Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 30: Lakselv



Samurai Around The World #30


Perjalanan kami berangkat dari Oslo menuju kota Mosjoen terlebih dahulu. Habis itu melanjutkan perjalanan lagi menuju kota Skibotn.  Dan melanjutkan perjalanan menuju kota Lakselv sebagai titik terakhir perjalanan. Total waktu perjalanan dari Oslo menuju Lakselv adalah 3 hari atau 72 jam. Memang perjalanan yang kali ini lama karena menggunakan jalur darat karena lebih aman.


Saat di Lakselv, sudah ada seseorang yang menyediakan tempat menginap untuk kami semua. Dari yang kudengar saat di Humvee, orang yang menyediakan penginapan kami adalah teman lama dari Tuan Zussman saat masih berada di akademi militer. Dia dulunya adalah seorang pasukan yang cukup mumpuni dalam hal pengintaian. Tapi karena suatu masalah, orang itu berhenti dari karirnya menjadi militer. Dan alasannya masih belum diketahui.


Dari jalan masuk kota Lakselv, waktu yang dibutuhkan untuk menuju tempat penginapan yang disediakan untuk kami kurang lebih 1 jam.


Dan saat kami telah sampai di tempatnya pada senja hari, rumahnya tampak sepi dan tidak berpenghuninya. Kami pun sedikit sangsi saat melihat rumah yang seperti tidak berpenghuni. Tuan Mark pun turun dari Humvee untuk mengetuk pintu rumah itu dan menyuruh kami untuk ada di dalam Humvee agar aman dari sesuatu yang berbahaya.


“Tok tok tok. Permisi apakah ada orang di dalam? Saya Mark, rekan dari Tuan Zussman. Apakah ada orang di dalam” Tuan Mark pun mencoba mengetuk pintu rumah itu.


Tak ada yang menjawab dari dalam rumah.


“Aduh katanya disuruh menginap disini. Tapi kok kayaknya tidak ada orangnya begini” gumam Tuan Mark.


Darrrrr!!!! Suara tembakan pun terdengar dari salah satu sudut.


Tuan Mark yang menyadari adanya tembakan pun segera menghindar dari arah peluru yang ditembakkan. Kami juga pun mengangkat senjata kami untuk berjaga-jaga jika ada tembakan lagi.


“Cih. Siapa itu yang menembak??” Tuan Mark pun mengangkat pistol Revolver di pinggangnya.


Kami semua pun turun dari mobil dan mendekati Tuan Mark.


“Kalian semua berpencar untuk mengecek sekeliling rumah. Barangkali ada tembakan seperti tadi” Tuan Mark pun menyuruh kami untuk berpencar dan mengecek sekeliling rumah.


Darrr!! Darrr! Darrr!! Suara tembakan pun terdengar tiga kali berturut-turut.


Cesss!! Kakiku pun terkena besi panas dan mengeluarkan darah segar.


Tiinggg!!! Salah satu peluru pun mengenai salah satu tiang besi rumah itu


Bleeppp!!! Peluru terakhir pun mengenai bahu Tuan Mark.


“Ahhhh shitttt!!” teriak Tuan Mark sambil memegangi bahunya.


Dan orang yang menembak tadi pun keluar dari persembunyiannya di salah satu sudut rumah.


“Oya oya oya. Kalian ada masalah apa untuk datang kesini?” tanya orang itu sambil mengacungkan pistolnya kearah kami semua.


“Sebentar Tuan. Kami tidak bermaksud apa-apa.  Anda Tuan Lerc kan? Kami suruhan Tuan Zussman untuk datang kesini Tuan.” Tuan Mack pun mencoba menenangkan orang yang dipanggil Tuan Lerc itu.


“Yang benar! Kalian jangan membual!!” Lerc pun mengancam sambil menarik pelatuknya.


“Kalau Tuan Lerc tidak percaya, coba lihat kartu ini” Tuan Mack pun menyerahkan kartunya kepada Lerc agar lebih yakin bahwa kami semua adalah suruhan dari Tuan Zussman.


Lerc pun membaca kartu milik Tuan Mack dengan seksama. Dan ada rasa terkejut yang tersirat di raut mukanya


“Ahhhhh maaf maaf ternyata benar kalian adalah anak buah dari Tuan Zussman. Mohon maaf sekali karena sudah salah paham dan membuat kalian seperti ini. Ayo masuk kedalam saja. Untuk yang tadi tertembak nanti bisa diobati oleh timku” Tuan Lerc pun menyuruh kami untuk masuk ke dalam rumahnya terlebih dahulu.


Dan tiba-tiba ada segerombol orang yang mendekati kami semua. Dan kurasa itu adalah tim yang akan mengobati kami yang terluka karena tembakan Tuan Lerc tadi. Aku pun dibantu berdiri oleh salah satu orang di tim tersebut karena kakiku yang terkena peluru tadi. Tuan Mark juga dibantu untuk berdiri.  Kami pun dibawa ke dalam rumah. Kami semua pun berkumpul di ruang tamu rumah itu. Dan disuruh duduk di kursi-kursi yang disediakan. Cuma untuk yang terluka dirawat sebentar di salah satu ruangan khusus. Saat disana, kakiku pun dibebat menggunakan perban dan diberi obat penyembuh luka. Tuan Mark pun dibebat di bagian bahu kanannya yang terkena besi panas tadi.


Dengan cepat, luka ku dan luka Tuan Mark pun selesai diperban. Kami berdua pun berjalan menuju ruang tamu bersama yang lain.


“Kami dulu saja yang berkenalan, kami kan tamu jadi alangkah baiknya mengenalkan diri terlebih dahulu” Tuan Mack pun mengajukan diri untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu.


“Perkenalkan nama saya Mack. Sama seperti di kartu nama tadi. Dan disebelah kanan saya ini Guzz. Dan yang di sebelah kiri saya ini namanya Lowenn. Di Sebelah Lowenn bernama Saint. Di Sebelah Saint namanya Girou. Disebelah Girou sampai ujung itu namanya Mark, Zack, Joseph, dan Allan. Sekarang ganti tuan-tuan yang memperkenalkan dirinya masing-masing” Tuan Mack pun memperkenalkan kami semua.


“Ok lah kalau begitu, jadi namaku Lerc. Dan di sebelahku ini namanya Rutt. Dan di sebelah Rutt ini namanya McKay. Dan yang paling ujung itu bernama Helen. Kami berempat berada di bawah satuan militer Norwegia. Hampir sama dengan satuan yang dimiliki oleh Zussman, tapi kalau satuan milik Zussman kan berada di bawah pengaruh dari Tuan Hugen yang memiliki jabatan yang cukup prestisius di piramida Militer Norwegia, dan satuan yang dimiliki Zussman lebih besar. Sedangkan timku ini lebih independen saat melakukan misi, yaitu kendali terbesar dimiliki olehku sendiri, tapi masih mengikuti aturan dari satuan Militer dalam keadaan tertentu. Dan timku ini biasanya bekerja di kasus antiteroris, kadang juga mafia. Tapi kalau untuk mafia itu sedikit jarang karena pengaruh mafia itu sendiri yang sudah kemana-mana. Jadi kami berenam tidak bisa berbuat seenaknya dan semaunya, harus mempertimbangkan keadaan beserta kekuatan. Kami juga sering bekerja sama dengan Tim Zussman dalam beberapa misi karena kami saling kenal satu sama lain” Tuan Lerc pun mengenalkan nama-nama anggota di timnya.


Kami pun saling menjabat tangan satu sama lain.


“Oiya, kalian kan berangkat kesini kan menggunakan Humvee, kalian menghabiskan waktu berapa lama untuk menuju kesini?” tanya Tuan Lerc kepada kami setelah berkenalan,


“3 hari, Tuan Lerc. Kami tidak terburu-buru saat perjalanan tadi. Sebenarnya kalau bisa sampai lebih cepat, mungkin 2 hari sudah sampai kesini. Tapi kami lebih memilih perjalanan santai saja. Tidak terburu-buru dan mengejar waktu” jawab Tuan Mark.


“Hmmmmmmm. Kalian berangkat penuh menggunakan jalur darat ya?” tanya Tuan Lerc lagi.


“Iya, Tuan Lerc. Kami lebih memilih jalur darat daripada jalur laut atau udara karena lebih aman saja saat perjalanan” ganti Tuan Zack yang menjawab.


“Hmmmmmmm iya iya iya. Kalian disini untuk mengintai atau ada urusan yang lain? Karena aku diminta oleh Zussman untuk membantu kalian saat melakukan misi disini” tanya Tuan Lerc kepada kami.


“Kami diminta untuk mengintai dan mencari informasi lebih banyak terkait Darkness dan Moon Devil. Sebenarnya kami tak sendirian, nanti setelah kami mengintai disini dan mendapatkan informasi aka nada satu tim yang akan membantu untuk mencoba untuk mengalahkan Darkness dan Moon Devil” jawab Tuan Mack.


“Waw, kalian memang pemberani seperti yang kudengar-dengar. Kami saja sampai saat ini masih belum berani untuk mengambil langkah untuk mengalahkan mafia itu. Dan beberapa dari kalian kan berasal dari Jerman, berarti kalian mengetahui tentang Silhoutte ya?” tanya Tuan Lerc kepada kami.


“Kami sudah tahu Tuan Lerc” jawab Tuan Mark.


“Apakah benar kalau Darkness dan Moon Devil termasuk bagian dari Silhoutte?” tanya Tuan Lerc lagi kepada kami.


“Benar Tuan Lerc. Bahkan bukan hanya Darkness dan Moon Devil yang termasuk dari bagian Silhouette. Tapi Lux Magnum pun ikut di dalamnya. Silhouette itu luas sekali pengaruhnya, mungkin sebenua Eropa ini miliknya. Dan organisasi seperti Lux Magnum ini ada tiga atau empat di benua. Di utara. Di timur. Dan mungkin ada di selatan juga. Dan Lux Magnum ini adalah organisasi yang paling lemah dari organisasi yang berada di bawah pengaruh Silhouette  menurut informasi yang kami dapatkan. Jadi kami mencoba untuk mengalahkan Lux Magnum terlebih dahulu” Jawab Allan


“Hmmmmmmm. Jadi kalian ingin mengalahkan Lux Magnum terlebih dahulu ya. Ya mungkin itu kami bisa membantu untuk mengalahkan Lux Magnum bahkan Silhouette. Mungkin untuk saat ini kalian bisa beristirahat saja dahulu setelah melalui perjalanan panjang dari Oslo. Kalian bisa beristirahat di lantai 2 atau lantai 3 karena masih ada kamar kosong untuk kalian istirahat dan meletakkan barang-barang bawaan kalian disana” Tuan Lerc pun menyuruh kami untuk beristirahat.


Kami semua pun mengambil barang bawaan dari mobil dan membawa menuju lantai 2 dan lantai 3. Untuk tim pengintai bawahan Tuan Zussman beristirahat di lantai 2, sisanya naik satu lantai lagi menuju lantai 3. Aku sekamar dengan Joseph dan Allan karena kamar yang kami tempati lebih besar daripada yang ditempati oleh Tuan Mark dan Tuan Zack. Kami bertiga pun menata barang kami di lemari kamar yang kami tempati. Tak sampai setengah jam, barang bawaan kami telah selesai ditaruh di lemari. Kami bertiga pun merebahkan tubuh kami ke kasur karena badan kami terasa capek karena perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan walau sering berhenti saat perjalanan.


Pagi hari besoknya.


Aku pun terbangun dari tidur malam karena sinar matahari menyapu wajahku. Setelah makan bersama Tuan Lerc dan lainnya, aku pun tertidur karena kekenyangan dan mengantuk. Aku pun masih melihat Joseph dan Allan yang masih tidur nyenyak disampingku. Aku pun mencoba untuk membangunkannya.


“Hei Allan, ayo bangun sudah pagi” aku pun mencoba membangunkan Allan sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.


“Hmmm? Sudah pagi ya? Hoooaaamm” Allan pun menguap dan mencoba bangun dari tidurnya.


Setelah membangunkan Allan, aku pun ganti membangunkan Joseph.


Dan aku pun sedikit terkejut karena tidak kusangka ternyata Joseph sudah bangun dan duduk disampingku,


“Halo Girou. Selamat Pagi” sapa Joseph kepadaku.


“Huhh!! Selamat pagi juga Joseph” balasku dengan sedikit terkejut.


Kami bertiga pun keluar dari kamar untuk memulai hari yang mungkin akan menyenangkan.


-To Be Continued-