Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 27: Struktur Awal.



Samurai Around The World #27.


Setelah kami sampai di penginapan kami, kami pun turun satu-persatu dari mobil menuju kedalam rumah. Allan pun sempat kaget saat melihat kami kembali banyak orang yang belum dia kenal.


“Hei hei hei, tahan sebentar. Kenapa kalian datang bersama banyak orang-orang yang tak kukenal. Siapa saja orang baru yang kalian ajak kesini?” tanya Allan kaget.


“Duduk saja dulu, nanti baru saling berkenalan. Ayo semuanya duduk di kursi sana” Tuan Zack pun menyuruh kami untuk duduk terlebih dahulu.


Kami semua termasuk Lewis dan teman-temannya pun duduk di kursi disebelah Allan. Karena kami datang dengan jumlah yang cukup banyak, beberapa dari kami pun duduk di lantai karena kursi yang ada tidak mencukupi.


“Jadi sebenarnya, siapa orang-orang baru ini yang kalian ajak kesini?” tanya Allan lagi kepada kami.


“Mungkin salah satu dari empat orang ini kau sudah tahu namanya, dia adalah Lewis. Dan yang duduk disebelahnya itu temannya Lewis. Kalau dari kanan itu namanya Cheszka, Lowenn, dan Guven. Mereka bersama Lewis diberi tugas oleh Tuan Zussman untuk membantu kita dalam misi ini” Jawab Tuan Mark.


“Oh ya ya ya, kenalkan juga namaku Allan, salam kenal juga ya” Allan pun menyalami Cheszka, Lowenn, dan Guven secara bergantian.


Teman-teman Lewis pun menyalami Allan dengan hangat juga.


“Berarti datangnya kalian-kalian ini bentuk bantuan juga dari Tuan Zussman ya?” tanya Allan kepada Lewis dan


teman-temannya.


Lewis pun mengangguk.


“Berarti tadi pertemuan negosiasinya berhasil ya? Rencana kita disetujui?” tanya Allan lagi kepada kami.


“Iya, Allan. Tuan Zussman juga menyetujui rencana kita untuk beraliansi militer dengannya, Tuan Zussman juga berkenan meminjamkan beberapa pasukannya kepada kita” Jawab Tuan Mark.


“Yesss, syukurlah kalau begitu” Allan pun sumringah mendengar jawaban Tuan Mark.


“Dan Allan, kau kan dari tadi sudah ditinggal lama sejak kami berangkat tadi pagi, dan sekarang sudah hampir sore. Apakah kau sudah menemukan informasi penting yang bisa kau ceritakan kepada kami semua?” tanya Tuan Zack kepada Allan.


“Ada, tenang saja. Cuma aku jelaskan nanti saja. Mending kalian bersih diri dulu. Nanti kita bahas informasinya malam nanti saja” jawab Allan.


“Ya sudah deh kalau begitu. Lewis dan teman-temannya bisa mandi dulu. Nanti kalian menginap disini kan? Atau nanti akan kembali lagi ke benteng?” tanya Tuan Mark kepada Lewis dan teman-temannya.


“Saya dan teman-teman akan menginap disini, Tuan Mark. Kalau masalah barang-barang bawaan kami, akan diantarkan kesini. Sebenarnya mau dibawa tadi, cuma karena sudah full mobilnya, jadi nanti barang-barangnya akan diantarkan” jawab Lewis.


“Hmmmmmmm, ya sudahlah. Kalian mandi dan bersih diri dulu saja.” Tuan Mark pun menyuruh Lewis dan teman-temannya untuk mandi.


Lewis dan teman-temannya pun mengambil peralatan mandi dan bergiliran untuk mandi. Aku pun hanya duduk santai di kursi karena badan ku merasa cukup capek. Dan tak terasa, aku pun mulai mengantuk dan akhirnya tertidur di kursi.


Dan tak lama setelah aku tidur ada goyangan dan suara yang cukup keras. Aku pun pelan-pelan membuka mataku. Dan ternyata itu adalah Yamazaki yang sedang membangunkanku.


“Ayo bangun, Girou. Kau tertidur di kursi tadi. Cepatlah mandi sore, ini juga sudah malam, dan setelah mandi cepatlah menuju ke meja makan, karena yang lain sudah mandi dan bersiap untuk makan malam. Ayo cepatlah bangun” Yamazaki pun memegang tanganku agar aku cepat bangun.


“Hooooaammmm, memang aku tadi tertidur cukup lama ya, Yamazaki?” tanyaku kepada Yamazaki.


“Kau tertidur dari sore sampai senja dan ini sudah mendekati malam, Girou. Kau nampaknya capek banget hari ini sampai tertidur di kursi” jawab Yamazaki.


“Hmmmmm, cukup lama juga ya. Ya sudah kalau begitu, aku mandi dulu saja biar tidak mengantuk juga” aku pun mencoba berdiri dari kursi dan berjalan menuju kamarku untuk mengambil peralatan mandi.


Setelah mengambil peralatan mandi, aku pun berjalan menuju kamar mandi. Dan saat berjalan menuju kamar mandi, aku melihat Lewis dan lainnya menyiapkan makan malam.


“Kau sudah bangun, Girou? Cukup juga lama ya” kata Joseph kepadaku.


Aku pun hanya menoleh kepada Joseph dan mengangkat jempolku kepadanya. Dan melanjutkan langkah kakiku ke kamar mandi. Dan mengguyurkan air yang cukup dingin ke badanku.


Karena aku sudah membawa baju gantiku sekalian, aku tidak perlu mengambil baju ke kamarku lagi. Langsung ganti baju di kamar mandi. Dan setelah berganti baju, aku pun berjalan menuju ke meja makan. Dan saat aku melangkah menuju meja makan, Joseph pun meneriakiku


“Ayo cepat kesini, Girou. Kami semua sudah menunggumu” Joseph pun menyorakiku.


Aku pun bergegas mendekat kearah meja makan. Dan aku pun mengambil kursi dan duduk disebelah Joseph karena masih kosong. Dan di atas meja makan, sudah tersaji banyak makanan yang tak kuketahui, tapi kurasa itu adalah makanan khas Norwegia. Karena tidak tahu dan penasaran, aku pun bertanya kepada Joseph.


“Banyak sekali makanan yang tak kutahu nama beserta rasanya. Kau bisa jelaskan berbagai makanan ini kepadaku, Joseph?” tanyaku kepadanya.


“Nanti saja kujelaskan sambil makan, biar kau merasakan rasa makanannya juga” jawab Joseph.


Aku pun menuruti apa yang dikatakan Joseph untuk mencicipi makanannya terlebih dahulu.


“Selamat makan!!!” ucap semua bersamaan.


Kami semua pun mengambil berbagai lauk yang tersedia di atas meja. Aku pun masih bingung mau mengambil lauk makanan yang mana. Sedangkan Wilhiemma dan Yamazaki mengambil lauk yang menurut mereka lezat dengan yakin.


“Ayo ayo semuanya dimakan, lauk-lauknya tadi fresh loh” kata Tuan Mark yang nampaknya tadi mendapat bagian memasak.


“Hei hei Joseph, ini lauk apa yang kau tumpahkan di atas piringku?” tanyaku kaget kepada Joseph.


“Sudah kau cicipi saja makanannya, nanti kujelaskan kalau kau sudah mencobanya” jawab Joseph santai.


Aku pun menyendok secuil dari lauk itu dan kumasukkan dalam mulutku. Dan tak kusangka rasanya enak. Dari tekstur yang kurasa, lauk ini dari daging ikan karena memiliki tektur yang lembut.


“Kalau yang kau makan itu namanya Rokt Laks, atau Salmon Bakar. Di negara ini, lauk pokoknya adalah Salmon. Karena garis pantai Norwegia banyak menghasilkan ikan-ikan Salmon yang besar dan segar. Jadi makanan disini banyak menggunakan ikan Salmon. Bagaimana teksturnya, sedikit lembut ya?” tanya Joseph kepadaku.


“Hmmmmm, sedikit lembut cuma tidak langsung hancur saat dikunyah. Enak sih ini, masih ada rasa segar dari ikannya” aku pun menjawab pertanyaan Joseph.


“Bukankah di Jepang, banyak olahan makanan yang menggunakan Salmon ya, Girou?” tanya Tuan Mark yang duduk di samping Joseph.


“Iya, Tuan Mark. Tapi kalau di Jepang, salmonnya kebanyakan tidak dimasak. Dimakan mentah dengan dioles bumbu  saja” aku ganti menjawab pertanyaan Tuan Mark.


Aku pun melanjutkan makan malamku lagi. Dan setelah aku makan sebentar, tiba-tiba Joseph menaruh satu lauk lagi di atas piringku.


“Kau coba yang satu ini, kujamin enak rasanya” kata Joseph sambil menaruh seonggok lauk di piringku.


Aku pun mencoba lauk yang diambilkan oleh Joseph yang menurutnya enak itu. Memiliki bentuk seperti daging, berbeda dengan lauk ikan salmon yang tadi.


Aku pun mencoba menyendok secuil lauk daging itu. Dan lagi-lagi rasanya enak, tapi aku masih bingung daging yang dipakai daging apa. Dari yang kurasa itu bukan daging sapi atau ayam.


“Itu namanya Pinnekjott, itu dibuat dari daging domba yang direndam dan dimasak dengan cara diasap” Joseph pun


menjelaskan makanan daging itu kepadaku.


"Oh dari daging domba toh, soalnya tadi aku masih bingung Pinnekjott ini terbuat dari apa” kataku sambil menyendok secuil daging Pinnekjott.


Kami semua pun memakan makan malam dengan nikmat dan lahap. Dan tak sampai satu jam, makanan yang disajikan pun habis tak bersisa. Kami semua pun membersihkan piring tempat makanan kami masing masing. Setelah membersihkan piring, kami semua pun kembali ke meja makan karena nampaknya Tuan Mark ingin menyampaikan sesuatu.


“Katanya tadi Allan ingin menyampaikan sesuatu tentang informasi yang ditemukan dari pencarian sejak pagi tadi. Apa yang kau temukan, Allan?” Tuan Mark pun menanyakan kepada Allan setelah kami semua sudah membersihkan tempat makan kami masing-masing.


“Saat pencarian informasi dari pagi, aku menemukan jajaran pemimpin dan beberapa bawahan dari Lux Magnum dan organisasi kecilnya. Sebentar aku ambilkan laptopku terlebih dahulu” Allan pun berdiri dari duduknya untuk mengambil laptopnya yang berada di kamarnya yang berada di lantai 2.


Setelah mengambil laptopnya, Allan turun dengan membawa laptopnya beserta beberapa kertas yang berada di kedua tangannya. Dan langsung menunjukkan layar laptopnya kepada kami.


“Ini informasi tentang jajaran pemimpin dan bawahan Lux Magnum yang kukatakan tadi. Tapi ini hanya beberapa


nama saja, aku masih belum bisa mendapatkan informasi nama yang lengkap” kata Allan sambil memegangi laptopnya untuk menunjukkannya kepada kami.


“Kalau kertas-kertas ini, berisi apa, Allan?” tanyaku kepada Allan.


“Untuk kertas-kertas itu, adalah fotokopi informasi yang kutemukan tadi. Tapi aku masih belum mendapatkan informasi tentang siapa yang berdiri di puncak hierarki dari Lux Magnum. Mungkin akan kucari lagi nanti” Allan pun menjawab pertanyaanku.


Kami semua pun bergantian mengambil kertas yang dibawa oleh Allan. Aku meminjam laptop milik Allan untuk membaca informasi yang lebih lengkap. Wilhiemma dan Yamazaki yang penasaran pun mendekat kepadaku.


Suara membalik kertas-kertas pun memenuhi ruangan makan itu.


“Hmmmmmm, kau mengetahui sampai tingkat 4 dari susunan organisasi Lux Magnum ya, Allan? Karena nampaknya struktur teratas disini hanya berada di bawah komandan bagian. Untuk struktur Lux Magnum ini ada apa saja, Allan?” tanya Nona Gloria kepada Allan.


“Iya, Nona Gloria. Aku masih baru mendapatkan struktur keempatnya. Untuk struktur Lux Magnum itu ada Ketua


atau pemimpin tertinggi, di bawah ketua adalah wakil ketua dan sekretaris, dibawah wakil ketua dan sekretaris itu nampaknya komandan bagian wilayah, dan yang berada dibawah komandan wilayah adalah ketua organisasi bawahan Lux Magnum, seperti ketua dari Darkness dan Moon Devil. Mungkin strukturnya seperti itu, Nona Gloria.” Allan pun menjawab pertanyaan dari Nona Gloria.


“Berarti komandan wilayah itu seperti pemimpin daerah utara, dan organisasi kecil seperti Darkness dan Moon Devil berada di bawahnya ya?” tanyaku memastikan.


“Iya, mungkin seperti itu.” jawab Allan.


Kami pun kembali membaca kertas-kertas berisi informasi yang ditemukan Allan.


“Mantap sekali, Allan. Kau berhasil menemukan nama ketua dan wakil dari Darkness dan Moon Devil. Kau menemukan informasi ini dimana?” tanya Tuan Mark kepada Allan.


“Ya seperti biasa, Tuan Mark" jawab Allan dengan santainya.


“Apakah ini saja informasi yang berhasil kau temukan, Allan?” tanya Tuan Felix kepada anaknya.


“Ada informasi yang lain ayah. Sebentar aku carikan dulu karena datanya ada di laptopku. Kembalikan laptopku Girou” Allan pun memintaku untuk mengembalikan laptopnya.


Aku pun mengembalikan kembali laptopnya. Dan Allan pun langsung dengan cepat mencari informasi lain yang ingin dia sampaikan.


-To Be Continued-