Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 24: Tempat Untuk Tidur Baru



Samurai Around The World #24.


“Jadi apa yang sebenarnya yang kalian inginkan dari pasukan kami?” tanya Tuan Zussman kepada kami.


Ruangan itu pun hening sekali lagi.


“Kami membutuhkan bantuan dari kalian untuk melawan Lux Magnum. Kami memiliki peta pengaruh dari Lux Magnum yang diberikan Tuan Hugen kepada kami.” Jawab Tuan Mark.


“Hmmmmmm, bentuk bantuan seperti apa memangnya, Tuan Mark?” tanya Tuan Zussman lagi.


“Mungkin bantuan pasukan dan pasokan senjata. Karena berperang dengan Lux Magnum pasti menggunakan artileri yang cukup banyak dan memadai saat perang nanti. Mungkin juga bantuan-bantuan lain dari jaringan atau orang dalam yang kalian miliki untuk membuat misi ini semakin mulus nantinya.” gantian Tuan Zack yang menjawab pertanyaan Tuan Zussman.


“Hmmmmm iya iya iya. Kalau masalah senjata dan pasukan, aku bisa membantunya. Kalau untuk bantuan-bantuan


lain seperti orang dalam dan jaringan, kalian bisa meminta tolong kepada Tuan Hugen. Karena Tuan Hugen sering berhubungan dengan orang dalam di kepemerintahan. Mungkin Tuan Hugen bisa membantu kalian.”Tuan Zussman pun menyetujui bantuan pasukan dan pasokan senjata.


“Iya, mungkin kami bisa bicara dengan Tuan Hugen untuk bantuan orang dalam. Terimakasih banyak telah bersedia membantu kami dalam misi ini, Tuan Zussman.” Tuan Felix pun berterima kasih kepada Tuan Zussman.


“Tidak apa-apa, Tuan Felix. Itu bukan masalah besar. Kami juga membutuhkan bantuan kalian dalam mengalahkan Lux Magnum. Semoga kalian juga dapat banyak membantu kami dalam misi ini. Mungkin kita sudahi saja pertemuan kali ini, kalian bisa pulang untuk beristirahat terlebih dahulu untuk saat ini. Kalian kan sudah mendapatkan sesuatu yang diinginkan, jadi mungkin untuk sementara kalian bisa beristirahat untuk hari esok.” Tuan Zussman pun menutup pertemuan pagi ini.


“Yosh, mungkin benar kata Tuan Zussman. Kita membutuhkan istirahat setelah melakukan perjalanan satu hari penuh yang melelahkan badan. Hmmmmmmm, tapi kita akan istirahat dimana ya? Kan kita belum menemukan pertemuan untuk kita tinggali sementara saat disini?” tanya Allan.


“Kalau kalian mau, kalian bisa menginap di Penginapan Tentara milik kami yang berada di sekitar sini. Disana tempatnya lumayan bagus kok, kalian bisa bertempat tinggal sementara disitu.” Tuan Zussman pun menawarkan kami untuk tinggal di penginapan tentara milik pasukannya.


“Kalau untuk tempatnya lebih tepat ada dimana ya, Tuan Zussman?” tanya Yamazaki.


“Tidak jauh kok dari sini, mungkin hanya berjarak sekitar 5 km an, dan membutuhkan waktu sekitar 30 menitan saja bahkan bisa lebih cepat kalau jalan nya lancar. Penginapan tentara itu bertempat di salah satu komplek perumahan di daerah sini, kalau tidak salah komplek perumahan itu berdampingan dengan komplek rumah milih Tuan Hugen. Jadi kalian bisa menempuh jalan yang sama saat kalian datang kesini.” jawab Tuan Zussman.


“Oh jadi seperti itu ya. Terimakasih banyak telah menyediakan kami tempat untuk tinggal sementara waktu disini. Kami izin pamit kembali dulu. Mungkin kita bisa bertemu di lain waktu.” Tuan Mark pun pamit kembali kepada Tuan Zussman.


“Iya, sama-sama, Tuan Mark.” Balas Tuan Zussman.


Kami pun berdiri dari tempat duduk kami dan berjalan menuju mobil yang kami tumpangi tadi. Kami pun diantarkan oleh Tuan Zussman dan penjaganya sampai ke parkiran mobil kami. Kami pun melambaikan tangan kepada Tuan Zussman dan penjaganya, yang ada Lewis disana. Allan pun langsung memacu mobilnyya menuju penginapan tentara yang diberikan oleh Tuan Zussman. Sesuai perkataan Tuan Zussman, penginapan itu tidak jauh dari tempat Tuan Zussman tadi dan komplek penginapan itu juga berdampingan dengan komplek rumah milik Tuan Hugen.


Penginapan itu memiliki ukuran yang besar dan cukup untuk sekitar 20an pasukan. Penginapan itu memiliki bentuk yang tak jauh berbeda dengan rumah lainnya. Allan pun memarkirkan mobilnya di depan penginapan itu. Tuan Mark pun turun duluan dari mobil dan berjalan menuju rumah itu. Tuan Mark pun dipanggil oleh penjaga penginapan itu. Kami pun ditanyai oleh penjaga.


“Anda Tuan Mark ya?” tanya penjaga itu.


“Ya benar, saya yang namanya Mark. Boleh kami masuk kedalam?” tanya Tuan Mark kepada penjaga.


“Boleh, Tuan Mark. Penginapan ini terbuka untuk kalian menginap. Saya diberitahu oleh Tuan Zussman bahwa kalian akan menginap disini. Kalian terserah mau menginap sampai kapan disini kata Tuan Zussman. Kalian bisa masuk kedalam.” Penjaga itu pun mempersilahkan Tuan Mark untuk masuk kedalam.


Setelah Tuan Mark dipersilahkan masuk kedalam, Tuan Mark pun memanggil kami untuk turun. Kami semua pun turun dari mobil sambil menurunkan barang-barang yang dibawa. Kami juga dibantu oleh penjaga untuk membawa barang-barang kami. Saat kami sudah didalam penginapan itu, ternyata Tuan Hugen yang sudah menunggu di


“Akhirnya kalian telah sampai kesini. Tadi aku dihubungi oleh Zussman bahwa kalian akan menginap disini untuk sementara. Ayo duduk dulu disini.” Tuan Hugen pun menyuruh kami untuk duduk dulu


Kami semua pun menaruh barang-barang kami di ujung ruangan dan duduk di kursi yang telah disediakan.


“Ya benar, Tuan Hugen. Tuan Zussman setuju untuk bekerja sama dengan kami dalam mengalahkan Lux Magnum. Dan mereka menyediakan kami tempat tinggal, dan kami memutuskan untuk tinggal disini untuk sementara.” Jawab Allan.


“Hmmmmm, jadi seperti itu ya. Ya sudah kalian kan sudah melakukan perjalanan panjang menuju sini, kalian bisa beristirahat saja untuk saat ini. Kalau kalian mau tidur atau istirahat, kalian naik saja di atas. Karena kamar tidur itu hanya di lantai 2,3, dan 4 saja. Kalau di lantai 1 ini hanya berisi barang-barang saja. Kalau kalian keberatan membawa barang, bisa minta tolong kepada penjaga seperti tadi.” Saran Tuan Hugen.


Kami pun berdiri dari duduk dan mengangkat barang-barang yang kami bawa. Tuan Mark pun memanggil berberapa penjaga untuk membantu membawa brang-barang kami ke lantai 2.


Di lantai 2 penginapan itu, berisi 7 kamar, 3 kamar besar dan 4 kamar kecil. Kami pun membagi-bagi tempat tidur kami. Aku tidur bersama Yamazaki dan Wilhiemma. Tuan Mark tidur bersama partnernya, Tuan Zack. Allan tidur bersama ayahnya, Tuan Felix. Nona Gloria tidur sendiri di kamar kecil. Aku, Wilhiemma, dan Yamazaki bekerja sama mengangkat barang-barang milik kami ke dalam kamar tidur kami. Kamar yang kami tempati memiliki ukuran yang paling besar dibanding kamar-kamar lain di lantai 2. Kami bertiga membagi tugas untuk merapikan barang-barang kami di kamar itu, Aku dan Wilhiemma menaruh baju-baju kami bertiga di lemari baju kamar, Yamazaki mengatur tempat barang-barang kami yang lain. Setengah jam kemudian, kami telah selesai merapikan barang-barang kami di kamar itu.


Setelah membersihkan kamar yang akan kami tinggali untuk sementara itu, kami pun merebahkan badan kami ke kasur karena kecapekan melakukan perjalanan panjang dari Jerman Barat dan merapikan kamar. Bahkan saking capeknya, kami bertiga pun sampai tertidur pulas di atas kasur.


Pada saat diriku sedang bermimpi indah, tiba-tiba suara berisik dan badanku terasa ada yang menggerakkannya. Dan saat kubuka mataku sedikit demi sedikit, tenyata suara berisik itu berasal dari Tuan Mark yang membangunkan diriku, dan Tuan Mark juga lah yang menggoyang-goyangkan badanku tadi.


“Ayo, Nak Girou, cepatlah bangun. Ini sudah sore hari, kalian sudah tertidur pulas sejak dari pagi. Ayo bangun bangun.” Kata Tuan Mark sambil menggoyang-goyangkan tubuhku.


Aku pun mengangkat tubuhku secara malas-malasan, dan kulihat Wilhiemma dan Yamazaki yang sudah bangun duluan dan dengan mata masih mengantuk.


“Kan kalian tadi dari pagi belum mandi, mending kalian bertiga mandi saja dulu, bisa sekalian buat nyegerin mata agar tidak mengantuk. Ayo cepat, mumpung kamar mandinya masih sepi belum ada yang memakai.” Saran Tuan Mark kepada kami.


Kami pun menuruti saran dari Tuan Carl untuk mandi karena sejak pagi belum mandi dan bisa menghilangkan ngantuk. Kami bertiga pun mengambil peralatan mandi dari tas bawaan masing-masing. Saat aku menuruni tangga, aku melihat Allan yang sudah memegang laptopnya dengan menatap layar laptopnya dengan serius. Dan ada Tuan Zack, Tuan Felix, dan Nona Gloria yang sedang berdiskusi tentang sesuatu. Di penginapan, jumlah kamar mandi ada sekitar 5 atau 6 dan semua kamar mandi itu terletak di lantai 1. Jadi kalau mandi atau menunaikan panggilan alam, harus menuruni tangga terlebih dahulu.


Kami bertiga pun mandi di kamar mandi yang kosong. Dan karena aku kebiasaan mandi cepat, jadi aku yang selesai mandi duluan dari kami bertiga. Yamazaki yang kedua. Dan Wilhiemma berada di posisi ketiga karena kebiasaan mandi sambil menyanyi sendiri yang tak tau arah miliknya. Setelah mandi, aku, Yamazaki, dan Wilhiemma pun kembali ke kamarku untuk berganti baju. Dan setelah berganti baju, aku dan teman-temanku pun berjalan ke bawah lagi untuk berkumpul bersama yang lain.


“Kau tidur tadi lama sekali, Girou. Dari pagi sampai sore. Memang kamu capek sampe segitunya ya?” tanya Allan kepadaku.


“Iya, Allan. Entah mengapa tadi tidur itu pulas sekali. Mungkin karena aku mengangkat barang cukup banyak tadi. Jadi badanku terasa capek semua.” Jawabku sambil menuruni tangga.


“Hmmmm, iya iya. Cukup masuk akal sih.”


Aku pun duduk disamping Allan dan menemaninya yang tampaknya sedang mengerjakan sesuatu. Yamazaki dan Wilhiemma duduk di kursi yang lain


“Kau sedang mengerjakan apa, Allan. Kok sampai serius begitu?” tanyaku penasaran kepada Allan.


“Aku sedang mencari informasi lebih dalam terkait musuh kita, Lux Magnum. Cuma yang informasi yang kucari kali ini bukan tentang Lux Magnumnya, tapi organisasi-organisasi kriminal kecil yang bernaung di bawahnya. Kau masih ingat peta pengaruh dari Lux Magnum dan organisasi kecilnya? Kan tersebar cukup luas tuh. Aku ingin menggali lebih dalam terkait organisasi kecil itu. Mungkin saja dari informasi itu, kita mendapatkan cara untuk mengalahkan organisasi kecil itu, atau mengalahkan Lux Magnumnya. Begitu, Girou.” Allan pun menjawab rasa penasaranku.


“Iya iya, semoga saja kau dapat menemukan informasi itu tanpa adanya insiden kebocoran data dari laptop kamu waktu itu. Kau sudah membackup data-data penting militer Jerman kan, Allan?” tanyaku lagi.


“Tenang saja, Girou. Aku sudah menyimpan data-data penting itu disini.” Jawab Allan sambil mengangkat sebuah hardisk.


“Ya, syukurlah kalau begitu. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kau mencari informasi tentang organisasi kecil dari Lux Magnum itu menggunakan sistem pencari yang kau buat sendiri kan, Allan?” tanyaku kepada Allan.


“Ya, sudah pasti aku menggunakannya. Tapi aku tidak terlalu bergantung kepada sistem pencari informasi itu. Jadi jika aku tidak dapat menemukan informasi dari sistem itu, aku akan menggunakan cara yang lain.” Jawab Allan.


“Oh jadi seperti itu ya. Ah ya, aku ingin menanyakan ini kepadamu, Allan. Kenapa kita memilih untuk menyelesaikan misi di Norwegia dan tidak menyelesaikan jaringan Silhoutte di Soviet terlebih dahulu? Apakah ada alasan tertentu?”


-To Be Continued-