Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 17: Misi Baru.



Samurai Around The World #17.


“Ya, karena semua sudah datang. Langsung kita mulai saja pertemuan kita di pagi hari ini. Selamat pagi semuanya. Terima kasih sebelumnya sudah berkenan datang kesini pagi hari ini. Kemarin Tim Gloria yang melakukan misi ke Uni Soviet untuk mencari informasi terkait hubungan Soviet dengan organisasi kriminal yang sedang kita lawan, Silhouette telah pulang. Dan di Pertemuan kali ini kita akan membahas dan mengevaluasi hasil dari misi kemarin. Disini kita sudah mengundang salah satu perwakilan dari Tim Gloria, yaitu Allan, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki. Mereka telah selesai melakukan misinya dengan baik dan berhasil pulang dengan selamat. Nah, untuk perwakilan


Tim Gloria dipersilahkan mempresentasikan hasil dari misi kemarin. Untuk waktu dan tempat dipersilahkan.” Kata Carl untuk membuka pertemuan di pagi hari.


“Terima kasih kepada Jenderal Carl telah mempersilahkan kami disini. Ya mungkin langsung saja saya bacakan. Kami kemarin selama berada di Uni Soviet telah melaksanakan kegiatan sebagai berikut.” Allan pun membalik kertasnya.


“Setelah datang di Moskow, kami menemui orang pertama yang membantu dalam misi ini. Dia bernama Alexander. Dia adalah teman Gloria saat masih berjaga di Moskow. Kami semua pun menginap di rumahnya. Alexander juga sering membantu kami dalam misi ini. Beberapa hari kemudian, kami semua bersama Alexander berangkat menuju kota Nizhny Novgorod untuk menemui dan bernegosiasi dengan salah satu orang penting di Soviet, dia adalah Jenderal Tertinggi Uni Soviet yang terkenal dengan wibawanya, dia bernama Tuan Igor. Setelah kami bernegosiasi cukup lama dengannya, Tuan Igor pun setuju untuk beraliansi dengan kami dan membantu kami dalam misi ini. Nah iya, sebelumnya sebelum kami berangkat ke Nizhny Novgorod, kami berdiskusi tentang rencana jika rencana penyusupan di salah satu acara besar yang diadakan di Kota Moskow. Mungkin kalian bisa menebaknya.” Allan pun berhenti sejenak.


“Oh, pertemuan Presiden itu ya?” celetuk salah satu petinggi yang ikut di pertemuan itu.


“Iya benar sekali, kami merencanakan hal tersebut. Dan rencana itu pun terjadi lah.” lanjut Allan.


“Bagaimana kalian bisa mendapatkan informasi tersebut? Sedangkan acara itu dijaga dengan ketat.” Tanya Einhard, salah satu petinggi yang dikenal oleh Girou dkk.


“Ya sebenarnya kami tidak sendirian. Kami dibantu oleh pasukan khusus yang dimiliki oleh Tuan Igor. Mereka banyak membantu kami dalam misi ini. Mereka sangat handal dalam misi spionase seperti itu.”  jawab Allan.


“Ya ya ya. Sekarang kami ingin tahu hasil dari misi kemarin, Allan. Bisa kau jelaskan pada kami?” tanya Petinggi yang lain.


“Ya. Untuk informasi yang pertama, kami akhirnya berhasil mengkonfirmasi hubungan Uni Soviet dengan Silhouette. Itu ternyata benar adanya. Yang kedua, Silhouette bahkan bertransaksi rudal dan nuklir dengan Soviet. Yang ketiga, kami akhirnya mendapatkan daftar list nama-nama pejabat Soviet yang kemungkinan berhubungan dengan Silhouette. Sebelum kami kesini, kami mencetak daftar list nama-nama pejabat tadi. Mungkin kalian semua bisa membacanya terlebih dahulu untuk mengetahuinya lebih lanjut.” Allan pun membagikan kertas yang telah dicetaknya.


Carl dan para petinggi lainnya pun membaca kertas yang dibagikan Allan dengan seksama. Hanya suara kertas saja yang memenuhi ruangan itu. Tak lama kemudian, mereka semua pun menaruh kertasnya kembali.


“Hmmm, cukup menarik ya. Eh, iya. Kenapa kau baru dapatkan informasi ini saat berada di sana, Allan? Padahal kan bisa jauh-jauh hari sebelum berangkat.” Tanya Carl.


“Mungkin karena kalau disini saya tidak bisa menembus server rahasia milik mereka, Jenderal Carl. Kalau disana saya dibantu oleh teman-teman dari Rusia untuk menjebol server rahasia KGB (Badan Intelijen Uni Soviet). Begitu, Jenderal Carl.” jawab Allan.


“Oh jadi seperti itu ya. Ya ya ya. Apa ada informasi yang lain, Allan?” tanya Carl lagi.


“Sebelum kami menyusup ke acara itu kami menemui salah satu mantan informan KGB yang ditakuti. Dia bernama Volk, kami sebenarnya membutuhkan dia untuk informasi terkait Soviet. Cuma saat kami pergi kesana, Volk telah mati ditembak oleh salah satu pembunuh bayaran milik Uni Soviet. Pembunuh bayaran itu memiliki panggilan “Serigala Alpha dari Selatan”. Menurut informasi yang kami dapatkan dia adalah mantan pasukan Spetsnaz yang memiliki keahlian mampu menggunakan segala jenis senjata api. Bahkan dia dapat mengendalikan senjata nuklir dan rudal. Menurut kabar yang beredar di kalangan Informan KGB, dia ikut dalam proyek pembuatan bom hidrogen milik Uni Soviet.”


“Dan alangkah mengejutkannya, saat perjalanan pulang kami bertemu dengannya. Dia menyamar sebagai salah satu Menteri yang kami sekap saat misi penyusupan kemarin lengkap bersama para penjaga-penjaganya. Kami pun melakukan baku tembak dengannya. Saat pertempuran itu terjadi, Girou melakukan hal yang sangat mengagumkan. Saat baku tembak terjadi, Girou pun menarik katana di punggungnya dan mengayunkannya ke arah peluru dan Girou pun berhasil menebas peluru tersebut. Dan Girou pun berhasil menebas penjaga itu satu persatu. Saat melihat Girou berhasil menebas penjaganya, Pembunuh itu pun mengeluarkan belati dari pinggangnya dan beradu dengan Girou. Pembunuh itu sangat handal mengayunkan belatinya bahkan dia berhasil menyudutkan Girou. Walaupun sudah dibantu dengan Wilhiemma dan Yamazaki, Pembunuh itu pun masih terus bertahan. Girou pun mengambil satu langkah kebelakang dan bersiap melancarkan serangan balik untuk pembunuh itu. Dan Girou pun berhasil menebas dada orang itu, dan tebasan itu pun membuat luka berat di dada orang itu. Setelah itu kami pun mencoba mencari informasi tambahan dari pembunuh itu, dengan cara menginterogasinya. Tapi kami tidak bisa memperoleh banyak informasi dari pembunuh itu. Pembunuh itu pun malah meledakkan mobilnya dan melarikan diri. Mungkin itu saja informasi lain yang kami dapatkan.”Jawab Allan.


“Bagaimana kau bisa yakin kalau orang itu adalah pembunuh informan yang kau cari?” tanya salah satu peserta pertemuan.


“Saat interogasi, saya menanyakan salah satu pertanyaan tentang Pembunuh yang bergelar Serigala Alpha itu, dia pun hanya terdiam saja. Jadi menurut saya dia adalah pembunuh itu.” Jawab Girou.


“Hmmmm, iya juga ya. Itu saja kah, Allan?” tanya Carl memastikan.


“Ah iya, satu lagi. Kita sudah tidak aman lagi untuk berada di sana. Karena Soviet sudah bergerak untuk membunuh kita melalui pembunuh itu. Kita sudah tidak aman untuk keluar-masuk kesana. Mungkin itu menjadi peringatan penting bagi kita.” jawab Girou.


“Hmmm. Mungkin untuk mengatasi hal tersebut mungkin kita bisa menarik beberapa informan lain yang kita disana. Bagaimana?” usul Carl.


“Ya mungkin itu lebih baik.” Einhard pun menyetujui ide dari Carl.


Yang lain pun hanya mengangguk yang berarti setuju dengan ide tersebut.


“Ya mungkin itu saja untuk pertemuan kita di pagi hari ini. Oh ya, Allan. Kalau tidak salah katamu beberapa bulan lalu, ada salah satu pejabat atau petinggi kita yang berhubungan dan bahkan menjadi salah satu anggota Silhouette. Apakah kau sudah menemukan orang itu, Allan. Dan apakah mungkin orang itu ada disini, Allan?” tanya Carl lagi.


“Kemungkinan orangnya tidak berada disini, Jenderal. Aku masih belum menemukan dia siapa beserta identitasnya. Tapi saat kemarin, kami melakukan misi di Moskow, kami menemukan beberapa bukti tambahan yang menunjukkan identitas awal orang itu. Untuk namanya kami masih belum mendapatkannya, Jenderal Carl.” Jawab Allan.


“Oh jadi seperti itu. Girou dan teman-teman ada yang ingin disampaikan?” tanya Carl kepada Girou dkk.


“Mungkin sudah cukup, Tuan Carl. Sudah disampaikan oleh Allan tadi.” Jawab Girou.


Para peserta pertemuan pun membubarkan diri dan bersalaman sebelum berpisah. Girou dkk pun mengikuti Carl untuk ke ruangannya. Setelah sampai di ruangan milik Carl, disana sudah ada Felix dan Gloria yang menunggu.


“Ah, akhirnya kau datang juga, Allan.” kata Felix untuk menyambut anaknya.


“Kenapa ayah ada disini?” tanya Allan.


“Aku kesini karena dipanggil oleh Tuan Carl. Katanya ada urusan. Mungkin urusannya sama sepertimu. Duduk saja dulu, Allan.” Felix pun menyuruh Allan untuk duduk.


“Ya karena semua sudah hadir. Langsung kita mulai saja. Kita disini akan membahas rencana selanjutnya dari misi Reunifikasi kita kali ini. Kemarin misi untuk menyusup ke Soviet, telah berhasil dan kalian semua telah kembali dengan selamat. Dan kita mendapatkan beberapa informasi penting dari misi kemarin. Yaitu terungkapnya hubungan antara Soviet dengan Silhouette. Dan kita akan melangkah ke rencana selanjutnya. Hmmm, mungkin ada usulan untuk misi yang selanjutnya?” tanya Carl langsung.


“Mungkin kita bisa mencari markas utama dari Silhoutte dan mengungkap identitas sebenarnya dari Silhouette beserta pemimpinnya. Dan kita akan menyerang balik mereka. Bagaimana?” Allan pun mengusulkan ide.


“Hmmmm, mungkin untuk rencana pengungkapan identitas saya setuju, tapi untuk penyerangan kita akan tunda terlebih dahulu. Karena kita tidak tahu secara jelas mengenai kekuatan tempur milik Silhouette. Tapi bagaimana kita mengungkap identitas Silhouette, Allan?” tanya Carl kepada Allan.


“Aku sudah pernah mencoba mencari identitasnya kesana kemari. Aku hanya menemukan sedikit dari jejaknya. Mungkin kita bisa mencarinya melalui jejak tadi. Atau kita bisa gunakan koneksi mata-mata milik Jerman. Mungkin kalau urusan itu Gloria bisa mengurusnya.” Jawab Allan.


“Bagaimana kalau kita meminta bantuan dari CIA juga? Aku memiliki beberapa kenalan informan disana.” Usul Gloria.


“Mungkin untuk sementara kita gunakan koneksi informan kita dulu. Untuk bantuan yang lain bisa menyusul. Karena jika tersandung masalah terkait hubungan informan itu, nanti malah makin rumit masalahnya.” Saran Felix.


“Hmmm, mungkin menggunakan koneksi luar akan membahayakan kita. CIA mungkin kita akan taruh di plan C atau D saja, sebagai back up kita.” Kata Gloria menyetujui rencana Felix.


“Jejak seperti apa yang kau temui, Allan?”Tanya Carl lagi kepada Allan.


“Mungkin rekaman sekilas yang berhubungan dengannya, rekaman suara telepon yang beratasnamakan dia, dan beberapa properti yang secara tidak langsung mengarahkan padanya. Mungkin itu jejak yang baru saya temukan.” Jawab Allan.


“Kami masih akan terus mencari informasi dari Silhouette, Tuan Carl. Kita akan mengusut lebih dalam jejak-jejak itu. Semoga bisa terungkap identitasnya.” Kata Allan untuk menyakinkan Carl.


“Ataukah mungkin sebenarnya Silhouette hanyalah sebuah perkumpulan kecil saja dan menmungkinkan ada organisasi criminal yang lebih besar lagi dari Silhouette?” tanya Carl.


“Saya menyayanginya seperti itu, Jenderal. Tapi itu hanya firasat saja. Kami masih belum bisa membuktikan hal tersebut.” Jawab Allan.


“Nah, ini juga tugas baru untuk kalian semua. Cari jalur utama criminal organisasi Silhouette itu. Dan kalau bisa temukan pola dari jalur tersebut. Bisa saja kalian bisa mengungkap organisasi yang lebih besar dari Silhouette.” Pinta Carl.


Yang lain pun hanya diam tertunduk setelah mendengar tugas baru dari Carl.


“Kalau kalian butuh bantuan, aku akan bantu kalian sebisanya. Kalian bisa hubungi aku saja.”Carl pun menawarkan bantuan kepada Girou dan yang lainnya.


Yang lain pun mengangkat wajahnya dengan sumringah.


“Ya, Jenderal Carl. Akan kami lakukan sebisanya.” Allan pun menyetujui tugas dari Carl.


“Ya syukurlah kalau kalian bisa melakukannya. Aku tidak memberi jangka waktu kepada kalian. Tapi kalau bisa lakukan secepatnya ya.” Kata Carl kepada Allan, Girou, dan yang lainnya.


“Iya siap.” kata mereka semua serempak.


“Ya sudah. Mungkin begitu saja untuk pertemuan kita kali ini. Terima kasih telah bersedia datang kesini. Kalian bisa membubarkan diri.” Tutup Carl.


Girou dan timnya pun melangkah keluar dari ruangan Carl. Bersiap untuk misi selanjutnya.


-To Be Continued-