”, Tambah Allan.


“Terima kasih banyak, Allan”, Girou mengucapkan terima kasih kepada Allan.


Mereka pun akhirnya sepakat dengan rencana yang akan dijalankan. Mereka pun berpamitan kepada Allan dan pulang ke rumah Felix. Malamnya, Felix menyarankan untuk Girou dan teman-temannya untuk mencari tempat tinggal sendiri untuk kenyamanan saat misi. Mereka pun setuju dengan saran dari Felix.


Besoknya, mereka meminjam mobil Felix untuk mencari kontrakan di Kota Bonn karena akan memudahkan mereka saat misi jika tempat tinggal mereka di Ibu Kota dan juga dekat dengan rumah Allan jadi mereka dapat mudah saat menjalankan misi. Akhirnya mereka mendapatkan kontrakan di pusat Kota Bonn dan mereka dibantu oleh Allan di biayanya, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki berterimakasih kepada Allan karena sudah dibantu.


Minggu depannya, Allan meminta bantuan kepada Girou dan teman-temannya untuk bertemu dengan atasannya, terkait kelanjutan rencana yang dibicarakan bersama Felix berberapa waktu lalu. Saat dikabari, Girou agak takut karena yang mengundang adalah atasannya Allan, Girou berpikir bahwa atasan Allan mengundangnya karena tidak setuju dengan rencana penyatuan Jerman, tapi Wilhiemma dan Yamazaki menyakinkan Girou untuk menemui


atasannya Allan. Mereka pun berangkat dengan membawa senjata masing-masing untuk berjaga-jaga karena mereka akan memasuki Kawasan Militer Jerman Barat.


Di depan gerbang kantor militer Jerman Barat, mereka disapa oleh Allan. Mereka pun dibawa oleh Allan menuju ruang atasannya. Mereka pun sampai di ruangannya, di ujung ruang terdapat seseorang yang gagah dan berwibawa, dia adalah Pemimpin Tertinggi dari Satuan Militer Jerman Barat, Jenderal Philip Richard Carl, atau sering disapa Jenderal Carl. Mereka pun disuruh duduk oleh Carl. Jenderal Carl adalah orang yang memiliki badan yang gagah, suara yang tegas, dan memiliki karisma yang berwibawa.


“Perkenalkan nama saya Philip Richard Carl, panggil saja Jenderal Carl”, Carl mengenalkan diri untuk membuka percakapan.


“Perkenalkan juga nama saya Gin Girou, panggil saja Girou, ini teman saya yang perempuan bernama Wilhiemma, dan yang diujung bernama Yamazaki”, Girou pun mengenalkan dirinya dan teman-temannya.


“Oh begitu, jadi silahkan duduk Nak Girou, Nak Wilhiemma, Nak Yamazaki, dan Allan”, Pinta Carl.


Girou dan teman-temannya dibawakan teh oleh pelayan, mereka semua pun menyeruput teh yang disajikan. Tanpa basa-basi, Carl pun langsung bertanya kepada Girou.


“Nak Girou, saya mau tanya terkait rencana penyatuan Jerman bagaimana?”Tanya Carl


Girou pun kaget dan sempat tersedak karena kaget ditanya langsung oleh Carl


“Ehekehek, sebentar Tuan Carl, rencana penyatuan Jerman adalah gerakan untuk menyatukan Jerman Barat dan Jerman Timur seperti dulu”, Jelas Girou


“Sebelum itu saya mau tanya dulu kepada Nak Girou, Kenapa Nak Girou ingin menyatukan Jerman padahal tidak ada urusannya dengan Nak Girou?”, Tanya Carl lagi.


“Saya pergi kesini karena saya ingin menempa diri saya menjadi samurai sejati dengan cara mengelilingi dunia dan memahami arti dari seorang samurai.”, Tutur Girou.


“Kalau Nak Wilhiemma kenapa pergi kesini? Apakah sama seperti Nak Girou?”, Tanya Carl kepada Wilhiemma.


“Kalau saya ingin kesini karena memiliki tekad yang sama dengan Girou karena kita berguru pada orang yang sama”, Jelas Wilhiemma.


“Oh jadi begitu keinginannya, ya sudah. Kembali lagi ke topik sebelumnya, saya sebenarnya setuju dengan rencana Girou, karena saya sebenarnya orang Jerman Timur jadi saya juga menginginkan bersatunya Jerman. Tapi saya takut keinginan itu susah direalisasikan, saya juga sudah dengar rencana kalian dari Allan, saya akan bantu kalian sebisanya, jadi tolong diterima bantuannya.”, Ungkap Carl.


“Terima Kasih banyak atas bantuannya, Tuan Carl”, Balas Girou.


Mereka semua pun saling bersalaman sebagai tanda disepakatinya Rencana Penyatuan Jerman yang diusulkan oleh Girou. Girou dan teman-temannya lega dengan dukungan dari Pemimpin Militer Jerman Barat, Jenderal Philip Richard Carl.


-To  Be Continued-