
Samurai Around The World #25.
“Kenapa kita berangkat ke Norwegia terlebih dahulu? Dan kenapa tidak menyelesaikan misi untuk mengalahkan jaringan Silhouette di Soviet?” tanyaku penasaran kepada Allan.
“Kau sudah tahu kan kekuatan dan pengaruh dari ‘Sang Serigala Alpha dari Barat’ yang pernah kau hadapi waktu itu? Sangat kuat dan mengerikan kan? Itu baru kekuatan seseorang saja dari jaringan mereka, memang kita belum mengetahui seseorang yang lain dari jaringan itu. Dan dari informasi yang kudapatkan, Lux Magnum itu jaringan Silhoutte yang paling lemah dari yang lain. Jadi akan lebih baik jika kita mengalahkan Lux Magnum terlebih dahulu,
dan mengalahkan jaringan yang lebih kuat nantinya.” Allan pun menjawab pertanyaanku.
“Hmmmmmm benar juga ya. Ya sudah deh lanjutkan saja pencarian informasimu itu, aku akan menemani.”
Allan pun melanjutkan lagi pencarian informasinya. Karena aku tidak bisa membantu banyak, dan daripada menyusahkan Allan, aku pun hanya menemani disebelahnya Allan sambil melihatnya mencari informasi dengan caranya.
1 jam kemudian, karena aku dari tadi hanya diam menemani Allan, aku pun mengantuk dan tertidur di kursi yang aku tempati. Dan waktu pun berlalu, dan tidak terasa 1 jam berjalan setelah aku tertidur, Allan pun berhasil menemukan informasi yang dicarinya.
“Hei, Girou. Kau jangan tidur mulu. Sudah ketemu nih informasinya.”Allan pun membangunkanku sambil menggoyang-goyangkan tubuhku.
Aku pun terkaget saat Allan membangunkanku.
“Hah!? Mana-mana informasi yang kau temukan, Allan?” tanya ku kaget kepada Allan.
“Ini informasinya, Girou.” Allan pun menunjukkan laptopnya kepadaku.
Dan yang lain pun mendekat ke arahku dan Allan. Kami semua pun melihat informasi yang Allan temukan. Di dalam informasi ‘yang ditemukan’ Allan menyebutkan secara rinci tentang kekuatan dari organisasi criminal kecil yang berada di bawah naungan Lux Magnum. Dan disebutkan dimana basis utama mereka dan pengaruh wilayah masing-masing kelompok itu. Aku pun yang membaca pun sedikit heran, karena bagaimana Allan bisa mencari informasi seperti ini yang berisi data-data lengkap dan mungkin terpercaya.
Karena rasa penasaran itu, aku pun menanyakannya kepada Allan.
“Wow, di dalam informasi ini berisi data-data yang sangat lengkap dari Lux Magnum. Bagaimana kau bisa menemukan informasi ini, Allan?” tanyaku penasaran.
“Lagi-lagi aku membobol sistem mereka, cuma yang kali ini berbeda, Girou. Untuk beberapa waktu yang lalu, aku hanya bisa menyentuh garis pertama dari sistem informasi mereka, untuk yang saat ini aku dapat menyentuh garis kedua dari informasi Lux Magnum.” Jawab Allan.
“Bukankah akan lebih berbahaya jika kau sampai menyentuh garis kedua mereka, Allan? Kau yang baris pertama saja, data-data pentingmu hampir saja bocor. Apa kabar yang kedua ini?”tanya Tuan Mark yang terlihat sedikit panik.
“Tenang saja, Tuan Mark. Aku menggunakan cara yang berbeda untuk menyabotase sistem mereka kali ini. Aku sudah mendapatkan nomor ID dari orang-orang yang diperbolehkan masuk di garis kedua ini. Aku mengambil salah satu dari ID mereka dan menggunakannya untuk mendapatkan informasi ini. Memang cara itu membutuhkan waktu yang sedikit lama, tapi dengan menggunakan cara itu, aku dapat mendapatkan informasi dengan lebih aman dan yang lebih penting, tidak ada data-data pentingku yang bocor.” Allan pun menjawab pertanyaan Tuan Mark.
“Ya sudah lah kalau begitu, bisa kuminta fotokopi informasinya, Allan?” tanya Tuan Mark kepada Allan.
“Bisa, Tuan Mark. Sebentar kufotokopikan dulu.” Allan pun berdiri dari duduknya.
Allan pun berjalan ke tempat printer sambil membawa laptopnya untuk memfotokopi data-data yang baru ditemukannya.
Dan tak lama kemudian, Allan pun membawa kertas hasil fotokopiannya. Allan pun menaruh kertas-kertas yang dibawanya di depan kami. Kertas-kertas yang dibawa Allan cukup banyak dan menumpuk.
“Rasanya tadi informasinya tidak sebanyak ini, Allan. Yang kubawa sisanya apa, Allan?” tanya Tuan Mark kepada Allan.
“Aku membawa peta pengaruhnya sekalian, aku juga memfotokopi semua data atau informasi yang berkaitan dengan Lux Magnum. Jadi wajar jika kertasnya juga banyak.” Jawab Allan.
terkait informasi yang Allan temukan. Aku mendapat kertas yang berisi kemungkinan-kemungkinan dimana letak markas utama atau basecamp dari Lux Magnum, sebenarnya clue nya sudah pernah disampaikan oleh Joseph berberapa waktu lalu sebelum kami berangkat kesini.
“Ada 4 jalur masuknya barang-barang ilegal, barat timur utara dan selatan. Salah satu jalurnya adalah Norwegia, ada sedikit pola aneh yang terjadi di jalur perdagangan barang ilegal di selatan. Saat masuk ke Norwegia, barang itu terbagi menjadi 2 jalur lagi, Utara dan selatan. Sedangkan di barat timur dan selatan, barangnya hanya masuk dari satu jalur atau gerbang. Dan sudah dipastikan barang-barang yang masuk di wilayah selatan setelah Silhouette itu berada dibawah pengaruh Lux Magnum. Berarti kemungkinan yang ada untuk saat ini adalah Markas mereka berada di ujung utara dan selatan Norwegia.” katanya waktu itu.
Dan dari kertas informasi yang kubaca itu rasanya semakin memperkuat pendapat Joseph sebelumnya. Di kertas itu berisi tentang foto-foto sekilas yang menunjukkan benteng-benteng besar yang berdiri di tengah hutan. Tapi foto-foto di kertas itu Nampak seperti benteng besar yang sudah ditinggalkan. Aku pun sedikit sangsi melihatnya. Aku pun menanyakan informasi itu kepada Allan.
“Foto-foto benteng besar ini nampaknya seperti sudah ditinggalkan, Allan. Maksudnya disini apa?” tanyaku kepada Allan karena penasaran.
“Menurutku itu penyamaran mereka agar tidak ada yang mengira bahwa benteng itu tidak ada orangnya. Hampir sama seperti penyamaran benteng yang dimiliki oleh Tuan Zussman dan pasukannya. Ya memang aku belum bisa memastikannya tentang penyamaran itu.”Jawab Allan.
Ya memang cukup masuk akal sih kenapa mereka memakai penyamaran seperti itu. Dan setelah kuperhatikan lagi, ternyata bentuk kontur hutan dari kedua benteng itu berbeda. Untuk benteng yang pertama, berada di hutan yang memiliki pohon yang tinggi menjulang dan jarak satu pohon dengan pohon yang lain cukup lebar. Sedangkan yang benteng kedua, berada di hutan yang memiliki pohon yang tak setinggi hutan benteng pertama, tapi jarak satu pohon dengan pohon yang lain berdekatan. Ini juga pernah disampaikan oleh Joseph waktu itu tentang perbedaan hutan di daerah utara dan selatan.
“....Foto basecamp yang pertama itu menurutku berada di daerah selatan, bukan utara. Karena 2 foto itu memiliki kontur hutan yang berbeda. Nah, hutan di daerah Utara itu memiliki pohon yang menjulang tinggi dan memiliki jarak antar satu pohon dengan yang lain. Sedangkan hutan di daerah selatan itu memiliki pohon yang tidak cukup tinggi tapi jarak antara satu pohon dengan pohon yang lain itu berdekatan dan berhimpitan.”
Ya mungkin lagi-lagi prediksi dan analisa dari Joseph benar.
Disaat kami semua menganalisa berbagai informasi yang ditemukan oleh Allan, tiba-tiba Tuan Mark pun berseru.
“Aku sudah ketemu organisasi bawahan Lux Magnum yang paling lemah dari yang lain. Coba lihat kertas yang kutandai ini.” Tuan Mark pun menyodorkan kertasnya kepada kami.
Di bagian kertas yang ditandai oleh Tuan Mark, disitu tertulis nama organisasi yang bernama ‘Darkness’. Di kertas itu juga ditulis area kekuasaan dari Darkness yang cukup kecil dibanding yang lain. Mereka berkuasa di daerah semenanjung utara Norwegia, dan berbatasan langsung dengan Finlandia dan Uni Soviet. Dari foto yang didapat Allan, markas dari Darkness memiliki ukuran yang cukup besar dan kokoh. Dan sebenarnya yang menjaga wilayah semenanjung utara Norwegia bukan hanya Darkness, tapi ada satu organisasi lagi yang bernama ‘Moon Devil’. Darkness dan Moon Devil bekerja sama untuk menjaga wilayah perbatasan utara Norwegia, hanya saja Moon Devil memiliki wilayah kekuasaan yang lebih besar dibandingkan dengan Darkness.
“Hmmmmmm Darkness ya namanya, memang sih wilayah kekuasaan mereka lebih kecil dibanding yang lain. Tapi jika kita menyerangnya duluan, apakah ‘Moon Devil’ akan ikut campur juga? Mereka kan satu wilayah soalnya. Akan menyusahkan jika Moon Devil ikut campur juga.” Tanya Joseph kepada Tuan Mark.
“Mungkin mereka akan ikut campur juga. Itu sudah pasti karena mereka berada di satu wilayah kekuasaan. Mungkin jika kita ingin menyerang salah satu dari mereka, kita harus mengalihkan kekuatan yang satunya lagi. Jadi kita menyerang dari 2 front serangan, tapi untuk front Moon Devil itu hanya sebagai penipu saja. Tujuan utama kita tetaplah Darkness.” Jawab Tuan Mark yakin.
“Hmmmmmm itu bisa menjadi strategi yang bagus, tapi untuk sekarang pasukan kita kan tidak banyak. Kita juga belum mengetahui secara lebih dalam kekuatan militer mereka. Bisa jadi kekuatan mereka lebih besar dari yang kita kira. Atau untuk kemungkinan yang lebih buruk, kita dikalahkan dari kedua front serangan itu. Bagaimana jika terjadi seperti itu?” tanya Tuan Felix.
“Hmmmmm, aku juga masih sangsi sebenarnya. Sebenarnya hampir sama saja jika kita menyerang organisasi kecil yang lain. Karena hampir semua organisasi mereka memiliki kekuatan yang merata. Jika pun ada satu yang tampak lemah, akan disupport oleh organisasi lain yang lebih kuat. Jadi ya sebenarnya sama saja.” Jawab Tuan Mark dengan sedikit lesu.
Ruangan tengah itu pun mendadak diam membisu. Semuanya masih bingung memikirkan strategi yang tepat untuk mengalahkan Lux Magnum dan bawahannya.
“Sebenarnya tidak apa-apa sih jika kita menyerang Darkness duluan. Meskipun mereka memiliki ‘Moon Devil’ dibelakangnya, letak pusat organisasi mereka jauh dari pusat organisasi Moon Devil dan jauh dari pusat organisasi Lux Magnum itu sendiri. Jika kita mencoba untuk menyerang organisasi kecil yang lain, maka itu akan menjadi lebih susah karena letaknya tidak terlalu jauh dengan pusat Lux Magnum. Lagipula apa salahnya untuk mencoba terlebih dahulu?” aku memecah hening ruangan itu.
“Ya memang masuk akal juga sih. Tapi kan kita belum tahu banyak terkait Darkness itu sendiri. Memang tempat mereka terpencil jauh dari pusat Lux Magnum dan disana cuacanya cukup ekstrem. Dan karena sebab itu mereka sulit untuk meminta bantuan dari organisasi yang lain, begitukah maksudmu, Girou? Dan kita menjadi lebih gampang menyerangnya?” tanya Allan kepadaku.
Aku pun mengangguk.
“Ya memang benar secara teori, kita dapat menyerang mereka dengan mudah karena kondisi dan suhu ekstrem itu, jika kita membawa pasukan dan senjata yang cukup banyak untuk menyerang mereka. Tapi kan untuk saat ini, pasukan beserta pasokan senjata kita kan sedikit, ditambah kita belum terbiasa untuk bertempur di medan seekstrem itu. Pasti mereka sudah tahu celah dan cara untuk mengatasi cuaca ekstrem itu. Jadi kita harus menyiapkan strategi lagi untuk menghadapi cuaca dingin nan ekstrem itu. Bagaimana untuk mengatasi cuaca dan suhu ekstrem itu?”
-To Be Continued-