
Samurai Around The World #19.
Di hari besoknya.
Girou dan yang lainnya pun menerima sebuah telepon yang berdering keras di pagi hari. Girou pun terbangun karena suara berisik dari telepon itu. Girou pun dengan cepat melangkah dan mengangkat gagang telepon itu.
“Halo, dengan siapa ini?” tanya Girou kepada orang yang menelepon.
“Halo. Selamat Pagi, Girou. Kau beneran menginap di rumah Allan ya?” tanya Carl kepada Girou.
“Eh, iya Tuan Carl. Kemarin saya dan yang lain menginap di rumah Allan untuk mencari informasi lain dari Silhouette dan yang lain. Seperti yang Tuan Carl minta saat pertemuan kemarin.” Jawab Girou.
“Hmmm, iya iya. Kau sudah menemukan sedikit informasi tentang Silhouette bersama yang lain, Girou?” tanya Carl.
“Sudah, Tuan Carl. Jadi Silhouette itu memili—“
“Stop Girou. Tidak perlu kau jelaskan lebih lanjut, Girou. Nanti kau sampaikan saja di ruanganku bersama yang lain. Jadi aku menelponmu untuk memberitahu ada pertemuan dengan ku tentang membahas rencana selanjutnya dari misi Reunifikasi Jerman dan mengalahkan organisasi kriminal ‘Silhouette. Nanti kau temui aku jam 8.30 ya. Ku Tunggu nanti. Ya sudah mungkin begitu saja, Girou. Sampaikan salamku kepada yang lain ya. Dan jangan lupa pertemuan nya. Dadah, Girou.” Carl pun menutup teleponnya.
Girou pun menaruh gagang telepon yang dia pegang ke tempatnya kembali dan menaiki tangga untuk membangunkan teman-temannya yang lain.
Girou pun akhirnya telah sampai di kamarnya kembali. Dan bergegas membangunkan teman-temannya yang masih terlelap dalam tidurnya. Seperti biasa, Wilhiemma masih saja belum bangun walaupun sudah digoyang-goyangkan oleh Girou. Tapi tidak dengan Yamazaki, dia bangun seperti biasanya. Setelah melihat Yamazaki bangun, Girou pun membagi tugas dengan Yamazaki.
“Nanti kau yang membangunkan Wilhiemma, aku yang akan membangunkan Allan dan yang lainnya.” suruh Girou kepada Yamazaki.
“Siap bos.” Kata Yamazaki mengiyakan rencana Girou.
Girou pun melangkah keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar milik Allan dan membangunkannya.
“Tok tok tok. Hei Allan, ayo bangun! Sudah pagi. Nanti kita ada pertemuan loh.”
Tidak ada jawaban.
“Hoi Allan. Dah pagi nih ayo bangun. Brak brak brak!.”Girou sekali lagi meneriaki Allan sambil memukul pintu kamarnya.
“Iya iya aku bangun. Sebentar. Hooammm.” Allan pun menguap.
Setelah membangunkan Allan, Girou pun langsung berjalan kembali menuju kamarnya untuk mengambil peralatan mandinya, sekalian memastikan Wilhiemma sudah bangun apa belum.
Saat Girou sudah sampai di depan kamarnya, dia mendengar suara gaduh dari dalam.
“Haduh, pasti Wilhiemma lagi nih masalahnya. Yare yare.” Gumam Girou.
Girou pun melangkah masuk ke dalam kamarnya, dan ternyata benar. Suara gaduh tadi berasal dari Wilhiemma dan Yamazaki. Girou pun mengingatkan Wilhiemma dan Yamazaki agar tidak gaduh, karena dapat mengganggu yang lain. Yamazaki dan Wilhiemma pun menuruti perkataan Girou. Girou pun kebawah dan Wilhiemma beserta Yamazaki mengikuti di belakangnya sambil membawa peralatan mandi mereka masing-masing. Saat mereka sampai dibawah, mereka melihat Felix dan Gloria yang baru bangun dari tidurnya.
“Selamat pagi, Tuan Felix, Nona Gloria.” Sapa Girou.
“Selamat pagi juga, Girou.” Balas Gloria.
“Allan mana? Kok tidak bersama kalian?” tanya Felix kepada Girou.
“Allan nampaknya masih bersiap di kamarnya, tadi sudah saya bangunin soalnya.” Jawab Girou.
“Oh jadi seperti itu ya. Ya sudah kalian cepatlah mandi. Mumpung masih kosong.”Suruh Felix.
Girou pun mengiyakan saran dari Felix, dan bergegas menuju ke kamar mandi. Teman-temannya juga bergegas ke kamar mandi. Tapi kamar mandi di rumah Allan hanya ada 2, jadi salah satu dari Wilhiemma atau Yamazaki harus menunggu. Mereka sempat cekcok beberapa saat, tapi akhirnya Yamazaki mengalah dan Wilhiemma lah yang mandi duluan. Tak lama kemudian, Allan pun turun dari kamarnya sambil membawa peralatan mandi. Dan diikuti oleh Felix dan Gloria juga yang membawa alat mandinya. Mereka semua pun bergantian mandi.
Setelah mandi, mereka pun sarapan dengan menu yang sudah dimasakkan Allan semalam. Mereka semua pun memakan sarapannya masing-masing dengan lahap. Tak berselang lama, makanan yang tersaji di piring mereka masing-masing pun habis tak bersisa.
“Ah iya, aku hampir lupa menyampaikannya. Mohon maaf sebelumnya jika ini sedikit mendesak. Jadi tadi pagi, saya ditelpon oleh Tuan Carl. Dia meminta kita semua untuk melakukan pertemuan dengannya dengan membawa
hasil penyelidikan kita kemarin tentang Silhouette. Tuan Carl meminta kita untuk sampai di ruangannya pukul jam 8.30 tepat. Jadi kita harus bersiap-siap dan segera berangkat menuju ruangannya. Jadi begitu.” Kata Girou memberitahu yang lain tentang pertemuan dengan Carl di pagi ini.
“Oh jadi seperti itu ya. Nah Allan, kau harus memfotokopi hasil penyelidikan kita kemarin untuk dibawa ke pertemuan dengan Tuan Carl nanti. Apakah bisa?” tanya Felix kepada Allan.
“Bisa. Nanti akan ku fotokopi semuanya. Tenang saja.” Jawab Allan yakin.
Mereka pun menyiapkan barangnya sendiri untuk dibawa saat pertemuan nanti. Tak lama kemudian, mereka semua pun telah siap berangkat termasuk Allan dengan kertas-kertas yang akan ditunjukkan kepada Carl nanti. Mereka semua pun berangkat ke kantor Carl menggunakan mobil milik Allan. Jalanan Kota Bonn masih sepi, tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang. Karena melihat jalanan yang sedikit sepi, Allan pun sedikit menekan pedal gas lebih dalam dan menyebabkan mobil yang mereka naiki menjadi lebih cepat. Dan mereka sampai di tempat yang dijanjikan hanya dalam waktu tak lebih dari 1 jam. Dan jam menunjukkan pukul 8.25. 5 menit lagi sebelum janji pertemuan dengan Carl.
Mereka pun bergegas menuju ruangan Carl. Mereka pun sempat disapa oleh beberapa penjaga, tapi mereka hanya menoleh sekilas dan bergegas kembali. Mereka pun sampai di ruangan Carl tepat waktu. Jam 8.30. Allan pun mencoba mengetuk pintu ruangan Carl.
“Ada. Masuk saja, Allan.”Jawab Carl sambil mempersilahkan Allan untuk masuk ke ruangannya.
Allan pun memasuki ruangan Carl dan diikuti yang lain. Ternyata sudah ada tamu yang datang duluan.
“Ayo semua duduk dulu.” pinta Carl.
Girou dan yang lain pun menempati tempat duduk yang tersedia. Setelah semuanya telah duduk, Carl pun memperkenalkan tamu yang sudah datang terlebih dahulu.
“Sebelumnya, perkenalkan dulu tamu baru kita yang sudah datang terlebih dahulu. Dia ini bernama Joseph, dia adalah salah satu informan handal yang kita miliki, dia sebenarnya memiliki tugas di Eropa Utara, tapi karena suatu hal, dia kupanggil kesini. Sebelumnya Allan sudah pernah berhubungan dengan Joseph ya?” tanya Carl.
“Sudah, Jenderal. Nah, Girou. Yang kumaksud Informan dari Norwegia itu dia, Joseph. Aku sebenarnya kaget karena dia disini, kenapa kau berada disini, Joseph?” tanya Allan kepada Joseph.
“Aku dipanggil kesini karena informasi yang kuberikan kepadamu, Allan. Aku juga memberitahunya kepada Tuan Carl. Jadi Tuan Carl memanggilku kesini sekalian mengajak dirimu juga. Jadi begitu, Allan” jawab Joseph.
“Oh jadi seperti itu ya. Mungkin ku perkenalkan dulu teman-teman ku yang ikut disini kepada mu. Jadi ini namanya Girou. Yang kuceritakan waktu itu kepadamu. Nah disebelah ini namanya Wilhiemma dan disebelahnya lagi itu namanya Yamazaki. Mereka bertiga ini saling berteman satu sama lain, sama yang kuceritakan waktu telepon itu.” Allan pun mengenalkan Girou dan teman nya.
“Oh yang ini ya, salam kenal, Girou.” Joseph pun menyalami tangan Girou.
“Eh, iya iya. Salam kenal juga, Joseph.” Balas Girou.
Joseph juga menyalami Wilhiemma dan Yamazaki.
“Mungkin yang lain kau sudah tau lah ya, Joseph. Yang itu ayahku, Felix. Dan di sebelah ayahku itu, Nona Gloria.”Allan pun melanjutkan lagi perkenalan nya.
“Iya, kalau itu sih aku sudah tau.” Jawab Joseph.
“Ya sudah mungkin cukup untuk perkenalannya, sekarang kita langsung ke pembahasan sesungguhnya. Joseph adalah salah satu informan yang ditugaskan di Eropa Utara, atau lebih tepatnya di Norwegia. Darinya kami mendapatkan informasi bahwa ada yang aneh di Pemerintahan Norwegia. Dan setelah penyelidikan lebih lanjut, Joseph menemukan adanya hubungan antara Silhouette dengan Pemerintahan Norwegia. Kau katanya Joseph sudah mendapatkan informasi ini ya, Allan?” tanya Carl kepada Allan.
“Sudah, Tuan Carl. Bahkan kami telah menemukan bukti baru dari dugaan Silhouette kali ini. Sebentar, saya ambilkan dulu kertasnya. Hmmmm, mana ya?” Allan pun mengambil tasnya dan mencari kertas-kertas yang ingin ditunjukkan kepada Carl.
“Nah ini dia, ini bukti baru kami tentang hubungan Norwegia dengan Silhouette, Jenderal Carl. Disini ada sebuah basecamp besar yang tertutup, dan kami diberitahu Joseph bahwa basecamp ini milik Silhouette. Dan kami menemukan bukti yang menguatkannya.” Allan pun memberikan ketas itu kepada Carl.
Carl pun menerima kertas yang diberikan oleh Allan, dan membacanya kertas itu secara sekilas.
“Bisa kau jelaskan lebih rinci terkait temuan barumu ini, Allan?.” pinta Carl setelah menerima kertas itu dari Allan.
“Jadi di kertas itu kan ada sebuah gambar rumah yang mirip dengan benteng di tengah hutan seperti itu. Dan rumah itu dilindungi oleh beberapa penjaga, dan memiliki beberapa senjata artileri yang disembunyikan dibalik
semak-semak, mungkin untuk yang artileri sedikit tidak kelihatan, karena memang disembunyikan di balik semak belukar di sekitar rumah atau basecamp itu, kami menduga bahwa rumah itu adalah salah satu markas milik Silhouette, karena kami mendapati beberapa lambang bertuliskan ‘Silhouette’ di basecamp itu.”
“Tapi ada satu hal yang janggal lainnya, di salah satu tiang rumah itu, terdapat lambang organisasi yang bertuliskan ‘Lux Magnum’. Mungkin Joseph sudah mengetahui organisasi ini. Organisasi Lux Magnum ini hampir sama dengan Silhouette, Cuma dia berada di Norwegia. Mereka adalah Organisasi kriminal yang memiliki pengaruh yang kuat, jadi pemerintah di sana tidak bisa meringkus mereka dengan mudah. Kami menemukan kemungkinan bahwa Lux Magnum memiliki hubungan dengan Silhouette. Karena kami melihat jalur perdagangan ilegal yang saya dapatkan, ada sedikit pola perdagangan yang aneh di Jerman Timur, dan itu kami perkirakan adalah Silhoutte, dan dari situ akan menyebar lagi menuju 3 arah angin, ada yang ke utara, barat, dan timur.” Jawab Allan
“Untuk yang ketiga arah itu ke mana saja, Allan?” tanya Carl.
“Untuk yang ke arah utara itu, Norwegia dan Negara Skandinavia lainnya, itu indikasi awal dari hubungan Silhouette dan Lux Magnum ini. Yang ke arah barat itu kemungkinannya ke Belgia atau Spanyol, dan yang ke arah Timur itu, ke arah Uni Soviet, jadi kemungkinan hubungan Silhouette dan Uni Soviet terjadi karena adanya jalur perdagangan ini. Yang kearah selatan saya masih belum menemukannya, tapi saya yakin ada. Karena disana adalah Jalur Perdagangan Laut Mediterania itu sangat menguntungkan bagi mereka, sangat disayangkan jika Silhouette melewatkan jalur perdagangan itu.” Jawab Allan.
“Jadi dapat disimpulkan jika Silhouette itu memiliki pusat Organisasi di Jerman Timur ya?” tanya Carl.
“Ya, mungkin bisa disimpulkan begitu.” Jawab Allan lagi.
“Hmmmmm, ternyata Silhoutte tidak sekecil yang kita bayangkan. Mungkin itulah yang membuat kita susah sekali untuk mengadakan Negosiasi dengan Jerman Timur lagi. Apa kau sudah mengetahui Organisasi anakan dari Silhoutte yang seperti Lux Magnum, Allan?” tanya Carl.
“Untuk saat ini, saya masih belum menemukan organisasi yang seperti itu, Jenderal Carl. Tapi nanti akan saya cari lagi.” jawab Allan.
“Ya sudah mungkin begitu saja untuk pertemuan kita di pagi hari ini. Kita sudahi saja. Terima kasih untuk semuanya karena sudah datang. Nah, nanti Joseph menginap dimana nanti?” tanya Carl.
“Dimana saja bisa.” Jawab Joseph.
“Nanti menginap di rumahku saja bagaimana? Masih ada kamar kosong soalnya.” Usul Allan kepada Joseph.
“Wah ide bagus tuh. Boleh boleh.” Joseph pun menyetujui usulan Allan.
“Ya sudah. Nanti Joseph menginap di rumah Allan saja. Enak juga, soalnya untuk mencari informasi lain juga lebih gampang. Ya sudah kalian cepatlah kembali, dan melanjutkan pencarian informasi kembali. Semuanya dipersilahkan pulang.” Tutup Carl.
Mereka semua pun membubarkan diri, dan kembali ke rumah untuk mencari informasi lagi.
-To Be Continued-