
Samurai Around The World #28.
Allan pun langsung cekatan membuka laptopnya setelah laptopnya kukembalikan kepadanya. Kami semua pun menunggu dengan perasaan berharap. Tak sampai 1 menit, Allan pun berhasil menemukan informasi yang ingin dia sampaikan dan menunjukkannya kepada kami semua.
“Ini informasinya. Ini berisi tentang rincian kekuatan militer dan gambar keseluruhan dari markas Darkness dan Moon Devil. Disini tertulis rincian artileri dan jumlah pasukan dari kedua organisasi tersebut. Awalnya aku kaget mereka memiliki artileri berat, karena mereka memilikinya walaupun bertempat di tempat dengan suhu ekstrim seperti itu. Kalau menurut logika kita, artileri berat seperti itu tidak akan bekerja secara maksimal, karena bahan bakar dari tank akan membeku, meriam juga tidak akan bekerja maksimal karena membeku di mesin dalamnya. Tapi mereka memiliki semua artileri itu. Bisa kalian lihat di gambar ini” Allan pun menunjukkan salah satu gambar kepada kami semua.
Dan sesuai yang dikatakan Allan, di sekitar benteng mereka terdapat meriam-meriam yang tertutupi oleh salju, yang mungkin sebagai bentuk penyamaran artileri mereka. Dan saat Allan menujukkan gambar yang lain, terdapat tank yang diparkirkan rapi di suatu tempat. Dan saat Allan menujukkan gambar yang lain lagi, terdapat barisan tank yang kemungkinan sedang berpatroli menjaga benteng tersebut.
“Mungkin mereka memiliki sebuah sistem untuk menjaga agar artileri-artileri mereka agar tidak membeku dan tidak bisa beroperasi karena salju. Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang sistem artileri seperti itu?” tanya Tuan Mark kepada Allan.
“Hmmmmm, aku masih belum mendapatkan informasi itu. Dan mungkin akan sangat susah untuk mendapatkan informasi itu, mungkin karena sistem artileri itu adalah senjata andalan dari mereka. Mungkin akan lebih baik jika kita langsung mengawasi disana” jawab Allan.
“Ya mungkin benar katamu, Allan. Untuk rencana kesana, kita akan berangkat tanggal berapa?” tanya Tuan Zack kepada kami semua
“Mungkin akan lebih baik kita akan berangkat dalam beberapa hari ini. Aku dan Zack pasti akan berangkat sebagai rombongan pertama untuk mengawasi mereka. Jadi siapa saja yang akan ikut? Mungkin 5 orang cukup untuk satu tim yang akan berangkat nanti'' tanya Tuan Mark kepada kami semua.
Kami semua pun masih diam membisu.
“Hmmmmm, mending langsung kupilih saja. Joseph dan Allan nanti akan ikut dengan kami. Kalian bertugas untuk mencari dan merangkum informasi yang ada disana. Satu lagi siapa ya? Hmmmmmmm…” Tuan Mark pun memilih Allan dan Joseph untuk ikut dalam tim mereka dan masih bingung mencari satu anggota tim lagi.
“Kalau aku memilih Girou saja. Dia fleksibel saat bertarung jarak dekat maupun dalam jarak jauh, jadi kita bisa andalkan dia kalau tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan” Tuan Zack pun memilihku untuk bergabung dalam tim mereka.
Aku pun kaget karena dipilih oleh Tuan Zack untuk ikut bersama mereka.
“Hah?? Aku berarti iku dengan tim Tuan Zack? Apakah tidak salah pilih Tuan Zack?” tanyaku memastikan.
“Iya Girou. Aku memilihmu karena kurasa kau adalah orang kuat. Aku pernah mendengar bahwa kau dapat melawan pengguna pistol dengan menggunakan sebilah katana milikmu itu. Dan itu membuktikan bahwa kau fleksibel saat bertarung. Jadi akan bagus jika memilihmu untuk ikut bersama kami” jawab Tuan Zack meyakikanku.
Aku pun masih terdiam mendengar jawaban dari Tuan Zack.
“Ya sudah jika Tuan Zack memilihku untuk ikut. Saya bersedia untuk menemani” aku pun mengiyakan ajakan dari Tuan Zack.
“Sip. Tim Pertama kita sudah lengkap. Untuk yang akan ikut berangkat nanti, segera siapkan barang-barang bawaan yang akan dibawa” kata Tuan Mark kepada kami yang akan ikut berangkat nanti.
“Eh iya Lewis. Nanti kau bilang juga kepada Tuan Zussman bahwa kami akan berangkat kesana dalam beberapa hari ini. Mungkin Tuan Zussman akan mengirimkan beberapa pengintainya untuk membantu kita nanti” Tuan Mark pun menyuruh Lewis untuk memberitahu Tuan Zussman tentang rencana penyusupan ke markas Darkness dan Moon Devil.
“Iya siap Tuan Mark. Nanti saya akan beritahu kepada Tuan Zussman tentang rencana ini secepatnya. Mungkin kalau bisa, saya bisa ikut membantu-bantu disana” Lewis pun mengiyakan perintah dari Tuan Mark.
“Kau tidak perlu ikut bersama kami Lewis. Kau membantu menyiapkan artileri yang dibutuhkan nanti saja. Kau akan berangkat kesana bersama tim kedua saja dengan artileri yang akan kita gunakan di sana” Tuan Mark pun memberitahu Lewis.
“Oke Tuan Mark. Siap”
Kami semua pun melanjutkan obrolan menjadi lebih santai. Kami pun saling berbagi cerita. Lewis pun dengan semangat menceritakan indahnya Norwegia kepada kami semua. Dia juga memberitahu berbagai makanan lezat yang katanya wajib kami coba rasanya.
“Kalau kalian ingin menikmati betapa indahnya Negara Norwegia, kalian wajib mengunjungi Kepulauan Lofoten. Disana kalian dapat menikmati indahnya pantai Norwegia. Di Lofoten, kalian bisa menikmati indahnya pulau-pulau kecil di sana sambil menggunakan kapal dari satu pulau ke pulau. Kalau kalian ingin menikmati pemandangan kota yang indah, kalian bisa berkunjung ke kota Tromso. Kota Tromso menawarkan pemandangan kota abad 18 an yang menggunakan rumah-rumah kayu yang tertutup salju dan membuatnya semakin indah. Udara disana juga sejuk, tidak terlalu dingin juga. Kalau mau lebih indah lagi, kalian bisa naik ke Gunung Storsteinen menggunakan kereta gantung atau berjalan sampai ke puncaknya, dan melihat pemandangan kota Tromso dari atas sana. Kujamin kalian akan suka melihatnya” Lewis pun menjelaskan tempat-tempat wisata yang indah dengan semangat kepada
kami.
“Hmmmm, mungkin tempat-tempat rekomendasimu itu bisa kita kunjungi bersama jika sudah berhasil mengalahkan Lux Magnum sebagai bentuk refreshing kita nanti. Kalau makanan, kau tidak punya rekomendasinya, Lewis? Kalau makanan, kita bisa nikmati dimana saja dan kapan saja. Jadi mungkin akan lebih penting untuk diketahui” tanya Tuan Mark kepada Lewis.
“Oh kalau masalah makanan itu santai saja, aku punya rekomendasinya” jawab Lewis.
“Kalau kalian mau makan yang manis-manis, kalian bisa mencicipi makanan yang bernama Krumkake. Krumkake itu adalah panekuk yang digulung di sendok kayu dan diberi tambahan topping yang manis, bisa diberi gula atau tambahan pemanis yang lain. Kalian bisa menemukan krumkake di toko-toko roti di Norwegia. Lebih enak kalau
dinikmati selagi hangat. Enak sekali jika disantap sebagai makanan penutup. Kalau mau makanan yang sedikit berat, kalian bisa coba makanan yang bernama Polse med Lompe. Sebenarnya makanan ini memiliki bentuk seperti Hotdog atau Frankfurter kalau di Jerman. Yaitu sosis yang dibungkus menggunakan kulit roti Tortilla. Kalian bisa nikmati makanan ini di situasi apapun, dan bisa sebagai pengganjal lapar yang cukup untuk mengisi perut untuk sementara. Itu sih makanan rekomendasinya” Lewis pun menjawab pertanyaanku.
“Kalau untuk makanan yang lebih berat lagi apakah ada Lewis?” tanya Joseph kepada Lewis.
“Oh kalau makanan berat sih ada. Hmmmmm, apa ya. Oh kalian bisa merasakan cita rasa domba norwegia yang lezat dari makanan yang bernama Smalahove. Smalahove ini dimasak dengan cara dibumbui dan dikeringkan. Dan terkadang satu domba utuh dimasak dengan teknik itu. Cita rasa dari bumbu-bumbu khas Norwegia yang meresap ke dalam daging melalui teknik pengeringan tadi terasa lezat di mulut. Itu rekomendasi untuk makanan beratnya” Lewis pun menjawab pertanyaan Joseph.
“Wah, kayaknya makanan itu enak rasanya, kapan kapan kita coba deh” Joseph pun penasaran setelah diberitahu oleh Lewis.
Kami pun berpindah dari meja makan ke ruang tengah untuk melanjutkan perbincangan yang makin lama semakin seru dan menarik.
Dan tak terasa saat kami sedang seru-serunya mengobrol, dan tak terasa tengah malam pun tiba. Perbincangan pun makin lama makin menyimpang dan tidak jelas karena semuanya sudah merasa mengantuk.
“Hhoooammm, aku dah mengantuk nih. Aku tidur di atas dulu ya. Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki kalau mengantuk ke atas juga ya. Hhhoooaammm” Allan pun berdiri dari duduknya dan berjalan untuk beristirahat di kamarnya.
Aku, Wilhiemma, dan Yamazaki pun berdiri dan berjalan menaiki tangga di belakang Allan karena sudah mengantuk juga. Karena melihat kami yang kembali ke kamar masing-masing, yang lain pun kembali ke kamar masing-masing
untuk tidur menyambut hari esok.
Pagi hari pun tiba. Suara kicauan burung pun menjadi alarm di pagi hariku saat ini. Dan udara pun masih terasa sejuk padahal matahari sudah naik. Aku pun mencoba bangun dari ranjang tidur milikku untuk memulai aktifitas pagi agar sekalian menghilangkan kantuk. Aku tidak membangunkan Wilhiemma dan Yamazaki karena mereka terlihat nyenyak sekali dengan tidurnya yang membuatku tak tega untuk membangunkannya. Aku pun berjalan keluar dan menuruni tangga menuju lantai 1. Sepi. Tidak ada siapapun di lantai 1. Semuanya nampaknya masih tertidur nyenyak di dalam mimpi indahnya masing-masing. Dan mungkin juga karena hanya aku yang sore kemarin tertidur pulas dengan cukup lama dan membuatku sekarang bangun lebih pagi daripada yang lain.
Aku pun membuka salah satu jendela, membiarkan udara segar dari luar masuk ke dalam. Suasana di sekitar penginapan yang kami tempati masih sepi, hanya beberapa kendaraan saja yang berlalu lalang di jalanan depan penginapan yang kami tempati. Aku pun mengambil salah satu kursi dan duduk di depan jendela untuk menikmati udara pagi yang dalam beberapa waktu ini tak kurasakan lagi.
Saat ini, di Norwegia sedang melalui musim semi. Biasanya musim semi di Norwegia dimulai dari bulan april atau mei. Jadi banyak pohon yang menggugurkan daun-daunnya. Banyak daun yang berserakan di jalan dan trotoar.
Dan berberapa daun pun terbang terkena hempasan angin di pagi hari.
Aku pun hanya duduk santai di sebelah jendela menikmati musim semi Norwegia yang indah. Dan aku pun terpikirkan tentang ayahku yang berada di Jepang, karena dalam beberapa waktu ini aku belum menelponnya.
Angin pun berhembus hingga menyentuh kulitku dengan lembut. Sedikit terasa dingin. Mungkin karena masih ada hawa-hawa dingin setelah musim dingin atau salju berlalu. Dan saat itu pun aku tak memikirkan apapun. Diam saja merilekskan tubuh. Hembusan angin serasa mengelus tubuhku dengan halusnya dan membuat diriku melamun. Mengantuk dan akhirnya tertidur di atas kursi yang kududuki.
Dan tiba tiba ada seseorang yang serasa menepuk-nepuk bahuku. Aku pun mencoba membuka mataku pelan-pelan untuk melihat siapa orang yang menepuk bahuku. Dan orang itu adalah Joseph.
“Hei Girou, ayo bangun. Ini sudah pagi hari. Kau juga kenapa bisa tertidur sampai duduk di sebelah jendela?” tanya Joseph sambil membangunkanku.
“Hah? Hhhoooaamm, apa pertanyaanmu tadi Joseph?” tanyaku lagi karena tidak bisa mendengar suara Joseph dengan jelas.
“Tadi aku tanya kenapa kau bisa tertidur sambil duduk di kursi di sebelah jendela” Jawab Joseph.
“Oh itu. Aku tadi sebenarnya sudah bangun sejak pagi-pagi tadi. Aku bangun lebih awal dari kalian semua termasuk kau Joseph. Cuma aku tidak membangunkan kalian karena kalian nampaknya masih tertidur nyenyak dalam mimpi indah kalian masing-masing. Jadi aku pun turun kebawah dan melihat pemandangan Kota Oslo dari jendela dan aku pun melamun dan akhirnya tertidur di kursi. Begitu Joseph” jawabku.
“Oh jadi seperti itu ya. Memang sih udara perpindahan musim dari musim dingin dan semi terkadang membikin mengantuk. Apalagi kalau masih pagi. Udaranya tidak terlalu dingin dan sejuk serasa lembut kalau terkena kulit. Jadi wajar juga kalau kau mengantuk sih. Ya sudah ayo cepat ke ruang makan. Lewis dan yang lainnya memasakkan makanan yang lezat untuk kita” Joseph pun mengajakku untuk sarapan.
Aku pun berdiri dari dudukku dan mengikuti Joseph untuk menuju ke ruang makan.
-To Be Continued-