Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 42: Semoga Beruntung.



Samurai Around The World #42.


Tanganku pun terangkat.


“Kau sudah mendapatkan gambaran seperti apa Girou? Bisa kau jelaskan kepada kami semua” Tuan Mark pun mempersilahkan aku untuk menceritakan gambaran gunung yang ada di kepalaku.


“Jadi kemungkinan gunung yang kita lihat melalui peta sebenarnya bukanlah gunung secara harfiah. Melainkan bentuknya saja yang meninggi. Jadi tanah tempat dibangunnya itu dibuat tinggi saja. Dan menurut gambaran liarku, mereka menanam pohon-pohon besar di sekeliling tanah yang tinggi itu untuk menutupinya. Dan hanya ada satu jalur untuk menuju ke jantung pertahanan dari Darkness itu, dan di jalur itu dipasang beberapa artileri atau alat alat lain untuk menjaga jalur itu digunakan untuk hal-hal yang tidak-tidak. Dan di atas pohon yang mengelilingi itu dipasang penjaga agar lebih aman lagi. Aku baru memikirkan pikiran liar ini baru setelah sarapan tadi. Tapi ya itu hanya sebatas gambaran serta pemikiran asal ku saja” aku pun menjelaskannya dengan panjang lebar kepada semuanya.


Semua pun tiba-tiba terdiam dan membeku setelah mendengar mulutku berbicara.


“Wow! Aku baru kepikiran tentang gambaran liar milikmu itu Girou. Hebat!” Tuan Mark pun memberikan kedua jari jempolnya kepadaku.


“Tapi apakah perkataan Girou itu bisa digunakan sebagai dasar strategi kita untuk menyerang nanti?” tanya Allan.


“Kan sudah dibilang tadi Allan. Bahwa itu hanyalah sebatas pikiran saja. Dan kemungkinan hal itu bisa benar bisa tidak. Pendapat Girou tadi juga ada landasan kenapa dia menyimpulkan seperti itu. Tidak asal berbicara saja. Dan Girou, apa alasanmu berpikir seperti tadi tentang tanah yang dibuat menumpuk dan tinggi itu?” tanya Tuan Mack setelah menjawab pertanyaan Allan.


“Alasanku berkata demikian karena dari kemarin yang kulihat di sini hanyalah pohon-pohon besar saja. Dan kenapa aku beranggapan bahwa gunung itu tidak adalah dari beberapa hari lalu sejak datang kesini aku belum melihat keberadaan gunung disini. Meskipun tentang  gunung itu ada atau tidaknya juga masih belum bisa dibuktikan” aku pun menjelaskan alasan yang lebih lengkap.


“Hmmmmmm cukup masuk akal. Mungkin pendapatmu itu bisa digunakan untuk berjaga-jaga nantinya. Oke lah kalau begitu. Kalau yang lain apakah ada pendapat lain atau gambaran seperti Girou tadi?” tanya Tuan Mark kepada lain.


Tiba-tiba suasana menjadi senyap.


Kami semua mendengar suatu suara dari arah yang belum pasti.


“Sssstttt!” Tuan Mack pun memasang gestur agar kami diam tidak mengeluarkan suara.


Terdengar suara motor yang mendekat ke arah kami semua.


Dengan reflek yang cepat, kami semua pun langsung berpencar dan bersembunyi ke tempat yang tak terlihat. Aku pun mengambil kertas-kertas yang kubawa tadi dan segera bersembunyi dibalik semak-semak.


Suara motor pun semakin terdengar serasa mendekat ke tempat kami berkumpul.


Semua pun diam tidak bergerak serta tak mengerluarkan suara agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Suara motor pun berhenti terdengar. Terdengar suara seperti mesin yang dimatikan.


Sekarang berganti menjadi derap langkah yang terdengar. Nampaknya orang yang menaiki motor itu turun untuk mengecek sesuatu.


Jantungku pun berdegup kencang karena merasa deg-deg an.


“Hmmmmmm ada panci di tempat ini. Hmmmmm siapa ya yang habis memasak disini? Penyusup? Ah nampaknya hanya temanku si Elvy yang memasak sesuatu semalam. Dia kan berjaga di dekat sini kemarin. Aku lanjutkan saja patroliku. Nampaknya tidak terjadi apa-apa disini” penjaga itu pun kembali lagi ke motornya setelah dirasanya tidak ada orang.


Bruummm!! Motor penjaga itu pun melesat meninggalkan kami semua yang bersembunyi.


Aku dan yang lain pun keluar dari tempat persembunyian karena dirasa situasi telah aman.


“Untunglah penjaga tadi tidak menyadari keberadaan kita disini. Aku tadi lupa membawa panci ke dalam mobil itu dan kubiarkan saja, dan lagi-lagi untungnya penjaga tadi mengira bahwa panci ini adalah milik temannya” Allan pun menghela napas lega.


“Ya syukurlah kalau begitu. Keberadaan kita masih belum diketahui oleh siapa-siapa. Oh ya, kita lanjutkan pembicaraan tadi yang terputus. Apakah dari kalian sudah memiliki pendapat lain atau gambaran seperti Girou tadi tentang kemungkinan tujuan misi kita berikutnya?” Tuan Mark pun mengulang pertanyaannya tadi yang sempat terputus karena datangnya penjaga tadi.


Semua pun terdiam lagi karena memikirkan pendapat masing-masing.


Tak lama kemudian, Joseph pun mencoba memberitahu pendapatnya.


“Pendapat milikmu itu juga cukup masuk akal sih. Tapi kita juga tidak tahu seluas apa dan setinggi apa pusat pertahanan itu sehingga digambarkan dalam  peta seperti sebuah gunung. Mungkin pendapatmu itu dapat dipertimbangkan Joseph” Tuan Mark pun sedikit setuju dengan perkiraan bentuk bangunan dari Joseph.


“Nah kita sekarang sudah mendapatkan dua pemikiran tentang perkiraan bentuk dari pusat pertahanan dari Darkness yang sampai saat ini masih belum kita ketahui dimana letaknya. Ada yang dibangun di tanah yang menumpuk, ada juga yang dibangun dengan lantai bertingkat-tingkat dan luas. Sekarang kita akan menyusun rencana untuk menyusup lagi, tapi kali ini di tempat yang berbeda. Kita akan menyusup ke pusat dari seluruh markas besar ini. Aku mau bertanya kepada Allan dulu. Apa kau bisa mendapatkan rute jalan untuk menuju kesana? Karena itu akan membantu kita nantinya.” tanya Tuan Mark kepada Allan.


“Kalau yang rute itu kemungkinan bisa saya cari. Nanti kalau bisa saya carikan jalur tikus yang paling aman untuk menuju kesana” Allan pun menjawab dengan intonasi yang optimis.


“Baguslah kalau begitu. Kalau kau bisa, kau carikan juga denah lengkap dari tujuan kita nanti. Kalau itu tidak ada pun tidak apa. Yang penting kau carikan rute yang tadi” pesan Tuan Mark kepada Allan.


“Siap Tuan Mark” Allan pun berjalan mengambil laptopnya yang ada di mobil.


“Sip baguslah. Sambil menunggu Allan mendapatkan informasinya. Kita menyusun strateginya dulu. Ehm” Tuan Mark pun berdehem sebentar


Glleeeekk! Tuan Mark pun mengambil gelas air miliknya dan meminumnya.


“Jadi kita bagi tim kita menjadi tiga. Ada yang menjaga sambil mengawasi dari jauh. Dan nanti dapat membantu jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Dua tim lainnya akan menyusup ke dalam. Nanti saat menyusup, dua tim nanti akan masuk dari dua arah. Agar jika ketahuan, kita bisa mengalihkan perhatian mereka menjadi dua. Sisanya mungkin akan mengikuti apa yang ada disana.” Strategi yang akan digunakan nanti pun dijelaskan oleh Tuan Mark.


Kami semua pun mengangguk.


“Untuk saat ini kita menyiapkan barang-barang yang akan dibawa nanti sambil menunggu Allan mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Kalau semua sudah siap, kita akan berangkat nanti malam. Semua bisa menyiapkan barangnya hingga nanti malam. Nanti akan berkumpul kembali” kata Tuan Mack kepada kami semua untuk menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan nanti malam.


“Siap Tuan Mack”


Semua pun berpencar mencari barang-barangnya masing-masing. Aku juga berjalan kearah dimana tas milikku kutaruh tadi. Setelah sampai di tempatnya, aku hanya menyiapkan beberapa alat saja, karena hampir semua barang yang kubawa di misi sebelumnya akan terpakai lagi nanti malam.


Setelah aku rasa semuanya telah selesai disiapkan, aku pun memanfaatkan waktu yang ada untuk tidur dan beristirahat agar saat misi nanti tidak kecapekan dan fokus agar berjalan sesuai yang diharapkan.


Malam pun tiba.


Tubuhku yang sedang tertidur pun terbangun karena digoyang-goyang oleh seseorang. Dan itu adalah Joseph yang membangunkanku.


“Oi bangunlah. Sudah cukup istirahatnya. Misi selanjutnya akan ditunaikan sekarang. Alat-alat yang dibutuhkan sudah kau siapkan belum?” Joseph pun bertanya kepadaku yang masih setengah sadar.


“Hooaamm! Santai saja itu sudah siap semua” Aku pun mencoba menggeliat agar tubuhku dapat sadar sepenuhnya.


“Baguslah kalau sudah dipersiapkan. Cepatlah berdiri. Ambil tasmu. Kita sudah ditunggu oleh yang lain”


Aku pun berdiri sambil menampar mukaku agar tidak mengantuk lagi dan mengambil tas yang sudah kusiapkan tadi siang sebelum tertidur.


Kesadaranku akhirnya telah kembali 100 persen dan siap untuk malam ini.


Joseph pun berjalan di depanku dan aku mengikutinya menuju di tempat semuanya telah berkumpul untuk melakukan koordinasi terakhir sebelum misi penyusupan dilakukan.


Saat aku dan Joseph sudah datang di tempatnya, ada beberapa yang baru datang juga. Ada Saint, Lowenn, dan Allan. Setelah semuanya telah berkumpul, Tuan Mack pun langsung memulai pembicaraannya.


“Ok. Semuanya sudah berkumpul dan siap untuk malam ini. Allan juga sudah mendapatkan rute untuk menuju ke tempat menyusup kita nanti. Tapi untuk denah lengkap tempat itu, Allan tidak menemukannya. Tapi kita manfaatkan informasi yang ada dengan sebaik-baiknya. Kita juga harus waspada dengan segala macam ancaman. Hati-hati dengan sekeliling kalian semua. Bisa saja ada musuh di dalamnya. Kalian manfaatkan juga gambaran liar dari teman kalian tadi sebagai bentuk jaga-jaga. Semoga Tuhan menjadikan malam ini  sebagai malam keberuntungan kita yang selanjutnya” Tuan Mack pun berpesan kepada kami sebelum berangkat.


“Amiinn!!”


Setelah selesai memberi pesan-pesan, Tuan Mack serta kami semua pun berangkat untuk beraksi dengan indah malam ini.


-To Be Continued-