Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 39: Semua Telah Berhasil.



Samurai Around The World #39.


“Untuk Darkness agar berhati-hati. Dari Iblis yang diterpa cahaya bulan” aku membaca kertas yang diberikan Tuan Mack.


“Taruh saja kertas itu disekitarnya” kata Tuan Mack kepadaku.


Aku pun menaruh kertas itu disekitar mayat dua penjaga yang sempat melawan tadi.


“Kalau sudah kita kembali secepatnya karena matahari sudah terbit. Kau bisa berdiri, Saint? Atau masih sakit?” tanya Tuan Mack kepada Saint.


“Bisa Tuan Mack. Yang sakit hanya bagian badan saja. Kakiku masih baik-baik saja” Saint pun berdiri dan menenteng tas di punggungnya.


“Baguslah kalau begitu” Tuan Mack pun langsung berjalan menuju rute yang tadi kami lewati.


Aku dan Saint pun berjalan mengikuti Tuan Mack yang memimpin di depan.


Kami bertiga pun berjalan di rute yang sama saat perjalanan berangkat.


“Kau mendapatkan informasi apa Girou? Sedikit atau banyak?” tanya Saint kepadaku.


“Lumayan banyak sih. Ada sekitar 15 lembaran lah” aku pun menjawab pertanyaan Saint.


“Informasinya apa saja?” ganti Tuan Mack yang bertanya kepadaku.


“Macam-macam Tuan Mack. Nanti kujelaskan saat sudah sampai di tempatnya saja” jawabku.


“Ya sudah kalau begitu”


Setelah berjalan kurang lebih 45 menit, kami bertiga sampai di menara penjaga yang kami lewati sebelumnya. Cuma kali ini, lampu sorotnya tidak dinyalakan karena sudah mendekati pagi hari. Dan penjaganya sudah mengantuk.


Kami pun melewati menara penjaga itu dengan mengendap-endap dengan cepat tapi tidak seperti tadi yang perlahan-lahan.


Setelah melewati menara penjaga itu, kami pun langsung bergerak cepat agar saat pagi kami sudah datang di tempat berkumpul awal tadi.


Saat kami berjalan menuju titik awal pertemuan tadi, tiba-tiba Allan menghubungi kami.


“Hei kalian ada dimana? Hanya tim kalian saja yang belum kembali” tanya Allan melalui HT kami bertiga.


“Kami sedang menuju kesana Allan. Tunggu saja” kata Tuan Mack menjawab pertanyaan Allan.


“Ya sudah kalau begitu” Allan pun memutuskan sambungannya.


Kami pun berjalan lagi hingga akhirnya kami sampai di tempat awal semuanya berkumpul sebelum melakukan misi saat pukul 6 tepat.


“Akhirnya kalian datang!!” Joseph pun menyapa kami bertiga yang baru datang.


Kami bertiga pun mendekati Joseph dan yang lain. Saling menyapa satu sama lain.


“Informasi apa yang kalian temukan?” tanya Tuan Mark kepada aku, Tuan Mack, dan Saint.


“Banyak Tuan Mack” aku pun menjawab pertanyaan Tuan Mark.


Aku pun mengambil robekan-robekan kertas di tas yang kuambil tadi dan memberikannya kepada Tuan Mark.


“Ini kertas-kertasnya Tuan Mack” kataku sambil menyerahkannya kepada Tuan Mark.


Semua pun mendekati Tuan Mark karena penasaran dengan informasi yang ku dapatkan.


“Bagus sekali Girou. Informasi ini lengkap dan mungkin dapat membantu kita untuk mengalahkan Darkness. Kau mengambil informasi ini dimana Girou?” tanya Tuan Mark kepadaku.


“Aku mengambilnya di ruangan administrasi yang berada di parkiran artileri di ujung sana” aku menjawab pertanyaan Tuan Mack sambil menunjuk ke arah parkiran artileri tempatku menyusup tadi.


“Hmmmm baguslah kalau begitu. Kau, Tuan Mack, dan Saint terlihat terluka. Apalagi Saint yang terluka cukup parah. Ada apa dengan kalian?” tanya Tuan Mark setelah melihat badan kami bertiga yang terluka bekas pertarungan dengan penjaga tadi.


“Kami tadi menghadapi para penjaga saat ingin kembali setelah menyusup. Tadi sudah kami habisi dan aman-aman saja” Saint pun menjawab pertanyaan Tuan Mack.


“Kalau kalian bunuh penjaganya berarti nanti akan menimbulkan kecurigaan dan bisa berbahaya untuk kita semua disini. Kalau hal itu terjadi maka akan menyulitkan kita untuk mengalahkan Darkness” kata Tuan Mack yang khawatir jika penyusupan mereka akan terbuka karena pembunuhan penjaga itu.


“Tenang saja Tuan Mark. Penjaga yang dibunuh tadi kami gunakan untuk mengadu domba antara pihak Darkness dengan Moon Devil” Saint pun menjawab pertanyan Tuan Mark.


“Maksudnya mengadu domba itu bagaimana Saint?” tanya Tuan Mark yang masih bingung.


Aku pun menjelaskannya kepada Tuan Mark maksud dari mengadu domba itu.


Setelah kujelaskan, Tuan Mack pun mengangguk-angguk karena sudah paham.


“Ohhh jadi seperti itu ya. Baguslah kalau begitu. Itu dapat mengurangi kesempatan kita untuk diketahui oleh musuh” kata Tuan Mark sambil mengangguk-angguk.


“Hmmmmm mungkin masih terlalu cepat untuk menanyakan hal itu Girou. Kita pun baru setengah minggu di sini. Dan masih banyak bagian-bagian dari markas ini yang belum kita tahu. Kita akan mengumpulkan informasi lebih banyak lagi dan akan menyerang jika sudah datang waktu yang tepat” Tuan Mack pun menjawab pertanyaanku.


Aku pun mengangguk mengiyakan perkataan Tuan Mack.


“Mungkin kita akan mengintai di tempat yang berbeda. Bukan di tempat kemarin kita melihat rombongan tank. Kita akan menjelajah sisi lain dari markas ini. Apakah kau punya denah lengkap dari markas ini Allan?” tanya Tuan Mark kepada Allan.


“Ada Tuan Mark. Sebentar”


Allan pun mengambil kertas besar yang dia bawa dan menunjukkannya kepada kami semua.


“Ini Tuan Mark petanya” kata Allan sambil menunjukkan denah markas Darkness kepada kami.


“Baguslah kalau kau punya. Bisakah kau tunjukkan dimana daerah yang belum kita intai Allan?” tanya Tuan Mark kepada Allan.


“Disini Tuan Mark. Ini daerah dimana tempat benteng utama markas ini berada. Di daerah ini menjadi tempat berkumpulnya benda-benda penting, informasi penting, dan hal-hal yang penting lainnya. Aku baru mendapatkan informasi tentang benteng ini tadi malam, saat aku iseng untuk membobol sistem informasi mereka, dan untungnya aku mendapatkannya” Allan pun menjelaskannya kepada kami semua.


“Benteng itu dimana tempatnya Allan?” tanyaku penasaran.


“Di atas gunung itu. Benteng itu mungkin berisi informasi lebih lengkap terkait artileri yang baru kau temukan tadi. Dan mungkin benteng itu memiliki senjata pertahanan yang melindungi benteng ini dari serangan. Dan disana juga aman, karena akan susah digapai oleh musuh” Allan pun menjelaskan kepada kami sambil menunjuk ke gunung tempat benteng itu berada.


“Apakah hanya benteng itu tempat yang belum dijelajahi Allan?” tanya Tuan Mack.


“Aku pun tidak terlalu tahu. Karena peta ini masih sedikit membingungkan. Agak susah untuk mengetahui tempat-tempat di markas ini melalui peta ini” jawab Allan.


“Oh ya, informasi apa yang Tuan Mark temukan? Kan Tuan Mark juga menyusup tadi” tanyaku kepada Tuan Mark.


“Ini. Kau bisa baca sendiri” Tuan Mark menyerahkan beberapa kertas kepadaku.


Aku pun mengambil kertas itu dari Tuan Mark dan membacanya. Yang lain juga mendekatiku karena ingin membaca.


Di kertas yang diberikan Tuan Mark berisi struktur dari Darkness mulai yang teratas hingga yang paling bawah strukturnya.


“Disini nama pemimpinnya kok tidak ada ya?” tanyaku penasaran.


“Ya mungkin mereka ingin menyembunyikan identitasnya. Mungkin tidak semua anggota Darkness ini tahu nama asli pemimpinnya” kata Tuan Mack untuk menjawab pertanyaanku.


“Lengkap sekali hingga yang paling bawah. Waktu Tuan Mark dan Guzz menyusup, apakah menemui kesulitan waktu menyusup tadi? Uhukk! Uhuuk!” tanya Saint sambil terbatuk-batuk


“Tidak ada sih. Cukup lancar tadi. Mungkin hanya menemui beberapa halangan kecil saja. Dan untung bisa kulewati bersama Guzz tadi” kata Tuan Mark dengan sedikit membusungkan dadanya.


“Iya iya baguslah Tuan Mark”


Aku pun menyerahkan kertasnya kembali kepada Tuan Mark.


Aku pun duduk bersandar di pohon karena capek setelah menyusup ke parkiran artileri tadi.


“Hei kenapa tidak ada yang bertanya kepadaku? Aku juga menyusup loh tadi” Joseph pun protes karena tidak ada yang bertanya kepadanya.


“Nanti saja Joseph. Aku ingin beristirahat dahulu karena capek” kataku menolak kepada Joseph karena ingin beristirahat sebentar.


“Ya sudah aku saja yang bertanya kepadamu Joseph. Kau tadi menyusup dapat apa saja? Informasi atau yang lain sebagainya?” tanya Tuan Mark kepada Joseph.


“Aku waktu menyusup tadi, menemukan informasi terkait pembagian tugas tentara Darkness saat berperang melawan pihak lain. Aku tadi saat–“


“Bukankah itu sama dengan milik Tuan Mark tadi, Joseph?” aku pun memotong Joseph yang masih menjelaskan.


“Beda. Kalau yang Tuan Mark temukan tadi adalah pembagian jabatan dari pemimpin yang paling atas sampai yang paling bawah. Dan yang aku temukan adalah pembagian tugas tentara saat berperang melawan pihak lain. Contoh saat bertempur ada yang berada di bagian tank, ada yang berusaha mengalihkan musuh, dan ada yang langsung menusuk ke jantung pertahanan lawan. Begitu Girou. Jadi punyaku berbeda dengan punya Tuan Mark” Joseph pun menjelaskannya lebih jelas kepadaku.


“Ahhh, begitu ya. Apakah itu saja yang kau temukan?” tanyaku lagi.


“Ya mungkin hanya itu saja. Karena tidak ada yang menarik untuk kubawa” jawab Joseph dengan santai.


“Baguslah kalau semuanya berhasil menyelesaikan misi. Sekarang kita semua bisa beristirahat karena tadi malam belum sempat tidur. Terserah mau beristirahat dimana. Asal tidak berjauhan dan tidak terlihat oleh musuh saat dilewati. Aku akan menjaga kalian semua jika ada sesuatu” kata Allan kepada kami semua untuk beristirahat setelah semalaman terjaga untuk menyelesaikan misi.


Kami semua langsung merebahkan tubuhnya dan beberapa dari kami langsung tertidur. Hanya Allan yang masih terjaga untuk menjaga kami semua.


Aku juga tertidur karena mengantuk dan badanku terasa pegal semuanya.


Saat aku masih tertidur, tiba-tiba aku merasa badanku digoyang.


“Bangunlah Girou”


-To Be Continued-