Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 18: Anakan Silhoutte.



Samurai Around The World #18.


Girou dan yang lainnya pun keluar meninggalkan ruangan milik Carl.


“Kita akan mulai darimana, Allan?” tanya Felix kepada Allan.


“Mungkin untuk sementara kita semua tinggal di rumahku saja dulu. Di sana aku menyimpan jejak-jejak kecil yang kutemukan terkait ‘Frankenstein’ Kita bisa menggali informasi disana.” Saran Allan.


“Hmmm. Boleh juga. Yang lain bagaimana? Ikut apa tidak.” Tanya Felix.


Girou dan yang lain pun mengangguk yang menandakan mereka ikut dengan Felix dan Allan. Mereka semua pun pergi ke rumah Allan menggunakan mobil pribadi milik Allan. Berselang waktu hampir 1 jam, mereka akhirnya sampai di halaman rumah milik Allan. Rumah Allan memiliki halaman yang cukup luas dan asri, memiliki bentuk rumah yang futuristik, dan memiliki ukuran yang cukup besar untuk seorang yang tinggal sendiri.


“Kau tinggal sendirian di sini, Allan?” tanya Felix.


“Iya. Tapi tak jarang teman-teman di kantor biasa nginap disini. Jadi aku tak sendirian terus.” jawab Allan.


Mereka pun masuk ke dalam rumah milik Allan. Kertas-kertas pun berserakan di lantai. Banyak kertas berisi coret-coretan yang tergeletak begitu saja di lantai.


“Haduh maaf nih, rumahku masih berantakan. Tadi belum sempat kurapikan.” Allan pun meminta maaf kepada Girou dan yang lainnya karena rumahnya yang berantakan.


“Tidak apa-apa, Allan. Kau rapikan saja dulu kertas-kertas mu itu. Kalau boleh kubantu deh.” kata Wilhiemma.


“Ya tidak apa-apa kalau kau itu membantu. Terima kasih, Wilhiemma.” Allan pun berterima kasih kepada Wilhiemma.


“Sama-sama, Allan.”


Karena melihat Wilhiemma yang ikut merapikan kertas-kertas Allan, yang lain pun ikut membantu. Mereka pun saling membantu satu sama lain sehingga tak butuh waktu lama untuk merapikan kertas-kertas yang berserakan sebelumnya. Saat membersihkan rumah Allan, Girou pun mengambil salah satu kertas yang penuh coretan tangan Allan yang berserakan. Girou pun membaca sekilas kertas itu.


“Sil-hou-ette. Jejak ke-cil Franken-stein.” Girou pun membaca judul yang tertulis di kertas itu.


“Kertas apa ini, Allan?” tanya Girou sambil mengangkat kertas yang dipegangnya.


“Hmmmm, sebentar. Oh itu. Itu adalah informasi yang kutemukan tentang Silhouette dan pemimpin mereka, Frankenstein. Kita akan bahas itu nanti jika bersih-bersih sudah selesai.”Jawab Allan


Setelah bersih-bersih, Allan pun menyuruh yang lain untuk duduk dulu di ruang tengah, dan Allan pun mengambil beberapa kertas di kamarnya. Setelah mengambil kertas-kertas yang dibutuhkan, Allan pun ikut duduk bersama yang lainnya sambil menaruh kertasnya di atas meja.


“Kertas apa ini, Allan?” tanya Girou.


“Ini kertas berisi informasi terkait Silhouette. Yang  tadi ditemukan Girou, adalah salah satu bagian dari ini. Kita akan membahasnya hari ini.” Jawab Allan.


“Ya sudah kita akan mulai membahas darimana enaknya ya? Mungkin tempat persembunyiannya Silhouette terlebih dahulu. Bagaimana?” tanya Allan.


Yang lain pun hanya mengangguk setuju. Allan pun mengambil salah satu kertas yang dibawanya tadi. Dan memperlihatkannya kepada yang lain.


“Ini hasil informasi yang kudapatkan tentang tempat persembunyian dari Silhouette, menurut data yang tertulis disini, tempat persembunyian Silhoutte tidak jauh-jauh dari Eropa. Bahkan tidak terlalu jauh dari Jerman. Aku tidak tahu detailnya. Tapi disini aku mendapatkan sedikit petunjuk di salah satu Negara Skandinavia. Lebih tepatnya di Norwegia. Aku diberi tahu oleh salah satu teman informanku disana memberi tahu ada semacam pergerakan misterius di politik Norwegia. Dan setelah kutelusuri lebih lanjut, aku mendapat kemungkinan tempat Silhouette berada. Di bagian barat Norwegia terdapat rumah besar yang tertutup dan tidak banyak orang yang tahu. Aku pun mencari informasi terkait tempat itu. Dan aku menemukan beberapa foto rumah itu. Menurutku, rumah persembunyiannya tidak hanya satu. Tapi tersebar di seluruh Eropa ini.” Allan pun menjelaskan arti dari foto yang


diberikannya.


“Maksudnya pergerakan politik bawah tanah yang misterius itu seperti apa, Allan?” Tanya Girou.


“Mungkin dilihat dari Pejabatnya yang sering melakukan pertemuan tertutup dan rahasia. Bahkan hanya secuil orang yang tahu terkait rapat yang tertutup lagi rahasia itu. Dan itu sangat berkebalikan dengan ciri khas Negara Norwegia itu sendiri, yang terbuka dan transparan dalam hal politik kepada rakyatnya. Temanku itu mengetahuinya, dan merasa ada sesuatu yang janggal. Mungkin itu sih.” Jawab Allan.


“Hmmmm, kau pernah mencoba untuk mengintip rumah itu secara lebih detail, Allan?” tanya Gloria.


“Aku sudah berkali-kali mencoba membobol sistem mereka. Tapi tidak bisa, hanya pernah sekali atau dua kali saja aku menembusnya dan itu pun mungkin hanya kebetulan, dan pernah dalam beberapa kasus malah perangkatku yang dibobol balik. Dan hampir saja data-data penting milik Intelijen kita hampir dicuri, tapi aku berhasil menghadapi mereka dan menyelamatkan data-data itu. Mereka memiliki sistem keamanan data yang sangat kuat. Tak sembarang orang bisa menembus dinding keamanan seperti itu.”Jawab Allan.


“Sebentar di foto ini ada yang aneh. Kalian lihat disini, ada sebuah lambing suatu institusi. Aku yakin ini adalah salah satu institusi milik pemerintah. Tapi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas.” Celetuk Felix.


Yang lain pun ikut melihat ke arah foto yang ditunjukkan oleh Felix.


“Hmmmm, iya juga ya. Bisa kau telusuri tentang gambar logo ini, Allan?” tanya Gloria.


“Bisa bisa. Sebentar.” Allan pun mengambil laptopnya dan mencari tahu tentang gambar itu.


Berselang kemudian, Allan tidak menemukan apa-apa terkait foto itu. Nihil.


“Tidak ada apa-apa mengenai foto itu. Kucari di sistem pencariku juga tidak ada. Aneh. Atau mungkin itu adalah lambang dari organisasi lain atau Silhoutte itu sendiri?” tanya Allan.


“Tidak mungkin rasanya jika Silhouette memakai lambing itu. Coba kau besarkan gambarnya melalui laptop kamu, Allan.” Suruh Felix.


Allan pun memperbesar gambar lambing itu dan menunjukkannya pada Felix dan lainnya.


“Hmmmm, ini bahasa mana ya? Ah iya, tulisan ini coba kau cari di sistem pencarianmu itu, Allan. Bisa saja kita mengetahui itu dari bahasa mana dan dapat menerjemahkannya.” Usul Gloria.


“Ya ya mungkin itu bisa menjadi ide yang bagus.” Tambah Girou.


Allan pun segera mencari tulisan yang tertulis di lambang misterius itu. Dan diketahui itu adalah lambang dari bahasa Latin. Yang artinya “Cahaya yang menaungi kegelapan.”


“Ini dari bahasa Latin sepertinya. Dan memiliki arti ‘Cahaya yang menaungi kegelapan.’ Sepertinya memang benar bahwa organisasi yang memiliki lambang ini berhubungan dengan Silhouette, karena Silhouette sendiri memiliki arti ‘Bayangan Hitam’ Sepertinya dugaan tadi benar.” Kata Allan.


“Hmmmm, semakin banyak saja musuh yang harus kita hadapi. Aduh aduh.” Keluh Girou.


Yang lain pun hanya diam. Suara hembusan nafas saja yang terdengar di ruangan itu.


“Ya sudah mungkin itu saja sih yang kutemukan tentang Silhouette. Aku tak menemukan informasi yang lain. Atau lebih tepatnya masih belum menemukan informasi lain terkait Silhouette. Jadi mungkin untuk sementara kita akan menelusuri lambang misterius ini. Mungkin kita sudahi saja untuk kali ini. Yang lain kalau mau istirahat bisa ke kamar atas atau kalau males ke atas ya bisa di kamar bawah saja.” Tutup Allan


“Aku, Yamazaki, dan Wilhiemma mungkin bisa istirahat di atas. Tuan Felix dan Nona Gloria mungkin bisa istirahat di bawah saja. Bagaimana?” usul Girou.


“Ya aku setuju.” Kata Felix menyetujui ide Girou.


Yang lain pun ikut mengangguk, hanya Wilhiemma yang terlihat seperti tidak setuju.


“Kenapa tidak kita saja yang tidur di bawah? Kan enak nanti.” Wilhiemma pun membantah ide dari Girou.


“Kita kan masih kuat untuk naik-turun tangga, Wilhiemma. Sedangkan Tuan Felix kan sudah tua jadi alangkah baiknya jika kita yang diatas, Tuan Felix yang dibawah. Gitu loh.” Jawab Girou.


“Ya sudah deh kalau begitu. Kita tidur diatas saja.” Wilhiemma pun menurut kepada Girou.


“Nah gitu dong. Baguslah kalau begitu. Ya sudah ayo angkat barang-barang kita ke atas.” Pinta Girou.


Wilhiemma dan Yamazaki pun mengangkat barang barang mereka bersama dengan Girou. Gloria dan Felix mengangkat barangnya ke kamar di lantai bawah. Mereka semua pun akhirnya beristirahat di kamar mereka masing-masing.


Dan malam pun tiba.


Mereka semua pun berkumpul kembali di ruang tengah untuk berdiskusi kembali. Allan pun sudah mempersiapkan bahan baru untuk di diskusikan dengan yang lain.


“Bagaimana tentang lambang itu, Allan?” tanya Gloria.


“Ya aku sudah mencarinya. Ternyata sebenarnya dari lambang itu adalah milik sebuah organisasi yang bernama “Lux Magnum” yang memiliki arti nama Cahaya yang Besar dan Agung. Untuk nama arti yang sebelumnya aku salah menerjemahkannya. Aku tadi menghubungi temanku yang menjadi mata-mata disana dan menanyakan tentang organisasi ‘Lux Magnum’ ini. Dan ternyata temanku itu mengetahui tentang organisasi tersebut. Organisasi itu adalah salah satu organisasi kriminal yang cukup mengerikan di Norwegia sana. Dia mengatakan bahwa mendapat tugas mengawasi organisasi tersebut karena memiliki indikasi memiliki hubungan dengan Organisasi Silhouette. Dan organisasi itu sama dengan Silhouette yaitu belum bisa dibungkam oleh Pemerintah Norwegia sendiri. Pengaruh dan kekuatan mereka lebih kuat daripada pemerintah Norwegia sendiri. Tapi berbeda dengan Silhouette, Lux Magnum menguasai jalur narkotika, obat-obatan terlarang, serta berbagai bentuk penyelundupan. Mereka berada dibawah kendali dari Silhouette. Dan pemimpin organisasi itu masih misterius, aku masih belum menemukannya.” jelas Allan.


“Hmmmm, ternyata Silhouette lebih besar daripada yang kita bayangkan. Organisasi yang seperti Lux Magnum itu ada berapa, Allan?” tanya Felix.


“Kemungkinan di Eropa ini sekitar 2-3 organisasi saja. Tapi aku tidak tahu yang lainnya, karena aku masih belum menemukan petunjuknya. Dan aku masih belum memastikannya, itu hanya hipotesaku saja.”jawab Allan.


“Darimana kau tahu berapa Organisasi yang berada di bawah Silhouette? Sedangkan kita masih belum terlalu mengetahui seberapa luas pengaruh dari Silhouette.” Tanya Girou.


“Aku sudah pernah mendapatkan jalur perdagangan Senjata-senjata terlarang, narkotika, obat-obatan terlarang, dan berbagai perdagangan ilegal lainnya. Dan aku menemukan sebuah pola jalur perdagangan yang sedikit aneh di daerah Jerman dan sekitarnya. Dan dari Jerman itu tersebar ke tiga arah: Utara, Barat, dan Timur. Dan kita sudah mengetahui tujuan dari jalur Utara, yaitu Norwegia atau lebih jelasnya menuju kearah organisasi Lux Magnum itu berada. Jadi yang arah Barat dan Timur sudah dipastikan akan mengarah ke salah satu Organisasi juga sepertinya. Mungkin seperti itu, Girou.” Jawab Allan dengan mantab.


“Kalau ke arah barat dan timur itu lebih jelasnya menuju Negara mana, Allan?” tanya Yamazaki.


“Kalau ke arah barat itu kemungkinan ke arah Inggris, Spanyol, atau Prancis. Kalau ke arah timur itu ke arah Uni Soviet dan Asia Barat. Jadi kemungkinan pejabat Soviet yang berhubungan dekat dengan Silhouette terjadi karena adanya jalur perdagangan Silhouette yang menuju ke arah Barat.” Jawab Allan.


“Untuk jalur selatan apakah tidak ada, Allan?”tanya Felix.


“Untuk saat ini, aku masih belum menemukan jalur perdagangan Silhoutte yang menuju ke arah Selatan.” Jawab Allan.


“Ataukah memang Silhoutte tidak memiliki jalur perdagangan ke arah selatan?” tanya Wilhiemma.


“Aku rasa itu tidak mungkin, Wilhiemma. Karena jalur selatan atau jalur laut mediterania itu sangat menguntungkan bagi Silhouette. Jadi tidak mungkin jika Silhoutte tidak memiliki jalur perdagangan ke arah selatan. Aneh saja rasanya.” Jawab Allan.


“Hmmmm, apa kau sudah menemukan indikasi bahwa benar ada organisasi yang bekerja di tempat yang kau sebutkan tadi?” tanya Felix.


“Aku hanya menemukan bukti-bukti kecil saja. Di area barat aku menemukan campur tangan Silhoutte dalam penyelundupannya. Di salah satu rekaman telepon yang kudapat, penjaga organisasi disana mengatakan bahwa ‘Bayangan Hitam’ akan membantu mereka. Sudah dipastikan bahwa ‘Bayangan Hitam’ yang membantu mereka adalah Silhoutte itu sendiri.” Jawab Allan.


“Hmmmm, okelah jika begitu. Apa ada yang lain, Allan?” tanya Gloria.


“Hmm tidak ada lagi sepertinya. Itu saja yang kutemukan untuk hari ini. Mungkin kita sudahi saja untuk pertemuan kita malam ini. Kita akan melanjutkan lagi esok hari, lagian ini juga sudah malam. Kita akan beristirahat untuk mengisi energi kita untuk esok hari. Selamat Malam semuanya, semoga mimpi indah ya.” Tutup Allan sambil melangkah menuju kamarnya.


Yang lain juga mengikuti Allan untuk pergi ke kamarnya masing-masing. Mengisi tenaga untuk hari esok. Masih ada esok hari.


-To Be Continued-