
Samurai Around The World #2
Setelah Girou dan teman-temannya pergi menemui Jenderal Carl. Mereka kembali ke kontrakannya dengan perasaan lega dan senang karena rencana mereka didukung oleh pihak militer Jerman Barat. Mereka berterimakasih juga kepada Allan karena sudah membantu Girou dan teman-temannya saat bertemu dengan Jenderal Carl. Mereka juga langsung memberitahu Felix tentang pertemuan dengan Jendral Carl.
“Selamat siang, Tuan Felix”, Sapa Girou.
“Iya ada apa, Girou?”, Jawab Felix.
“Akhirnya kita dapat dukungan dari pihak militer Jerman Barat, Tuan Felix!”, Beritahu Girou dengan semangat kepada Felix.
“Wah, bagaimana bisa pihak militer berpihak pada kita, Girou?”, Tanya Felix.
Girou pun menceritakan kepada Felix pertemuannya dengan Jenderal Carl bersama Wilhiemma, Yamazaki, dan Allan. Felix pun senang karena jika pihak militer berpihak pada mereka maka penyatuan Jerman tidak akan mustahil lagi. Setelah itu, Felix memberitahu bahwa temannya di Jerman Timur yang akan memengaruhi pihak Jerman Timur mengatakan bahwa pihak Jerman Timur masih susah untuk dipengaruhi dan teman Felix yang memiliki jabatan di Jerman Timur masih susah untuk dihubungi. Kemungkinan mereka sudah mengetahui rencana dari Felix. Girou dan teman-temannya sedikit gelisah mendengar kabar tersebut, karena mereka saat ini mengandalkan koneksi teman dari Felix, tapi Felix memberikan saran untuk Girou dan teman-temannya jika Felix tidak berhasil menghubungi temannya, yaitu dengan meminta tolong kepada Jenderal Carl untuk melakukan negosiasi Jerman Barat dan Jerman Timur. Girou pun setuju begitu juga dengan Wilhiemma dan Yamazaki pun setuju dengan ide dari Felix.
Setelah sampai rumah Girou, menghubungi ayahnya yang berada di Jepang untuk memberitahu keadaan nya dan teman-temannya, Girou pun memberitahu tentang dirinya yang diberi bantuan dari seorang Pimpinan Militer Jerman Barat. Ayahnya pun senang mendengar kabar tersebut dan menyarankan Girou untuk lebih serius dan berhati-hati
dalam misinya karena Girou dan teman-temannya sudah berhubungan dengan pihak militer, karena ayahnya pernah mengalami masalah dengan pihak militer saat menjalani misinya dulu. Girou pun mengiyakan nasihat dari ayahnya.
Seminggu kemudian, Girou pun mencoba menghubungi Jenderal Carl tentang saran yang diberikan oleh Felix, yaitu meminta tolong kepada Jenderal Carl untuk melakukan berngosiasi dengan pihak Jerman Timur terkait rencana penyatuan Jerman karena koneksi teman Felix masih belum bisa dihubungi. Setelah mendengar permintaan dari Girou, Jenderal Carl mengatakan kepada Girou, bahwa pihak militer kedua negara sedang kacau balau dan tidak dalam keadaan baik-baik saja, tapi Jenderal Carl akan mengusahakan sebaik-baiknya untuk bernegosiasi dengan Jerman Timur. Girou pun mengucapkan terima kasih banyak kepada Jenderal Carl atas bantuannya. Setelah menghubungi Jenderal Carl, Girou pun mencoba menghubungi Allan untuk menanyakan terkait informasi tentang pihak yang akan menyulitkan rencana penyatuan Jerman.
“Halo, Allan”, Sapa Girou.
“Halo juga Girou, ada apa?”, Tanya Allan.
“Aku mau tanya sama kamu terkait informasi tentang organisasi ‘Penjilat Pemerintahan’ yang kita bicarakan berberapa waktu yang lalu, apakah kamu sudah mendapatkan informasi dari mereka?”, Tanya Girou
“Oh tentang itu, aku memiliki sedikit informasi terkait mereka, mungkin kamu bisa datang kesini bersama teman-temanmu karena aku akan membahasnya lebih jelas nanti”, Jawab Allan.
“Ok, aku akan kesana secepatnya bersama Wilhiemma dan Yamazaki ya”, Ujar Girou.
“Ya sudah kutunggu nanti”, Kata Allan sambil menutup telepon.
Girou dan teman-temannya berangkat menggunakan kendaraan umum untuk berangkat menuju tempat kerja Allan, sesampainya disana Girou diarahkan oleh penjaga menuju di ruang rapat yang telah disiapkan, disana ada Allan, Jenderal Carl, dan para petinggi militer Jerman Barat ya ng sudah menunggu Girou dan teman-temannya. Girou dan teman-temannya disambut oleh semua tamu yang diundang di ruangan tersebut. Setelah semuanya tamu berkumpul, Allan langsung membuka rapat tersebut. Setelah pembukaan Allan pun langsung menjelaskan tentang pihak yang akan dilawan oleh Militer, Girou, dan teman-temannya.
“Kemungkinan pihak yang kita sebut sebagai ‘Penjilat’ berada di Jerman Barat dan Jerman Timur, dari informasi yang didapatkan mereka menyebutnya diri mereka dengan nama ‘The Silhoutte’ atau berarti bayangan hitam. Menurut informasi yang didapatkan, mereka memiliki pemimpin yang bernama ‘Frankenstein’ .Mereka hampir tersebar di seluruh dunia. Dan mereka tersebar di seluruh organisasi parlemen Jerman Barat dan Jerman Timur, dan kemungkinan salah satu dari anggota mereka menjadi petinggi militer di Jerman Barat” Jelas Allan
Mendengar hal tersebut Jenderal Carl pun sangat kaget karena salah satu bawahannya berasal dari organisasi “The Silhoutte”.
“Benerkah informasi itu, Allan?”, Tanya Carl.
“Informasi ini kemungkinan besar benar, Jenderal”, Jawab Allan.
“Berarti salah satu dari kita di ruang ini adalah anggota dari Silhoutte, Allan?”, Tanya Carl lagi.
“Bisa dibilang begitu, Jenderal”, Jelas Allan.
“Ok untuk urusan itu nanti saja, saya mau tanya kepada Allan, apakah kamu sudah dapat informasi dimana ‘Frankenstein’ berada?”, Tanya Carl.
“Untuk itu kami belum dapatkan informasinya, Jenderal”, Jawab Allan.
“Oh, ya sudah kalau begitu. Kalau Girou dkk gimana pendapatnya tentang Kelompok Silhoutte?” Tanya Carl kepada Girou.
“Kemungkinan saya akan melawan Silhoutte nantinya, mungkin teman-teman saya juga akan melawan Silhoutte dan Frankenstein, tidak peduli bagaimanpun caranya”, Jawab Girou dengan semangat.
“Sebentar, Saya mau tanya kepada Nak Girou, Girou kan menggunakan katana sebagai senjatanya, begitu juga dengan Wielhiemma, bahkan Wilhiemma menggunakan kekuatan bela dirinya untuk melawan musuh, dan Yamazaki juga menggunakan katana. Dan di masa ini hampir seluruh negara, kelompok, organisasi, bahkan rakyat sudah menggunkan teknologi senjata api, yang jadi masalah adalah bagaimana caranya Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki menghadapi ‘Silhoutte’ dan ‘Frankenstein’ yang sudah menggunakan senjata api dengan hanya menggunakan katana dan bela diri”, Tanya Carl lagi.
“Hmmm, kalau itu saya bisa mengatasinya, saya dan Wilhiemma sudah pernah belajar menggunakan katana saat melawan musuh yang menggunakan senjata api, dan itu terbukti berhasil”, Jawab Girou.
“Saya juga dapat menggunakan senjata api untuk bertempur melawan musuh, saya juga bisa menghadapi musuh menggunakan katana seperti Girou dan Wilhiemma”, Sambung Yamazaki.
“Oh jadi begitu, ya sudah saya percayakan kepada Girou dan Teman, dan saya meminta tolong kepada Allan untuk
mengecek semua status, latar belakang, dan seluruh informasi penting dari semua personel dan para petinggi militer kita untuk mengetahui siapa saja anggota yang tergabung dalam Silhoutte”, Pinta Carl.
“Siap laksanakan, Jenderal. Ok, sekian saja pertemuan kita hari ini, semoga semuanya tetap sehat dan aman hingga Reufinikasi (penyatuan kembali kedua negara menjadi satu negara induk) Jerman terlaksanakan. Saya akhiri, terima kasih semuanya telah datang hari ini”, Kata Allan sebagai penutup rapat militer hari ini.
Setelah rapat tersebut selesai, Girou, Wilhiemma, Yamazaki, Allan, dan Jenderal Carl pun pergi berkunjung ke rumah Felix di kota Hamburg untuk membicarakan tentang rencana Reufinikasi Jerman. Jarak Kota Bonn ke Hamburg sekitar 1500 Km dan memakan waktu sekitar 15 jam perjalanan dan mereka menginap di kota Bremen
karena mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Hamburg besok pagi. Esok harinya mereka berangkat dan datang di rumah Felix sekitar jam setengah delapan pagi. Setelah datang, mereka disambut dengan hangat oleh Felix dan istrnya. Mereka pun disuguhi makanan karena Felix tahu bahwa mereka semua belum
sarapan, mereka pun dengan lahap memakan sarapan yang diberikan oleh Felix. Setelah kenyang makan, mereka langsung berdiskusi tentang Reufinikasi Jerman.
“Selamat pagi ,Tuan Felix, perkenalkan saya Carl, Jenderal Militer Jerman Barat”, Carl memperkenalkan diri terlebih dahulu.
“Oh jadi ini Jenderal yang dibicarakan Girou dan Allan saat telepon”, Kata Felix yang sedikit terkejut melihat seseorang Jenderal Besar berada di hadapannya.
“Ok, Langsung kita mulai saja ya. Jadi gini Ayah, kami semua pergi kesini untuk berdiskusi dengan Ayah tentang rencana Reufinikasi Jerman, untuk itu kami sudah mengetahui siapa kelompok yang pernah kita sebut sebagai ‘Penjilat’ itu. Mereka menyebut kelompok mereka dengan nama ‘The Silhouette’ yang memiliki arti bayangan hitam, dan mereka memiliki pemimpin dengan nama ‘Frankenstein’ dan memiliki sebutan ‘Dewa Kematian Hitam”, Jelas Allan kepada Felix.
“Jadi kelompok itu sudah ada sejak dulu, Tuan Felix?”, Tanya Girou penasaran.
“Bisa dibilang begitu bahkan kemungkinan kepemimpinan kelompok tersebut pun diwariskan”, Jawab Felix
“Berarti kita telah mengabaikan kelompok tersebut dan sekarang kita baru saja menyadarinya”, Keluh Carl sambil menghela nafas.
“Ya, tapi kita masih belum terlambat, kita harus menghentikan kelompok tersebut secepatnya!”, Kata Girou dengan semangat.
“Tahan sebentar, Girou. Kita harus menyusun rencana untuk menghentikan mereka. Karena pengaruh mereka sudah terlampau besar, kita harus menyiapkan strategi yang matang”, Sangkal Carl.
“Eh, iya maaf Tuan Carl. Saya mau bertanya kepada semua, adakah yang sudah memiliki strategi untuk menghabisi ‘Silhoutte’?”, Tanya Girou.
“Aku sudah memikirkannya sejak tadi, jadi strateginya seperti ini. Kita akan melakukan negosiasi dengan pihak Jerman Timur terlebih dahulu. Saat negosiasi tersebut, Allan mencari informasi lebih lengkap terkait Silhoutte. Jika negosiasi gagal, kita akan menemui ketua kelompok Silhoutte untuk melakukan negosiasi yang kedua dengannya. Jika negosiasi berakhir gagal, kita bisa menyerang mereka di lain waktu”, Saran Yamazaki.
“Hmmmm, boleh juga idemu, Yamazaki. Gimana untuk yang lainnya?”,Tanya Girou.
“Kalau saya sih agak setuju dengan ide dari Yamazaki, Cuma rencana ini memiliki berberapa resiko, saat bernegosiasi dengan pihak Silhoutte bisa saja kita keluar dengan keadaan tidak bernyawa, Yamazaki”, Kata Felix.
“Saya setuju dengan Tuan Felix, bahwa kita tidak boleh ceroboh dengan Silhoutte, jadi saya sarankan untuk tidak
melakukan pertemuan dengan Sillhoutte terlebih dahulu”, Saran Carl.
“Tapi untuk rencana negosiasi dengan Jerman Timur, saya akan membantu kalian nantinya”, Sambung Carl.
“Terima kasih, Tuan Carl”, Ucap Yamazaki.
“Kalau gitu aku juga ikut, kalau Girou gimana?”, Kata Wilhiemma.
“Kalau kalian ikut, aku juga ikut deh”, Jawab Girou.
“Ok, untuk rencana ke Jerman Timur, kita mengandalkan Tuan Carl, Girou dan teman-temannya. Saya dan Allan akan mencari informasi lebih dalam terkait Silhoutte”, Kata Felix kepada Carl, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki.
“Terima Kasih banyak atas bantuannya, Tuan Felix”, Ucap Girou.
“Sama-sama, Girou”, Balas Felix.
Setelah pembicaraan tersebut mereka pun berbicara santai sambil menikmati udara pagi di Hamburg. Felix pun mengajak para tamunya untuk berkeliling Kota Hamburg. Awalnya Carl menolaknya ajakan dari Felix, karena dia harus kembali ke Bonn untuk menyelesaikan urusannya, setelah dipikir-pikir, akhirnya Carl pun mengiyakan ajakan dari Felix sebagai refreshing dirinya dari urusan kerja. Felix mengajak mereka pergi ke Pelabuhan Peti Kemas Hamburg yang mempesona, bangunan bernuansa renaissance yang bernama Rathaus dan Alter, Girou dan teman-temannya pun terpesona dengan elok nya Rathaus dan Alter dan mereka pun berfoto-foto disana. Felix juga mengajak mereka pergi mengunjungi Elbstrand, Pantai Buatan di Hamburg yang elok, mereka pun bersantai di pantai sambil melihat sunset di ufuk barat yang amat indah. Di malam harinya Felix mengajak mereka berkunjung ke Museum Maritim Internasional di Speicherstadt yang terletak di dekat Pelabuhan Hamburg. Mereka semua pun melihat-lihat perkembangan kapal di Hamburg dari waktu ke waktu, Girou dan teman-temannya melihat Pelabuhan Hamburg tempo dulu yang menawan. Setelah berkeliling Hamburg, Mereka pun akhirnya pulang ke rumah Felix. Felix pun menyarankan agar Carl, Allan, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki agar menginap di rumahnya terlebih
dahulu. Besok di pagi harinya, Carl, Allan, Girou, dan teman-temannya pamit kepada Felix dan istrinya untuk pulang kembali ke Kota Bonn. Mereka sampai di Bonn pada malam hari. Carl pun mengantrar Allan, Girou, dan teman-temannya kembali ke rumahnya karena sejalan dengan rumah Carl. Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki berterima kasih kepada Carl karena sudah mengantarnya.
1 Bulan berikutnya, Allan menelpon Girou dan memintanya untuk pergi ke kantornya, karena Carl ingin melakukan rapat dengan Girou dan teman-temannya. Girou pun mengiyakan ajakan Allan, dan Girou pun mengajak Wilhiemma dan Yamazaki untuk pergi bertemu dengan Carl. Girou dan teman-temannya langsung berangkat menemui Carl dan Allan di Kantor Militernya. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih, mereka pun sampai di Kantor Militer Jerman Barat yang menjadi tempat pertemuannya. Mereka pun diarahkan oleh penjaga menuju ruang pertemuannya. Mereka pun sampai di ruangannya, di ruangan tersebut sudah ada Carl, Allan, dan para petinggi militer. Carl pun menyambut Girou dan teman-temannya. Setelah Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki datang, pertemuan pun langsung dimulai.
“Ok, karena semuanya sudah datang di ruangan ini, langsung dimulai saja rapatnya, Allan”, Pinta Carl.
“Iya, Jenderal. Selamat pagi semuanya, untuk pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada tamu undangan karena telah menyempatkan waktu untuk pergi kesini. Di pertemuan kali ini, kita akan membahas rencana yang sudah pernah dibicarakan dengan Jenderal Carl, Girou, dan teman-temannya saat kami pergi ke Hamburg untuk menemui mantan Informan kita yang masih aktif. Rencananya adalah untuk melakukan negosiasi dengan pihak
Jerman Timur tentang Reufinikasi Jerman. Dan kita akan pergi kesana dalam waktu yang secepatnya, kita akan mengandalkan Carl, Girou, dan teman-temannya, dan untuk alasan keamanan kita juga akan mengirim berberapa tentara untuk berjaga-jaga. Untuk rencana tersebut, bagaimana pendapatnya semuanya?”, Jelas Allan sebagai pembuka pertemuan.
“Apakah kalian sudah menghubungi teman kita yang berada di sana, Allan?”, Tanya salah satu petinggi militer, yang bernama Einhard Aaric, dan menjabat sebagai Komandan Pasukan Infanteri Jerman Barat.
“Saya sudah menghubungi berberapa teman militer kita yang berada disana dan mereka pun akan membantu rencana kita nantinya”, Jawab Allan.
“Siapa saja yang akan ikut kesana, Allan?”, Tanya Girou.
“Mungkin yang ikut kesana nantinya adalah berberapa petinggi militer yang ada di sini, Jenderal Carl, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki”, Jelas Allan.
“Untuk pertemuan dengan para Petinggi Jerman Timur nanti bagaimana rencananya, Allan?”Tanya petinggi yang bernama Hanz Robert yang menjabat sebagai Komandan Pasukan Kavaleri Jerman Barat.
“Kami sudah berdiskusi dengan Presiden terkait negosiasi dengan pihak Jerman Timur, dan Presiden pun siap untuk membantu kita dengan mengadakan komunikasi dengan pihak Jerman Timur dan pihak mereka pun setuju untuk melakukan negosiasi”Jawab Allan.
“Jadi bisa disimpulkan, seluruh persiapan kita telah siap, tinggal menunggu waktunya saja”Kata Carl.
“Kapan kita akan berangkat , Tuan Carl?”Tanya Yamazaki.
“Mungkin kita akan berangkat minggu depan, Yamazaki”, Jawab Carl.
“Mungkin yang akan berangkat kesana adalah Saya, Hanz, Girou, Wilhiemma, Yamazaki, dan berberapa perwakilan dari Pemerintah Jerman Barat, dan yang berada di sini akan bertugas mencari informasi terkait Silhoutte bersama Allan nantinya”, Jelas Carl.
“Siap laksanakan, Jenderal Carl”, Jawab seluruh peserta rapat secara serentak.
“Ok lah kalau begitu. Sekian saja untuk rapat hari ini, saya sudahi saja pertemuan kita hari ini. Terima kasih semuanya karena sudah datang di pertemuan hari ini. Semoga segala urusan kita dimudahkan oleh yang maha kuasa. Dipersilahkan untuk membubarkan diri”, Tutup Carl.
Seluruh peserta rapat pun membubarkan diri. Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki tidak sabar menanti petualangan ke Jerman Timur untuk negosiasi terkait Reufinikasi Jerman. Girou dan teman-temannya pun pulang kembali ke rumahnya untuk mempersiapkan diri untuk pergi ke Jerman Timur minggu depan.
-To Be Continued-