Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 21: Agen Handal yang Mengerikan.



Samurai Around The World #21.


Di pagi hari esoknya.


Telepon pun berdering dengan kerasnya. Sama seperti kemarin. Dan Aku juga yang mengambilnya lagi. Aku pun berjalan sedikit malas-malasan  untuk menerima panggilan telepon itu. Dan setelah kuterima teleponnya, terdapat suara yang sedikit berbeda. Bukan Tuan Carl yang biasanya menelpon pagi-pagi. Suara yang terdengar di telepon sedikit lebih lantang dan tegas. Aku pun sedikit bingung dengan siapa yang menelpon di pagi ini.


“Halo. Ini dengan siapa ya? Allan kah?” tanya orang di telepon.


“Emmmmm. I-ini dengan Girou, Tuan.” Jawabku sedikit takut.


“Ohhhhh. Jadi ini yang namanya Girou. Ya ya ya. Perkenalkan namaku Mark. Kau tidak perlu tahu nama lengkapku siapa. Apa kau bersama Joseph disana, Girou?” tanya Mark.


“Ada. Tapi Joseph masih tidur.” Jawabku.


“Ya sudah. Nanti bilangin aja suruh nelpon Mark kalau sudah bangun nanti. Sampaikan salamku kepada yang lain juga ya.” Mark pun menyudahi teleponnya.


“Ya. Nanti kusampaikan.”


Tut tut tut. Mark pun telah memutuskan sambungan teleponnya. Aku masih penasaran siapa sebenarnya Mark itu. Mungkin akan kutanyakan kepada Joseph nanti.


Seusai telepon dengan Mark, aku pun kembali ke kamarku untuk membangunkan Wilhiemma dan Yamazaki. Dan setelah sampai di kamar, aku pun menggoyang-goyangkan tubuh Wilhiemma dan Yamazaki agar mereka cepat bangun.


“Hei Yamazaki Wilhiemma, ayo bangun!! Sudah pagi nih.” Kataku sambil menggoyang-goyangkan tubuh mereka berdua.


“Sudah pagi? Hoooaaammmmm.” Kata Yamazaki sambil berusaha bangkit dari tidurnya.


“Iya Yamazaki. Sudah pagi waktunya bangun dari tidur panjangmu.”Jawabku.


Meskipun sudah kubangunkan dan kugoyang-goyangkan tubuhnya, Wilhiemma pun tak kunjung bangun.


“Ayo Wilhiemma cepat bangun! Sudah pagi, masa mau tidur mulu. Mau jadi apa kau.” Kataku sedikit berteriak di telinganya.


“Heh? Kau perusak mimpiku indahku saja, Girou. Haduh haduh, tunggulah sebentar lagi. 5 menit saja.” Kata Wilhiemma memohon.


“Halah, nanti kuberi waktu 5 menit malah jadi 1 jam nantinya. Ayo cepat bangun, kalau kau masih tidur-tiduran nanti malah jadi malas loh. Ayo cepat.” Aku pun menolak permintaan Wilhiemma.


“Iya iya deh. Pegang tanganku, Girou. Bantu aku bangun Girou.” Wilhiemma pun meminta bantuan kepadaku.


Aku pun memegang tangan Wilhiemma dan membantunya berdiri. Aku pun sedikit lega karena Wilhiemma bangun sedikit cepat tanpa adanya cekcok seperti biasanya. Setelah membangunkan Wilhiemma dan Yamazaki, aku pun membangunkan Joseph yang tidur di samping kamarku.


“Tok Tok Tok. Joseph apa kau sudah bangun?” tanyaku sambil mengetuk pintunya.


Tidak ada jawaban dari dalam.


“Tok tok tok. Apa kau ada disana, Joseph?” tanyaku lagi.


Lagi-lagi tak ada jawaban dari dalam kamar Joseph. Hening.


Aku pun mencoba masuk ke dalam kamar Joseph. Ternyata Joseph masih terlelap dalam tidurnya dan terlihat air liur menetes dari samping mulutnya.


“Hei Joseph! Ayo bangun, sudah pagi nih. Ada yang nyariin kamu tuh tadi. Cepat bangun.”  Kataku sambil menepuk badannya.


“Hmmm? Memang siapa yang mencariku, Girou?” tanya Joseph.


“Tadi ada yang telepon pagi-pagi. Kalau tidak salah namanya Mark. Kau kebawa saja deh. Kau telepon lagi saja nomornya. Kayaknya penting tuh.” Jawabku.


“Heh? Yang menelpon Mark? Waduh waduh.” Joseph pun sedikit panik saat mendengar jawabannya dariku.


Joseph pun langsung loncat dari kasurnya.


Gubrakkkk!! Joseph pun terjatuh saat lompat dari kasurnya. Tapi dia tidak peduli dan bergegas menuruni tangga. Aku pun sedikit bingung melihat tingkah joseph yang seperti itu. Ya sudahlah mungkin bisa kutanyakan nanti.


Setelah membangunkan Joseph, aku pun mengambil handuk di kamarku dan bergegas menuju kamar mandi untuk mandi pagi biar segar dan semangat menjalani hari. Setelah menuruni tangga, aku melihat Wilhiemma dan Yamazaki yang sudah dibawah dari tadi.


“Joseph itu tadi ada apa, Girou? Kok kayaknya dia sedikit panik gitu?” tanya Wilhiemma langsung kepadaku.


“Hmmmmmm. Entahlah. Tadi pagi ada yang menelepon dan mencari dia. Nampaknya orang penting deh. Cuma aku tak tahu siapa dia.” Aku pun menjawab pertanyaan Wilhiemma.


“Oalah. Seperti itu toh. Kau sudah membawa handuk dan peralatan mandi. Apa kau mau mandi, Girou?” tanya Yamazaki kepadaku.


“Iya. Aku mau mandi biar gak ngantuk dan segar di pagi hari. Kau tidak mandi juga, Yamazaki?” tanyaku kepada Yamazaki.


“Aku nanti saja lah. Mau duduk-duduk dulu. Kau mandi saja dulu.” Kata Yamazaki menyuruhku mandi duluan.


Setelah mandi, aku pun merasa segar dan tidak ngantuk lagi. Aku pun melihat Tuan Felix dan Nona Gloria yang sudah bangun dengan muka sedikit bingung.


“Selamat pagi, Tuan Felix dan Nona Gloria.” Sapaku kepada mereka.


“Eh, selamat pagi juga, Girou.” Balas Nona Gloria.


“Itu Joseph ada apa kok pagi-pagi sudah telepon dan berisik tadi?” tanya Tuan Felix kepadaku.


“Hmmmmm, entahlah. Sebenarnya orang yang ditelepon Joseph tadi sudah menelepon sejak pagi. Dan aku pun menerima telepon darinya. Orang itu bernama Mark, dan dia menanyakan Joseph. Aku pun memanggil Joseph dan


begini jadinya. Mungkin mark itu orang penting atau apalah itu.” Jawabku.


“Oh Mark ya. Heeh heeh.” Kata Tuan Felix sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


Tepat setelah aku menjawab pertanyaan Tuan Felix, Joseph pun sedikit berlari menuju arahku.


“Hei hei hei! Ada apa ini?” tanyaku sedikit kepada Joseph yang mengagetkanku.


“Tadi orang yang bernama Mark tadi itu adalah orang kita bicarakan kemarin, Girou. Dia adalah “Si Mata Kucing” sang Informan handal yang dimiliki Jerman Barat. Dia berkata ingin bertemu denganmu beserta teman-temanmu yang lain, Girou.” Jawab Joseph.


"Yang bener, Joseph?” tanyaku memastikan.


“Iya benar. Mark dan temannya Si Mata Elang ingin bertemu denganmu. Dan itu yang membuatku sedikit kaget tadi. Mereka juga ingin bertemu dengan Tuan Felix, Nona Gloria, dan Allan.” Jawab Joseph sekali lagi.


“Mereka meminta bertemu kapan, Joseph?” tanya Tuan Felix.


“Pagi ini sih katanya, kalau tidak salah sih jam 8.” Kata Joseph.


“Mereka menyuruh untuk membawa apa saja, Joseph? Informasi tentang Lux Magnum itu kah? Atau ada yang lain?” Gantian Allan yang bertanya.


“Santai saja, aku sudah memberikan informasi tentang Lux Magnum itu kepada mereka, termasuk informasi mu itu, Allan. Mereka juga tidak menyuruh kita membawa kertas-kertas yang berisi informasi itu.” Joseph pun menjawab dengan santai pertanyaan Allan.


“Hmmmmmm. Yaudah deh, mending sekarang kita semua bergegas mandi dan sarapan. Biar bisa datang menemui Mark lebih cepat. Oh ya apakah mereka meminta bertemu di ruangan Tuan Carl, Joseph?” tanya Gloria.


“Ya. Mereka meminta bertemu disana. Biar bisa sekalian berdiskusi dengan Tuan Carl.” Jawab Joseph.


“Oke oke. Ayo semuanya bergegas mandi dan sarapan, kita akan bertemu seorang tamu yang penting. Aku mandi duluan ya.” Kata Allan sambil berjalan menuju kamar mandinya.


Yang lain pun juga bergegas mengambil peralatan mandi masing-masing, dan menunggu giliran mandi. Sambil menunggu giliran mandi, kami pun bersama-sama menyiapkan sarapan pagi. Dan setelah semuanya mandi dan sarapan, kami semua pun berangkat ke kantor militer untuk bertemu dengan Mark.


Dan tak lama kemudian, akhirnya kami pun sampai di kantor militer yang menjadi tempat pertemuan mereka dan langsung bergegas menuju ruangan milik Tuan Carl. Setelah berada di depan pintu ruangan tersebut, Allan pun mengetuk pintunya.


“Tok tok tok. Halo, apakah di dalam ada orang?” tanya Allan memastikan.


“Masuk saja, Allan. Tidak dikunci.” Jawab Tuan Carl dari dalam.


Allan beserta yang lain pun memasuki ruangan milik Tuan Carl itu. Dan didalam sudah ada dua orang dan kemungkinan salah satu diantaranya adalah Mark yang menelpon pagi-pagi tadi, tapi aku tidak tahu yang mana orangnya.


“Ayo ayo semuanya duduk dulu.” Kata Tuan Carl menyuruh kami untuk duduk.


Kami semua pun menempati kursi yang sudah disediakan sebelumnya.


“Ya karena semua sudah datang, kita mulai saja pertemuannya. Oh ya, sebelum dimulai alangkah baiknya kalian berkenalan dengan 2 tamu kita ini. Silahkan perkenalan diri dulu.” Tuan Carl pun menyuruh 2 orang yang belum kami kenal itu untuk memperkenalkan dirinya.


“Ya, Tuan Carl. Perkenalkan namaku Mark. Kalian tidak perlu tahu nama panjangku, karena itu tidak penting juga. Aku tadi yang menelpon kalian pagi-pagi. Yang mengangkat itu kalau tidak salah namanya……? Siapa ya? Oh ya, namanya Girou. Yang mana sih yang namanya Girou?” tanya Mark.


“S-saya Tuan Mark.” Kataku sambil mengangkat tangan.


“Ah ya persis suaranya seperti yang ditelpon tadi. Dan mungkin bagian ini kalian sudah mengetahuinya, aku adalah informan handal yang dimiliki oleh Jerman Barat, dan orang-orang memanggilku Si Mata Kucing. Mungkin karena aku memiliki mata pengamatan yang tajam. Tapi itu sih kata orang, tapi menurutku biasa saja. Gantian kau yang perkenalan.” Mark pun menunjuk orang yang duduk disebelahnya


“Perkenalkan namaku Zack, aku partner Mark dalam misi-misi penyusupan bersamanya. Kalau Mark memiliki panggilan Si Mata Kucing, aku memiliki panggilan Si Mata Elang. Musuh-musuhku memanggilku seperti itu.


Tapi aku tidak tahu alasannya, tapi kurasa nama panggilan itu keren juga dan cocok untukku.” Zack pun memperkenalkan dirinya kepada yang lain.


“Ya karena sudah perkenalannya, kita langsung mulai saja. Untuk Girou dan yang lain, tidak usah memperkenalkan diri. Aku sudah memperkenalkan kalian kepada Mark dan Zack.” Kata Carl.


“Ya tidak apa-apa, Tuan Carl. Sebenarnya ada apa kami semua diundang kesini. Sampai mendatangkan Mark dan Zack.” Tanya Joseph penasaran kepada Tuan Carl.


“Hmmmm, sebenarnya aku ingin memberangkatkan kalian ke Norwegia untuk mengalahkan Lux Magnum bersama Zack dan Mark.”


-To Be Continued-