Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 26: Lewis dan Teman-temannya



Samurai Around The World #26.


“…..Bagaimana cara kita untuk menghadapi cuaca dingin nan ekstrem saat kita bertempur melawan Darkness dan


Moon Devil nanti?” tanya Allan kepada kami semua.


“Mungkin kita tidak akan menyerang mereka secara terbuka atau blak-blakan. Kita akan menyusup dari dalam dan juga menyerang dari luar. Mungkin untuk menghadapi cuaca dingin lagi ekstrem itu kita akan tinggal disana untuk  sementara agar badan kita terbiasa dengan suhu dingin disana, sekaligus membawa baju serta jaket tebal saat misi agar tubuh kita juga hangat” jawab Tuan Zack.


“Hmmmmm, mungkin itu bisa menjadi strategi yang cukup menarik ya. Untuk strategi menginap, kita akan menginap berapa lama disana?” tanya Allan lagi.


“Mungkin 1 bulan atau bisa lebih. Kita membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama, karena kita juga akan mengamati markas mereka dan mencari celah serangan yang tepat, jadi kita membutuhkan waktu yang sedikit lama. Dan mungkin tim kita akan dibagi 2, ada yang berangkat terlebih dahulu untuk mengamati medan, tempat, dan markas mereka disana. Dan ada yang berangkat kedua, yang bertugas untuk menyiapkan senjata dan pasukan, dan mungkin juga artileri jika dibutuhkan. Mungkin itu saran terbaik yang bisa aku berikan” jawab Tuan Zack.


“Ya mungkin itu salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk saat ini. Untuk keadaan yang seperti ini, kita tidak boleh terlalu gegabah dan terburu-buru dalam misi ini. Karena jika sekali saja kita lengah, kita akan diserang oleh satu organisasi kriminal yang besar wilayahnya serta pengaruhnya. Mungkin untuk pasukan, senjata, dan artileri, kita bisa meminta bantuan kepada Tuan Hugen dan Zussman. Mereka pasti mau untuk membantu kita dalam misi ini” tambah Tuan Mark.


“Iya iya, mungkin kita bisa memberitahu mereka secepatnya tentang misi ini. Mungkin kita bisa mendatanginya sekarang. Lebih cepat akan lebih baik. Ayo siapa yang mau ikut?” tanya Tuan Mark mengajak kami.


Semuanya pun berdiri dari duduknya, hanya Allan yang tidak berdiri.


“Saya tidak ikut, Tuan Mark. Saya ingin mencari informasi tentang Lux Magnum terlebih dahulu. Saya juga bisa sekalian jaga rumah.” Allan pun menolak ajakan dari Tuan Mark.


“Ya sudah kalau begitu, untuk yang mau ikut langsung ke mobil saja ya. Kita harus bergegas pergi kesana.”


Kami semua pun segera memasuki mobil yang terparkir di depan penginapan yang kami tempati. Setelah memastikan semua yang ikut telah masuk, Tuan Mark pun langsung tancap gas menuju Benteng milik Tuan Zussman dan pasukannya. Tak sampai 1 jam, kami semua pun telah sampai di depan gerbang benteng milik Tuan Zussman. Penjaga gerbang pun membukakan gerbang kepada kami agar kami bisa masuk ke dalam area benteng.


Setelah masuk ke dalam area benteng, kami pun turun dari mobil dan berjalan menuju ruang kerja milik Tuan Zussman. Kami pun disapa oleh beberapa tentara. Saat kami di depan pintu ruangan, Tuan Mark pun mengetuk pintu ruangan.


“Tok tok tok, apakah kami boleh masuk kedalam?” Tuan Mark pun mengetuk pintu ruangan.


“Eh? Boleh-boleh, masuk saja pintunya tidak dikunci kok” kata Tuan Zussman dari dalam.


Kami semua pun masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi yang tersedia di dalam.


“Kalian semuanya sebenarnya ada kepentingan apa sampai datang kesini?” tanya Lewis kepada kami.


“Jangan terburu-buru, Lewis. Kita sambut para tamu kita terlebih dahulu. Bisa kau ambilkan cemilan dan teh di atas meja sana, Lewis?” Tanya Tuan Zussman kepada Lewis.


“Siap, Tuan Zussman. Saya ambilkan terlebih dahulu.” Lewis pun berdiri dari duduknya untuk mengambil cemilan dan teh yang berada di atas meja kerja Tuan Zussman.


Setelah mengambil teh dan cemilan, Lewis pun menaruhnya di meja di depan kami semua. Lewis juga menuangkan teh ke gelas kami semua. Kami pun menyeruput teh itu bersama, rasa teh itu memiliki cita rasa yang beragam. Rasa pahit, manis, dan sedikit asam bersatu di dalam gelas teh yang kami minum.


Setelah kami semua menyeruput teh yang dituangkan oleh Lewis, Tuan Zussman pun langsung memulai diskusinya.


“Ada apa urusan kalian sampai datang kesini?” tanya Tuan Zussman kepada kami semua.


“Jadi begini, Tuan Zussman. Sebenarnya dari kemarin, kami sudah mencari informasi terkait Lux Magnum serta pengaruhnya. Kami melengkapi informasi yang telah diberikan oleh Tuan Hugen pada waktu itu. Kami juga mencari organisasi bawahan Lux Magnum yang paling lemah diantara yang lain, agar kita dapat menyerangnya terlebih dahulu. Setelah kami mencari informasi, kami menemukan sebuah organisasi di semenajung utara Norwegia. Organisasi itu bernama Darkness. Dari informasi yang kami dapatkan, Darkness itu memiliki kekuatan yang paling lemah diantara organisasi bawahan Lux Magnum. Memang secara teori dan pemikiran awal, kita dapat menyerangnya terlebih dahulu. Tapi ada satu masalah yang cukup menyusahkan, di daerah semenanjung utara sana ada Darkness ‘Tidak sendirian’. Organisasi yang menemani Darkness di utara sana bernama ‘Moon Devil’. Organisasi tersebutlah yang menjadi salah satu masalah yang cukup menyusahkan, meskipun Darkness adalah organisasi yang cukup lemah, Moon Devil itu lah yang menguatkannya dalam segi kekuatan organisasi. Untuk menyerangnya, kami membutuhkan bantuan pasukan yang lebih banyak dan kuat untuk melawan 2 organisasi tersebut. Jadi karena itu kami semua datang kesini untuk meminta bantuan kepada anda, Tuan Zussman” Tuan Mark pun menjawab secara panjang pertanyaan Tuan Zussman.


“Hmmmmmmm, bisa kau berikan dimana letak dari Darkness dan Moon Devil tersebut?” tanya Tuan Zussman kepada kami.


Joseph pun mengeluarkan beberapa kertas dari tasnya yang dibawanya dan menaruhnya di depan Tuan Zussman. Tuan Zussman pun membaca sekilas kertas yang diberikan oleh Joseph.


“Allan lah yang lagi-lagi mendapatkan informasi ini, dia membobol sistem informasi mereka lebih dalam lagi. Ini informasi lebih lengkapnya, Tuan Zussman.” Joseph pun memberikan kertas informasi yang lain kepada Tuan Zussman.


Tuan Zussman pun mengambil kertas yang diberikan oleh Joseph dan dibacanya secara cepat.


“Makin mengerikan saja Allan teman kalian itu. Padahal informasi ini lebih rahasia daripada yang kemarin.


Kan kemarin saat membobol sistem dari Lux Magnum, data-data penting dari laptopnya hampir dibobol balik oleh Lux Magnum. Dan saat pencarian informasi ini apakah ada masalah yang sama seperti waktu itu?" tanya Tuan Zussman kepada kami.


“Tenang saja, Tuan Zussman. Allan makin lama makin mahir dalam mencari informasi rahasia seperti itu. Untuk data-datanya yang rahasia aman tersimpan dalam laptop yang dimilikinya.” Aku pun menjawab pertanyaan dari Tuan Zussman.


“Iya iya syukurlah kalau begitu. Kita lanjutkan pembahasan kita tadi. Mungkin informasi tentang adanya Darkness dan Moon Devil itu memang benar ada kehadirannya dalam hierarki Lux Magnum. Jadi kalau kalian meminta bantuan pasukan dan artileri berat yang dibutuhkan, aku dan pasukanku siap membantu kalian dalam mengalahkan Darkness dan Moon Devil. Kalian kan sudah ingin mengalahkan Darkness dan Moon Devil, apa kalian sudah memiliki rencana untuk mengalahkannya?” tanya Tuan Zussman.


“Kan kita belum terlalu mengetahui tentang medan pertempuran yang ada disana. Jadi untuk langkah awal, kita akan mengawasi mereka dan beradaptasi dengan lingkungannya terlebih dahulu. Setelah beradaptasi dan sudah mengetahui celahnya, kita akan menyerang mereka dengan cepat. Tapi kita harus sedikit kesusahan untuk mengalahkannya, karena jika kita menyerang Darkness terlebih dahulu maka Moon Devil akan membantu Darkness untuk mengalahkan kita, dan kita akan kalah dengan cepat. Jadi kita harus menyerangnya dari dua front serangan untuk mengepung kedua organisasi itu. Tapi kita fokuskan serangan utama ke Darkness terlebih dahulu,


dan untuk front serangan ke Moon Devil itu hanya sebagai pengecoh pasukan mereka, sehingga fokus kekuatan pasukan mereka menjadi terbelah dan kita dapat mengalahkan Darkness dengan lebih mudah” Joseph pun menjelaskan rencana yang sudah dibuat kepada Tuan Zussman dan Lewis.


“Rencana yang cukup menarik ya, Joseph. Untuk rencana pengepungan itu, mungkin kita harus membutuhkan kekuatan pasukan yang lebih besar lagi. Mungkin kita harus membangun aliansi dengan musuh Lux Magnum yang lainnya agar kita juga lebih kuat. Dan mungkin aku bisa meminjamkan beberapa pasukanku kepada kalian” saran Tuan Zussman kepada kami.


“Dan untuk rencana menginap atau mengawasi mereka, berapa lama kalian untuk tinggal disana?” tanya Tuan Zussman lagi.


“Mungkin sekitar 1 bulanan atau lebih, Tuan Zussman” Jawabku.


“Iya iya iya, mungkin untuk menunjang rencana kalian, aku serahkan Lewis dan beberapa pasukan lain untuk membantu-bantu kalian jika dibutuhkan. Bagaimana Lewis? Kau mau menemani mereka untuk membantu-bantu mereka?” tanya Tuan Zussman kepada Lewis.


“Siap, Tuan Zussman. Saya siap membantu kalian semua dalam misi ini. Mohon bantuannya.” Lewis pun mengiyakan perintah dari Tuan Zussman.


“Mungkin Lewis dan beberapa pasukan itu bantuan yang bisa kuberikan kepada kalian, apakah ada yang ingin kalian sampaikan lagi?” tanya Tuan Zussman.


“Mungkin sudah itu yang kami ingin sampaikan kepada Tuan Zussman. Dan terima kasih untuk bantuannya. Mungkin untuk rencana-rencana dan informasi lainnya akan kusampaikan kepada Lewis dan pasukan yang kau berikan kepada kami. Mungkin kita harus mengundurkan diri dari sini. Terima kasih, Tuan Zussman telah mendengarkan rencana dari kami. Kami pamit dulu” Tuan Mark pun pamit kepada Tuan Zussman.


“Sama-sama, Tuan Mark. Kalian bisa pulang dan beristirahat untuk bersiap untuk rencana selanjutnya dan mencari informasi yang lain lagi dari Lux Magnum” Tuan Zussman pun menyalami tangan Tuan Mark.


Kami semua pun berdiri dari tempat duduk kami dan berpamitan dengan Tuan Zussman, dan Tuan Zussman pun menyalami kami semua. Setelah saling dan berpamitan, kami pun kembali ke mobil. Setelah semua masuk ke dalam mobil, Tuan Mark pun langsung tancap gas untuk kembali ke penginapan kami, dan kami pun melambaikan tangan kepada Tuan Zussman dan beberapa pasukannya. Lewis dan beberapa pasukan yang diberikan kepada kami pun ikut dalam mobil kami dan ikut bersama kami menuju penginapan kami.


“Hei, sejak tadi kau diam saja, Lewis. Bisa kau kenalkan teman-temanmu itu?”Joseph pun bertanya kepada Lewis.


“Mungkin mereka bisa mengenalkan diri mereka sendiri. Ayo perkenalkan diri kalian sendiri kepada yang lain, karena aku kemarin sudah” kata Lewis menyuruh teman-temannya.


“Ya sudah deh aku duluan, perkenalkan namaku Jose Lowenn, kalian pun bisa memanggilku memakai nama pendekku saja, Lowenn. Dan yang di sebelahku ini namanya Chezka. Dan yang berada di sebelah Chezka itu namanya Guven. Kami ini satu tim dengan Lewis saat kami bertugas di benteng” Lowenn pun mengenalkan dirinya dan teman-temannya yang lain.


“Kan kami sudah kenalan. Gantiian kalian yang kenalan. Hanya Lewis saja yang berkenalan dengan kalian.” Guven pun menyuruh kami untuk berkenalan karena dia belum terlalu mengenal kami.


“Ya namaku Zack, dan yang menyetir ini namanya Mark, dia adalah partnerku kalau bertugas. Dan yang di sebelah kiriku ini namanya Joseph. Dan kalau yang duduk di tengah dari kiri itu namanya Girou, Wilhiemma, Yamazaki, dan Tuan Felix. Ya memang anggota kami banyak, jadi ya mobilnya juga harus besar. Maklumi saja” Tuan Zack pun mengenalkan nama-nama kami kepada teman-temannya Lewis.


Kami pun saling bersalaman dengan hangat. Dan tak terasa kami pun telah sampai di depan rumah.


-To Be Continued-