
Samurai Around The World #4
Setelah berpamitan dengan rombongan, Carl, Girou, dan teman-temannya langsung pergi menemui Allan dan tim pencari informasi yang ditugaskan untuk tetapi berada di Bonn dan mencari informasi lebih lanjut terkait Silhouette. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, mereka pun sampai di tempat Allan mengerjakan tugasnya, tempatnya bukan di tempat kerja Allan biasanya, tapi di sebuah basecamp khusus di pinggiran Kota Bonn yang sering digunakan dalam beberapa misi khusus dan berbahaya. Allan memilih basecamp tersebut karena alasan keamanan. Setelah sampai, Carl, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki disambut oleh Hanz yang kebetulan baru pulang setelah pergi membeli makanan. Mereka pun ditemani Hanz menuju ruangannya Allan. Setelah sampai di ruangan kerja milik Allan, Mereka pun disambut oleh Felix, Einhard, dan Allan yang kebetulan berada di ruangan itu.
“Wah, Selamat datang, Jenderal”, sapa Allan.
“Iya, Allan”, Jawab Carl.
“Bagaimana kabarnya, Tuan Carl?”,Tanya Felix.
“Baik sekali, Tuan Felix”, jawab Carl.
Setelah saling menyapa datanglah pelayan yang membawakan beberapa cangkir teh hangat, tapi pelayan tersebut kaget dengan datangnya Carl beserta Girou dkk karena dia hanya membawakan teh untuk tiga orang, pelayan tersebut pun izin untuk mengambil cangkir teh lagi untuk Carl, Girou dan kawan-kawan. Allan pun langsung bertanya tentang Negosiasi kemarin.
“Bagaimana negosiasi kemarin, Jenderal?”, tanya Allan.
“Ya begitulah, Allan. Alot sekali, tapi beruntungnya berhasil. Tapi kita harus menunggu keputusan mereka terlebih dahulu. Ya, tinggal ditunggu saja”, jawab Carl.
“Syukurlah kalau begitu” ucap Allan.
Teh yang ditunggu pun datang, semuanya pun menyeruput teh nya bersama-sama. Sambil minum teh, mereka pun bercakap-cakap santai tentang keadaan kota Bonn saat ditinggal oleh rombongan. Tiba-tiba, Carl menanyai Allan terkait informasi dari Silhouette, Allan pun terkejut saat ditanya oleh Allan.
“Allan, apa informasi yang kamu dapatkan saat saya pergi?” tanya Carl.
“Ehekehek, apa yang anda tanyakan, Jenderal? Maaf, saya tidak dengar” ujar Allan.
“Apa saja informasi dari Silhoutte yang kamu dapatkan saat saya pergi, Allan?” tanya Carl lagi.
“Oh ya, saya lupa memberitahu terkait itu. Sebentar saya ambil dulu laptopnya” jawab Allan.
Allan pun berdiri dari tempat duduknya untuk mengambil laptopnya di ruangan kerjanya. Carl pun balik bertanya kepada Einhard.
“Berapa banyak informasi yang kalian dapatkan, Einhard?” Carl pun berbalik tanya kepada Einhard.
“Informasi yang didapatkan tidak terlalu banyak, Jenderal. Mungkin bisa dijelaskan oleh Allan nanti. Data-datanya kebanyakan saya serahkan ke dia” jelas Einhard.
Allan pun tiba dari ruangannya dengan membawa laptop IBM Thinkpad-nya dan beberapa dokumen yang tebal dan banyak.
“Ini dokumen informasinya, Jenderal. Saya bukakan laptopnya sebentar, bisa dibaca dulu dokumennya" Allan memberikan kertas informasi kepada Tuan Carl
Carl pun mengambil beberapa dokumen yang diberikan oleh Allan dan menaruh berberapa lainnya di meja. Girou yang penasaran pun mengambil beberapa dokumen yang terletak di atas meja. Setelah membuka laptop, Allan pun menunjukkan hasil pencarian informasi dari Silhoutte. Carl dan Girou dkk sedikit kaget karena Silhouette berpusat di Jerman, dan Frankenstein masih berada di sekitaran Jerman. Carl pun menanyakan dimana posisi lebih jelas dari Silhouette dan Frankenstein. Allan pun memberitahu kemungkinan dari informasi yang didapatkan bahwa Frankenstein dan organisasinya berada di Berlin atau di negara Jerman Timur. Wilhiemma pun sedikit kaget mendengar hal tersebut.
“Benarkah informasi tersebut bahwa Frankenstein berada di Berlin, Allan?” tanya Wilhiemma dengan sedikit terkejut.
“Kemungkinan besar benar, Wilhiemma” jelas Allan.
“Berarti mungkin pihak Jerman Timur sudah bersekongkol dengan Silhouette karena mereka tidak setuju dengan rencana kita kemarin, dan alasan mereka pun sedikit tidak masuk akal” sambar Wilhiemma.
“Hmmmmmm, iya juga ya. Aneh sekali alasan mereka saat menolak usulan Reunifikasi dari kita” timpal Girou.
“Kalau begitu, apakah Silhoutte memiliki urusan dengan Soviet, Allan? Karena Jerman Timur berada di bawah Soviet” tanya Carl.
“Hmmmmm, sebentar saya cari dulu. Karena kalau tidak salah saya punya informasi tentang itu” jawab Allan.
“Kalau benar Silhouette memiliki hubungan dengan Uni Soviet, apa kemungkinan alasan dibalik itu, Tuan Carl?”, tanya Yamazaki penasaran.
“Begini, Jerman Barat kan pernah berada di bawah pengaruh negara-negara liberal yang kapitalis, seperti Amerika, Prancis, dan lain sebagainya. Dan Jerman Timur juga pernah berada di bawah pengaruh Uni Soviet. Nah, Soviet itu pernah berperang dengan Amerika beberapa tahun lalu, ya biasa disebut sebagai ‘Perang Dingin’ dan saat itu bisa dibilang Soviet mengalami kekalahan. Mungkin Silhouette ini dimanfaatkan Soviet untuk menyerang balik Amerika. Tapi Jerman Barat yang sekarang sudah tidak dibawah pengaruh Amerika lagi. Dan ingat, itu hanya kemungkinan saja” Tuan Carl pun memberikan kemungkinan yang ada.
“Hmmmmm, tapi perang itu sudah berakhir lama kan?” Yamazaki pun bertanya lagi.
“Iya memang sudah lama, tapi Soviet kemungkinan masih menyimpan dendam atas kekalahan mereka. Dan mungkin mereka menganggap kita masih berada dibawah pengaruh Amerika, jadi untuk membalaskan dendam tersebut mereka pun akan menyerang kita pada waktunya” jawab Carl.
Ruangan pertemuan pun sedikit hening, hanya ada suara keyboard laptop Allan yang mengisi ruangan tersebut.
“Nah, ini dia yang dicari! Ini dokumen yang anda minta, Jenderal” Allan berteriak senang karena sudah menemukan dokumen yang dia cari.
“Haduh kamu ini jangan teriak-teriak dong, berisik soalnya” Carl yang mengingatkan Allan karena berteriak terlalu keras.
“Eh, iya maaf, Jenderal. Ini data-data anggota Silhoutte yang diketahui, mungkin disini ada beberapa orang yang berasal dari Soviet, Jenderal” Allan pun menyodorkan data-data yang ada di laptopnya kepada kami
Carl, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki yang penasaran pun langsung membaca data yang terpajang di layar laptop milik Allan. Setelah membaca dengan saksama, mereka pun menemukan beberapa anggota Silhoutte yang memiliki kebangsaan sebagai orang Uni Soviet. Dan mereka pun sedikit terkejut karena beberapa anggota Silhouette yang berasal dari Soviet adalah seorang pejabat penting di Soviet. Carl pun yang sangat terkejut karena dugaannya tadi benar pun bertanya kepada Allan terkait kebenaran dari informasi ini.
“Ini informasinya benar kan, Allan? Yang benar saja orang Soviet sampai ikut-ikutan” Carl yang menggerutu karena urusannya akan semakin runyam jika sampai Soviet ikut-ikutan.
“Informasi ini kemungkinan benar, Jenderal. Kami juga sudah mengecek kebenarannya” jelas Allan.
“Runyam sekali masalah ini, heeuhhh” keluh Felix sampai menghembuskan nafas berat.
“Bagaimana jika kita menghubungi informan yang berada di Soviet untuk mengetahui rencana mereka dibalik ini?” usul Einhard.
“Mungkin saja bisa dilakukan. Cuma informan kita disana belum ada kabar selama 1 bulan” jelas Allan.
“Tapi kamu masih punya nomornya, Allan” Carl menanyai Allan.
“Saya punya nomornya cuma sudah lama sekali belum saya hubungi, mungkin setelah ini saya akan menghubunginya” jawab Allan.
“Ya sudah kamu hubungi dulu informannya, suruh dia untuk kembali ke Jerman Barat untuk menemuiku ya, Allan. Oh ya, saya pinjam beberapa dokumen informasi terkait Silhouette ya, untuk saya baca-baca. Kalau ada pembaruan informasi bilang ke saya ya, seluruh peserta boleh kembali ke tempat kerja masing-masing, terima-kasih untuk semuanya” tutup Carl.
Seisi ruangan itu pun berdiri dari duduknya dan kembali ke ruangan kerja masing-masing, Allan pun memberikan
beberapa dokumen yang diminta oleh Carl. Setelah mendapat dokumen yang dibutuhkan, Carl, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki pun pulang kembali ke rumah masing menggunakan mobil milik Carl.
2 Minggu kemudian, Di pagi hari yang indah, Girou ditelpon oleh Allan untuk pergi ke kantornya secepatnya, karena
informan yang dipanggil dari Soviet telah tiba dan Girou dkk pun diminta untuk menemuinya bersama dengan Carl. Girou pun mengiyakan undnagn dari Allan, dan akan pergi kesana secepatnya dengan Wilhiemma dan Yamazaki. Setelah telepon, Girou pun girang mendengar hal tersebut, dan langsung membangunkan kedua teman-temannya
yang masih tertidur. Wilhiemma dan Yamazaki pun bangun dari tidurnya dan langsung bergegas mandi. Setelah siap, mereka semua pun berangkat menuju kantor Militer untuk menemui seorang informan yang baru saja pulang dari Soviet. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 1 jam, mereka pun sampai di kantor militer yang menjadi tempat pertemuannya. Mereka pun langsung diarahkan menuju ruangan pertemuan yang sudah ditentukan. Setelah sampai di ruangannya, disana ada Carl, Allan, Hanz, Felix, dan satu orang yang tidak dikenal oleh Girou dan teman-temannya, Girou berpikir bahwa orang itu adalah informan yang ingin ditemui oleh Girou dkk. Mereka pun langsung disuruh duduk oleh Carl. Setelah duduk, orang yang belum dikenal itu pun langsung mengenalkan dirinya.
“Perkenalkan nama saya Gloria Wilhelm, biasa dipanggil Gloria. Salam Kenal” Gloria memperkenalkan dirinya secara singkat.
“Perkenalkan juga, Saya Gin Girou, bisa dipanggil Girou, Nona Gloria”
“Salam kenal juga, Saya Wilhiemma, temannya Girou, Nona Gloria”
“Dan perkenalkan saya Akashi Yamazaki, biasa dipanggil Yamazaki, teman dari Girou dan Wilhiemma” mereka pun megenalkan dirinya masing-masing.
“Kalau ngomong satu-satu dong, jadi bingung saya. Tapi tidak apa-apa, lupakan saja. Langsung saja, jadi ada keperluan apa Jenderal memanggil saya kemari? tanya Gloria kepada Carl.
“Jadi gini, Gloria. Kami baru saja mengadakan negosiasi dengan pihak Jerman Timur, ya itu pasti kamu sudah mengetahuinya. Dan kami menemukan sebuah kelompok kriminal yang sedikit mencurigakan, kelompok tersebut bernama ‘Silhouette’, dan dari informasi yang didapatkan, Silhouette memiliki seorang pemimpin yang bernama ‘Frankenstein’ Mungkin juga kamu sudah mengetahuinya dari Allan. Nah organisasi ini kemungkinan sudah merasuki ke wilayah parlemen Jerman, dan itu membuat rencana Reunifikasi pun sulit untuk direalisasikan. Beberapa anggota dari Silhoutte adalah orang Soviet, bahkan pejabat Soviet pun dicurigai juga tergabung dalam organisasi tersebut. Kami mencurigai bahwa tujuan Soviet mencampuri urusan ini adalah untuk membalaskan dendam kekalahan di Perang Dingin, karena mungkin mereka masih mengira ‘Jerman Barat’ masih berada di bawah pengaruh Amerika, kami sedikit kesusahan menghadapi masalah ini. Apa pendapatmu terkait ini, Gloria?” tanya Carl.
“Hmmmm, mungkin aku sudah menduganya dari awal akan terjadi seperti ini. Karena saat negosiasi kalian dengan Jerman Timur berlangsung, media Soviet selalu membicarakan negosiasi tersebut, dan menurutku ada sedikit kemungkinan penggiringan opini di berita-berita tersebut” jawab Gloria.
“Seperti apa penggiringan opini tersebut, Nona Gloria?” sambar Girou.
“Girou, kalau ada orang yang belum selesai bicara, ditunggu selesai bicara dulu dong, jangan langsung disambar seperti itu. Haduh kamu ini, sudah dibilangin berkali-kali juga, itu tidak sopan loh, heeeuhh” keluh Carl.
“Mohon maaf, Tuan Carl, kebiasaan dari dulu soalnya, saya usahakan untuk tidak saya ulangi lagi” Girou meminta maaf kepada Carl karena ketidaksopanannya.
“Ya sudah tadi, Girou mau tanya apa?” Gloria yang menanyai Girou terkait pertanyaannya tadi.
“Jadi gini, tadi kan Nona Gloria mengatakan bahwa pemberitaan tentang negosiasi kemarin di Soviet ada unsur penggiringan opini, nah maksud penggiringan opini itu seperti apa?” tanya Girou.
“Oh itu, mereka menyebutkan langkah Jerman Barat itu sedikit buru-buru dan dianggap mencurigakan. Bahkan sampai politisi Soviet pun berkata demikian. Dan bisa dibilang mereka sedikit menyudutkan pihak Jerman Barat terkait hal tersebut, dan menyebut bahwa langkah dari Jerman Timur itu benar. Bahkan dari mereka pun mengatakan bahwa ini akal-akalan dari Jerman Barat untuk menguasai Jerman Timur, persis seperti yang dikatakan oleh politikus Jerman Barat di rapat negosiasi kemarin, pembelaan mereka tentang pendapat mereka pun sedikit aneh dan tidak masuk akal. Begitu Girou penjelasannya” Gloria yang menjelaskannya kepada Girou.
“Jadi seperti itu ya, apakah masyarakat disana terkena penggiringan opini tersebut, Gloria?” tanya Carl.
“Ada yang percaya dengan informasi tersebut, ada juga yang tidak menghiraukannya” Gloria menjawab pertanyaannya Carl.
“Tapi kebanyakan pejabat pemerintahan percaya bahkan ikut melakukan penggiringan opini kepada masyarakat, Tuan Carl” imbuh Gloria.
“Apakah Nona Gloria tahu apa tujuan mereka dibalik itu?” tanya Yamazaki.
“Aku belum tahu apa maksud dan tujuan mereka dibalik itu” jawab Gloria.
“Ok Gloria, aku punya tugas untukmu. Carilah maksud dan tujuan Soviet dibalik ini semua, dan awasi Soviet dan beritahu jika terjadi pergerakan mencurigakan dari Soviet, itu tugas barumu, Gloria”, Carl memberi perintah baru kepada Gloria.
“Siap laksanakan, Jenderal. Akan saya laksanakan dengan sepenuh hati”, Balas Gloria.
Mereka pun bercakap-cakap santai sambil memakan camilan yang telah disediakan. Gloria menceritakan Keindahan Kota Moskow saat bertugas disana.
“Di Moskow itu indah sekali, Girou. Apalagi saat malam hari, Istana Kremlin akan terlihat mempesona. Cobalah kesana sekali-sekali, kusarankan untuk pergi kesana di musim dingin, karena Kremlin akan terlihat lebih mempesona di tengah salju, banyak tempat di Soviet yang terlihat sangat indah saat musim dingin tiba. Dan satu lagi, jangan sampai kamu tak melihat keindahan Aurora Borealis di daerah Murmansk, dijamin kamu akan suka deh, Nah, kalau kamu mau pergi kesana akan kutemani nanti, akan kutunjukkan tempat-tempat wisata yang indah di Soviet nantinya, itupun kalau aku mau menemani, hehehe” Gloria yang memberitahu Girou keindahan negara Uni Soviet.
“Hmmmmm, menarik sekali, tapi adakah tempat wisata di Soviet yang indah di musim lain selain musim dingin, Nona Gloria?” tanya Girou.
“Pasti ada dong, kalau kamu mau pergi ke Soviet di musim gugur, kamu bisa mengunjungi wilayah Lingkar Emas, disana kamu bisa melihat daun berguguran yang indah. Kalau kamu berkunjung di musim panas, kamu bisa berkunjung ke kota Saint Petersburg. Disana kamu akan melihat fenomena matahari yang terbit sepanjang waktu. Sebenarnya masih banyak sih, Cuma aku beritahu yang ini saja. Yang lainnya bisa kuceritakan lain waktu” jawab Gloria.
“Wah menarik! Aku kapan-kapan akan kesana deh, Wilhiemma dan Yamazaki mau ikut tidak kalau aku pergi kesana?” tanya Girou.
“Yah pasti ikut dong, Girou!!” jawab mereka bersamaan.
Wilhiemma dan Yamazaki pun saling berpandangan karena berbicara bersamaan, kemudian mereka pun tertawa, seisi ruangan itu pun ikut tertawa melihat tingkah laku Wilhiemma dan Yamazaki
-To Be Continued-