Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 32: Konvoi.



Samurai Around The World #32.


“Itu dia itu dia!!” teriak Joseph dari HT.


Kami semua pun kaget karena Joseph sedikit berteriak melalui HT.


“Hei Joseph. Kau jangan berteriak seperti itu. Kita kan mengintai secara diam-diam. Kalau kau tetap seperti itu kita semua akan ketahuan. Memangnya apa yang kau temukan Joseph?” tanya Tuan Mark kepada Joseph.


“Coba kalian semua melihat ke arah barat. Disana ada konvoi artileri dari mereka” jawab Joseph.


Kami semua pun penasaran dan mencoba untuk menerawang konvoi yang dibicarakan oleh Joseph. Dan benar saja, berbaris tank beserta artileri berat lainnya dan membentuk konvoi yang mengerikan jika dilihat-lihat. Kalau dari tempatku mengintai, bentuk tank dan artileri yang berkonvoi itu tak terlalu terlihat, hanya ada titik besar berwarna hitam yang terlihat. Dan sebenarnya jarak pandang dari teropongku tidak bisa melihat wilayah konvoi itu. Mungkin karena saking banyaknya artileri yang melakukan konvoi, area itu pun terlihat oleh teropong milikku. Dan mungkin juga karena wilayah itu masih ada salju yang menutupi tanah karena suhunya yang cukup dingin. Walaupun  beberapa kota di Norwegia sudah melewati musim dingin.


“Wuiiihh cukup mengerikan yaa. Ck ck ck, aneh juga kenapa mereka masih bisa berkonvoi dengan gagahnya walau ada salju yang berjatuhan. Jerman saja tidak bisa mengatasi musim salju ini dengan tank panzer milik mereka. Sungguh sungguh menakjubkan” kata Tuan Mark terkesima melihatnya.


Kami semua pun masih memperhatikan jalannya konvoi itu. Dan konvoi itu masih tidak habis-habis juga. Memang sih karena jalan dari artileri beratnya cukup lambat jika dilihat-lihat.


“Hei Allan, kau kan katanya ingin mencari rahasia dari tetap beroperasinya artileri berat milik mereka di tengah dinginnya cuaca dan salju. Kau sudah mendapatkannya?” tanya Tuan Mark kepada Allan


“Masih belum Tuan Mark. Sebenarnya aku ingin mendekati tempat tank-tank itu berada. Cuma aku masih belum bisa melakukannya karena masih ada penjaga di sekitar tempatku. Jadi untuk itu bisa dilakukan nanti saja” jawab Allan.


“Ya sudah lah kalau begitu”


Kami semua pun terus melihat berjalannya konvoi tersebut. Dan setelah kuperhatikan lebih jelas dan detail lagi, beberapa artileri nampak memiliki bagian badan yang terkelupas dan masih ada asap yang sedikit mengepul di bagian itu. Aku pun masih bingung saat melihatnya. Apakah terjadi perang satu artileri dengan artileri yang lain?. Aku pun tak tahu.


“Hei Girou, apakah kau melihat sesuatu yang aneh di konvoi itu?” Allan pun membuyarkan lamunanku.


“Hmmmmmm. Yang kau maksud beberapa tank yang terkelupas badannya itu?” tanyaku memastikan


“Iya. Itu yang aku maksud. Menurutmu itu kenapa bisa menjadi seperti itu?”  tanya Allan kepadaku.


“Mungkin saja karena perang satu sama lain. Cuma untuk lawannya aku tidak tau juga siapa. Jadi itu hanya prediksi kasarku saja” jawabku.


“Oh begitu ya. Oke lah” Allan pun melanjutkan lagi pengintaiannya.


Dan setelah beberapa waktu, konvoi artileri itu pun sudah tidak terlihat lagi di teropongku.


“Konvoinya tadi mengarah kemana Joseph?” tanya Tuan Mack kepada Joseph karena dialah yang paling jelas saat melihat konvoi.


“Konvoi itu mengarah ke arah barat laut lagi Tuan. Tapi konvoi itu tidak berhenti juga jalannya. Kalau dari tempatku masih terlihat konvoinya” jawab Joseph dari tempatnya.


“Ok lah kalau begitu. Kau perhatikan saja terus konvoinya. Bisa jadi kau temukan sesuatu dari sana” perintah Tuan Mark kepada Joseph.


“Siap Tuan Mark”


Aku pun berganti memerhatikan markas kembali setelah tidak terlihatnya lagi konvoi dari tempatku.


Semua masih sama saja. Ada yang dari tadi menghitungi barang logistik yang masuk ke dalam dan keluar markas. Ada juga yang mengangkat barang-barang yang masuk ke dalam gudang.


Hingga malam hari


“Konvoinya nampak berhenti tidak jauh dari tempatku Tuan Mark. Tapi karena salju turun, mereka tidak terlalu terlihat. Mungkin saja itu adalah tempat lain dimana artileri itu diparkirkan” lapor Joseph kepada Tuan Mark yang terdengar di semua alat komunikasi milik kami.


“Hmmmmmmm. Ya sudah jika tidak terlihat jangan dipaksakan Joseph. Kita beristirahat saja untuk malam ini. Hari esok masih ada lagi” saran Tuan Mark kepada Joseph.


Hari Besoknya.


“Apakah semua sudah bangun?” suara Tuan Mack terdengar di alat komunikasi milikku dan membuatku terbangun dari tidur malamku.


Aku pun mencoba untuk mengambil HT ku.


“Saya baru bangun Tuan Mack” laporku kepada Tuan Mack.


“Yang lain?” tanya Tuan Mack kepada yang lain.


“Baiklah kalau semua sudah bangun. Kita berkumpul di tempat kita datang kemarin. Kita akan melaporkan hasil pengintaian 2 hari kemarin. Mumpung hari ini hari minggu dan aktivitas di markas tidak seramai hari biasa. Hati-hati saat menuju tempat pertemuannya. Kutunggu kalian ya-“ Tuan Mack pun memutus sambungannya


Kami semua pun membawa semua peralatan kami beserta catatan tentang pengintaian kami 2 hari kemarin.


Aku pun berjalan menuju tempat pertemuan dengan jalan yang kuingat di 2 hari kemarin.


Dan di jam 5. Dan dipagi hari yang dingin nan sejuk. Kami semua pun berkumpul untuk melaporkan pengintaian selama 2 hari kemarin.


Setelah berjalan selama 45 menitan, aku pun sampai di tempat yang telah ditentukan. Cukup lama karena mengendap-endap menghindari penjaga yang terlihat mengantuk karena menjaga semalaman. Saat aku datang di tempat pertemuannya, semuanya sudah datang di tempat berkumpulnya.


“Ok semuanya sudah berkumpul. Laporkan hasil kalian mengintai 2 hari kemarin” kata Tuan Mack dengan pelan kepada kami semua.


“Mulai dari aku dulu saja. Dari pengintaian 2 hari kemarin, aku menghapal kegiatan yang terjadi di saat aku mengintai. Kalau di tempatku itu ada suatu tempat penyimpanan senjata-senjata berat seperti RPG, Machine Gun, Flamethrower, dan masih ada banyak jenis senjata berat lainnya. Banyak senjata yang keluar masuk dari gudang itu. Keluar dengan keadaan senjata yang bagus, dan kembali dengan keadaan yang buruk. Kemungkinan sudah digunakan untuk bertempur dengan suatu pihak dan dikembalikan ke gudang itu untuk dibenahi agar bisa dipakai kembali. Dari kemarin kita banyak melihat artileri, senjata berat, dan senapan yang kembali dengan keadaan yang buruk. Berarti dari penglihatanku selama ini, bahwa mereka saat ini sedang bertempur dengan suatu pihak yang kita tidak kuketahui itu siapa. Informasi yang kutemukan hanya itu saja. Dan dari tempatku masih tidak ada celah pertahanan yang kutemukan” Tuan Mark pun melaporkan hasil pengintaiannya selama 2 hari.


Dan yang lain pun melaporkan hasil pengintaiannya masing-masing. Dan semua hampir sama laporannya. Menghafal kegiatan yang terjadi sehari-hari di markas saat pengintaian. Dan semua ada kecurigaan yang sama juga. Tentang dugaan bahwa Darkness sedang menghadapi suatu pihak yang masih belum diketahui siapa pihak itu.


“Semuanya hampir sama ya. Dan masih belum menemukan celah pertahanan dari markas yang besar ini. Hmmmmm dan semuanya menemukan dugaan dari konvoi artileri yang kita lihat kemarin. Dan aku mendengar dari Tuan Mark tentang bertahannya artileri-artileri tersebut di bawah gempuran salju dan musim dingin. Kata Tuan Mark, Allan katanya yang akan mencari informasinya. Benarkah hal itu Allan?” tanya Tuan Mack kepada Allan.


“Benar Tuan Mack. Tapi masih belum melakukannya karena adanya pengawasan yang cukup ketat di tempatku berjaga. Jadi masih belum bisa untuk mencari informasinya” jawab Allan.


“Kalau informasi yang biasa kau cari biasanya menggunakan media apa Allan?” tanya Tuan Mack.


“Biasanya yang saya cari itu informasi di suatu sistem rahasia di komputer Tuan. Saya bisa kalau membobol sistem yang rahasia suatu organisasi. Tapi kalau informasi langsung seperti ini, saya agak susah mencarinya karena masih kurang pengalamannya. Saya mau pakai komputer juga susah kalau disini” jawab Allan.


“Hmmmmmm, tapi kalau pakai komputermu di mobil gitu apakah bisa Allan? Eh, kau pakai komputer atau laptop Allan?” tanya Tuan Mack.


“Saya sih kalau di rumah, saya pakai komputer. Kalau di luar rumah, biasanya memakai laptop. Dan kalau memakai laptop di mobil sebenarnya bisa saja, yang penting ada colokan listrik yang cukup untuk tenaga laptop” jawab Allan.


“Nah, kalau bisa, kau menyalakan laptop dari mobil saja. Kau mungkin bisa menggunakan laptopmu itu untuk memandu kami saat misi. Untuk penyusupannya, bisa diserahkan ke yang lain. Tapi untuk komunikasi atau yang berhubungan dengan sistem, mungkin bisa kau urusi hal itu. Bagaimana Allan?” tanya Tuan Mack


“Hmmmmm, mungkin itu adalah ide yang cukup bagus Tuan Mack. Tapi untuk listriknya nanti bagaimana?” tanya Allan.


“Itu bisa dihubungkan ke saluran listrik disini. Kalau alatnya, tenang saja. Aku punya alat yang seperti itu. Dan di dekat mobil kita, kan ada satu tiang listrik tuh. Kita bisa pakai tiang itu untuk sumber listriknya” jawab Tuan Mack.


“Hmmmmmmm, bisa kalau begitu. Kapan rencananya Tuan Mack?” tanya Allan


“Kalau malam ini bagaimana? Lebih cepat akan lebih baik. Bagaimana?” tanya Tuan Mack kepada kami semua.


Kami semua pun menganggukkan kepala kami.


“Nanti siapa yang akan menyusup ke tempat artileri itu Tuan Mack?” tanyaku penasaran.


“Hmmmmm. Yang pasti nanti Allan akan ikut. Siapa ya? Mungkin semuanya bisa ikut nantinya. Dibagi menjadi 2 tim. Timku dan tim dari Tuan Mark. Ada yang mengintai di tempat artileri itu diparkirkan. Semoga kita menemukan informasi yang bagus dalam penyusupan ini” jawab Tuan Mack


Kami semua pun berdiskusi untuk rencana penyusupan nanti malam. Setelah membahas rencananya, kami semua pun kembali menuju tempat kami mengintai sebelumnya.


Dan sama seperti lamanya perjalanan saat menuju tempat pertemuan. 45 menit.


Dan aku sampai di tempatku mengintai sekitar jam


Aku pun mengintai kembali dengan menggunakan baju penyamaran milikku dan teropong yang biasa kupakai.


Dan aku pun terus mengintai hingga bulan naik untuk menggantikan matahari. Malam hari.


Dan tiba-tiba, HT milikku pun mengeluarkan suara


“Malam sudah datang untuk menggantikan siang. Cepatlah berkumpul untuk melakukan misi di malam hari ini”


-To Be Continued-