Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 5: Perjalanan Menuju Soviet.



Samurai Around The World #5.


Setelah berbincang santai dengan Gloria, peserta pertemuan pun langsung membubarkan diri. Girou dkk pun langsung kembali ke kontrakannya menggunakan kendaraan umum. Seminggu kemudian, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki dipanggil oleh Carl untuk menemuinya di kantornya. Girou pun agak bingung kenapa dirinya dipanggil lagi untuk menemui Carl, dia berpikir apakah dia dan teman-temannya akan ikut pergi ke Soviet bersama Gloria, atau ada misi lainnya. Girou pun melupakan hal tersebut dan langsung bersiap-siap untuk berangkat menuju kantor Carl. Girou dkk pun berangkat dengan semangat menuju kantornya Carl, setelah 1 jam lebih di perjalanan, mereka pun akhirnya tiba di wilayah kantor militer Jerman Barat. Mereka pun langsung berjalan menuju ruangan milik Carl. Setelah tiba di ruangannya, Girou dan teman-temannya pun terkejut melihat Allan, Felix, dan Gloria yang sudah ada di ruangan tersebut. Girou pun langsung bertanya kepada Carl kenapa Allan, Felix, dan Gloria ada di ruangannya.


“Kenapa Allan dan ayahnya beserta Nona Gloria ada disini, Tuan Carl?”, Tanya Girou dengan menunjuk kearah orang yang ditanyakan.


“Bukankah sudah jelas, Girou. Kau dan teman-temanmu akan ikut berpetualang di Soviet bersama kami bertiga”, jawab Gloria dengan santai.


“Apa? Kami akan ikut dengan kalian?” Girou mempertanyakannya lagi.


“Berapa kali aku harus bilang kepadamu, Girou. Kau akan ikut dengan kami di Soviet” jelas Gloria.


“Kenapa baru bilang sekarang? Kami kan belum bersiap-siap”, keluh Wilhiemma.


“Jangan khawatir, Wilhiemma. Baju-baju kalian sudah disiapkan. Jadi kalian pulang untuk mengambil senjata dan


barang-barang lain yang dibutuhkan. Mungkin siang nanti kita akan berangkat, Jadi bergegaslah”, suruh Gloria.


“Jadi seperti itu, mendadak sekali ya. Ya sudah kami akan kembali dulu, dan kembali kesini secepatnya”, Kata Yamazaki.


Girou dkk pun kembali lagi ke rumah untuk mengemasi barang-barang yang dibutuhkan dengan cepat. Berselang satu setengah jam, mereka pun selesai mengemasi barang-barangnya. Mereka pun bergegas kembali ke kantor militer untuk keberangkatan misi ke Soviet. Dan ternyata rombongan keberangkatan telah menunggu Girou dan teman-temannya.


“Hei kalian, ayo cepat kita mau berangkat nih!!” teriak Allan


“Iya, tunggu sebentar!” balas Girou.


Mereka pun langsung berlari menuju kendaraan yang telah disiapkan.


“Kalian kenapa lama sekali tadi? Hampir saja kita mau berangkat, selamat kalian bergegas” tanya Felix.


“Apakah itu tadi masih lama, Tuan Felix? Kami sudah bergegas loh” jawab Wilhiemma.


“Ya sedikit lama sih, tapi kenapa kalian tadi lama?” Felix bertanya lagi.


“Mungkin karena Wilhiemma mencari buku dan senjatanya, itu lama sekali tadi”, celetuk Yamazaki.


“Eh, enak saja kamu bilang begitu, Yamazaki!! Bukankah kamu juga lama tadi”, Wilhiemma yang marah karena disalahkan oleh Yamazaki


“Yang lama tadi kamu Wilhiemma, kamu lupa menaruh katana-mu dimana. Jangan kau salahkan aku”, bela Yamazaki.


“Hei, kamu juga lama sekali, Yamazaki. Kau mencari senjata AK-47 kesayanganmu kemana-mana kan, ngaku aja deh”balas Wilhiemma.


“Haduh kalian berdua ini. Kalian berdualah yang membikin kita lama, jadi jangan saling menyalahkan karena kalian


berdualah yang salah. Aku yang menunggu kalian menyiapkan barang-barang di depan tadi. Heeeuuh, perilaku kalian seperti bocah saja” keluh Girou.


“Eh, benarkah, Girou?”, tanya Wilhiemma dengan sedikit bingung.


“Masa kami seperti itu juga, Girou?”, tambah Yamazaki.


“Jika kalian masih memberi pertanyaan bodoh seperti itu, kalian malah mempertegas perilaku kalian. Haduh


kalian ini” bantah Girou.


Seisi mobil itu pun tertawa melihat perilaku konyol dari Wilhiemma dan Yamazaki. Mereka berdua pun malu atas tingkah laku mereka barusan. Girou pun ikut tertawa melihat tingkah laku teman-temannya itu. Setelah menempuh perjalanan ke bandara kurang lebih 1 jam, mereka pun sampai di Bandara Cologne Bonn yang megah dan besar. Mereka pun diarahkan oleh petugas bandara untuk menuju ke garbarata pesawat yang telah disiapkan. Pesawat yang mereka naiki, adalah pesawat Hercules milik Jerman Barat, karena mereka menjalankan misi rahasia ke Soviet, mereka pun menggunakan pesawat Hercules yang biasa digunakan untuk mengangkut barang-barang dan logistik untuk menyusup ke wilayah Soviet. Pesawat yang mereka tumpangi akhirnya berangkat meninggalkan Kota Bonn. Setelah berberapa menit setelah lepas landas, hanya kepulan awan yang menyelimuti Kota Bonn yang


terlihat. Mereka pun menempuh perjalanan sejauh hampir 2000 km untuk menuju ke Kiev, dan menghabiskan waktu sekitar 7 jam. Mereka mendarat di Kiev untuk alasan keamanan, karena jika mereka mendarat di Moskow, mereka akan dicurigai disana. Mereka mendarat di Bandara Internasional Boryspil di kota Kiev. Setelah mendarat dan mengurus dokumen untuk imigrasi, mereka pun langsung berangkat menuju Moskow menggunakan perjalanan darat, dan menempuh jarak kurang lebih 850 km, dan menghabiskan waktu sekitar 11 jam perjalanan. Setelah menempuh perjalanan darat 5 jam, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di kota terdekat. Mereka pun mencari penginapan terdekat di kota Bryansk, dan mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan di pagi esok harinya. Di esok harinya, mereka semua pun melanjutkan kembali perjalanannya untuk menuju Moskow, mereka menempuh jarak kurang lebih 400 km dan memakan waktu sekitar 6 jam perjalanan.


Mereka akhirnya sampai di Moskow saat siang hari. Setelah sampai mereka menitipkan mobil mereka di stasiun Moskow, karena mereka mendapat kabar bahwa pengawasan dari Soviet semakin ketat dan dikhawatirkan mereka akan ketahuan dan misi mereka gagal. Mereka menaiki Moscow Metro untuk menuju ke suatu tempat.


“Kita akan berhenti dimana, Nona Gloria?”, tanya Girou.


“Mungkin dari peta ini, kita akan turun di Stasiun Teatralnaya, Girou”Gloria menjawab pertanyaan Girou.


“Kita akan bertemu orang penting dalam misi ini, Girou”, tambah Allan.


“Siapa orang itu, Allan?”tanya Yamazaki.


“Lihat saja nanti, Yamazaki”jawab Allan.


Mereka pun tiba di Stasiun Bawah Tanah Teatralnaya. Mereka pun berjalan kaki menuju sebuah taman di dekat Stasiun Teatralnaya. Di taman itu ada seseorang yang memiliki tubuh tinggi jangkung yang memanggil mereka.


“Hei, Gloria!!”, panggil orang itu.


“Wah, ternyata kau sudah disini, Alexander”, balas Gloria.


“Iya dong, Gloria”, orang itu pun mendekati Gloria.


Mereka pun berpelukan setelah saling menyapa. Orang yang disapa Gloria pun mengenalkan diri.


“Perkenalkan semuanya, nama saya Alexander Czar, biasa dipanggil Alexander, salam kenal semuanya”, Alexander pun mengenalkan dirinya.


“Perkenalkan juga, nama saya Gin Girou, dan ini teman-teman saya, yang perempuan bernama Wilhiemma, dan yang laki-laki bernama Yamazaki”, Girou pun mengenalkan dirinya dan teman-temannya.


“Nama saya Allan, dan ini ayah saya Felix,  salam kenal, Tuan Alexander”, Allan pun mengenalkan dirinya dan rombongannya.


"Oh, jadi bahkan Ayah dan anak juga ikut dalam misi ini, hihi”, Alexander menyeringai melihat ayah dan anak bersama-sama mengikuti misi berbahaya ini.


“Ya sudah kalian ke rumahku saja. Kalian pasti capek kan perjalanan jauh dari Jerman Barat. Beristirahatlah saja di rumahku dulu” tawar Alexander.


Mereka pun menaiki mobil Alexander untuk menuju ke rumahnya. Mereka pun berbincang-bincang di mobil terkait kondisi Moskow saat ini.


“Bagaimana keadaan Moskow saat aku pergi kembali ke Jerman, Alexander?”, tanya Gloria.


“Sama saja seperti sebelum kau tinggal. Masyarakat masih diberi propaganda dan berita palsu dari pemerintah, Gloria. Jadi  ya sama saja, masih belum ada perkembangan untuk saat ini”, jawab Alexander.


“Hmmm, jadi seperti itu ya. Ya sudah lah kalau begitu”


Mereka akhirnya sampai di Rumah milik Alexander. Rumah itu sederhana, memiliki ukuran yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Memiliki halaman yang cukup luas, dan rumahnya berdesain minimalis. Mereka pun masuk ke rumahnya. Ternyata sebelum berangkat menjemput Girou dan para rombongan, Alexander telah menyiapkan makan siang untuk mereka, mereka pun terkejut karena makanan yang disiapkan oleh Alexander sangat banyak.


“Ayo jangan sungkan-sungkan. Kalian semua pasti lelah melakukan perjalanan jauh dari Jerman, jadi makanlah yang banyak untuk mengisi energi kalian lagi"  Alexander menawarkan makanan yang telah disiapkan olehnya.


“Wah, banyak sekali makanannya, yang enak yang mana, Tuan Alexander?” tanya Wilhiemma.


“Semuanya enak, Wilhiemma” jawab Alexander.


Mereka pun memakan makanannya dengan lahap. Bahkan Wilhiemma yang lapar pun sampai menambah porsinya 2 kali.


“Tambah lagi, Wilhiemma. Tenang saja masih banyak kok makanannya” Alexander pun menyeringai.


“Iya, siapph, Tsuan Aleksander. Akan saya habiskan semuanya”, jawab Wilhiemma sambil mengunyah makanannya


Dalam waktu singkat, makanan yang tersaji di atas meja pun ludes tak bersisa. Bahkan mereka pun sampai bersendawa secara berbarengan. Alexander pun senang sekali melihat makanan yang dia masak habis.


“Wah, kalian ternyata lapar sekali ya. Apalagi Wilhiemma, sampai nambah-nambah terus” kata Alexander.


“Emang Wilhiemma begitu tuh, kalau udah tau makanan, jangan harap ada sisa” Yamazaki mengejek Wilhiemma.


“Kamu juga makannya banyak, Yamazaki. Liat tuh perutmu membesar setelah makan”, balas Wilhiemma.


“Apa katamu, Wilhiemma?” Yamazaki melotot marah karena diejek balik oleh Wilhiemma.


“Sudah-sudah, kalian ini. Dari kemarin bertengkar terus, sekali-kali damai gitu loh biar enak” Girou melerai kedua sahabatnya yang bertengkar.


“Janganlah harap mereka akan berdamai, Girou. Jika itu terjadi, maka itu akan jadi keajaiban dunia ke 10 mungkin” sindir Allan


Seisi ruangan itu pun tertawa mendengar sindiran Allan kepada Wilhiemma dan Yamazaki. Saat sore hari tiba, Alexander membuatkan teh hangat untuk menemani pembicaraan bersama tamunya. Setelah teh jadi, mereka pun berbincang hangat sambil menyeduh teh yang dibuat oleh Alexander.


Disaat semua tertidur di gelapnya malam, Gloria dan Alexander pun berbincang-bincang di ddi teras rumah sambil melihat indahnya bintang di langit Soviet


“Kenapa kamu kesini bersama rombongan ini, Gloria?” tanya Alexander.


“Sebenarnya kami kesini bukan karena urusan kerja semata, Alexander. Kami ingin menyelidiki hubungan Soviet dengan salah satu organisasi kriminal terbesar di negeri kami, yaitu Silhoutte. Dan kau sudah mengetahui bahwa kedua negara Jerman sedang berdiskusi terkait penyatuan 2 negara tersebut. Dan kamu sudah tahu, bahwa Jerman Timur bisa dibilang menolak rencana tersebut dan alasan mereka juga aneh dan sedikit tidak masuk akal. Dari informasi yang didapatkan, ada kemungkinan bahwa Silhoutte ikut campur dalam keputusan tersebut. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, ada berberapa anggota Silhoutte adalah orang Soviet bahkan berberapa dari mereka memiliki jabatan yang cukup penting di Soviet” jelas Gloria.


“Waduh, ribet sekali urusan ini, kukira penyatuan 2 negara Jerman tersebut akan berjalan mulus. Aku tidak menduga akan jadi seperti ini. Nah, kenapa tiga pemuda Jepang itu ikut-ikutan campur urusan kalian, boleh jadi mereka adalah penyusup, Gloria. Hati-hati saja” saran Alexander


“Ada-ada saja kau, Alexander. Tidak, anak-anak itu adalah pemegang katana yang handal, bahkan mereka pun tidak gentar saat berhadapan dengan musuh yang menggunakan senjata api, mereka malah melawan balik pengguna senjata api tersebut, aku melihatnya dengan kepala mataku sendiri. Mereka kesini untuk belajar menempa diri menjadi seorang Samurai apalah itu, aku tidak terlalu memahaminya, kau bisa tanyakan ke anaknya


sendiri lain waktu. Nah, mereka itu memiliki misi perdamaian, Alexander. Mereka ingin dikenal sebagai seorang Samurai sejati yang mampu menyelesaikan masalah di dunia. Mungkin, mereka tidak akan berhenti di misi Jerman ini. Mungkin saja, mereka akan melanjutkan misinya entah kemana, aku ingin mendengar nama-nama mereka dikenal di seluruh dunia. Mereka memiliki persahabatan yang kuat, jadi aku yakin mereka akan berhasil dalam setiap misinya. Mereka juga adalah pemuda-pemudi yang memiliki semangat jiwa muda yang membara di hidupnya, jadi aku tidak terlalu mengkhawatirkan mereka nantinya, semoga mereka berhasil menjadi “Samurai Penyelamat Dunia” seperti yang mereka impikan. Indah sekali bukan, Alexander?”, Gloria menanyai balik Alexander.


“Ya, masa muda mereka bertiga indah sekali. Semoga saja impian mereka bertiga tercapai”, kata Alexander.


“Apa kau sudah menyiapkan rencana untuk menyusup, Gloria?”, sambung Alexander.


“Pasti sudah, kau lupa bahwa minggu depan ada Rapat Petermuan Presiden dengan para dubesnya?”, Gloria bertanya kepada Alexander.


“Iya tahu terus?”


“Ya begitulah, aku akan menyusup kesana, menangkap berberapa orang, menginterogasi, mendapatkan informasi, dan selesai. Gampang saja sebenarnya”, jawab Gloria dengan entengnya.


“Jangan mengangap semua sesuatu dengan mudahnya, sekarang menyusup kesana tidak semudah dulu. Sekarang pengamanan di berbagai pertemuan penting sangat ketat, apalagi katamu mereka bersekutu dengan Slhoutte atau apa lah itu. Jadi kau harus lebih berhati-hati, Gloria”, Alexander mengingatkan Gloria.


“Ya ya, aku tahu mereka akan memperkuat penjagaannya akan diperketat, jadi aku sudah menyiapkan rencana matang, Alexander”, jawab Gloria.


“Aku akan berpura-pura menjadi penjaga mereka, saat sepi aku akan menangkap orang-orang penting yang berada di daftarku, dan ya menginterogasi mereka. Mungkin sesimpel itu sih, Cuma kau jangan meremehkan diriku, Alexander. Aku sering menangkap orang-orang penting walaupun dikepung oleh penjaganya, jadi percayalah kepadaku, Alexander. Aku akan menyelesaikan semuanya, tenang saja”, tambah Gloria.


“Ok lah kalau begitu, tapi apakah trio pemuda Jepang akan ikut bersamamu, Gloria?”, tanya Alexander lagi.


“Pasti mereka akan ikut, semoga ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk mereka”, jawab Gloria.


“Ya semoga saja”


-To Be Continued-